Sabtu, 10 Maret 2012

Perbedaan perlawanan terhadap penjajah sebelum dan sesudah tahun 1908.


SEJARAH INDONESIA

A.    Perbedaan perlawanan terhadap penjajah sebelum dan sesudah tahun 1908.

1. perlawanan terhadap penjajah sebelum tahun 1908.
a. Penjajahan Bangsa Barat
Bangsa indonesia memliki sejarah yang sangat panjang, hidup dalam kemakmuran dan ketentraman selama berabad abad, kerajaan besar dan kecil banyak berdiri di nusantara seperti sriwijaya dan majapahit, kerajaan yang melambangkan kejayaan dan kemakuran dengan berbagai budaya dan  ajaran seperti hindu budha islam, yang turut menghias nusantara. Pada abad ke 15 nusantara terusik oleh kedatangan bangsa barat dan eropa ke dunia timur termasuk nusantara, karena jalur perdagangan mereka di laut tegah di kuasa oleh turki dan mereka mencari solusi untuk mencari  jalan yakni ke Indonesia timur untuk mencari sendiri barang yang mereka butuhkan. Bangsa eropa pertama yang datang ke indonesia timur adalah Portugis dan Spanyol.mengirim armada untk membawa misi agama perdagangan dan daerah koloni. 17 juni 1494 diadakan perjanjian antara Spanyol-Potugis untuk membagi dunia menjadi 2 belahan jalur pelayaran mereka terkenal denga peranjian tartados de torsilas atau perjanjian tordesilas . Dibuat garis khayal dari sebuah titk yng terletak 370 mil di sebelah barat tanjung  verde melintas dari kutub utara ke kutub selatan. Portugis berangkat ke arah timur sedangkan Spanyol ke arah barat.perjanjian tordesilas dianggap sebaga titik lahirnya  kolonialisasi atau imperialisme di dunia timur oleh bangsa barat.
1.       Penjajahan Portugis
Pertama kali menginjakkan kaki pada tahun 1511 di pimpin oleh alfonso d’ alburqueque menaklukkan malaka, menguasi daerah-daerah lainnya di nusantara yang kaya akan rempah-rempah (cengkeh, pala, merica dsb) yang merupakan barang mahal di eropa. Pada 1521 portugis yang mulanya hanya mencari  barang dagangan tetapi malah menaklukkan menguasai dan menjajah bangsa yang ada di nusantara .
2.       Penjajahan Spanyol
Armada sanyol sampai di Filipina pada 1521 sampai ke kepulauan Maluku, Tidore pada tahun 1522, walaupun berlayar bertentangan arah namun akhirnya bertemu juga di Maluku, agar tak terjadi perselisihan maka diadakan perjanjian Saragosa pada 22 april 1529. Berdasar perjanjian itu  portugis mennguasai wilayah timur sampai Irian sedangkan Spanyol menguasai mulai Irian ke timur juga Filipina terus ke timur  sehingga Spanyol harus keluar dari kepulauan nusantara,sehingga sepenuhnya adalah kekuasaan Portugis.
3.      Penjajahan Belanda 1596-1942
`Armada dagang Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman pada tahun 1596 berlabuh di Banten. Mulanya mencari barang dagangan atau rempah rempah akan tetapi kemudian Belanda bukan sekedar ingin berdagang biasa ,melainkan ingin menguasai dan menjajah Nusantara. Tahun 1596 awal penjajahan Belanda di Nusantara yang berlangsung kurang kebih 350 tahun. Kemudian mendirikan persekutuan dagang yang bernaa VOC (vereeningde oost-indische compagnie) atau persekutuaan dagang  India timur yang dibantu oleh pemerintahan belanda. VOC menguasai dan mengekploitasi ekonomi di Indonesia dari tahun 1602 – 1799. Selain memiliki kekusaan untuk memonopoli perdagangan VOC juga memiliki kekuatan militer untuk menghadapi perlawanan dan persaingan dagang.
Ketika terjadi peselisihan antara pangeran Jayakarta dan Banten dengan Belanda pada tahun 1619, kota Jayakarta dibakar oleh Belanda dibawah pmpinan Jan Pieterzoon Coen. Tahun 1619 Belanda membangun kota di atas puing-puing Jayakarta yang diberi nama Batavia.Kekuasaan Belanda tahun 1799 diambil alih oleh pemerintah Belanda dari VOC. VOC mengalami kerugian yang besar yang menyebabkan kebangkrutan dan dibubarkan. Sebelumnya penjajahan Belanda atas Indonesia dilakukan oleh VOC, sejak tahun 1799 secara resmi dilakukan oleh pemerintahan Belanda. Penjajahan belanda 1811-1816.
4.      Penjajahan Prancis
Prancis menjajah Indonesia tidak secara langsung namun secara tidak langsung  hal ini di karenakan Belanda kalah oleh Prancis dalam perang di negaranya. Battafsce republik (17991807)  dihapuskan oleh Napoleon Bonaparte  dan diganti dengan koningkrijk holland (kerajaan belanda ) di bawaah kekuasaaan adiknya yaitu Loeis Napoleon. Akhirnya Indonesia menjadi bagian dari penjajahan koningkirjk holland yang berarti secara tidak langsung menjadi jajahan prancis,pada masa ini gubernur jendral daendels dikirim ke indonesia.
5.      Penjajahan Inggris 1811-1816
Tahun 1811 Inggris menyerang Hindia Belanda menaklukkan kota Batavia. Jendral Belanda Jansens menyerah tanpa syarat kepada Inggris. Pemerintah Inggris di Indonesia dijalankan oleh letnan gubernur Thomas Stamford Raffles. Penjajahan Inggris di Indonesia hanya 6 tahun hal ini karena adanya perjanjian convention of  london. Tahun 1814 Inggris mengembalikan semua daerah jajahan Belanda ke pihak Belanda lagi. Peristiwa ini karena kalahnya Napoleon Bonapoarte kaisar Prancis dalam pertempuran di Leipzing Inggris menyerahkan Indonesia pada Belanda pada tahun 1816  saat itu yang menjadi pemimpi Inggris di Indonesia adalah letnan gubernur Jhon Fendhal.
6.      Penjajahan Belanda ke-2 1816-1942
Berdasarkan convention of london 1814 Belanda berkuasa kembali di Indonesia.penjajahan dan eksploitasi manusia dan sumber daya alam manusia dimulai lagi oleh pemerintah Belanda. Sistem eksploitasi yang dilakukan oleh Belanda disebut sistem tanan paksa. Pada masa dimana modal modal swasta liberal masuk ke Indonesia dan masa penerapan politik etis. Penjajahan Belanda pada masa periode kedua berlangsung kurang lebih 26 tahun. Penjajahan berakhir ketika bala tentara Jepang menyerang ke Indonesia dibawah pimpinan jendral Imamura. Belanda menyerah kepada Jepang 10 maret 1942, Belanda yang diwakili oleh gubernur jendral t.j. arda van starkenborgh dan letnan jendral ter poorten menyerah tanpa syarat kepada tentara Jepang di Kalijati Subang Jawa Barat. Dengan menyerahnya Belanda berakhirlah penjajahan Belanda tahun 1596 sampai 1942 atau sekitar 3,5 abad, dan dimulailah masa penjajah jepang yang tak kalah kejamnya.
b. Perjuangan Sebelum Kebangkitan Nasional
1.      Perjuangan Melawan Portugis
Perjuangan pertama dlakukan oleh rakyat malaka, Johor, Aceh, Maluku, Demak dan Sunda Kelapa.
a.       Perjuanagn Rakyat Malaka
Pada tahun 1511 dibawah pimpinan Sultan Mahmud Syah I melakukan perlawanan terhadap Portugis  namun Malaka dapat di desak hingga menyingkir ke pulau Bintan. Akhirnya Malaka jatuh ke portugis pada 1511. Pada 1526 pulau Bintan diserbu oleh Portugis  Sultan Mahmud Syah I  lari ke pulau Kampar hingga wafatnya 1528.
b.      Perjuangan Rakyat Johor
Dipimpin oleh Alaudin Ri’ayat Syah II mulai tahun 1530 kemudian dilanjutkan Abdul Jalil Syah I (1580-1597) dapat menangkis serangan Portugis.
c.       Perjuangan Rakyat Demak
Dipimpin oleh Dipati Unus. Pada tahun 1512-1523. Melakukan perlawanan terhadap Portugis, dibantu oleh armada Aceh, Palembang, dan Bintan. Berusaha merebut keembali Malaka namun tidak berhasil
d.      Perjuangan Rakyat Maluku
Berhasil menaklukkan Malaka tahun 1511 kemudian menuju ke Maluku Utara karena sebagai penghasil rempah-rempah. Tahun 1512 Portugis mengadakan hubungan dagang dengan Sulatan Harun dari Ternate. Portugis ternyata memonopoli perdagangan, memeras dan menindas rakyat, penyebaran agama Kristen secara paksa sehingga membuat rakyat melakukan perlawanan. Tahun 1550 rakyat Ternate dibawah pimpinan Sultan Hairun melakukan perlawanan. Portugis menipu dan membunuh Sultan Hairun dnegan dalih untuk mengadakan perundingan. Perjuangan diteruskan oleh Sultan Baabullah, putra Sultan Hairun. Tahun 1570-1575 Ternate, Tidore, dan Halmahera bersatu padu melawan Portugis. Tanggal 18 Desember 1577 rakyat Ternate berhasil mengusir Portugis dari Ternate.
e.       Perjuangan Rakyat Sunda Kelapa
Fatahillah seorang ulama dari Demak yang menyebarkan agama islam di Jawa Barat memimpin rakyat melakukan perlawanan terhadap Portugis. Tahun 1527 Fatahillah menyerang orang-orang Portugis di Sunda Kelapa dan berhasil mengalahkannya. Portugis terusir kembali ke Malaka. Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta oleh Fatahillah kemudian berdirilah kerajaan Banten.
2.       Perjuangan Menentang Penjajah Belanda
Perjuangan menentang Belanda menggunakan kekerasan senjata dimulai sejak awal abad ke tujuh belas sampai abad dua puluh. Pada abad ke-16 penentangan dilakukan oleh:
  1. Sultan Agung dari Mataram (1613-1645).
  2. Sultan Hasanuddin dari kerajaan Goa Sulawesi Selatan (1667)
  3. Sultan Ageng Tirtayasa (1684)
  4. Sultan Iskandar Muda dari Aceh (1635)
  5. Untung Suropati dan Trunojoyo (1670)
  6. Ibnu Iskandar dari Minangkabau (1680)
Yang berjuang pada abad ke-19 antara lain:
  1. Pattimura dari Maluku (1817)
  2. Pangeran Diponegoro (1825-1830)
  3. Imam Bonjol dari Minangkabau (1822-1837)
  4. Sultan Badaruddin dari Palembang (1817)
  5. Pangeran Antasari dari Kalimantan (1860)
  6. Jelantik dari Bali (1850)
  7. Anak Agung Made dari Lombok (1895)
  8. Teuku Umar, Teuku Cik Di Tiro, Cut Nyak Dien (1873-1904)
  9. Si singamangaraja dari Batak (1900)
Perlawanan membawa kerugian besar bagi pihak Belanda. Pengorbanan harta benda dan jiwa sangat besar juga dari Indonesia. Sampai awal abad ke-20 Belanda tidak dapat terusir dari tanah air Indonesia.
c. Kelemahan perjuangan Bangsa Indonesia :
  1. Bersifat lokal atau kedaerahan
Artinya terbatas daerah tertentu saja. Tidak ada koordinasi antara pejuang satu daerah dengan daerah lain
  1. Perlawanan secara sporadic dan tidak serentak
  2. Perlawanan dipimpin oleh pimpinan kharismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan
  3. Sebelum masa 1908 perlawanan menggunakan kekerasan senjata
  4. Para pejuang di adu domba oleh penjajah (devide et impera politik memecah belah bangsa Indonesia)

B.     Perlawanan terhadap penjajah setelah tahun 1908

1.      Penjajahan Jepang 1942-1945
Kedatangan Jepang semula disambut gembira karena dianggap sebagai tentara pembebas yang akan melepaskan belenggu rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan belanda propagandanya menyatakan bahwa jepang (Nippon) adalah saudara tua, pemimpin asia, pelindung asia, dan untuk kemakmuran asia. Pada awalnya  memperoleh simpati rakyat namun pada akhirnya menjajah dan mengeksploitas dengan sangat kejam, masa penjajahannya hanya 3,5 tahun namun membuat bangsa Indonesia sangat menderita. Penjajahan Jepang berakhir saat jepang harus menyerah tanpa syarat terhadap sekutu pada tanggal 14 agustus 1945 setelah secara berturut-turut Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh amerika serikat tanggal 6 dan 9 agustus 1945.
2.      Penderitaan di Bawah Penjajahan
Selama berabad-abad mendatangkan penderitaan bangsa Indonesia bangsa penjajah memperlakukan rakyat Indonesia semena-mena tidak lagi ada kemerdekaan, kebebasan, dan kedaulatan hanya ada pemaksaan, penindasan, eksploitasi tenaga manusia, eksploitasi kekayaan tanah air yang keuntungannya untuk kepentingan bangsa penjajah. Portugis pertama kali datang ke Indonesia memonopoli perdagangan di Indonesia selalu memaksakan keinginannya dengan jalan kekerasan mereka menaklukan kerajaan-kerajaan yang tak mau tunduk.
Bergantinya penjajahan dari Portugis ke Belanda hasilnya semakin buruk jauh lebih buruk dan lebih lama dan penjajahan yang dilakukan oleh VOC menerapakan beberapa kebijakan yang sangat merugikan, antara lain:
1.      Sistem monopoli perdagangan ( menguasai seluruh perdagangan)
2.      Kerja rodi ( kerja paksa tanpa upah)
3.      Pungutan pajak yang sangat memberatkan rakyat
4.      Wajib tanam kopi untuk perdagangan VOC
5.      Pelayaran Hongi ( mendayung perahu kora-kora di perairan maluku)
6.       Ekstripasi ( penebangan tanaman yang melanggar aturan monopoli )
7.      Tanam paksa ( menanam tanaman keperluan ekspor VOC ke Eropa)
Rakyat sangat menderita karena harus kerja rodi menyerahkan semua hasil tanamn dan itu berlangsung lama rakyat akhirnya kelaparan dan akhirnya meninggal dunia. Penyerahan pajak ke VOC harus dalam bentuk barang yaitu hasil pertanian mereka bukan dalam bentuk uang seperti sistem pajak tanah. Vandenbosch berpendapat bahwa sistem ini dapat menaikan tanaman dagangan yang dikirim ke Belanda, menguntungkan rakyat tidak lagi harus membayar pajak tanah.
Ketentuan tanam paksa sebagai berikut:
a.       Menyediakan sebagian dari tanahnya untuk menanam tanaman yang dapat dijual di pasaran eropa.
b.      Bagian dari tanah pertanian untuk tujuan ini tidak boleh melebihi sperlima dari tanah pertanian.
c.       Waktu pengerjaan tanaman wajib tidak boleh melebihi waktu penanaman padi.
d.      Bagian dari tanah untuk menanam tanamamn wajib dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
e.       Tanaman wajib diserahkan kepada pemerintah hindia belanda jika ditaksir melebihi pajak tanah yang harus dibayar maka selisih akan dikembalikan.
f.       Panen yang gagal akan dibebankan pada pemerintah.
g.      Pengerjaan tanah di bawah pengawasan kepala pemerintah.
Dalam prakteknya ketentuan-ketentuan tersebut diselewengkan oleh para pegawai pemerintah Hindia Belanda dan para pemimpin pribumi yang mencari keuntungan untuk kepentingan mereka sendiri tanam paksa sangat menyengsarakan rakyat.
3.      Perjuangan Setelah Kebangkitan Nasional
Tanggal 20 Mei 1908 adalah hari lahirnya organisasi social pertama di Indonesia, yaitu Budi Oetomo. Tangggal kelahiran Budi Oetomo dianggap sebagai dimulainya Kebangkitan Nasional karena menggunakan strategi perjuangan yang baru dan berbeda dengan perjuangan sebelumnya.
Ciri-ciri perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908:
  1. Perjuangan dlakujan dengan menggunakan organisasi, bukan menggunakan kekerasan
  2. Para pemimpin berasal dari kaum intelektual, bukan raja atau sultan
  3. Rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh. Perjuangan tidak bersifat kedaerahan lagi.
Menurut Ismaun (1986:42), tumbuhnya kesadaran kebangsaan bangsa Indonesia di percepat oleh faktor:
  1. Perlawanan bangsa Filipina terhadap Spanyol pada tahun 1989
  2. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1885
  3. Kegiatan Partai Kongres di India melawan Inggris tahun 1885
  4. Bangkitnya Kemal Pasha di Turki pada tahun 1881
  5. Keberhasilan dr. Sun Yat Sen dalam mendirikan Republik Cina pada tahun 1911
  6. Pecahnya Perang Dunia I
  7. Didirikannya Volksraad (DPR) oleh Belanda tahun 1911
Sejak Budi Oetomo berdiri pada tahun 1908, di Indonesia kemudian berdiri beberapa organisasi yang bercorak budaya, politik, maupun keagamaan.
  1. Budi Oetomo
Budi Oetomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Didirikan oleh para mahasiswa STOVIA di Jakarta. Diprakarsai oleh gerakan dr. Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo yang sebelumnya memulai kampanye untuk meningkatakan martabat rakyat dengan cara membentuk dana pelajar. Ketuanya dipilih Sutomo.
Budi Oetomo tidak pernah mendapat dukungan massa sehingga kedudukannya di politik kurang penting. Namun Budi Oetomo dipandang sebagai induk Kebangkitan Nasional karena Budi Oetomo pelopor berdirinya organisasi nasional.
  1. Sarekat Islam
Sarekat Islam semula bernama Sarekat Dagang Islam. Berdiri pada tahun 1911 di Solo oleh Haji Samanhudi. Sarekat Islam didirikan untuk melawan pedagang Cina dan untuk menentang penghinaan terhadap rakyat Bumiputra. Sarekat Islam juga didirikan untuk menentang kristenisasi dan melakukan perlawanan terhadap kecurangan para pejabar Eropa dan Bumiputra.
Gerakan Sarekat Islam berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan terhadap penindasan penjajah kepada pihak Indonesia. Sehingga Sarekat Islam dapat dengan cepat menarik massa. Sarekat Islam merupakan organisasi massa yang pertama di Indonesia. Penggerak Sarekat Islam yang terkenal adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Samanhudi, dan Suryopranoto.
2.      Indische Partij
Didirikan pada 25 Desember 1912. Pendirinya adalah Douwes Dekker yang terkenal dengan nama Danudirdja Setyabudi. Tokoh Indische Partij lainnya adalah dr. Tjipto mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat.
Indische Partij berpijak pada asas nasionalisme yang mencita-citakan Indonesia merdeka, sehingga menarik banyak massa. Paham nasionalismenya dikenal dengan istilah Indische Nationalisme. Indische Partij dikenal sebagai partai politik pertama di Indonesia. Organisasi ini bersifat agak radikal sehingga pemerintah Hindia Belanda bersifat tegas dan dianggap sebagai organisasi terlarang. Para pemimpin Indische Partij juga dibuang ke Belanda. Setelah itu Indische Partij diganti namanya menjadi Partai Insulinde, namun tidak berpengaruh lagi terhadap rakyat.


3.      Gerakan Pemuda
Gerakan pemuda sebelumnya oleh Budi Oetomo, namun karena lebih didominasi oleh golongan tua, maka para golongan muda keluar. Dan gerakan pemuda sebenarnya adalah Tri Koro Darmo yang berdiri di Jakarta pada tanggal 7 Maret 1915 oleh dr. R. Satiman Wiryosandjojo, Kadarman, dan Sunardi. Tri Koro Darmo memiliki arti tida tujuan mulai, yaitu: sakti, budhi, dan bakti. Tujuan perkumpulan ini adalah mencapai Jawa Raya dengan memperkokoh rasa persatuan anatara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Lombok.
Azas Tri Koro Darmo adalah:
  1. Menumbuhkan pertalian antara murid-murid Bumiputra pada sekolah menengah, dan kurus-kursus perguruan kejuruan dan sekolah rakyat.
  2. Menambah pengetahuan umu bagi anggota-anggoatanya
  3. Membangkitkan dan mempertajam perasaan unutk segala bahasa dan buadaya Indonesia.
Dalam Kongres di Solo, mulai 12 Juni 1918 Tri Koro Darmo berubah nama menjadi Jong Java. Jong Java bertujuan mendidik para anggotanya agar dapat mebnagun Jawa Raya dengan cara mempererat persatuan, menambah pengetahuan anggota dan menumbuhkan cinta pada budaya sendiri.
Organisasi Pemuda Indonesai di luar negeri yang paling terkenal adalah Perhimpunan Indonesia. Perhimpunan Indonesia berpusat di Belanda dan menyampaikan informasi ke dunia luar tentang perjuangan rakyat Indonesia. Perhimpunan Indonesia mempunyai arah ke politik terutama ketika dipimpin oleh Muhammad Hatta dan A. Subardjo.
4.      Partai Nasional Indonesia
PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir. Soekarno dan kawan-kawan. Partai ini bersifat radikal. Tujuan dari PNI adalah bekerja untuk kemerdekaan Indonesia yang akan dicapai dengan asas percaya pada diri sendiri. Dengan asas ini PNI bersikap nonkoperatif, artinya tidak mau bekerjasama atau iku serta dengan dewan-dewan bentukan Belanda.
Dalam kongres PNI pertama tanggal 27-30 Mei di SurabayaIr. Soekarno terpilih sebagai ketua Pengurus Besar PNI. Cita-cita PNI untuk menggalang persatuan bukan hanya mempengruhi pikirn organisasi-organisasi politik lainnya, melainkan juga berpengaruh positif pada organisasi pemuda yang kemudian mengadakan sumpah pemuda, dan organisasi persatuan wanita yang kemudian membentuk Perserikatan perempuan Indonesia.
Kemajuan PNI dalam membawa rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan membuat pemerintah kolonial Belanda merasa cemas. Akhirnya mereka menangkapi para tokoh dan anggota PNI pada 29 Desember 1929.


5.      Fraksi Nasional
Fraksi nasional dalan volksraad didirakan pada 27 Januari 1930 di jakarta yang beranggotakan 10 orang anggota volksraad dengan ketua Moh. Husni Thamrin.
Fraksi nasional mempunyai tujuan untuk menjamin adanya kemerdekaan nasional yakni:
a.       Mengusahakan perubahan-perubahan ketatanegaraan.
b.      Berusaha menghapuskan perbedaan-perbedaan politik, ekonomi, dan intelektual sebagai antithese colonial.
c.       Mengusahakan kedua hal tersebut di atas dengan cara-cara yang tidakbertentangan dengan hukum.

4.      Menjelang Proklamasi Kemerdekaan
Ketika Belanda menyerah kepada jepang pada tanggal 8 Maret 1942, maka berakhirlah masa pemerintahan kolonial Belanda dan dimulainya pemerintahan Jepang. Kedatangan Jepang di Indonesia disambut baik oleh rakyat Indonesia karena berharap dapat melepaskan diri dari penderitaan yang berkepanjangan.
Factor yang mendorong rakyat Indonesia mau bekerjasama dengan Jepang antara lain karena Jepang yang kuat diharapkan dapat membantu Indonesia yang lemah, selain itu sikap keras pemerintah koloniah Belanda menjelang akhir masa kekuasaanya yang tidak memberikan harapan kemerdekaan kepada para pejuang pergerakan nasional.
Keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka memuncak pada tahun 1945. Akan tetapi terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua. Golongan tua menginginkan kemerdekaan yang tanpa pertumpahan darah dan tetap bekerjasama dengan Jepang. Sementara golongan muda menginginkan kemerdekaan yang tanpa campur tangan dari Jepang.
Akhirnya setelah mendengar berita penyarahan Jepang kepada sekutu, golongan muda langsung mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Akan tetapi , Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta malah menginginkan masalah itu dibicarakan dulu dalam rapat PPKI. Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, teks proklamasi  kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan disaksikan oleh para tokoh pejuang Indonesia. Dengan dibacakanya teks proklamasi itu, maka bangsa Indonesia resmi menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan lepas dari belenggu penjajahan.

Reaksi:

1 komentar:

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013