Sabtu, 10 Maret 2012

PENGANTAR STATISTIK SOSIAL bab2


LEMBAR KERJA MAHASISWA
NAMA

TUGAS KE
2
NIM

PRODI
PENDIDIKAN IPS TERPADU
MATA KULIAH
PENGANTAR STATISTIK SOSIAL
SKS

POKOK BAHASAN

ISI
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Dalam Husaini Usman dan Pernomo S. Akbar (20006;20-21), data dapat dikumpulkan langsung oleh peneliti melalui pihak yang disebut, sumber primer. Data-data yang dikumpulkan oleh peneliti melalui pihak kedua atas tangan kedua disebut sumber sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui wawancara kepada pihak lain tenatang objek dan subjek yang diteliti. Dari kedua macam data tersebut, tentu saja sumber dat primer lebih dapat dipertanggungjawabkan daripada dara yang didapat melalui sumber sekunder. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui : wawancara (interview), pengmatan (observation), angket (questionnary). Pengamatan dapat tidak langsung buka. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan dari teknik-teknik pengumpulan data diatas. Masing-masing teknik mempunyai keuntungan dan kerugian.
Menurut Suharyadi dan Purwanto (2003;9-12), jenis data dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : (a) data yang diperoleh dari sampel atau populasi berupa data kuantitatif, data tersebut bukan berupa angka dan disebut dengan data kualitatif atau atribut, (b) data yang diperoleh dari sampel atau populasi ayng berupa data kuantitatif atau dat berupa angka dan disebut dengnan data kuantitatif. Data Kuantitatif merupakan data non angka (numeric) seperti jenis kelamin, warna kesayangan, dan asal suku. Data kualitatif merupakan data yang digunakan apabila kita tertarik melihat proposisi atau bagian yang termasuk dalam kategori : contoh, berapa persen jenis kelamin Pria dibandingkan Wanita, warna apa yan g disesuaikan oleh ssebagian besar penduduk, dan berapa persen suku tertentu dibandingkan dengan suku lainnya. Data Kuantitatif merupakan data atau numeric seperti jumlah mobil, jumlah TV yang dijual suatu took, berat badan, dan lain-lain. Data Diskrit merupakan data kuantitatif yang nilainya khusus dan merupakan hasil perhitungan serta biasnya berupa bilangan bulat, data deskrit seperti jumlah mobil. Data Kontinu merupakn data kuantitatif yang nilainya menempati semua bilangan interval pengukuran dan merupakan hasil penggunaan serta berupa bilangan pecahan dan bulat.
Selain pembagian kuantitatif, kualitatif, diskret, dan kontinu, ada yang membagi data dalam dat primer da data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya atau objek penelitian. Data primer biasanya diperoleh dengan wawancara langsung kepada objek atau dengan pengisian kuesioner (daftar pertanyaan) yang dijawab oleh objek penelitian. Data sekunder merupakan data yang sudah diterbitkan digunakan pihak lain. Contoh, data yang di ambil dari Koran, majalah, jurnal, publikasi lain merupakan data sekkunder. Masalah yang dikaji dalam kehidupan relative cukup banyak. Terkait dengan masalah ekonomi dan bisnis sangat di perlukan baik dat primer maupun dat sekunder.
Cara-cara mandapatkan data primer, yaitu :
1.      Mengirim kuesioner. Cara ini dilakukan dengan mengirim kuesioner pada responden. Kuesioner dapat dikirim melalui pos, email, atau bersam barng diperjual belikan untuk mendapatkan data primer, baik wawancara langsung, tidak langsung maupun pengiriman kuesioner membutuhkan serangkaian  urutan pertanyaan yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Serangkaian pertanyaan dikenal dengan kuesioner.
2.      Wawancara langsung, cara ini dilakukan melalui wawancara langsung dengan objek penelitian atau responden baik dengan tatap muka, melalui telepon, atau melalui panduan kuesioner yaitu berupa pertanyaan yang sudah disiapkan dan akan diisi oleh responden.
3.      Wawancara tidak langsung. Cara ini dilakukan dengan menggunakan pihak ketiga atau informan. Pihak informan yang menanyakan pada responden berdasarkan panduan pertanyaan dari bahan penelitian. Cara ini dilakukan apabila ada kecenderungan ketertutupan dari pihak responden atau menghadiri jawaban yang tidak  jujur.
Menurut J. Supranto (2001;41-67), ekonomi (unit sampling atau unit analisis) ialah sesuatu yang menjadi objek penyelidikan. Elemen biasa berupa orang (karyawan, mahasiswa, turis, pasien rumah sakit, penumpang GIA, IRT, petani, nelayan, anggota abri, nasabah bank), bisa juga barang atau unit satuan organisasi (perusahaan, hewan, binatang, universitas, kampung, kendraan bermotor) dan sebagainya.
          Karakteristik adalah sifat, cirri-ciri (semua keterangan tentang elemen atau hal-hal apa yang dimiliki oleh elemen. Mengumpulkan data berarti melakukan penyelidikan atau mencatat peristiwa atau kejadian, mencatat karakteristik elemen dan mencatat nilai variable. Apabila dalam mengumpulkan data itu digunakan kuesioner, maka apa yang dinyatakan di dalam kuesioner ini sebenarnya merupakan karakteristik yaitu keterangan elemen-elemen. Karakteristik yang ditanyaka sangat bergantung pada tujuan penyelidikan, untuk menjamindiperolehnya data relevan.
Populasi ialah kumpulan data  yang lengkap dari seluruh elemen sejenis yang bisa dibedakan (distinguisbable) yang menjadi objekpenyelidikan. Populasi yang juga disebut universe.
Sampel ialah sebagian dari populasi kalau N = Jumlah elemen dalam populasi, dan n = jumlah elemen sampel, maka n ≤ N (nilai n lebih kecil dan bisa juga sama dengan N tetapi pada umumnya lebih kecil).

 Sensus ialah cara pengumpulan data keseluruh elemen ppopulasi dam di selidiki satu perstu sehingga  sensus sering disebut pencatatan atau perhitungan  yang lengkap dari seluruh elemen populasi. Menurut definisi, sensus memberikanhasil data dengan nilai sebenarnya (true velue atau parameter).
Sampling ialah cara pengumpulan data kalau hanya elemen sampelnya saja yang disselidiki, tidak seluruhnya. Hasil sampling merupakan dat dengan nilai perkiraan.
Alat atau instrument  untuk memperoleh data antara lain wawancara, observasi atau pengamatan  langsung, menggunakan daftar pertanyaan yang bisa dibawah petugas mengumpul data atau melalui pos dikirim ke responden, menggunakan alat komunikasi seperti telepon.
Pada dasarnya sampling dibagi menjadi dua yaitu : probability sampling yang pemilihan elemen-elemennya dilakukan secara acak atau random dan nonprobability sampling yakni pemilihan elemen-elemennya dilakukan secara subjektif (tidak objektif).
Beberapa contoh probability sampling yaitu :
ü  Sampling Acak Sedehana (Simple Random Sampling)
ü  Sample Acak Berlapis (Stratified Random Sampling)
ü  Sample Acak Berlapis (Systematic Random Sampling)
Beberapa contoh nonprobability sampling yaitu :
ü  Purposive  atau Judagement Sampling
ü  Quota Sampling
sampling acak  ialah suatu pengambilan sampel dari suatu populasi dimana populasinya dibagi-bagi terlebih dahulu menjadi kelompok-kelompok yang (relative) homogeny, kemudian dari masing-masing kelompok, yang dinamakan satrum di ambil sampel secar acak.
Sampel acak sistematis ialah suatu sampling dimana pengambilan elemen pertama sebagian anggota sampel di pilih secara acak, sedangkan pemilihan elemen-elemen berikutnya ditentukan secara sistematis, yaitu dengan menggunakan interval tertentu.
Purpose yaitu suatu sampling pemilihan elemen-elemen  untuk menjadi anggota sampel didasarkan atas pertimbangan tak acak, biasanya sangat subjektif sifatnya, setiap elemen tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk dipilih.
Quota sampling hampir sama dengan sampling acak berlapis tetapi pemilihan elemen-elemen dari setiap stratum di tentukan berdasarkan  jatah (quota). Teknik sampling sebetulnya baynyak sekali seperti (iustre sampling, multistroge sampling, doble sampling dan lain-lain sebagainya).
Menurut Winamo Surahmad (1997;31) dalam Sugyarto, pengamtan langsung adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan gejala-gejala subjek yang diteliti, baik pengamatan itu dilakukan dalam siutuasi buatan khusus diadakan. Sedangkan pengamatan tidak langsung adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan terhadap gejala-gejala subjek yang diteliti dengan perantaraan sebuah alat, baik alat yang sudah ada maupun yang disengaja dibuat untuk keperluan yang khusus itu. Pelaksanaannya dapat berlangsung di dalam situasi yang sebenarnya mauoun di dalam situasi buatan.
2. TEKNIK PENGOLAHAN DATA
           Dalam J. Supranto (20001;70-79), data yang telah dikumpulkan, misalnya dengan jalan yang harus di olah. Kegiatan selanjutnya adlah pengolahan. Untuk memperoleh data statistic, data mentah yang telah dikumpulkan dari elemen-elemen yang telah diselidiki harus di olah. Jadi sebetulnya mengolah data berarti memanipulasi data untuk memperoleh keterangan ringkasan yang berupa angka.
Dalam J. Supranto (2001;115), pengolahan data berdasarkan data mantah menghasilkan data ringkasan seperti jumlah, persentase, media, modus, rasio, range, standard deviasi, koefisien korelasi, koefisien regresi, angka indeks. Kegiatan pengolahan data meliputi penyuntingan, pengkodean, memasukkan data (data entry), pemeriksaan, pengolahan (meringkas data).
Penolahan data berdasarkan dat mentah menghasilkan data ringkasan seperti jumlah, rata-rata, persentase, median, modus, rasio, range, standard devisi, koefisien korelasi, koefisien regresi,  angka indeks, kegiatan pengolahan data meliputi penyuntingan pengkodean, memasukkan data, pemeriksaan, dan pengolahan.
Angka-angka ringkasan sebagai hasil pengolahan data statistic antara lain :
a.      Jumlah
Misalnya jumlah pegawai, jumlah modal, jumlah produksi, jumlah hasil penjualan, jumlah murid, jumlah penduduk, jumlah sekolah, dan sebagainya.
b.      Rata-rata
Misalnya rata-rata produksi perbulan, rata-rata gaji karyawan,umur pegawai, dan lain-lain.
c.       Persentase
Persentase diabgi 100 menjadi proporsi. Jadi 95% = 0,95 (proporsi).
Menurut Prof. Drs. H. Soegyarto Manku Atmodjo 91997;17-32), beberapa metode pengumpulan data, seperti : metode sensus, metode pencuplikan, metode komunikasi dan metode pengamatan, berikut akan di jelaskan lebih kanjut.
~          Sensus
Sensus adalah suatu metode pengumpulan data secara menyeluruh dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang lengkap.
~  Pencuplikan
Pencuplikan adalah bila mana seseorang akan membeli beras satu karung, biasanya ia akan memriksa bagaimana keadaan beras yanhg ada di dalam karung itu. Cara yang lasim dipergunakn adalah dengan mengambil segenggam beras dari dalam karung tersebut. Apabila beras yang berada dalam genggaman baik menurut penilaiannya maka seluruh beras yang ada di dalam karung itu baik, demikian pula yang terjadi dengan sebaliknya.
~  Komunikasi
Kedua metode yang telah di uraikan diatas di maksudkan sebagian metode yang di pergunakan untuk menentukan apakah data itu akan diambil dari populasi sebgai suatu keseluruhan objek penelitian, ataukah cukup dengan mempergunakan cuplikan sebgaian dari populasi itu.
Kedua metode yang di uaraikan berikut ini dimaksudkan ssebagai metode yang dipergunakan untuk menarik informasi dari responden, setlah ditetapkan data yang akan di ambil itu bersifat human,  berarti ada hubungan timbal balik antara peneliti dan responden sebagi objek penelitian.
Metode komuikasi terdiri dari komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung untuk komunikasi langsung dipergukan peralatan wawancara. Menurut tujuannya, kita mengenal :
®  Interview survey yaitu apabila yang dicari adalah data untuk suatu kelompok populasi.
®  Interview diagonistis yaitu bila wawancara di adakan untuk menolong memecahkan suatu masalh yang di hadapi oleh orang yang diwawancarai.
Untuk komunikasi tidak langsung, dipergunakan peralatan angket (kuesioner), ini disebut wawancara tertulis.
~  Pengamatan (observation)
Metode ini dipergunaka dalam hal sasaran penelitian bersifat non human. Dalam hal ini hubungan antara peneliti dengan sasaran penelitian bersifat satu arah (one-way traffic).

Keterangan-keterangan lainnnya yang perlu dihitung untuk keperluan analisis adalah :
                                i.            Rasio
Misalnya, cash rasio, rasio antar biaya rutin dan pembangunan, rasio antara biaya riset pemasaran dan biaya penjualan.
                             ii.            Range
Selisi antara nilai maksimum dan nilai minimum dari suatu kelompok nilai.
                           iii.            Angka Indeks
Misalnya indeks harga biaya hidup bulan julisebesar 400, produksi barang A tahun 2002 sebesar 150, indeks harga beras bulan November sebesar 160, indeks harga saham gabungan (ISHG) = 460, dan lain-lain.
                           iv.            Simpangan Baku
Simpangan baku gaji karyawan perusahaan X sebesar Rp. 10. 000,00. Simpangan baku hasil ekspor tahunan sebesar Rp. 100 juta, dll.
                              v.            Koefisien Korelasi
Koefisien korelasi antara pupuk dan produksi padi sebesar 0,97 koefisien korelasi antara biaya iklan dan sales perusahaan sebesar 0,90.
Ada tiga jenis rata-rata yang amat penting dalam statistic, yaitu :
² Median
Median adalah suatu nilai dari suatu kelompok yang mempunyai sifat sedemikian rupa sehingga setengah dari nila-nilai tersebut mempunyai nilai lebih kecil atau sama dengan nilai tersebut.
² Mean (rata-rata hitung)
Mean adalah suatu nilai yang diperoleh dengan jalan membagi seluruh nilai pengamatan dengan banyaknya pengamatan.
² Modus
Modus adalah suatu nilai yang mempunyai frekuensi terbesar.
Menurut Suharyadi Purwanto S.K (2003;12-14), skala Nominal adalah ukuran yang paling sederhana, dimana angka-angka yang diberikan kepada objek mempunyai arti sebagai  label saja, dan tidak menunjukkan tingkatan apa-apa.istilah penggunaan skala nominal digunakan untuk data atau objek yang hanya dapat di klasifikasikan pada beberapa kategori dalam klasifikasi data tidak boleh saling tumpang tindih atau setiap peristiwa tidak mempengaruhi peristiwa lainnya. Skala Ordinal adalah angka yang di berikan dimana angka-angka tersebut mengandung pengertian tingkatan ukuran ordinaldigunakan untuk mengurutkan objek atau data terendah sampai tertinggi atau sebaliknya. Skala Interval adalah suatu skala pemberian angka pada klasifikasi atau kategori dari objek yang mempunyai sifat ukuran ordinal, dan ditambah suatu sifat lain yaitu jarak atau interval yang sama dan merupakan cirri dari objek yang di ukur.
3. PENGUMPULAN DATA
Menurut Suharyadi Purwanto S.K (2003). Hal-hal teknis dalam pengumpulan data, yaitu :
~  Perumusan Persoalan
Harus bisa ditentukan jenis data yang relevan hubungannya dengan persoalan tersebut. Langka pertama ini penting untuk dasar pembuatan kuesioner.
~  Populasi
~  Metode Pengumpulan Data
~  Pengolahan dari Penyajian Data
Data apa saja yang akan diolah dan disajikan dalam bentuk tabel atau grafik, untuk itu perlu ada rencana tabel-tabel
Æ  Metode Analisis yang akan dipergunakan
Apakah dalam analisis cukup hanya melakukan perbandingan-perbandingan saja atau sampai kepada memperhitungkan besarnya pengaruh perubahan suatu variable terhadap variable lainnya. Misalnya analisis korelasi dan regresi bisa dipergunakan untuk menghitung besarnya pengaruh biaya iklan terhadap volume hasil penjualan, selain itu analisis varians berguna antara lain untuk mengetahui dan membuat perkiraan.
Hal-hal non teknis, yaitu :
² Organisasi pelaksanaan yang jelas, siapa yang bertanggungjawab seandainya ada hal-hal yang tidak beres dalam pelaksanaan
² Kerja sama yang baik dengan pihak responden
² Biaya yang cukup untuk segala jenis pengeluaran
² Rasa tanggungjawab yang tinggi dan disiplin yang kuat dari pengumpulan data
Itulah keempat non teknis yang menentukan keberhasilan dalam suatu pengumpulan data. Skala Rasio adalah skala yang mencakup semua skala yaitu nolminal, ordinal, dan interval, di samping memberikan keterangan tantang nilai sebenarnya dari objek yang di ukur. Perbedaan utama antara skala interval dan rasio adalah :
§  Data skal rasio memiliki titik nol yang mempunyai arti.
 Rasio antara keduanya juga mempunyai arti.
KESIMPULAN
Pengolahan data meliputi kegiatan :
Æ  Editing adalah pekerjaan mengoreksi atau melakukan pengecekan yang dpaat di lakukan  ditempat penelitian.
Æ  Cording adalah pemberian tanda, symbol, kode bagi tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama.
Æ  Tabulating adalah  jawaban-jawaban yang serupa di kelompokkan dengan cara yang di teliti dan teratur, kemudian dihitung dan dijumlah berapa banyak peristiwa atau item yang termasuk dalam satu kategori. Sehingga terbentuk  tabel yang lengkap dengan judul dan kolom-kolom beserta keterangan di dalamnya.
Teknik Pengumpulan Data, yaitu :
·         Wawancara (Interview)
·         Pengamatan (observation)
·         Angket (Questionnary)
·         Dokumentasi (Documentation)
DAFTAR PUSTAKA
Manku Atmodjo, soegyarto. 1997. Pengantar Statistik. Banda Acrh. Rineka Cipta.
Usman, Husaini dan R. Purnomo Setiadi, Akbar. 2006. Pengantar Satistika. Yogyakarta : bumi Aksara.
Supranto, J. 2001. Statistic untuk Pemimpin Berwawasan Global. Jakarta : Salemba Empat.
Suharyadi dan Purwanto S.K. 2003. Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Jakarta : Salemba Empat.




Mengetahui
Petugas Perpustakaan                                                                Mahasiswa          




                                                                                                              
NIP.                                                                                          

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013