Sabtu, 10 Maret 2012

Definisi/Pengertian Administrasi


Definisi/Pengertian Administrasi
Istilah administrasi berasal dari bahasa latin yaitu “Ad” dan “ministrate” yang artinya pemberian jasa atau bantuan, yang dalam bahasa Inggris disebut “Administration” artinya “To Serve”, yaitu melayani dengan sebaik-baiknya.
Pengertian administrasi dapat dibedakan menjadi 2 pengertian yaitu :
  1. Administrasi dalam arti sempit. Menurut Soewarno Handayaningrat mengatakan “Administrasi secara sempit berasal dari kata Administratie (bahasa Belanda) yaitu meliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, keti-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan”(1988:2). Dari definisi tersebut dapat disimpulkan administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan.
  2. Administrasi dalam arti luas. Menurut The Liang Gie mengatakan “Administrasi secara luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu”(1980:9). Administrasi secara luas dapat disimpulkan pada dasarnya semua mengandung unsur pokok yang sama yaitu adanya kegiatan tertentu, adanya manusia yang melakukan kerjasama serta mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Pendapat lain mengenai administrasi dikemukan oleh Sondang P. Siagian mengemukakan “Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara 2 orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya” (1994:3). Berdasarkan uraian dan definisi tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa administrasi adalah seluruh kegiatan yang dilakukan melalui kerjasama dalam suatu organisasi berdasarkan rencana yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan
ilsafat administrasi
Secara context bahwa ilmu administrasi berkembang sesuai dengan keadaanya yang ada dan mampu menyesuaikan sesuai dengan perkembangan zaman. Perkembangan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia merupakan kajian utama epistemologi dalam usaha pengayaan manusia di bidang ilmu pengetahuan antara ilmu administrasi, baik yang berkaitan tentang etika, estetikanya maupun cara atau prosedur memperolehnya. Ilmu pengetahuan di bidang administrasi adalah suatu pernyataan terhadap materi atau content, bentuk atau form, serta objek formal dan meriiilnya. Secara epistemologis, ilmu administrasi cenderung untuk membatasi diri pada hal-hal tentang persepsi dan pemahaman intelektual seseorang. Pengetahuan ilmu administrasi dapat membawa manusia kepada peristiwa kesadaran dari seluruh pemaknaan yang dikandung ilmu administrasi itu sendiri. Bahwa ilmu administrasi suatu kajian yang mendalam di alam nalar manusia yang dapat menembus cakrawala dunia, ditandai dengan gerak langkah rasionalitas di bidang filsafat ilmu administrasi sebagai berikut : ontologis, epistemologis, dan aksiologis.
Pendalaman ilmu administrasi sebagai suatu kajian teori yang dapat memberikan makna dan manfaat dalam kecerdasan kehidupan manusia, maka ketangguhan ilmu administrasi dapat terwujud apabila didalamnya tersaji berbagai penggolongan teori. Adapaun teori tersebut ialah :
  1. Grand theory, 2) Middle range theory, 3) Reinforcement theory , 4) Grounded theory, dari
Keempat teori tersebut menimbulkan suatu pancaran memlaui pemikiran rasional tethadap komunitas manusia dalam masyarakat luas merupakan realita yang memperkuat pertumbuhan dan perkembangan administrasi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ilmu administrasi sangat diperlukan oleh semua orang dimana ilmu administrasi mempunyai pola pemikiran kemasa depan yang lebih baik. Sehingga ilmu administrasi tidak hanya dipelajari oleh orang-orang administrator, pejabat tinggi atau kalangan tertentu karena ilmu administrai merupakan suatu ilmu yang mampu memanajemen mulai dari diri kita sendiri dan untuk orang lain maupun untuk organisasi.
Secara Content (pembahasan) bahwa ilmu administrasi dimulai dari penerapan atau penggunaan sampai pengembangan dan pemanfaatan ilmu administrasi itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Aksiologi ilmu administrasi merupakan salah satu bagian dari filsafat ilmu, pemanfaatan pengetahuan bidang ilmu administrasi merupakan faktor penting dalam pertimbangan penggunaannya dalam kehidupan, perilaku dalam beraktivitas dan penetapan keputusan tindakan manusia. 
  1. Hakikat Ilmu Administrasi
Dalam era globalisasi dewasa ini ditandai dengan ketatnya tantangan dan persaingan, serta pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengharuskan setiap umat manusia untuk menghadapinya. Kesaktian ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong manusia berusaha untuk memilikinya melalui proses pembelajaran, guna dimanfaatkan dari berbagai aspek kehidupan. Kaitannya antara kemampuan untuk mengetahui sesuatu (knower) dengan kemampuan menalar atau berpikir (knowing) sesuatu berupa kognitif adalah kemampuan menalar atau berpikir terhadap sesuatu aksi dan reaksi, afektif adalah kemampuan untuk merasakan apa yang telah diketahui, dan konaktif adalah kemampuan untuk mencapai apa yang dirasakan.
Ilmu atau science merupakan segenap pengetahuan yang bermakna ganda (mengandung dari berbagai arti). Ilmu adalah sekumpulan pengetahuan manusia yang rasional dan kognitif, dengan disusun secara sistematis dan menggunakan metode tertentu sehingga bermanfaat di bidang pekerjaan. Mekanisme ilmu dalam manusia dapat digambarkan sebagai berikut :
Dari gambar diatas memberikan pemahaman ilmu itu bermakna ganda, tempat pengetahuan , metode, dan aktivitas sangat beraneka ragam jenisnya .
Ilmu administrasi merupakan hasil pemikiran penalaran manusia yang disusun berdasarkan dengan rasionalitas dan sistematika yang mengungkapkan kejelasan tentang objek formal, yaitu pemikiran untuk menciptakan suatu keteraturan dari berbagai aksi dan reaksi yang dilakoni oleh manusia dan objek material, yaitu manusia yang melakukan aktivitas administrasi dalam bentuk kerjasama menuju terwujudnya tujuan tertentu.
Perkembangan pemikiran dan penalaran manusia yang berdasarkan kaidah dan norma-norma administrasi tidak hanya dipandang sebagai ilmu pengetahuan, tetapi mereupakan bagian kehidupan manusia yang menuntut terciptanya spesialisasi menuju kemahiran terhadap suatu keterampilan dari berbagai bidang kegiatan dalam memenuhi kehidupan manusia. Administrasi dapat dilihat dari dua sudut pandang yang saling melengkapi antara satu dengan lainnya, sebagai berikut :
  1. Administrasi sebagai ilmu
Ilmu sebagai objek kajian administrasi sepatutnya mengukuti alur pemikiran manusia, yang pendekatannya dilakukan secara radikal, menyeluruh, rasional dan objektif.
Pada hakikatnya perkembangan ilmu administrasi merupakan suatu kajian yang mendalam di alam nalar manusia yang dapat menembus cakrawala dunia dengan ditandai gerak langkah raisonalitas di bidang filsafat ilmu administrasi sebagai berikut :
  1. Ontologis, nilai dasar pemikiran manusia yang menggambarkan tentang kebenaran dasar (apriori), breaker dari pangkal piker yang dikandung oleh ilmu administrasi itu sendiri.
  2. Epistemologis, perkembangan ilmu administrasi dalam pemikiran manusia terhadap rasionalitas melahirkan pandangan yang bercakrawala dan tidak dapat dijangkau sampai batas akhirnya.
  3. Akisologis, ilmu administrasi akan memberikan makna yang hakiki apabila dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, sehingga memberikan kemudahan dan kelayakan berpikir serta bertindak bagi manusia yang mendalami ilmu administrasi.
  1. Administrasi sebagai pekerjaan
Pada hakikatnya ilmu administrasi tumbuh dan berkembang dalam pemikiran manusia, selain sebagai ilmu administrasi juga sebagai suatu profesi atau pekerjaan yang harus diselesaikan secara tuntas dan memuaskan. Proses administrasi dimaknai sebagai pola pemikiran dan rangkaian kegiatan untuk pencapaian suatu hasil tertentu dengan professional sesuai tuntutan kegiatan yang dilakukan. Administrasi berfungsi untuk menemukan pembagian kerja dalam berbagai macam-macam karakteristik manusia yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Dalam suatu administrasi dijumpai sistem administrasi, dimana sistem secara garis besar terdiri atas sistem alamiah (natural system) adalah sistem yang terbentuk karena alam. Sebagai misal sistem tata surya, sistem cuaca, dll. Sedangkan sistem buatan manusia (man made system) adalah sistem yang terbentuk karena hasil pemikiran atau perbuatan manusia. Sebagai misal sistem sosial, sistem politik, sistem ekonomi, sistem kepegawaian, sistem hokum, sistem kerja, sistem pemerintahan, dll. Pada dasarnya sistem administrasi lahir dan hasil pemikiran dari manusia.
Fenomena dan nomena administrasi terhadap pertumbuhan atau perubahan suatu organisasi dapat diamati pada pola dinamisasi social yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Fenomena dan nomena masyarakat administrasi sepeti solidaritas, kepemimpinan, mata pencaharian, kepedulian, keadilan, demikian pula sebaliknya. Adapun masalah-masalah administrasi yang dihadapi dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan perkembangan organisasi merupakan tugas kunci dari manajemen. Administrasi merupakan sasaran pemikiran manusia untuk menggerakkan berbagai aktivitas dengan menggunakan sumber-sumber (resources) kekuatan dalam organisasi. Dalam suatu administrasi juga dijumpai penyakit administrasi dimana hal inilah yang paling di takutkan dan berbahaya dalam kehidupan organisasi dan menghalalkan segala cara untuk mencapai suatu kekuasaan.
Dalam perkembangan dan pertumbuhan masyarakat maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang administrasi sangatlah mempengaruhi juga warna dan corak dari perkembangan manajemen pada masa dating. Manusia adalah makhluk yang mempunyai martabat, perasaan, cita-cita, keinginan, tempramen, dan harapan yang selalu mengalami perkembangan atau dengan kata lain kedinamisan. Dengan adannya ilmu administrasi dalam era globalisasi dilakukan secara rasional, efektif dan efisien dengan memperhatikan perubahan, memperkuat moral dan etika kerja, tujuan yang telah ditetapkan, dan penyesuaian terhadap teknologi. Konsep dasar administrasi pancasila merupakan ciri khas bagi bangsa Indonesia, dimana masyarakatnya harus menghayati, memahami, dan bahkan dijadikan pandangan hidup untuk aktivitas sehari-hari. Manusia juga mempunyai kaitannya dalam administrasi dimana kreativitas dan imajinasinya sangat diperlukan, manusia dalam organisasi, manusia juga sebagai pengendali organisasi.
  1. Ontologis Ilmu Administrasi
Administrasi merupakan cabang dari ilmu pengetahuan yang asal mulanya bersumber dari filsafat. Secara estimologis, filsafat berasal dari bahasa Yunani, philoshopia yang terdiri dari dua suku kata philos artinya cinta atau suka dan shopia artinya kebijaksanaan. Para pemikir ilmu filsafat diantaranya Aristoteles (382-322 SM) dijuluki pelopor logika dan filosofi besar yang menyatakan bahwa filsafat merupakan pengetahuan yang tidak berubah dan tidak dapat terpisah dari materi, Plato ( 428 SM – 348 M) sebagai filsafat spekulatif, Galileo Galilei (1564-1642) sebagai filsafat alam, dan The liang gie (1997).
Ontologi bersala dari kata Yunani yang terdiri dari kata ontos artinya ada dan logos artinya ilmu. Jadi secara estimologis, ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang yang ada. Ontologi administrasi telah berhasil merubah pola pemikiran praktisi administrasi, dan bahkan sebagian para ilmuwan administrasi dari pandangan mitosentris menjadi logisentris. Dimana awal pikirannya bahwa kejadian dalam suatu bentuk kerja sama dipengaruhi oleh kekuatan gaib (mitos) menjadi pola piker yang dipengaruhi oleh pemikiran rasional (logis). Dalam suatu administrasi kedudukan ontologi administrasi merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat jangkauan sangat universal dan menyeluruh dari struktur kehidupan manusia. Metode ontologi administrasi utamanya berkaitan dengan kondisi abstrak dan konkret. Potensi ontologism administrasi tergantung dari pemikiran manusia terhadap dunia ini pada hakikatnya kandungan normatif ontologi administrasi secara transidental dan emperikal sesungguhnya dapat dibedakan atas dua aspek utama yaitu kebenaran dan kebaikan. Dalam kaitannya dengan kegiatan administrasi filsafat administrasi mendorong untuk bertindak secara positif dan rasional.
Ilmu administrasi di masa akan datang jelas akan menghadapi banyak perubahan-perubahan sekaligus akan berpengaruh dan bahkan dapat menjadi faktor pendorong maupun sebagai faktor penghambat terhadap penataan bengunan ilmu administrasi. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
  1. Batasan ilmu administrasi
  2. Potensi ilmu administrasi
  3. Peran ilmuwan administrasi
  1. Epistimologis Ilmu Administrasi
Epistimologis merupakan bagian dari filsafat ilmu yang mempelajari dan menetapkan kodrat atau skop suatu ilmu pengetahuan serta dasar pembentukannya. Secara estimologis bahwa administrasi mempunyai beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya sebagai berikut :
  1. Objektivitas administrasi
Pada hakikat dasar dari pengetahuan administrasi manusia mensyaratkan adanya makna apriori (kebenaran dasar) sebagai realita fundamental dan tidak relatif, sedangkan kebenaran realita yang telah mengalami perubahan dari nilai dasar kebenaran relatif tertuang dalam hakikat aposteritori. Dimana berpikir apriori dalam ilmu administrasi merupakan salah satu kajiian dari konsep objektivisme. Ada tiga tahapan dalam proses berpikir dalam bidang ilmu administrasi, pertama, kesadaran objek administrasi, kedua, kesadaran adanya perbedaan penalaran terhadap objek administrasi, ketiga,kesadaran pemahaman terhadap hubungan yang terjadi antarberbagai entitas, baim perbedaan maupun persamaannya.
  1. Subjektivisme administrasi
Cara pandang ilmu administrasi terhadap kebenaran yang terkandung di dalam nilai-nilai administrasi senantiasa dilihat secara subjektif, apabila tidak meresapi dan mendalami administrasi itu sesungguhnya. Secara epistemologi administrasi, bila dihubungkan dangan konsep-konsep lainnya terlihat mempunyai hubungan yang sangat kompetitif dangan didasarkan atas mekanisme pertarungan pendapat dan konsep yang kompleks kemudian pengalokasian pembenaran pemikiran yang cukup tajam.
  1. Skeptisisme administrasi
Administrasi adalah suatu proses pemikiran yang rasional dengan andalan utamanya diletakkan pada pembenaran empiris. Ilmu administrasi otomatis menjadi salah satu kajian dari filsafat ilmu yang menspesialisasikan pada : a) pemikiran bersifat spekulatif, b) melukiskan hakikat realita secara lengkap, c) menentukan batas-batas jangkauan, d) melakukan penyelidikan tentang kondisi krisis, e) administrasi merupakan salah satu bidang disiplin ilmu. Bahwa skeptisisme pada kondisi tertentu juga dapat berakibat negatif dalam suatu kegiatan administrasi.
  1. Etika dan Moralitas Administrasi
  1. Etika Administrasi
Etika adalah suatu tatanan atau aturan hidup pada komunitas manusia tertentu. Dalam suatu administrasi etika ilmu administrasi disadari atau dimengerti adalah dengan ilmu administrasi yang berangakt dari pemikiran sampai kepada tindakan atau perbuatan manusia. Etika ilmu administrasi bersumber kepada fakta bahwa kaidah dan aturan dalam suatu kehidupan komunitas masyarakat manusia tertentu, antara satu sama lain, mengalami perkembangan dangan berbarengan.
  1. Moralitas Administrasi
Kaidah atau prinsip moralitas dapat juga menerima pengecualian, karena kaidah atau prinsip tersebut adalah gagasan abstrak yang ditarik dari perhatian bagi orang-orang yang mengerjakan sesuatu dengan baik. Bahwa moralitas merupakan kualitas perbuatan manusia yang didorong oleh gerakan kejiwaan dengan memperhitungkan benar dan salahnya serta baik dan buruknya. Moralitas cenderung pada produk dari kematangan jiwa seorang manusia sedangkan etika cenderung lebih mengarah pada produk rekayasa untuk menciptakan pengaturan dan keteraturan hidup manusia.
  1. Konseptual administrasi
Konseptual administrasi merupakan suatu symbol bagi sekumpulan kenyataan yang sifatnya konkret perceptual yang lumayan banyak jumlahnya. Dalam administrasi konseptual mereduksi fungsi suatu symbol otomatis yang berada dalam kesadaran manusia. Konsep dalam ilmu administrasi cenderung merupakan pemikiran yang didasarkan kepada perceptual dengan pembuktiannya untuk melahirkan suatu jangkauan yang lebih luas, yang diistilahkan dangan teori. Teori adalah akumulasi bangunan dari berbagai macam konsep sehingga melahirkan pemahaman yang lebih mendalam kemudian diakumulasikan ke dalam suatu keutuhan.
  1. Aksiologi Ilmu Administrasi
Sasaran pembahasan (content) aksiologi ilmu administrasi mulai dari penerapan atau penggunaan sampai pengembangan dan pemanfaatan ilmu administrasi itu sendiri dalam kehidupan manusia. Dan yang menjadi landasan dalam tataran aksiologi ilmu admiministrasi yaitu bagaimana ilmu administrasi digunakan sehingga memberikan manfaat dalam kehidupan manusia. Kebahagian dan kesejahteraan marupakan perwujudan harapan manusia yang diinginkan. Aksiologi ilmu administrasi merupakan salah satu bagian dari filsafat ilmu, dalam pemanfaatan pengetahuan di dbidang ilmu administrasi merupakan factor penting dalam pertimbangan penggunaannya dalam kehidupan dan dijadikan sebagai pertimbangan sebelum menetapkan suatu keputusan. Dalam menentukan kebenaran kandungan materi atau dari ilmu administrasi, bahwa sebagian pandangan ilmu administrai yang menyebutkan bahwa hanya sebagian kecil kebenaran administrasi yang dapat dilaksanakan dan sebagian besar kebenaran diabaikan dalam praktik administrasi
  1. Kebenaran asal mula
Bahwa asal mula kebenaran ilmu administrasi adalah dari pengetahuan yang telah dikompilasikan dalam suatu integrasi pemeikiran manusia. Jika diyakini bahwa asal mulanya itu adalah salah maka itulah kebenaran dalam kesalahan, dan jika asal mulanya itu adalah benar maka itulah kebenaran dalam kebenaran. Oleh sebab itu, dalam ilmu pengetahuan pada umumnya, dan ilmu pengetahuan bidang administrasi pada khususnya, tidak mengenal kesalahan tetapi yang dikenal hanyalah kebenaran.
  1. Kebenaran mengungkap
Bagaimana mengetahui kebenaran yang dikandung ilmu administrasi melalui ungkapa, atau kata lain ucapan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Untuk mengukur benar dan salahnya ungkapan atau ucapan sangat ditentukan kepada konkrenitas yang diungkap itu, karena konkrenitas bias menentukan kesesuaian. Kalau sesuai antara ungkapan dengan konkrenitasnya berarti kebenaran, tetapi kalau tidak sesuai konkrenitas dengan ungkapan berarti kesalahan.
  1. Kebenaran memandang
Cara pandangan ilmiah sebenarnya administrasi mampu membangun pemikiran terutama di era modernitas ini, agar selalu bisa dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Melalui pandangan ilmiah, administrasi telah meperlihatkan kemukjizatan untuk menaburkan kebaikan dan kebenaran, demikian sebaliknya menghilangkan kejahatan dan kesengsaraan. Memandang jauh kedepan pada alam terbuka berbeda makna dengan memandang jauh ke depan di alam pikiran. Bahwa ilmu pengetahuan dimulai dari kesederhanaan dan merupakan suatu tujuan bukan titik tolak bergeraknya ilmuwan mencari ilmu. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan administrasi merupakan upaya untuk menyederhanakan suatu realita.
  1. Kebenaran bentuk
Pengalaman objektif yang teroganisir dalam struktur yang sistematis dan teratur. Inilah yang dimaksudkan dengan kebenaran bentuk ilmiah. Dalam suatu ilmu pengetahuan administrasi diperlukan suatu pengalaman, pemahaman, pengetahuan, dan ilmu bukanlah sekedar fakta yang sederhana melainkan gabungan dari dua faktor yang seolah-olah bertentangan yaitu antara faktor materi (content) dan faktor formanya. Akan tetapi, kalau kita menelusuri secara mendalam kebenaran apa yang dikandung kedua faktor ini akan ditemukan suatu pola piker bahwa kedua faktor tersebut bukanlah bertentangan melainkan berjalan berbarengan dengan saling memperkuat dalam rangka kebenaran suatu bentuk ilmu pengetahuan.
  1. Kebenaran isi
Kebenaran isi atau materi (content), khususnya pada ilmu dan teknologi administrasi yang dikuasai. Secara kenyataan bahwa kepala manusia adalah sama, yaitu masing-masing bundar di dalamnya terdapat otak, dan di dalam otak terdapat pikiran, tetapi kenapa kecerdasan intelektual manusia berbeda-beda. Tetapi sejarah hidup manusia berkata lain, mutlak manusia memerlukan semuanya itu, karena dalam perjalanan kehidupan manusia senantiasa ada masa jaya dan ada pula masa suram, hal ini saling berganti tanpa dapat diprediksi oleh manusia yang bersangkutan.
  1. Kebenaran konsep
Pemahaman tentanf kebenaran konsep ilmu dan teknologi administrasi pada dunia professional dengan dunia keilmuan sangat berbeda. Pemahaman konsep pada dunia professional adminiatrasi adalah idea tau gagasan yang dituangkan dalam tulisan sedangkan pemahaman konsep di dunia keilmuan adalah serangkaian pengetahuan yang sejenis dengan bentuk suatu wawasan pemikiran mendalam, atau dapat pula dikatakan konsep.
  1. Kebenaran Teori
Ilmu dan teknologi administrasi bersumber dari teori, kemudian ilmu dan teknologi administrasi melahirkan teori. Sedangkan teori lahir bersumber dari konsep, kemudian teori melahirkan konsep, dan seterusnya. Dalam suatu proses nyang menggambarkan mekanisme pengembangan suatu pengetahuan, konsep, teori, sampai kepada imu yang ditidak dapat dikantonikan antara satu dengan yang lainnya tetapi merupakan suatu kesatuan yang berlangsung terus-menerus secara sistematis dalam pemikiran manusia untuk merenungi keajaiban ilmu pengetahuan.
Adapun metode dalam mencari kebenran dalam ilmu dan teknologi administrasi sudah tidak luput dari penggunaan metode tertentu. Karena dengan metode yang tepat akan mempermudah kita menemukan kebenaran ilmu pengetahuan dan teknologi administrasi yang kita cari. Dalam mencari kebenaran di bidang administrasi dapat ditelusuri dari dua sudut pandang. Pertama, mencari kebenaran berdasarkan dengan hakikat ilmu dan teknologi administrasi, dan kedua, mencari kebenaran dari sudut pandang profesi administrasi. Metode adalah suatu cara bertindak menggunakan akal pikiran untuk mencapai hasil dengan memperhatikan resiko terkecil.
Paradigm administrai merupakan suatu teori dasar, yaitu juga sering diistilahkan ontologi administrasi, dengan cara pandang yang relatif fundamental dari nilai-nilai kebenaran, konsep, dan metodologi, serta pendekatan-pendekatan yang dipergunakan. Perubahan suatu paradigma atau pandangan dapat disebabkan oleh perkembangan pemikiran para ilmuwan administrasi atas bantahan-bantahan, karena keraguan kebenaran yang dikandungnya itu telah mengalami pergesaran makna. Dalam perkembangan paradigm administrasi, sebagaimana dikemukakan oleh Nicolas Henry terbagi lima perkembangan paradigma administrasi yaitu sebagai berikut : 1) dikantomi politik dan administrasi, 2) prinsip-prinsip administrasi, 3) administrasi Negara sebagai ilmu politik, 4) administrasi Negara, 5) administrasi Negara sebagai administrasi Negara. Bahwa paradigm administrasi telah banyak memberikan sesuatu untuk perbaikan atau dengan kata lain penyempurnaan pelaksanaan administrasi pada umumnya.
  1. Persepsi Organisasi
Menurut Prajudi Atmosudirjo mengemukakan bahwa organisasi yaitu suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih (social entity) yang sadar bekerja sama secara terpadu (consciously coordinated) dalam suatu konteks tertentu, menurut batasan-batasan (bounderies) dalam fungsi-fungsi tertentu guna mencapai suatu tujuan bersama. Sedangkan pengertian lain organisasi adalh suatu bentuk persekutuan sosial dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi dan bereaksi ke dalam suatu ikatan pengaturan dan keteraturan, dengan memiliki fungsi dan serta mempunyai batas-batas yang jelas sehingga dapat dipisahkan secara tegas masing-masing manusia yang terikat dalam persekutuan. Kreativitas penilain sesuatu organisasi juga dipengaruhi tindakan objektivitas dan subjektivitas cara memandang keberadaan organisasi itu, yang terdiri atas organisasi formal dan organisasi informal.
Dalam pembahasan mengenai suatu organisasi dimana organisasi merupakan suatu wadah atau tempat persekutuan dua orang atau lebih manusia yang melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini bahwa perilaku atau orang yang berada dalam suatu organsasi itu berbeda-beda dimana terdapat dua karakter utama yang ada pada manusia dalam suatu organisasi yaitu perilaku (behavior), dan gaya (style). Kedua karakter ini sangat mempengaruhi kejiwaan (psychology) atau roh manusia. Perilaku manusia dalam organsasi merupakan suatu karakteristik yang relatif permanen akibat pengaruh kejiwaan yang diperlibatkan melalui tingkah laku dan perbuatan maupun cara berpikir (way of thinking) manusia yang bersangkutan. Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa memerlukan keindahan baik yang melekat pada dirinya maupun pada alam sekitarnya, dan persepsi setiap manusia yang berkaitan dengan keindahan berbeda antara manusia sayu dengan manusia yang lainnya. Gaya manusia adalah suatu proses penciptaan karakteristik yang tidak berlaku permanen, tetapi senantiasa menyesuaikan diri dengan kondisi tertentu yang berkaitan dengan keindahan pada dirinya sehingga orang lain member perhatian pada dirinya.
Secara fenomenologis, orang yang memiliki kekuasaan terkecil adalah orang yeng memiliki hierarki jabatan terendah. Oleh karena itu, permasalahan-permasalahan yang dihadapi setiap organisasi disebabkan lingkungan yang tidak mendukung untuk melaksanakan aktivitas organisasi secara berdaya guna dan berhasil guna. Dalam suatu organisasi baik organisasi formal maupun informal, bahwa lingkungan organisasi dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang tak terhingga, atau dengan kata lain tidak terbatas (infinite) dari seluruh elemen yang terdapat di dalam maupun diluar organisasi yang bersanguktan. Lingkungan organisasi terbagi menjadi dua yaitu : 1) Lingkungan Internal (dalam) dan Lingkungan Eksternal (luar) dimana kedua faktor lingkungan dalam suatu organisasi harus seimbang, selain itu lingkungan memang dapat membawa keberuntungan yang dapat memperbesar nama organisasi. Tetapi dengan lingkungan pula dapat menghancurkan bahkan juga dapat mematikan organisasi yang bersangkutan.
Dalam suatu organisasi ada tiga jenis tata hubungan dalam organisasi utnuk melakukan interaksi dan reaksi dari berbagai pihak yaitu hubungan horizontal, vertikal dan diagonal. Dari ketiga hubungan kerja dalam sebuah organisasi sulit dihindari tetapi justru harus dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih besat bagi kepentingan pelaksanaan suatu kegiatan pada berbagai jenjang atau kierarki dalam organisasi. Ketiga hubungan ini merupakan suatu system yang saling memperkuat dan jika salah satu lemah akan berakibat kepada yang lainnya.
Keberhasilan pelaksanaan pemberdayaan ditentukan oleh seluruh jajaran anggota organisasi dan partisipasi masyarakat sekitarnya. Kegagalan pelaksanaan pemberdayaan dalam suatu organisasi pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya disebabkan oleh dua faktor yaitu pertama, ketidakmampuan anggota organisasi yang bersangkutan, terutama di bidang Sciences (keilmuan), Skill (keterampilan), knowledge (pengetahuan) dan kesehatan. Kedua, ketidakberdayaan yang disebabkan adanya tekanan atau ancaman pihak lain, baik internal atau eksternal. Sedangkan pemberdayaan anggota organisasi merupakan suatu system karena memiliki berbagai komponen yang saling berkaitan dan mempengaruhi antara komponen yang satu dengan yang lainnya untuk menciptakan suatu output. Motivasi pemberdayaan anggota organisasi yang bersifat positif dalah dorongan yang muncul dari diri anggota organisasi untuk melakukan suatu kegiatan. Kalau motivasi pemberdayaan anggota organisasi yang bersifat negative adalah keberdayaan yang dimiliki oleh aparatut yang bersangkutan yang bukan bersumber dari potensi yang dimilikinya.
Pemberdayaan masyarakat bukan saja tanggung jawab Negara atau pemerintah tetapi merupakan tangung jawab seluruh elemen bangsa terutama pada Negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Adapaun hal yang perlu dilakukan untuk menciptakan kelompok kerja yang dinamis dan menggubah perilakunya dengan meninggalkan kebiasaan yang kurang menguntungkan dan menerima perubahan yang lebih menguntungkan dalam melakukan kegiatannya serta mengubah pola hidup konsumtif menjadi pola hidup produktif.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013