Sabtu, 10 Maret 2012

TEORI EKONOMI MAKRO bab10


LEMBAR KERJA MAHASISWA

NAMA

TUGAS KE

NIM

PRODI
PENDIDIKAN IPS TERPADU
MATA KULIAH
TEORI EKONOMI MAKRO
SKS

POKOK BAHASAN

ISI
PERPOTONGAN KEYNESIAN
Dalam  The General Theory,Keynesian menyatakan bahwa pendapatan totalperekonomian, dalam jangka pendek, sangat ditentukan oleh keinginan rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah untuk membelanjakan penda[patannya. Semakin banyak orang yang mengeluarkan pendapatannya, semakin banyak barang dan jasa yang bisa dijual perusahaan. Semakin banyak perusahaan menjual, semakin banyak output yang akan mereka produksi dan semakin banyak pekerja yang akan dikaryakan. Jadi, masalah selama masa resesi dan depresi. Menurut Keyne, adalah pengeluaran yang tidak cukup. Perpotongan Keynesian adalah sebuah upaya untuk membuat sebuah model dari pandangan ini
Dalam M. Gregory Mankiw (274); Model Keynesian adalah interpretasi paling mudah dari teori pendapatan nasional Keynes dan merupakan kerangka untuk model IS-LM yang lebiih kompleks dan realistis..
Perpotongan Keynesian berguna karena menunjukkan bagaimana rencana pengeluaran rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah menentukan pendapatan perekonomian. Tetapi perpotongan Keynesian membuat asumsi yang menyederhanakan bahwa tingkat investasi yang direncakan I adalah tetap.
PENGGANDA BELANJA PEMERINTAH
Menurut N. Gregory mankiw (2006:277) belanja  pemerintah merupakan salah satu komponen pengeluaran, maka belanja pemerintah yang lebih tinggi mengakibatkan pengeluaran yang direncanakan yang lebih tinggi untuk semua tingkata pendapatan.  Jika belaja pemerintah naik, maka pengeluaran yang direncanakan akan bergeser. Sebab perubahan- perubahan dalam belanja pemerintah dapat mempengaruhi perekonomian negara.
PENGGANDA PAJAK
Menurut N. Gregory Mankiw (2006:279) Perubahan pajak dapat mempengaruhi pendapatan ekuilibrium. Penurunan pajak sebesar  secara langsung akan menaikkan disposable income Y – T sebesar  dan, dengan demikian, menaikkan konsumsi sebesar MPC  x . Pada setiap tingkat pendapatan Y, pengeluaran yang direncanakan sekarang akan lebih tingggi.

TEORI PROFESI  LIKUIDITAS
 Menurut N. Gregori Mankiw, (2006: 287) teori peferensi likuiditas adalah penawan dan permintaan terhadap keseimbangan uang riil menentukan tingkat bunga. Kurva penawaran untuk keseimbangan uang riil adalah vertikal, karena penawaran tidak tergantung  pada tingakat bunga. Kurva permintaan miring kebawah karena tingkat bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya  memegang uang dan menurunkan kuantitas  yang diminta. Pada tingkat bunga ekuilibrium, jumlah keseimbangan uang riil yang diminta sama dengan jumlah penawaran.
Teori preferensi likuiditas mengaskan bahwa tingkat bunga adalah salah satu determinan  dari berapa banyak uang  yang ingin dipegang  orang. Alasannya  adalah bahwa tingkat  bunga merupakan biaya opornitas (opportunity) dari memegang uang: biaya yang harus anda tanggung karena memegan sebagian aset anda dalam bentuk uang, yang tidak menghasilakn bunga, bukannya dalam bentuk deposito atau obligasi. Karena tingkat buga naik orang- orang hanya ingin memegan lebih sedikit uang.
MODEL IS-LM
Model IS-LM adalah interpretasi terkemuka dari keynes. Model IS-ML mengggunakan tingkat harga tertentu dan menunujukkan apa yang menyebabkan pendapatan berubah, kerena itu model tersebut menunjukkan apa yang menyebabkan permintaan agregat bergeser.
Tujuan dari model IS-ML adalah untuk menunujukkan apa yang menentukan pendapatan nasional pada berbagai tingkat harga.
Model IS-ML adalah salah satu langkah dalam memahami fluktuasi ekonomi jangka pendek. Kurva IS menunjukkan ekuilibrium dipasar barang dan jasa, sedangkan kurva ML menunjukkan ekuilibritika tungkat tingkat bunga dan pendapatan nasional dalam jangka pendek ketika harga tetap.
KURVA IS-LM
1.      Kurva IS
¾  Menurut Christopher Pas, Briyan Lowes dan Leslie Davies (1997;336). I.S(investiment-saving) schedule[schedul I.S(investasi tabungana)] suatu skedul yang mengambarkan kombinasi dari tingkat PENDAPATAN NASIONASL(NATIONAL INCOME) dan tingkat bunga(INTERESET RATE) di mana kondisi keseimbaangan untuk ekonomi ril (INVESTASI = TABUNGAN (INVESMENT =SAVINGS))  TERJADI. Sekedul I.S memepunayai kemiringan negatif, semakin rendah tingkat bunga akan mendorong volume investasi yang lebih besar(Lihat MARGINAL EFFICENSY OF CAPITAL/INVESTMENT), yang pada giliranya menghasilkan tingkat output dan pendapatan yang lebih tinggi melalui peroses pengandaan (MULTIPLIER). Namun demikian volume investasi yang lebih besar membutuhkan volume tabungan yang lebih besar untuk tetap menjaga ekonomi rill dalam keseimbangan(S=I). Volume tabungan yang lebih tinggi; sehingga tingkat bunga lebih rendah membutuhkan tingkat keseimbangan pendapatan yang lebih tinggi. Skedul I.S berinteraksi dengan SKEDUL L.M (L.M SCHEDULE) dalam menentukan posisi keseimbangan umum bagi ekonomi secara keseluruhan.
2.      Kurva LM
¾  Menurut N. Gregory Mankiw (2006;321). Salah satu cara untuk memahami kurva IS adalah bahwa kurva IS menjelaskan kombinasi dari pendapatan Y dan tingkat bunga r yang memenuhi persamaan:
Y = C (Y-T) + I( r ) + G
Persamaan ini menggabungkan  identitas perhitungan  pendapatan nasional, fungsi konsumsi, dan fungsi investasi. Pernyataan ini  menyatakan bahwa jumlah barang yang diproduksi Y harus sama dengan jumlah barang yang diminta, C+I+G. Kita bisa mempelajari lebih banyak tentang kurva IS dengan mempertimbangkan kasus khusus dimana fungsi konsumsi dan fungsi investasi adalah linear. Sekarang anggaplah fungsi konsumsi adalah
C(Y-T) = a + b(Y-T)
Dimana a dan b adalah angka yang lebih besar dari nol. Parameter b adalah kecenderungan mengkonsumsi marjinal, sehingga kita mengharapkan b berada nol dan satu. Parameter a mempengaruhi tingkat konsumsi; mewakili semua yan mempengaruhi belanja konsumen selain deposable income. Apabila fungsi investasi adalah
I(r) = c-dr
Dimana c dan d adalah angka yang lebih besar dari nol. Parameter d menetukan sujauh mana investasi menanggapi tingkat bunga, karena investasi naik ketika bunga turun, ada data minus di depan d. Parameter c mempengaruhi tingkat investasi, mewakili semua yang mempengaruhi belanja investasi  selain tingkat harga.
Kemiringan kurva IS tergantung pada kecenderungan mengkonsumsi marjinal b. Semakin besar kecenderungan  mengkonsumsi marjinal, semakin besar perubahan pendapatan yang disebabkan oleh perubahan tingkat bunga. Alasannya  adaah bahwa kecenderungan mengkonsumsi marjinal yang besar menimbulkan pengganda yang besar atas perubahan investasi. Semakin besar pengganda, semakin besar dampak perubahan investasi terhadap pendapatan, dan kurva IS semakin datar. Kecenderunag mengkonsumsi marjinal b juga  menentukan sejauh mana perubahan kebijakan fisikal menggeser kurva IS.
¾  Menurut Christopher Pas, Briyan Lowes dan Leslie Davies (1997;370). L.M. (Liquidity-monay) schedule (skedul likuiditas-uang) suatu skedul yan memperlihatkan kombinasi tingkat pendapatan Nasional (National Income) dan tingkat bunga (Intreset Rates) di mana kondisi moneter berada dalm keadaan Seimbang L=M terjadi.  Daftar L.M. saling mempengaruhi dengan skedul I.S. (I.S. schedule) dalam menentukan posisi keseimbangan umum suatu perekonomian secara keseluruhan.
Perpotngan kurva IS dan kurva LM menentukan tingkat pendapatan nasional. Ketika salah satu dari kedua kurva ini bergeser, ekuilibrium jangka pendek perekonomian berubah, dan pendapatan nasional berfluktuasi.





KESIMPULAN

1.      Tujuan dari model IS-ML adalah untuk menunujukkan apa yang menentukan pendapatan nasional pada berbagai tingkat harga.


2.      Model IS-ML adalah salah satu langkah dalam memahami fluktuasi ekonomi jangka pendek. Kurva IS menunjukkan ekuilibrium dipasar barang dan jasa, sedangkan kurva ML menunjukkan ekuilibritika tungkat tingkat bunga dan pendapatan nasional dalam jangka pendek ketika harga tetap.


3.      belanja  pemerintah merupakan salah satu komponen pengeluaran, maka belanja pemerintah yang lebih tinggi mengakibatkan pengeluaran yang direncanakan yang lebih tinggi untuk semua tingkata pendapatan.  Jika belaja pemerintah naik, maka pengeluaran yang direncanakan akan bergeser. Sebab perubahan- perubahan dalam belanja pemerintah dapat mempengaruhi perekonomian negara.


4.      Perubahan pajak dapat mempengaruhi pendapatan ekuilibrium. Penurunan pajak sebesar  secara langsung akan menaikkan disposable income Y – T sebesar  dan, dengan demikian, menaikkan konsumsi sebesar MPC  x . Pada setiap tingkat pendapatan Y, pengeluaran yang direncanakan sekarang akan lebih tinggi


5.      Kurva IS adalah hubungan negative anatara tingkay bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa.


6.      Kurva LM adalah hubungan positif antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul dipasar untuk kesinambungan uang riil.
DAFTAR PUSTAKA

Pas, Christopher dkk.. 1997. Kamus Lengkap Ekonomi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.
Mankiw, Gregory. N. 2006. Makroekonomi, Edisi Kelima : Erlangga. Jakarta.
Samuelson dan Nordhaus. 2004. Ilmu Makroekonomi. Jakarta: PT Media Global Edukasi;.















Mengetahui
Petugas Perpustakaan                                                                       Mahasiswa



                                                                                                           
NIP.                                                                                                    NIM.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013