Sabtu, 10 Maret 2012

hakikat administrasi


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Hakikat ilmu pengetahuan dan teknologi medorong manusia berusaha untuk memilikinya melalui proses pembelajaran guna dimanfaatkan dari berbagai aspek-aspek kehidupan. Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diperoleh dimana-mana asalkan manusia sadar dalam proses belajar.
Pengetahuan (knowledge) pada hakikatnya lepas dari ingatan manusia karena memang pengetahuan berada pada ruang bebas, tetapi manusia mempunyai potensi kesadaran untuk berusaha memiliki pengetahuan.
Kehidupan manusia yang berkualitas adalah manusia yang memiliki kemampuan untuk mengkorelasikan dan mengsignifikansikan secara positif antara kemampuan kepala, yang akan menghasilkan pemikiran yang berwawasan keilmuwan (sciences), dengan kemampuan bagian manusia di bawah leher, terutama tangan dan kaki yang dapat menghasilkan ketrampilan (skill) yang dibuktikan dari hasil setiap pekerjaannya yang dapat diselesaikan dengan baik.
Kemampuan manusia ini, akan sangat berdampak bagi kegiatan yang akan dilakukannya, baik dalam pekerjaan maupun pemenuhan kehidupan sehari – hari. Pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh setiap orang, umumnya berkaitan dengan penyelesaian setiap  administrasi. Selama ini adminitrasi hanya dipandang sebagai kegiatan tulis- menulis belaka. Pandangan orang demikian ini tentu bukan tidak beralasan. Secara phisik kegiatan admnistrasi memang banyak didominasi dalam kegiatan tulis menulis, baik menggunakan tangan, alat tulis, mesin ketik atau komputer. padahal banyak teori yang mengatakan kegiatan administrasi lebih dari pada itu. Bahkan ada yang lebih keterlaluan lagi bahwa administrasi hanya dipandang sebagai kegiatan pendukung saja dalam melengkapai kegiatan yang ada di lapangan, tentunya tidak semua pandangan demikian itu benar.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk menulis makalah mengenai  “ HAKIKAT ILMU ADMINISTRASI “

B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang dipaparkan di atas, maka penulis merumuskan, pokok permasalahan :
1.      Apa yang dimaksud dengan hakikat, ilmu, dan administrasi ?
2.      Mengapa Administrasi sangat diperlukan oleh semua orang ?
3.      Bagaimana sudut pandang antara administrasi sebagai ilmu dan administrasi sebagai pekerjaan ?



C.   Tujuan dan Manfaat penulisan
1.    Tujuan Penulisan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pentingnya mengetahui ilmu administrasi yang sebenarnya, tidak terpaku hanya pada pengertian bahwa administrasi merupakan ilmu tulis – menulis saja.
2.    Manfaat Penulisan
Dengan mengetahui arti penting administrasi, di harapkan kita dapat mengerjakan semua pekerjaan dengan terstruktur dan tertata agar tidak ada lagi kekeliruan dalam pemanfaatan bidang administrasi itu sendiri.

D.   Metodologi Penulisan
Metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan misalnya untuk menguji serangkaian hipotesa, dengan menggunakan teknik serta alat – alat tertentu. Dalam penelitian ini digunakan metode kepustakaan.








BAB II
1.  PEMBAHASAN
Secara Konteks bahwa ilmu administrasi berkembang sesuai dengan keadaanya yang ada dan mampu menyesuaikan sesuai dengan perkembangan zaman. Perkembangan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia merupakan kajian utama dalam usaha pengayaan manusia di bidang ilmu pengetahuan antara ilmu administrasi, baik yang berkaitan tentang etika maupun cara atau prosedur memperolehnya. Ilmu pengetahuan di bidang administrasi adalah suatu pernyataan terhadap materi atau content, bentuk atau form, serta objek formal dan meriilnya. Ilmu administrasi cenderung untuk membatasi diri pada hal-hal tentang persepsi dan pemahaman intelektual seseorang. Pengetahuan ilmu administrasi dapat membawa manusia kepada peristiwa kesadaran dari seluruh pemaknaan yang dikandung ilmu administrasi itu sendiri.
Berdasarkan hal diatas, dalam penulisan makalah ini, penulis akan memaparkan berbagai pengertian kaitannya dengan hakikat ilmu adminstrasi.
A.   Pengertian Hakikat
Pengertian "Hakikat" menurut bahasa artinya kebenaran atau sesuatu yang sebenar-benarnya atau asal segala sesuatu. Dapat juga dikatakan hakikat itu adalah inti dari segala sesuatu atau yang menjadi jiwa sesuatu.

B.   Pengertian Administrasi
Administrasi berasal dari bahasa Latin yaitu Ad = intensif dan ministrare = melayani, membantu, memenuhi. Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.
Pengertian administrasi dapat dibedakan menjadi 2 pengertian yaitu :
  1. Administrasi dalam arti sempit. Menurut Soewarno Handayaningrat mengatakan “Administrasi secara sempit berasal dari kata Administratie (bahasa Belanda) yaitu meliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, keti-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan” (1988:2). Dari definisi tersebut dapat disimpulkan administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan.
  2. Administrasi dalam arti luas. Menurut The Liang Gie mengatakan “Administrasi secara luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu”(1980:9). Administrasi secara luas dapat disimpulkan pada dasarnya semua mengandung unsur pokok yang sama yaitu adanya kegiatan tertentu, adanya manusia yang melakukan kerjasama serta mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Pendapat lain mengenai administrasi dikemukan oleh Sondang P. Siagian mengemukakan “Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara 2 orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya” (1994:3).
C.   Pengertian Ilmu
Ilmu atau science merupakan segenap pengetahuan yang bermakna ganda (mengandung dari berbagai arti). Ilmu adalah sekumpulan pengetahuan manusia yang rasional dan kognitif, dengan disusun secara sistematis dan menggunakan metode tertentu sehingga bermanfaat di bidang pekerjaan.
Ilmu adalah sekumpulan pengetahuan manusia yang rasional dan kognitif dengan disusun secara sistematis dan menggunakan metode tertentu yang dapt dipelajari sehingga memberikan manfaat, baik di bidang wawasan berpikir maupun di bidang pekerjaan. Dengan kata lain, ilmu dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan.
Ilmu merupakan segenap pengetahuan yang bermakna ganda, yaitu sebagai tempat pengetahuan, metode, aktivitas sangat beranekaragam jenisnya. Tetapi ketiganya bukanlah berjalan secara parsial tetapi secara simultan saling melengkapi dalam penyempurnaan.
Kesadaran yang dapat dialami manusia dapat dibagi atas 3 jenis, yaitu kesadaran indrawi (dunia nyata), kesadaran akal (alam pikiran), dan kesadaran rohani (dunia rasa).
Ketiga pengertian di atas dapat kita simpulkan dalam hakikat ilmu administrasi, yang memberikan makna bahwa Ilmu administrasi merupakan hasil pemikiran dan penalaran manusia yang disusun berdasarkan dengan rasionalitas dan sistematika yang mengungkapkan kejelasan tentang objek formal, yaitu pemikiran untuk menciptakan suatu keteraturan dari berbagai aksi dan reaksi yang dilakoni oleh manusia dan objek material, yaitu manusia yang melakukan aktivitas administrasi dalam bentuk kerja sama menuju terwujudnya tujuan tertentu. Perkembangan pemikiran dan penalaran manusia yang berdasarkan kaidah dan norma-norma administrasi tidak hanya dipandang sebagai ilmu pengetahuan, tetapi merupakan bagian kehidupan manusia yang menuntut terciptanya spesialisasi menuju kemahiran terhadap suatu keterampilan dari berbagai bidang kegiatan dalam memenuhi kehidupan manusia.
Pada hakikatnya ilmu administrasi tumbuh dan berkembang dalam pemikiran manusia, selain sebagai ilmu administrasi juga sebagai suatu profesi atau pekerjaan yang harus diselesaikan secara tuntas dan memuaskan. Proses administrasi dimaknai sebagai pola pemikiran dan rangkaian kegiatan untuk pencapaian suatu hasil tertentu dengan professional sesuai tuntutan kegiatan yang dilakukan. Administrasi berfungsi untuk menemukan pembagian kerja dalam berbagai macam-macam karakteristik manusia yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Dalam perkembangan dan pertumbuhan masyarakat maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang administrasi sangatlah mempengaruhi juga warna dan corak dari perkembangan manajemen pada masa datang. Manusia adalah makhluk yang mempunyai martabat, perasaan, cita-cita, keinginan, tempramen, dan harapan yang selalu mengalami perkembangan atau dengan kata lain kedinamisan. Dengan adannya ilmu administrasi dalam era globalisasi dilakukan secara rasional, efektif dan efisien dengan memperhatikan perubahan, memperkuat moral dan etika kerja, tujuan yang telah ditetapkan, dan penyesuaian terhadap teknologi. Konsep dasar administrasi pancasila merupakan ciri khas bagi bangsa Indonesia, dimana masyarakatnya harus menghayati, memahami, dan bahkan dijadikan pandangan hidup untuk aktivitas sehari-hari. Manusia juga mempunyai kaitannya dalam administrasi dimana kreativitas dan imajinasinya sangat diperlukan, manusia dalam organisasi, manusia juga sebagai pengendali organisasi.

D.   Sudut pandang Administrasi
Administrasi dapat dilihat dari dua sudut pandang yang saling melengkapi antara satu dengan lainnya, sebagai berikut :
  1. Administrasi sebagai ilmu
Ilmu sebagai objek kajian administrasi sepatutnya mengikuti alur pemikiran manusia, yang pendekatannya dilakukan secara radikal, menyeluruh, rasional dan objektif.
Pada hakikatnya perkembangan ilmu administrasi merupakan suatu kajian yang mendalam di alam nalar manusia yang dapat menembus cakrawala dunia dengan ditandai gerak langkah raisonalitas di bidang filsafat ilmu administrasi sebagai berikut :
  1. Ontologis, nilai dasar pemikiran manusia yang menggambarkan tentang kebenaran dasar (apriori), breaker dari pangkal piker yang dikandung oleh ilmu administrasi itu sendiri.
  2. Epistemologis, perkembangan ilmu administrasi dalam pemikiran manusia terhadap rasionalitas melahirkan pandangan yang bercakrawala dan tidak dapat dijangkau sampai batas akhirnya.
  3. Akisologis, ilmu administrasi akan memberikan makna yang hakiki apabila dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, sehingga memberikan kemudahan dan kelayakan berpikir serta bertindak bagi manusia yang mendalami ilmu administrasi.
  1. Administrasi sebagai pekerjaan
Dalam suatu administrasi dijumpai sistem administrasi, dimana sistem secara garis besar terdiri atas sistem alamiah (natural system) adalah sistem yang terbentuk karena alam. Sebagai misal sistem tata surya, sistem cuaca, dll. Sedangkan sistem buatan manusia (man made system) adalah sistem yang terbentuk karena hasil pemikiran atau perbuatan manusia. Sebagai misal sistem sosial, sistem politik, sistem ekonomi, sistem kepegawaian, sistem hokum, sistem kerja, sistem pemerintahan, dll. Pada dasarnya sistem administrasi lahir dan hasil pemikiran dari manusia.
Fenomena administrasi terhadap pertumbuhan atau perubahan suatu organisasi dapat diamati pada pola dinamisasi sosial yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Fenomena masyarakat administrasi seperti solidaritas, kepemimpinan, mata pencaharian, kepedulian, keadilan, demikian pula sebaliknya. Adapun masalah-masalah administrasi yang dihadapi dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan perkembangan organisasi merupakan tugas kunci dari manajemen. Administrasi merupakan sasaran pemikiran manusia untuk menggerakkan berbagai aktivitas dengan menggunakan sumber-sumber (resources) kekuatan dalam organisasi.


BAB III
            P E N U T U P
A.        KESIMPULAN
1.  Administrasi ialah proses penyelenggaraan kerja yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Administrasi, baik dalam pengertian luas maupun sempit di dalam penyelenggaraannya diwujudkan melalui fungsi-fungsi manajemen, yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.Jadi administrasi adalah penyelenggaraannya, dan manajemen adalah orang-orang yang menyelenggarakan kerja. Maka kombinasi dari keduanya adalah penyelenggaraan kerja yang dilakukan oleh orang-orang secara bersama-sama (kerjasama) untuk mencapai tujuan yang yang telah ditetapkan.
2.  Ilmu administrasi sangat diperlukan oleh semua orang dimana ilmu administrasi mempunyai pola pemikiran kemasa depan yang lebih baik. Sehingga ilmu administrasi tidak hanya dipelajari oleh orang-orang administrator, pejabat tinggi atau kalangan tertentu karena ilmu administrai merupakan suatu ilmu yang mampu memanajemen mulai dari diri kita sendiri dan untuk orang lain maupun untuk organisasi


DAFTAR PUSTAKA
http : www.google.com. 09 Oktober 2010. Hakikat Ilmu Administrasi.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013