Sabtu, 10 Maret 2012

TEORI EKONOMI MAKRO bab2


LEMBAR KERJA MAHASISWA
NAMA

TUGAS KE

NIM

PRODI
PENDIDIKAN IPS TERPADU
MATA KULIAH
TEORI EKONOMI MAKRO
SKS

PERPUSTAKAAN

POKOK BAHASAN

ISI
1.      PRODUK DOMESTIK BRUTO (Gross domestic product, GDP)
Menurut Robert B. Barsky dalam N. Gregory Mankiw (2005;15),GDP adalah pendaptan total dari produksi barang yan g sama dengan jumlah upah dan laba separuh bagian atas dari aliran sirkuler uang. Produk Domestik Bruto (PDB) adalah nilai pasar barang dan  jasa akhir yang diproduksi dalam perekonomian selama kurun waktu  tertentu. PDB sering di anggap sebagai ukuran terbaik dari kinerja perekonomian. Statistic ini dihitung setiap tiga bulan oleh Biro Analisis Ekonomi dari sejumlah besar sumber data primer. Tujuan GDP adalah meringkas aktivitas ekonomi dalam nilai uang tunggal selama periode waktu tertentu.
Dalam N. Gregory Mankiw (2000;7),PDB adalah nilai pasar dari semua barang ja di dan jasa yang diproduksi disuatu Negara selama kurun waktu tertentu.
Dalam N. Gregory Mankiw (2000;10), PDB adalah pendapatan total yang dihasilkan oleh penduduk tetap suatu Negara.
Dalam N. Gregory Mankiw (2000;12),PDB adalah nilai dasar dari semua barang jadi dan jasa yang diproduksi disuatu Negara selama kuurun waktu tertentu.
Dalam Makro ekonomi (2001;13), GDP merupakan total nilai pasar dari seluruh barang dan jasa  yang dihasilkan dalam satu tahun oleh faktor-faktor produksi yang terdapat dalam negeri.

2.      INDEKS HARGA KONSUMEN (Consumer Price Index, CPI)
Menurut B. Barsky dlam N. Gregory Mankiw (2005;30), ukuran mengenai tingkat harga yang paling banyak digunkan adalah indeks harga  konsumen (IHK) atau consumer price Indeks (CPI). Indeks Harga Konsumen adalah indeks harga yang palng sering dipakai, tetapi bukan satu-satunya indeks.  Masih ada indeks harga produsen, yang mengukur harga sekelompok barang yang dibeli perusahaan, bukan konsummen. Selain indeks harga keseluruhan,Boro Statistik Tenaga Kerja juga menghitung indeks harga untuk jenis-jenis barang tertentu, seperti makanan, perumahan dan energy. Sedangkan CPI adalah harga sekelompok abrnga dan jasa relative terhadap sekelompok barang dan jasa yang sama pada tahun dasar. Indeks harga konsumen adalah ukuran yang paling dicermati.
Dalam N. Gregory Mankiw (2004;446), indeks harga konsumen adalah suatu ukuran keseluruhan biaya yang harus dibayar oleh seorang konsemen guna memperoleh barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Indeks harga konsumen menunjukkan biaya sekeranjang belanjaan barang dann jasa disuatu waktu dibandingkan dengan harga atau biayanya pada tahun dasar. Indeks ini digunakan untuk mengukur keseluruhann tingkat harga dalam sutu perekonomian. Persentase perubabahan indkes harga konsumen inilah yang disebut tingkat inflasi. IHK bukan merupakan ukuran yang sempurna atas biaya hidup karena tiga alas an. Pertama, indks ini tidak meperhitungkan kemampuan konsumen melakukan subtitusi atau penggantian konsumsi kebarag atau jasa yang menjadi relative murah seiring dengan perjalaln waktu. Kedua, indeks ini juga mempehitungkan peningkatn daya beli uang sehubungan dengan adanya prodeuk-produk baru. Ketiga, indeks harga konsumen jugatidak sepenuhnya mampu memperhitungkan perubahan kualitas barang dan jasa. Akibat adanya kelemahan-kelemahan ini. CPI cenderung menerpakan inflasi tahunan sekitar 1 persentase poin lebih tinggi dari pada yang sebenarnya.
3.      TINGKAT PENGANGGURAN (unemployment rate)
Dalam N. Gregory Mankiw (2005;392), tingkat pengangguaran adalah jumlah penganggur sebagai persentase daru angkatan kerja.
Dalam N. Gregory Mankiw (2000;113), tingkat pengangguran (unemployment rate) tingkat pengangguaran persentase angkatan kerja yang tidak bekerja . tingkat pengangguran ilmiah (natural rate of unemployment) adalah tingkat pengangguaran normal disekitar daerah fluktuasinya. Pengangguran siklis (cyclical unemployment) adalah penyimpangan tingkat pengangguara dari tingkat alamiahnya. Pengangguran friksional  adalah pengangguran ayng muncul karena adanya senjang waktu bagi pekerja untuk mencari pekerjaan yang seseai dengan selerar dan kemamppuan mereka.
Pengangguaran structural (structural unemployment) adalah pengangguaran yang muncul karena jumlah pekerjaan yang tersedia dipasar tenaga kerja  tidak cukup untuk menyediakan pekerjaan abgi siapapun yang menginginkannya.
Menurut Water Adams dalam Wiliam A Mcehern (2000;129), tipe penganguran adalah sebagai berikut :
Pengangguran friksional adalah pengangguaran yang muncul karena adanya waktu yang diperlukan untuk menyesuaikan antara  kualifikasi pekerjaan dengan pekerjaan-pekerjaan yang tersedia.
Pengangguran structural adalah pengangguran yang muncul karena (1) keterampilan yang diminta pemberi pekerja tidak sesuai denagn keterampilan penganggur, atau (2) penganggur yang tidak berlokasi sama dengan pekerjaan.
Pengangguran musiman adalah pengangguran karena adanya permintaan dan penawaran tenaga kerja musiman.
Pengangguran siklikal adalah fluktuasi pengangguran yang disebabkan oleh siklus bisnis.
Dalam Schaum’s Easy Outline (2004;30), tingkat pengangguran adalah persentase dari angkatan kerja total yang tidak bekerja. Pengangguran muncul  karena penyebab-penyebab friksional, structural, dan siklis. Pengangguran friksional bersifat sementara dan terjadi ketika seseorang (1) keluar dari pekerjaannya sekarang sebelum mendapatkan pekerjaan yang baru, (2) tidak langsung bekerja ketika memasuki angkatan kerjam, atau (3) dipecat oleh perusahaannya. Pekerjaan yang kehilangan pekerjaannya karena ada perubahan permintaan suatu komoditas tertentu atau karena kemajuan teknologi termasuk kedalam pengangguran structural; pengangguran biasanya berlangsung cukup lama karena mereka biasanya mempunyai keahlian khusus yang tidak diingikan oleh perusahaan yang lain. Pengangguran siklis adalah akibat dari permintaan agregat yang tidak mencukupi. Para pengangguran  yang ada cukup baynyak di perlukan dan mau bekerja namun pekerjaan yang ada tidak cukup banyak karena pengeluara agregat tidak cukup. Pengangguran siklis terjadi ketika GDP riil lebih kecil dari pada GDP potensial.
Menurut Matthew Shapiro dalam N. Gregory Mankiw (2005;33-34),suatu aspek dalam kinerja ekonomi adalah beberapa efektif satuan perekonomian menggunakan sumber daya dengan baik. Karena para pekerja suatu perekonomian adalah sumber daya utama, menjaga agar para pekerja tetap bekerja menjadi puncak perhatian para pembuat kebijakan ekonomi. Tingkat pengangguran adalah statistic yang mengukur persentase orang-orang yang ingin bekerja tetapi tidak mempunyai pekerjaan. Seoarng dianggap menganggur jika ia tidak bekrja dan sedang menunggu untuk memulai pekerjaan baru. Orang yang tidak masuk kedalam dua kategori itu, seperti pelajar atau pensiunan tidak berada dalam angkatan kerja. Seseorang yang ingin bekerja tapi menyerah mencari pekerjaan (pekerja yang putus asa/dicoreged marker) juga diaggap  tidak berda dalam angkatan kerja.

4.      AKUNTASI PENDAPATAN NASIONAL
 Menurut B. Barsky dalam N. Gregory Mankiw (2005;14),yaitu sistem akuntasi yang digunakan untuk mengukur GDP dan banyak statistic terkait.

5.      PERSEDIAAN DAN ALIRAN
Dalam William A. Mceachern (2000;147), persediaan adalah stock barang dalam proses, seperti komponen-komponen computer, dan stock barang jadi, seperti computer baru yang siap dijual.
 Menurut Robert B. Barsky dalam N. Gregory Mankiw (2005;18), biaya variable ekonomi mengukur jumlah uang, jumlah barangdan seterusnya. Para ahli ekonom membedakann antara dua jenis variable jumlah. Persediaan (stock) dan aliran (flows). Persediaan (stock) adalah jumlah barang yang diukur pada titik waktu tertentu, sedangkan aliran (flows) adalah jumlah yang diukur per unit waktu.
Dalam William A. Mceachern (2000;147), persediaan perlu stok barang dalam proses, seperti komponen computer dan stok barang jadi seperti computer baru yang siap dijual.

6.      NILAI TAMBAH
Dalam N. Gregory Mankiw (2005;20), nilai tambah adalah banyak barang yang diproduksi beberapa tahap : bahan mentah diproses menjadi barang setengah jadi (intermediated good) oleh sebuah perusahaan lain untuk pemrosesan akhir. Nilai tambah (value added) dari sebuah perusahaan sama dengan niali output perusahaan dikurangi nilai barang setengah jadi yang dibeli perusahaan.

7.      NILAI TERKAIT
Dalam N. Gregory Mankiw (2000;20-21), nilai terkait adalah kebanyakan nilai barang dan jasa dinilai berdasarkan harga pasarnya ketika menghitung GDP, namun sebangian tidak dijual dipasar dank arena itu tidak memiliki nilai pasar. Jika GDP ingin mencakup nilai barang dan jasa ini, kita harus menggunakan perkiraan nilainya. Perkiraan itu disebut nilai terkait (imputed value). Pengaitan sangat penting untuk menentukan nilai perumahan. Apabila ukuran ketidaksempurnaan itu tetap konstan sepanjang waktu,GDP bermanfaat untuk membandingka aktiviatas ekonomi dari tahun ketahun.

8.      GDP NOMINAL VS GDP RIIL
Dalam N. Gregory Mankiw (2000;14-15), GDP nominal adalah nilai produksi seluruh barang dan jasa berdasarkan harga yag tengah berslaku. GDP riil (real GDP) adalah nilai produksi seluruh barang dan jasa pada harga konstan. GDP nominal menggunakan harga-haga yang tengah berlaku sebagaii landasan perhitungan nilai produksi barang dan jasa dari suatu perekonomian. Mengingat GDP riil tidak dipengaruhi oleh perubahan harga, maka GDP riil hanya mnecerminkan perubahan kualitas produksi. Karena itu GDP riil merupakan ukuran yang tepat untuk mengetahui tingkat produksi barang dan jasa dari suatu perekonomian.
Menurut Robert B. Borsy dan Jeffry A. Mirun  dalam N. Gregory Mankiw (2000;22-23), para ekonom menyebut niali barang dan jasa yangdiukur dengan harga berlaku sebagai GDP nominal. Ukuran kemakmuran ekinomi yang lebih baik akan menghitung output barang dan jasa perekonomian dan tidak akan dipengaruhi oleh perubahan harga. Ukuran tujuan ini, para ekonom menggunakan GDP riil (real GDP), yang niali barang dan jasanya diukur dengan  menggunakan harga konstan.  Yaitu GDP riil menunjukkan apa yang akan terjadi terhadap pengeluaran atas output jika jumlah berubah tetapi harga tidak. GDP nominal mengukur nilai uang yang beraku dari output perekonomian. GDP mengukur yang dinilai pada harga konstan.

9.      DEFLATOR GDP
Dalam N. Gregory Mankiw (2000;17), deflor GDP (GDP deflor) adalah ukuran tingakt harga yang dihitung sebagai rasio GDP. Nominal terhadap GDP riil dikali dengan nol. Rumus deflor GDP adalah sebagi berikut :

x100

Dalam N. Gregory Mankiw (2005;22-23), deflor GDP disebut dengan deflor harga implicit untuk GDP, didefinisikan sebagai rasio GDP nominal terhadap GDP riil. Deflor GDP mencerminkan apa yang sedang terjadi pada seluruh tingkat harga dalam perekonomian. Dfinisi deflor GDP memungkinkan memisahkan GDP  nominal menjadi dua bagian, (1) bagian mengukur jumlah (GDP riil) dan (2) yang lai mengukur harga (deflor  GDP), yaitu :

                                          GDP Nominal =  GDP Riil x Deflor GDP

GDP nominal mengukur nilai uang yang berlaku dari output perekonomian GDP riil mengukur harga output relative terhadap harganya pada tahun dasar.

                                           C = C (Y-T)

10.  INVESTASI (INVESTMENT)
Dalam Schaum’s easy outlines (2002;49), investasi bruto adalah komponen pengeluaran agregat yang paling tidak stabil dan merupakan penyebab utama terjadinya siklus bisnis. Dalam perhitungan GDP, investasi terdiri dari pembangunan rumah tinggal (residensial); pembangunan nonresidensial (kantor, hotel, real estat komersial lainnya); peralatan atau mesin-mesin produsen yang tahan lama; dan perubahan persediaan.
Dalam William A. Mceachern (2000;179 & 182), mengatakan bahwa investasi tidak berarti pembelian saham, obligasi, atau asset keuangan lain. Investasi terdiri dari belanja untuk (1) pabrik dan peralatan baru (computer dan lain-lain), (2) rumah baru, dan (3) kenaikan persediaan neto. Fungsi investasi adalah hubungan antara rencana investasi dan tingkat pendapatan dalam perekonomian, hal lain diasumsikan konstan. Otonom istilah yang berarti “independen”, investasi otonom tidak dipengaruhi atau independen terhadap tingkat pendapatan.

 Menurut Jane Austen dalam N. Gregory Mankiw (2005;25 & 53),fungsi investasi mengaitkan  jumlah investasi pada tingkat bunga riil (r). investasi bergantung pada tingkat bunga riil karena tingkat bunga adalah biaya pijaman. Fungsi investasi miring kebawah : ketika bunga naik, semakin sedikit proyek investasi yang menguntungkan. Persamaan fungsi konsumsi :
                          
                                                            I = I (r)

Investasi terdiri dari barang-barang yang dibeli untuk pengguna masa depan. Investasi juga dibagi  menjadi tiga subkelompok : investasi tetap bisnis, investasi tetap residensial dan investasi persediaan. Investasi tetap bisnis adalah pembelian pabrik dan peralatan baru oleh perusahaan, investasi residensial adalah pembelian rumah baru oleh rumah tangga dan tuan rumah. Investasi persediaan adalah peningkatan dalam persediaan barng perusahaan (jika perusahaan menurun, investasi persediaan relative).

11.  BELANJA PEMERINTAH
Dalam Schaum’s easy Outlines (2002;41), belanja pemerintah meningkat ketika DPR mengeluarkan undang-undang yang mengesahkan anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) yang baru. Penerimaan dari pajak merupakan sumber dana anggaran belanja dan pembayaran transfer pemerintah kesektor swasta ini.
Menurut Robert J. Barro dalam N. Gregory Menkiw (2005;54), pembelian pemerintah atau belanja pemenrintah adalah komponen ketiga dari pemerintah terhadap barang dan jasa. Jenis pengeluaran lain adalah pembayaran transfer kepada rumah tangga, seperti tunjangan kesejahteraan untuk orang-orang miskin dan pembayaran jaminan social untuk kaum lansia. Tidak seperti pembelian pemerintah, pembayaran transfer tidak  dilakukan dalam pertukaran dengan sebagian output barnag dan jasa perekonomian. Karena itu, pembayaran transfer tidak termasuk dalam variable G.
Dalam William A. Mceachren (2000;183), fungsi belanja pemerintah adalah menghubungkan belanja pemerintah dan tingkat pendaptan dalam perekonomian, hal lain diasumsikan konstan.

12.  EKSPOR NETO
Dalam Paul A. Samuelson (1992:83) Ekspor neto adalah selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara biasa disebut ekspor bersih.
Dalam Paul A. Samuelson (1992:111) menyatakan bahwa Amerika serikat dan Indonesia adalah negara dengan perekonomian terbuka, yang bergerak dalam ekspor dan impor barang serta jasa. Komponen terakhir GNP ini yang semakin lama semakin penting pada tahun-tahun belakangan ini adalah ekspor neto yaitu selisih antara ekspor dan impor barang serta jasa.
Dalam N. Gregory mankiw (2006:27) ekspor neto (net export) adalah nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurang nilai barang dan jasa yang di impor dari negara lain. Ekspor neto bernilai positif ketika nilai ekspor lebih besar dari nilai impor dan negatif ketika nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor. Ekspor neto menunjukkan pengeluaran neto dari luar negeri atas barang dan jasa kita, yang memberikan pendapatan bagi produsen domestik.
Menurut N. Gregory mankiw (2000;12) ekspor neto adalah pembelian pihak asing atas berbagai barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri (ekspor) dikurangi oleh pembelian penduduk setempat atas berbagai barang dan jasa yang diproduksi di luar negeri (impor). Setiap transaksi penjualan produk domestik kepada pihak asing, misalnya penjualan pesawat terbang buatan boeing kepada british airways, meningkatkan ekspor neto.
Karena pengeluaran untuk impor dimasukkan dalam pengeluaran domestik (C + I + G), dan karena barang dan jasa yang di impor dari luar negeri bukanlah bagian dari output suatu negara, maka persamaan ini harus dikurangi dengan pengeluaran untuk impor. Dengan mendefinisikan ekspor neto (net exports) sebagai ekspor dikurang impor. (NX = EX – IM) identitas tersebut menjadi
Y = C + I + G + NX
Ekspor neto = output – Pengeluaran Domestik
Menurut William A. McEachern (2000;148) ekspor neto adalah sama demgan nilai ekspor barang dan jasa di kurangi impor barang dan jasa amerika.

Menurut Teori Makro Ekonomi  dalam N. Gregory Mankiw (2005;26), ekspor neto adalah memperhitungkan perdagangan dengan Negara lain. Ekspor neto adalah nilai barang dan jasa yang diekspor kenegara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari Negara lain. Ekspor neto menunjukkan pengeluaran neto dari luar negeri atas barang dan jasa kita, yang memberikan pendapatan bagi produsen domestic.
Dalam William A. Mceachern (2000;183), fungsi ekspor neto menunjukkan hubungan antara ekspor neto dan tingkat pendaptan dalam perekonomian, hal lain diasumsikan konstan.
Dalam  schaum’s easy outlines 92002;40), ekspor neto (net eksport) adalah nilai ekspor bruto dikurangi dengan impor bruto, yaitu penembahan neto pengeluaran agregat domestic yang berasal dari kegiatan mengirim dan mengekspor barang dan jasa. Ekspo neto adalah positif jika suatu Negara lebih banyak mengekspor daripada mengimpor, dan negative jika impornya melebihi ekspornya. Ekspor bruto (gross import) adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi didalam suatu Negara dan dijual keluar negeri, dengan kata lain ekspor bruto adalah nilai pengeluaran pihak asing untuk membeli barang dan  jasa buatan negar kita. Impor bruto (gross import) adalah nilai pembelian Negara kita terhadap barang dan jasa yang diproduksi di Negara lain.

13.  ANGKATAN KERJA (LABOUR FORCE)
Menurut Washington dalam N. Gregory Menkiw (2005;34), angkatan  kerja (labor force) didefinisaikan sebagai  jumlah orang yang sedang bekerja dan yang menganggur, dan tingkat pengangguran (unemployment rate) didefinisikan sebagi persentase dari angkatan kerja yang tidak bekerja, yaitu :
    
               Angkatan Kerja  = Jumlah orang bekerja + Jumlah pengnaggu
Dan,

                          x 100

Dalam William A. Mceachern (2000;124), angkatan kerja meliputi populasi dewasa yang sedang bekerja atau sedang mencari kerja.


Dalam Schaum’s easy Outline (2002;25), angkatan kerja suatu Negara tidak mencakup seluruh penduduk namun hanya orang-orang dewasa yang berusia 16 tahun keatas, bekrja, atau sedang mencari pekerjaan dianggap sebgai penganggur sukarela dan karenanya tidak teramsuk dalam angkatan kerja. Karena itu, ukuran angkatan kerja dan jumlah penganggur dapat dinilai lebih banyak daripada yang sebenarnya ketika sejumlah pekrja, setelah mencoba mencari pekerjaaan, menjadi putus asa dan berhenti mencari pekerjaan.

Dalam N. Gregory Mankiw (2000;113), angkatan kerja (labour force) adalah jumlah total pekerja, termasuk yang tengah bekerja maupun yang sedang tidak bekrja.

14.  TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA
Dalam N. Gregory Mankiw (2000;114), tingkat partisipasi angkatan kerja (labour force participation rate) adalah persentase populasi orang dewasa yang berada dalam angkatan kerja.

 
              x 100

     Dalam William A. Mceachern (2000;125), tingkatan partisipasi angkatan kerja sama dengan jumlah angkatan kerja dibagi dengan populasi dewasa.











KESIMPULAN


1.      PDB membahas tentang bagimana para ekonom mengukur pendpatan total dari suatu Negara. Pengukuran tersebut meerupakam titik awal. Secara umum makroekonomi bertujuan menjelaskan berbagai determianan atau faktor penentu jangka panjang dan jangka pendek yang mempengaruhi GDP suatu Negara.

2.      Meskipun perekonomian selalu memiliki sejumlah pengangguran, namun tingkat alamiahnya yang dialami dalam perekonomian. Ketika revolusi informasi mengubah proses pencarian kerja, kenngres menyesuaika upah minimumnya, pekerja bergabung atau tidak dengan serikat pekerja,dan perusahaan mengubah pandangan atas upah efisiensi, tingkat pengangguran  alamiah akan maningkat. Pangangguran bukan merupakan masalah yang sederhana. Namun, bagaimana kita mengatur masyarakat sangat mempengaruhi bagaimana masalah umum ini dapat dipecahkan.

3.      Konsumsi berhubungan positif dengan tingakt pendapatan dalam perekonomian. Investasi lebih berkaitan dengan faktor-faktor tiangkat bunga dan ekspektasi usaha daripada dengan tingkat pendapatan. Belanja pemerintah juga di asumsikan otonom atau indipenden terhadap pendpatan . untuk saat ini, ekspor neto diasumsikan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tingkat bunga daripada tingkat pendapatan dalam negeri. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekspor neto menurun jiak pendapatan naik.

4.      Ekspor neto suatu Negara akan positif jika suatu Negara lebih banyak mengekspor daripada mengimpor, dan akan negative jika impornya melibihi ekspornya.

5.      Penerimaan pajak suatu Negara dapat menurun  jika perkonomian mengalami kelesuan, tidak hanya karena DPR memotong tingkatan pajak.



DAFTAR PUSTAKA

Nanga, Muana. 2001. Makroekonomi, Edisi Perdana. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Mceachern, William A. 2000. Ekonommi Makro, Edisi Pertama. Salemba Emapt. Jakarta.
Schaum’s Easy Outlines. 2004. Prinsip-prinsip Ekonomi. Erlangga. Jakarta.
Mankiw, Gregory N. 2005. Teori Makroekonomi. Erlangga. Jakarta.
Mankiw, Gregory N. 2006. Makroekonomi. Erlangga. Jakarta.
Mankiw, Gregory N. 2005. Teori Makroekonomi. Erlangga. Jakarta.












Mengetahui,                                                                                                   Mahasiswa,
Petugas Perpustakaan          

                                                                       


                                                                                                                                   
NIP.                                                                                                               

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013