Sabtu, 10 Maret 2012

TEORI EKONOMI MAKRO bab4


LEMBAR KERJA MAHASISWA
NAMA

TUGAS KE

NIM

PRODI
PENDIDIKAN IPS TERPADU
MATA KULIAH
TEORI EKONOMI MAKRO
SKS

PERPUSTAKAAN

POKOK BAHASAN

ISI
BANK SENTRAL (Central Bank)VS BANK FEDERAL (Federal Reaerve)
N. Gregory Mankiw (2005;77), bank sentral (central bank) adalah kebiijakan yang didelegesikan kepada lembaga independen, bank sentral AS adlah bank federal reserve-sering disebut the fed. Jika diperhatikan uang k ertas dolar, akan anda lihat uang itu disebut Federal Reserve Note.keputusan akan  kebijakan moneter dibuat oleh Federal Open Market Committee. Komite ini dibentuk oleh Federal Reserve Board, yang ditunjuk oleh presiden dan dikonfirmasi oleh Kongres, bersama-sama dengan presiden dari Federal Reserfe Bank regional. Federal Open Market Committee bertemu kira-kira setiap enam minggu untuk mendiskusikan dan menetapkan kebijakan moneter.

BIAYA MENU (Menu Cost)
N. Gregory Mankiw (2005;94), biaya inflasi kedua muncul karena inflasi tinggi mendorong perusahaan untuk lebih sering mengubah harga. Biaya ini disebut biaya menu (menu cost) karena semakin tinggi tingkat inflasi, semakin sering sering restoran mencetak menu baru. Biaya inflasi ketiga muncul karena perusahaan yang menghadapi biaya menu tidak sering mengubah harga; karena itu semakin tinggi tingkat inflasi, semakin besar variabilitas dalam harga-harga relative. Misalanya, anggaplah perusahaan yang mengeluarkan catalog baru setiap Januari. Jika tidak ada inflasi, maka harga relative perusahaan jatuh sampai 12%. Penjualan dari catalog ini cenderung rendah di awal tahun (ketika harganya secara relative adalah tinggi) tinggi diakhir tahun (ketika harganya secara relative adalah rendah). Jadi, ketika mendorong variabilitas dalam harga relative, inflasi menimbulkan efisiensi mikroekonomi dalam alokasi sumber daya. Biaya inflasi keempat berasal dari undang-undang pajak.  Banyak pengtarik biaya pajak tidak memperhitungkan efek inflasi. Inflasi bisa mengubah kewajiban pajak individu, seringkali dalam cara yang tidak ingin dilakukan para pembuat undang-undang.

DIKOTOMI KLASIK (classical dichotomy)
N. Gregory Mankiw (2005;104), para ekonom menyebut pemisahn teoritis dari variable riil dan nominal ini atau disebut dikotomi klasik (classical dichotomy). Itulah cirri khas dari teori makroekonomi klasik. Dikotomi klasik merupakan pandangan penting, karena sangat mempermudah teori ekonomi. Biasanya dikotomi klasik membiarkan kita mengkaji variable-variabel riil. Dikatomi klasik muncul karena, dalam tepri ekonomi klasik perubahan jumlah uang beredar tidak mempengaruhi variable-variabel riil.

INFLASI (Inflation)
Muana Nanga (2001;39), inflasi yang terjadi merupakan akibat ketidakmampuan sentral. Menurut kaum klasik, inflasi di dalam prekonomian timbul sebagai akibat dari kegagalan dari pemerintah atau bank sentral untuk mengendalikan laju pertumbuhan jumlah uang beredar. Adanya pertumbuhan jumlah mata uang yang beredar yang tidak terkendali menurut kaum klasik akan menyebabkan kurva permintaan agregat (AD) mengalami pergeseran, dan hal ini pada gilirannya akan mendorong kenaikan di dalam tingkat harga.
Paul A. Samuelson & William D. Nordhaus (1991;306), inflasi menunjukkan kenaikan tingkat harga secara umum. Laju inflasi adalah tingkat perubahan tingkat harga umum dan diukur sebgai berikut:
Akibat utama inflasi sebagai berikut:
Pendistribusian kembali (redistribusi) pendapatan dan kekayaan diantara kelompok yang berbeda.
Destorsi pada harga-harga relative dan output dari barang yang berbeda, atau kadang-kadang pada output dsn kesempatan kerja pada perekonomian secara keseluruhan.
Schaum’s easy Outlines (2004;32-33), inflasi adalah kenaikan tingkat harga umum, bukan hanya harga barang atau jasa tertentu saj.
Para ekonom mengidentifikasikan dua penyebab inflasi yang beredar. Inflasi tarikan permintaan adalah inflasi yang terjadi ketik pengeluaran agregat melampaui tingkat output kesempatan kerja penuh yang normal, yaitu ketika permintaan agregat terlalu jauh bergeser kekanan sepanjang kurva penawaran agregat tertentu. Inflasi dorongan biaya berasal dari kenaikan biaya produksi barang dan jasa, seperti tingkat upah atau harga bahan baku.
Inflasi dapat memprlambat pertumbuhan ekonomi, mendistribusikan kembali (distribute) pendapatan dan kekayaan, dan menurunkan aktivitas perekonomian. Inflasi ,menagburkan pengambilan keputusan karena menciptakan ketidakpastian tentang harga dimasa yang akan datang dan atau biaya dan mendistorsi nilai ekonomis. Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin akan menundah pembelian sebuah mesin karena meningkatnya ketidak[astian mengenai daya beli uang. Penundaan pembelian mesin tersebut memperlambat pembentukan modal dan pertumbuhan ekonomi.
N. Gregory Mankiw (2005;105), biaya inflasi yang diharapkan mencakup biaya kulit-sepatu, biaya menu, biaya variabilitas harga relative, distori pajak, dan ketidaknyamanan dari melakukan koneksi inflasi. Selain itu, inflasi yang tidak diharapkan menyebabkan redistribusi kekayaan arbitrer diantara debitor dan kreditor. Salah satu keuntungan yang mungkin dari inflasi adalah inflasi meningkatkan fungsi pasar tenaga kerja dengan memperbolehkan upah riil mencapai level ekuilibrium tanpa memotong upah nominal.

BIAYA KULIT-SEPATU (shoeleather cost)
N. Gregory Mankiw (2005;94), jika masyarakat memegang keseimbangan uang riil yang lebih rendah, mereka harus sering-sering ke bank untuk uang. Misalnya, mereka akan menarik $ 50 dua kali sepekan bukan $ 100 sekali sepekan. Ketidaknyamanan dari mengurangin jumlah uang ditangan secara metaforis disebut biaya kuli-sepatu (shoeleather cost) dari inflasi, karena lebih sering berjalan kebank akan membuat sepatu seseorang cepat rusak.



FUNGSI PERMINTAAN UANG (Money Demand Function)
N. Gregory Mankiw (2005;80), ketika kita menganalisis bagaimana uang mempengaruhi perekonomian, sering kali bermanfaat untuk menunjukkan kuantitas uang dalam bentuk jumlah barang dan jasa yang biasa dibelinya. Jumlah ini, MIP, disebut keseimbangan uang riil (real money balance). Keseimbangan uang riil mengukur daya beli dari persediaan uang. Misalnya, perekonomian yang hanya memproduksi roti. Jika kuantitas Uang adalah $ 10, dan harga beli roti adalah $ 0,50, maka keseimbangan uang riil adalah 20 roti. Yaitu, pada bunga berlaku persediaan uang dalam perekonomian mampu membeli 20 roti. Fungsi permintyaan uang (money demand function) adalah persamaan yang menunjukkan apa yang menentukan kuantitas keseimbangan uang riil yang ingin ditahan orang. Fungsi permintaan uang sederhana adalah

(M/P)d = kY
Dimana K adalah konstanta yang menyatakan banyak uang yang ingin ditahan orang untuk setiap dolar pendapatan. Persamaan ini menyatakan bahwa kuantitas keseimbangan uang riil yang di inginkan adalah proporsional terhadap pendapatan riil. Keseimbangan riil yang diinginkan adalah proporsional terhadap pendapatan riil. Fungsi permintaan uang mirip dengan fungsi poermuntaan untuk barang tertentu. Disini “barang“ adalah kenyamanan mempertahankan keseimbangan uang riil. Sama memiliki mobil akan mempermudah seseorang bepergian, memegang uang mempermudah orang untuk melakukan transaksi. Karena itu, pendapatan yang lebih tinngi mendorong permintaan yang lebih besar terhadap keseimbangan uang riil.

HIPERINFLASI
N. Gregory Mankiw (2005;98), hiperinflasi sering didefinisikan sebagai inflasi yang melebihi 50 % per bulan, atau lebih dari 1% per hari. Dimajemukkan selama berbulan-bulan, tingkat inflasi ini mengarah kenaikan besar-besaran dalam tingkat harga. Tingkat inflasi 50% per bulan menunjukkan kenaikan lebih dari 100 kali lipat dalam tingkat harga selama setahun, dan kenaikan lebih dari 2 juta kali selama 3 tahun.


KEBIJAKAN MONETER (Monetary Policy)
Paul A. Samuelso & William D. Nordhaus (1991;251-256), kebijakan moneter dapat menimbulkan pengaruh yang berbeda dalam jangka yang pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, dengan kurva penawaran agregat yang relative datar, hampir setiap perubahan dalan permintaan agergat akan mempengaruhi output dan hanya sebagian kecil saja yang akan mempengaruhi harga. Dalam jangka panjang, begitu kurva penawaran agregat menjadi lewbih vertical, maka setiap pergeseran moneter akan mengakibatkan perubahan yang besar terhadap tingkat harga dan tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan output. Dalam kasus yang sebaliknya dimana perubahan jumlah uang yang beredar hanya mempengaruhi variable nominal, dan tidak mempunyai pengaruh terhadap variable riil, kita mengatakan bahwa uang adalah bersifat netral. Hampir setiap pergeseran moneter dunia yang nyata selalu meninggalkan jejak yang nyata didalam catatan sejarah.
Cara kerja kebijakan moneter dalam menegndalikan pengeluaran:
Pertama, Bank Sentral mengurangi cadangan bank, dengan menjual surat berharga pemerintah kepasaer terbuka. Langkah ini akan mengubah neraca sistem perbankan dengan mengurangi total cadangan bank.
Setiap pengurangan satu dolar cadangan bank tersebut manghasilkan kontraksi dalam rekening giro, sehingga pada akhirnya juga mengurangi jumlah uang yang beredar.
Pengurangan jumlah uang beredar akan cenderung meningkatkan tingkat suku bunga dan memperketat syarat-syarat kredit.
Dengan suku bunga yang lebih tinggi dan kekayaan yang lebih rendah, maka pengeluaran yang sensitive terhadap suku bunga, khususnya investasi akan cenderung turun.
Pada akhirnya, tekanan uang ketat, dengan pengurangan permintaan agregat, akan menurunkan pendapatan, output, kesempatan kerja, dan inflasi.
Dalam N. Gregory Mankiw (2005; 770), kebijakan moneter (monetary policy) adalah tingkat pengenaan pajak (taxiation) dan tingkat pembelian pemerintah merupakan instrument kebijakan pemerintah, begitu pula jumlah uang yang beredar. Control atas uang yang beredar.


MEDIA PERTUKARAN (Medium of Exchange)
Paul A. Samuelson & William D. Nordhaus (1991;74), sebagai media pertukaran (medium of exchange), uang adalah apa yang kita gunakan untuk membeli barang dan jasa. “uang ini adalah lat tukar yang sah untuk seluruh transaksi, public dan perseorangan”.
OPERASI PASAR-TERBUKA (Open Market Operation)
N. Gregory Mankiw (2005;77), cara utama fed mengendalikan jumlah uang yang beredar adalah operasi pasar-terbuka (open-market operation) pembelian dan penjualan obligasi pemerintah. Ketika ingin meningkatkan jumlah uang beredar, fed menggunakan sebagian dari dolar yang dimiliki untuk membeli obligasi pemerintah dari masyarakat. Karena dolar ini keluar dari fed dan masuk ketengah public, maka pembelian ini meningkatkan kuantitas uang dalam sirkulasi. Sebaliknya, ketika ingin mengurangi jumlah uang beredar, fed

UANG (Money)
Paul A. samuelson & William D. Nordhaus (1991;193), uang adalah segala sesuatu yang bersifat sebagai media pertukaran atau alat pembayaran yang diterima secara umum.
Pada mulanya, uang berbentuk komoditi, namun kemudian berevolusi kedalam bentuk mata uang kertas & cek. Semuanya memiliki hakikat yang sama : yakni kedua diterima sebagai alat pembayaran untuk barang dan jasa.
Ketika Stanly Jevons, dalam buku yang paling awal mengenai uang, ingin menggambarkan langkah raksasa yang dibuat oleh masyarakat tertentu sewaktu berpindah dari pertukaran dengan barter ke penggunaan uang, ia merasa tidak ada yang lebih baik lagi dari pada dengan mengungkapkan pengalamannya.
Uang komoditi. Uang sebagai alat tukar pertama-tama dikenal dalam sejarah manusia dalam bentuk komoditi. Berbagai komoditi pernah berfungsi sebagai uang, misalnya: ternak, tembakau, minyak zaitun, bir atau anggur, tembaga, besi, emas, perak, cicin, permata, dan rokok.
Uang kertas. Masa uang komoditi beralih ke masa uang kertas. Sifat hakikat uang sekarang menjad persoalan mendasar. Uang diinginkan tidak untuk manfaatnya sendiri tetapi untuk barang yang bisa dibelinya. Kita tidak berkeinginan untuk menghabiskan uang secra langsung; tetapi kita menggunakanna dengan cara melepaskannya.
Uang Bank atau uang Giral. Yang terakhir sekarang ini merupakan abad uang bank-cek yang ditulis untuk deposito atau rekening bank atau lembaga-lembaga keuangan lainnya. Cek diterima untuk pembayaran berbagai barang dan jasa.
Dalam N. Gregory mankiw (2005;73), ketika kita mengatakan bahwa seseorang memiliki banyak uang, kita biasanya mengartikan bahwa ia kaya. Sebaliknya, para ekonom  menggunakan idtilah uang dalam cara yang lebih khusus. Bagi seorang ekonom, uang yang tidak mengacuh pada seluruh kekayaan tetapi hanya salah satu jenis dari kekayaan : uang adalah persediaan asset yang dapat dengan segera digunakan untuk melakukan transaksi. Jadi, dolar ditangan masyarakat membentuk persediaan uang nasional.

JUMLAH UANG BEREDAR (Money Supply)
Paul A. Samuelson & Willian D. Nordhaus (1991;196-197), agregat moneter utama merupakan ukuran kuantitatif dari uang beredar. Saat ini agregat moneter dikenal sebagai M1, M2, dan seterusnya bisa dibaca pergerakannya dari minggu ke minggu pada suarat kabar, bersamaan dengan komentarnya yang cemerlang tentang arti dari gerak-geriknya.
Uang Transaksi (M1). Tolak ukur yang palinga utama dan diamati dengan teliti adalah uang transaksi atau M1, yang berarti terdiri dari unsur-unsur yang digunakan sesungguhnya dalam transaksi. Berikut ini adalah unsur-unsur M1.
Uang koin / logam. M1 termasuk uang koin yang tidak langsung/tidak dipegang oleh bank sentral.
Uang kertas. Jenis uang kedua yang leih penting adalah uang kertas. Kita kenal uang kertas kita dengan gambar pahlawan atau lambang  Garuda, tanda tangan Gubernur dan Direktur Bank Indonesia, dan yang terpenting, setiap lembar bertuliskann nilainya. Kertas dan logam itu adalah uang dan karena kita menerimanya sebagai uang. Dengan perkataan lain, pemrintah mengumumkan bahwa uang kertas dan uang logam tersebut adalah legal tender dan harus diterima untuk pembayaran hutang, transaksi umum dan transaksi pribadi.
Jumlah koin dan uang kertas, dinamakan uang karta adalah sekitar seperangkat dari M1 atau total uang transaksi.
Rekening giro (Checkhing Accounts). Komponen uang transaksi yang ketiga adalah rekening giro atau uang giral (bank money). Ini merupakan dana yang disimpan dibank dan lembag keuangan lainnya, yang mana kita dapat membayar suatu transaksi dengan cara menulis dan menandatangani cek. Secara teknis biasanya disebut sebagai demand deposit dan “other checkable deposit”.
N. Gregory Mankiw (2005;76), jumlah uang yang beredar disebut jumlah uang yang beredar (money supply). Dalam perekonomian yang menggunakan uang komoditas itu, jumlah uang beredar adalah jumlah dari komoditas itu. Dalam perekonomian yang menggunakan uang atas-unjuk, seperti sebagai perekonomian dewasa ini, pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar : peraturan resmi member pemerintah hak untuk monopoli percetakan uang.

PERPUTARAN UANG TRANSAKSI (Transaction Velocity of Money)
N. Gregory Mankiw (2005;79), perputaran uang transaksi adalah mengukur tingkat dimana uang bersiklus dalam perekonomian, dengan kata lain, perputaran menyatakan berapa kali uang berpindah tangan dalam priode waktu tertentu.

PERSAMAAN KUANTITAS (Quantity Equation)
N. Gregory Mankiw (2005;79), orang memegang uang untuk  membeli barang dan jasa. Semakin banyak uang yang mereka butuhkan untuk bertransaksi, semakin banyak uang yang mereka pegang. Jadi, kuantitas uang dalam prekonomian sangat erat kaitannya dengan jumlah uang yang dipertukarkan dalam transksi.
Hubungan diantara transaksi dan uang ditunjukkan dalam persamaan berikut, yang disebut persamaan kuantitas (quantity equation) :
Uang x Perputaran = Harga x Transaksi
M     x      V           =     P    x       T
Sisi kanan dari persamaan  kuantitas menyatakan transaksi. T menunjukkan total jumlah transaksi selama periode waktu tertentu, katakanlah setahun. Dengan kata lain T adalah berapa kali dalam setahun barang dan jasa dipertukarkan dengan uang. P adalah berpa haraga transaksi . PT, sama dengan jumlah dolar yang dipertukarkan dalam setahun.
Sisi kiri merupakan kuantitas menyataka uang digunakan untuk melakukan transaksi. M adalah kuantitas uang . V adalah perputaran uang transaksi dan mengukur tingakat dimana uang bersirkulasi dalam perekonomian.

PERPUTARAN UANG PENDAPATAN (Income Velocity Of Money)
N. Gregory Mankiw (2005;79), ketika mempelajari perang uang dalam perekonomian, para ekonom biasanya menggunakan versi diatas. Persamaan pertama mangandung masalah, yaitu bahw jumlah transaksi sulit diukur. Untuk memecahkan masalah ini, jumlah transaksi T diganti dengan outout total dari perekonomian Y.
Transaksi dan output sangat berkaitan, karena semakin  banyak perekonomian berproduksi, semakin banyak barang dibeli dan dijual. Namun demikian, keduanya tidak sama. Ketika seseorang menjual mobil bekas untuk orang lain, misalnya, mereka melakukan transaksi dengan menggunkan uang, nilai uang dari transaksi adalah personal terhadap nilai uang dari output.
Jika Y menyatakan jumlah output dan P menyatakan harga satu unit output, maka nilai uang dari output adalah PY. Kita sudah mengenal variable ini ketika membahas pos pendapatan nasional : Y adalah GDP Riil, P adalah deflor GDP, dan Y adalah GDP nominak. Persamaan kuantitas menjadi
Uang x Perputaran = Harga x Output
  M    x     V            = P        x    Y
Karena Y juga merupakan pendapatan total, V dalam persamaan kuantitas versi ini disebut perputaran uang pendapatan. Perputaran uang pendapatan menyatakan berapa kali uang masuk kedalam pendapatan seseorang dalam periode waktu tertentu. Persamaan kuantitas versi ini adalah yang paling umum, dan satu-satunya persamaan yang akan digunakan sejak saat ini.

PERSAMAAN FISHER DAN EFEK FISHER (Fisher Equation Fisher Effect)
N. Gregory Mankiw (2005;86-87), kalau kita atur  kembali persamaan tingkat bunga riil, kita bisa melihat bahwa tingkat bunga nominal adalah jumlah tingkat bunga riil dan tingkat inflasi.
I = r +
Persamaan diatas disebut persamaan fisher diambil dari nama belakang ekonomi Irving Fisher (1867-19947). Persamaan itu menunjukkan tingkat bunga bisa berubah karena dua alas an : karena tingkat bunga riil berubah atau karena tingakat inflasi berubah.
Teori kuantitas dan persamaan Fisher sama-sama menyatakan bagimana pertumbuhan uang mempengaruhi tingkat bunga nominal. Menurut teori kuantitas, kenaikan dalam tingakat pertumbuhan uang sebesar 1% menyebutkan kenaikan 1% dalam tingkat inflasi. Menurut persamaan Fisher, kenaikan 1% dalam tingkat inflasi sebaliknya menyebabkan kenaikan 1% dalam tingkat bunga nominal. Hubungan satu untuk satu antara tingkat infasi dan tingkat bunga nominal disebut efek Fisher (Fisher Effect).

REKENING GIRO (Demand Deposit Seigniorage)
Paul A. Samuelson & William D. Nordhaus (1991;1996-1997), rekening giro (checking Account) koomponen uang transaksi yang ketiga adalah rekening giro atau uang giral (bank money). Ini merupakan dana yang disimpan dibank dan lembaga keuangan lainnya, yang mana kita dapat membayar suatu transaksi dengan cara menulis dan menandatagani cek. Secara teknis biasanya disebut sebagai demand deposits dan “other checkable deposits”. Simpanan / deposito ini sama halnya seperti alat tukar yang lain. Karena memiliki cirri-ciri uang, rekening giro pada bank haruslah dihitung sebagai uang transaksi, yaitu sebagai bagian dari M1.
N. Ggregory Mankiw (2005;77-78), jenis asset kedua yang digunakan dalam transaksi adalah rekenig giro dana yang dipegang orang dalam rekening ceknya. Jika sebagian besar penjual menerima cek pribadi, asset dalam rekening cek hampir sama mudahnya digunakan dengan mata uang. Dalam kedua kasus, asset tersebut siap untuk memfasilitasi transaksi. Karena itu, rekening giro ditambahkan kemata uang ketika mengukur kuantitas uang.
Sekai lagi menerima logika memasukkan rekening giro kedalam persediaan  uang terukur, banyak asset lain yang juga bisa dimasukkan. Data dalam rekening tabungan, misalnya, bisa dengan mudah ditransfer menjadi rekening cek, aset ini hampir sama enaknya dipergunakan untuk transaksi. Pasar uang reksadana membolehkan investor menulis cek dari rekening mereka, meskipun kadang-kadang berlaku batasan dengan melihat besarnya cek atau jumlah cek yang ditulis. Karena bisa dengan mudah digunakan untuk transaksi, asset ini bisa dimasukkan dalam kuantitas uang.




TINGKAT BUNGA RIIL EX ANTE DAN EX POST (Ex Ante and Ex Post Interest Rates)
N. Gregory Mankiw (2005;88-89), ketika pemberian pinjaman dan peminjam menyepakati tingkat bunga nominal, mereka tidak tahu berapa tingkst inflasi atas kesepakatan pinjaman itu. Karen itu, kita harus menbedakan antara dua konsep tingkat bunga riil: tingkat bunga riil yang diharapkan pemberi pinjaman dan peminjam ketika kesepakatan dibuat, disebut tingakt bunga riil ex ante, dan tingkat bunga riil yang terealisasi secara nyata, disebut tingakat bunga riil ex post.
Meskipun pemberi pinjamanndan peminjam tidak bisa memprediksi inflasi masa depan dengan pasti, mereka memiliki ekspektasi terhadap tingkat inflasi. Kita nyatakan  sebagi inflasi masa depan actual dan e sebagai ekspektasi terhadap inflasi masa depan. Tingkat bunga riil ex ante adalah i – e, dan tingkat bunga bunga riil ex post adalah i – . Dua tingkat bunga riil berbeda ketika inflasi actual berbeda dari inflasi yang diharapkan.
Bagaimana pebedaan antara nflasi actual atau inflasi yang ditarapkan memodifikasi efek Fishe? Yang jelas, tingkat bunga nominal tidak diketahui ketika tingakt bunga nominal ditetapkan. Tingkat bunga nominal  hanya bisa menyasuaikan inflasi aktul, karena inflasi actual tidak diketahui ketika tingkat bunga nominal ditetapkan. Efek Fisher dinyatakan dengan
i = r + e
Tingkat bunga riil ex ante, r ditentukan oleh ekuilibrium dipasar barang dan jasa, tingkat bunga nominal bergerak dengan satu untuk satu dengan pertumbuhan dalam inflasi yang diharapkan e.

UANG ATAS-UNJUK (Fiat Money)
N. Gregory Mankiw (2005;74), uang memiliki banyak bentuk. Dalam perkonomian AS kita melakukan transaksi dengan sesuatu, yang fungsi tunggalnya adalah bertindak seperti uang: uang dolar (dollar bills). Kertas hijau dengan potret kecil dari orang-orang terkenal, Amerika ini akan memiliki nilai yang kecil jika tidak diterima sebagi uang. Uang yang tidak memiliki nilai intrinsic disebut uang atas-unjuk (fiat money) karena ditetapkan sebagi uang sebagai dekrit pemerintah atau atas unjuk pemerintah.


UANG KOMODITAS (Commodity Money)
N. Gregory Mankiw (2005;74), meskipun uang atas unjuk sudah menjadi kebiasaan disebagian besar masyarkat telah menggunakan komoditas dengan nilai intrinsic sebagai uang. Uang ini disebut uang komoditas (commodity money). Contoh uang komoditas yang paling banyak digunakan adalah emas.


PENYIMPANAN NILAI (Store of Value)
N. Gregory Mankiw (2005;73), uang adalah cara mengubah daya beli dari masa kini kemasa depan. Jika harga meingkat, maka jumlah yang bisa dibeli dengan jumlah uang tertentu menurun. Namun, begitu orang memegang uang karena mereka mereka bisa membelanjakannya untuk mendapatkan barang dan jasa pada suatu saat dimasa depan.



















KESIMPULAN
1.      Uang adalah persediaan asset yang digunakan untuk trasaksi. Uang bertindak sebagai penyimpan nilai, untuk hidup, dan media pertukaran. Bentuk-bentuk asset yang berbeda digunakan sebagai uang. Dalam perekonomian modern, bank sentra seperti Federal Reserve  dan Bank Indonesia bertanggung jawab untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar.
2.      Tingkat bunga nominal adalah biaya oportunitas dari memegang uang. Jadi, oarng bisa mengahrpakan permintaan terhadap uang bergantung pada tingkat bunga nominal. Jika demikian, maka tingkat bunga bergantung pada kuantitas uang sekarang dan kuantitas uang diharapkan dimasa depan.
3.      Tingkat bunga nominal adalah jumlah tingakt bunga riil dan tingkat infalsi. Efek Fisher mengatakan bahwa tingkat bunga nominal bergarak satu untuk satu dengan inflasi yang nominal.
4.      Inflasi adalah kenaikan harga secara umum. Salah satu keuntungan dari inflasi adalah menigakatkan fungsi pasar tenaga kerja  dengan memperbolehkan upah riil yang mencapai level ekuilibrium tanpa memetong upah nominal.
5.      Selama hiperinflasi, sebagian besar dari biaya infalsi menjadi lebih parah. Hiperiflasi bisanya dimulai ketika  pemerintah madani deficit anggarn y;ang besar dengan mencetak uang. Hiperinflasi berakhir ketika reformasi fiscal mengahpuskan kebutuhan terehadap seiginorge.
6.      Menurut teori ekonomi klasik, uang adalah netral : jumlah uang beredar tidak mempengaruhi variable-variabel riil. Karena itu,  teori klasik membolehkan kita mempelajari bagaimana variable-variabel riil ditentukan tanpa referensi apa pun tentang uang beredar. Ekuilibrium dalam pasar uang kemudian menentukan tingakt harga dan akibatnya, selurh variable nominal lain. Pemisahnteoritis dari variable-variabel riiil da nominal ini disebut dikotomi klasik.
7.      Permintaan akan uang beredar dengan permintaan akan komoditi-komoditi lain. Uang dipegang oleh masyarakat karena kegunaannya secara tidak langsung dibandingkan dengan kegunaannya secara langsung. Tetapi jumlah uang yang dipegang terbatas, karena menyimpan dalam bentuk uang disbanding dalam bentuk lain ada biayanya (apportunity cost) : jika kita memegang  uang kita mengorbankan perolehan bunga.
DAFTAR PUSTAKA

Nanga, Muana. 2001. Makroekonomi, Edisi Perdana : PT Raja Grapindo Persada. Jakarta.
Outline’s, easy, Schaum’s. 2004. Prinsip-prinsip Ekonomi : Erlangga. Jakarta.
Mankiw, N. Gregory. 2005. Teori Makroekonomi, Edisi Kelima : Erlangga. Jakarta.
Samuelson, A. Paul dan Nordhaus D. William. Makroekonomi, Edisi Keempatbelas : Erlangga. Jakarta.











Mengetahui                                                                                        Mahasiswa,
Petugas Perpustakaan


                                                                                                             
NIP.                                                                                                    NIM.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013