Sabtu, 10 Maret 2012

TEORI EKONOMI MAKRO bab9

LEMBAR KERJA MAHASISWA

NAMA

TUGAS KE

NIM
106404043
PRODI
PENDIDIKAN IPS TERPADU
MATA KULIAH
TEORI EKONOMI MAKRO
SKS

POKOK BAHASAN

ISI
( N. Gregory Mankiw 2006 : 296-314)
1.      Guncangan Penawaran
1.Guncangan penawaran (supply shock) adalah guncangan pada perekonomian yang bisa mengubah biaya produksi barang serta jasa dan akibatnya, mempengaruhi harga yang dibebankan perusahaan kepada konsumen.
Contoh: hama menghancurkan pertanian. Penurunan penawaran makanan mendorong harga makanan naik.
2.Guncangan penawaran adalah guncangan pada perekonomian yang bisa mengubah biaya produksi barang serta jasa dan akibatnya, mempengaruhi harga yang diberikan perusahaan pada konsumen. Karena memiliki dampak yang langsung terhadap tingkat harga, guncangan penawaran kadang-kadang disebut guncangan harga.
Ø  Penawaran agregat
Penawaran agregat (aggregate supply) Adalah hubungan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan  dan tingkat harga. Karena perusahaan yang menawarkan barang dan jasa memiliki harga yang fleksibel dalam jangka panjang tetapi harga yang kaku dalam jangka pendek, hubungan penawaran agregat bergantung pada horizon waktu. Kita perlu membahas  dua penawaran agregat yang berbeda : kurva penawaran agregat jangka panjang (long-run aggregate supply) LRAS dan kurva penawaran agregat jangka pendek (short-run aggregate supply) SRAS. Kita juga perlu membahas bagaimana perekonomian melakukan transisi dari jangka pendek ke jangka panjang.

Dalam jangka panjang, kurva penawaran agregat berwujud vertical karena output di tentukan oleh jumlah modal dan tenaga kerja serta ketersediaan teknologi, tetapi tidak oleh tingkat harga. Karena itu, pergeseran permintaan agregat mempengaruhi tingkat harga tetapi tidak output atau kesempatan kerja.
Dalam jangka pendek, kurva penawaran agregat  adalah horizontal, karena upah dan harga kaku pada tingkat yang sudah  ditentukan sebelumnya. Karena itu, pergeseran dalam permintaan agregat mempengaruhi output dan kesempatan kerja.

Ø  Guncangan Permintaan agregat
Contoh dari guncangan  permintaan: peluncuran dan penyebarluasan kartu kredit. Karena merupakan cara yang lebih nyaman untuk melakukan pembelian daripada menggunakan uang tunai, kartu kredit mengurangi jumlah uang yang ingin dipegang orang.penurunan permintaan uang ini ekuivalen dengan kenaikan perputaran uang. Ketika setiap orang  memegang lebih sedikit uang, parameter permintaan uang k turun. Artinya, setiap dolar beralih dari tangan ke tangan dengan cepat, sehingga perputaran V(=1/k) meningkat.
Ø  Guncangan Penawaran agregat
Guncangan pada penawaran agregat, sebagaimana guncangan dalam permintaan agregat, dapat menyebabkan fluktasi ekonomi. Guncangan penawaran adalah guncangan pada perekonomian yang bisa mengubah biaya produksi barang serta jasa dan akibatnya, mempengaruhi harga yang dibebankan perusahaan kepada konsumen. Karena memiliki dampak yang langsung terhadap tingkat harga, guncangan penawaran kadang-kadang disebut guncangan harga. Berikut adalah beberapa contoh:
Æ  Kenaikan agresivitas serikat pekerja. Ini mendorong kenaikan upah dan harga barabg-barabg yang diproduksi oleh pekerja serikat pekerja.
Æ  Hama yang menghancurkan pertanian. penurunan penawaran makanan mendorong harga makanan naik.
Æ  Organisasi kartel minyak internasional. Dengan membatasi persaingan, produsen minyak utama bisa meningkatkan harga minyak tanah.
Æ  Undang-undang perlindungan lingkungan baru yang menuntut perusahaan mengurangi emisi polusinya. Perusahaan membebankan tambahan biaya pada pelanggan dalam bentuk harga yang lebih tinggi.
Seluruh peristiwa ini adalah guncangan penawaran yang memperburuk (adverse supply shock), yang berarti meningkatkan biaya dan harga. Guncanagan penawaran  yang menguntungkan, seperti bubarnya kartel minyak internasional, mengurangi biaya dan harga.

Peristiwa ini merupakan guncangan penawaran yang memperburuk (adverse supply shock), yang berarti meningkatkan biaya dan harga. Jika AD dipertahankan konstan, kurva SRAS bergeser ke atas: tingkat harga naik dan jumlah output turun di bawah tingkat alamiah. Peristiwa ini dikenal dengan istilah stagflasi, karena mengkombinasikan stagnasi (penurunan output) dengan inflasi (kenaikan harga).
2.      kebijakan yang mengendalikan permintaan agregat dalam hal ini menghadapi 2 pilihan yang sulit.
Opsi pertama adalah mempertahankan permintaan agregat konstan. Dalam kasus ini, output dan kesempatan kerja lebih rendah dari tingkat alamiah. Secara bertahap, harga akan turun untuk mencapai full employment pada tingkat harga lama. Tetapi akibat proses ini adalah resesi yang parah.
Opsi yang kedua adalah memperluas permintaan agregat untuk membawa perekonomian ke arah tingkat alami secara lebih cepat. Guncangan penawaran yang memperburuk (adverse supply shock) menggeser kurva SRAS ke atas, tetapi Bank Sentral mengakomodasi guncangan itu dengan meningkatkan AD, yang mengakibatkan tingkat harga yang lebih tinggi secara permanen, tetapi tidak ada perubahan output.
Seluruh peristiwa ini adalah guncangan penawaran yang memperburuk (adverse supply shock), yang berarti meningkatkan biaya dan harga. Guncangan penawaran yang menguntungkan, seperti kartel minyak internasional, mengurangi biaya dan harga.

KEBIJAKAN STABILISASI
1.      Lambannya implementasi dan dampak kebijakan
Para ekonomi membedakan dua kelambanan dalam pelaksaaan kebijakan stabilisasi tersebut :
a.      Kelambanan luar (outside lags) adalah waktu anatara tindakan kebijkan dan pengaruhnya terhadap perekonomian. Kelambanan ini muncul karena kebijakan yang dibuat tidak segera mempengaruhi pengeluaran, pendapatan, dan kesempat kerja
b.      Kelambanan dalam (inside lags) adalah waktu antara guncangan terhadap perekonomian dan tindakan kebijakan dalam menghadapinya. Kelambanan ini muncuk karena para pembuat kebijakan membutuhkan waktu untuk menyadari bahwa sebuah guncangan telah terjadi dan kemudian mengeluarkan kebijakan yang tepat..
Kelambanan dalam yang panjang adalah masalah sentral ketika kebijakan fiskal digunakan untuk stabilisasi ekonomi. Kebijakan moneter memiliki kelambanan akdalam yang jauh lebih pendek daripada kebijakan fiskal, karena bank sentral bisa memutuskan dan menerapkan perubahan kebijakan kurang dari sehari, tetapi kebijakan moneter memiliki kelambanan luar yang cukup besar.
2.      Sulitnya menentukan pendikator ramalan ekonomi
Salah satu yang digunakan para peramal (forecaster) untuk melihat ke depan adalah dengan indikator utama (leading indicator). Indikator utama adalah data seri yang biasa berfluktuasi terlebih dahulu dari suatu perekonomian. Penurdinunan besar dalam suatu indikator utama menandai akan terjadinya resesi dalam beberapa bulan ke depan. Cara lain yang digunakan para peramal adalah dengan model makroekonometrik, yang telah dikembangkan oleh lembaga-lembaga pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta untuk peramalan dan analisis kebijakan.
Seperti ramalan cuaca, ramalan ekonomi merupakan masukan penting bagi pembuat keputusan swasta dan publik. Eksekutif  bisnis mengandalkan ramalan ekonomi ketika memutuskan jumlah produksi dan besarnya investasi dalam pabrik serta peralatan.

Para pembuat kebijakan pemerintah juga mengandalkan ramalan ekonomi ketika mengeeembangkan kebijakan ekonomi. namun seperti halnya ramalan cuaca, ramalan ekonomi jauh lebih tepat.
HUKUM OKUN
Menurut N. Gregory Mankiw (2006:248) hukum okun adalah relasi negatif antara pengangguran dan GDP. Hukum okun merupakan pengingat bahwa faktor-faktor yang menentukan siklus bisnis pada  jangka pendek sangat berbeda dengan faktor-faktor yang membentuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Hukum Okun (Okun’s law) merupakan hubungan negatif antara pengangguran dan GDP Riil, yang mengacu pada penurunan dalam pengangguran sebesar 1 persen dikaitkan dengan pertumbuhan tambahan dalam GDP Riil yang mendekati 2 persen.
Menurut Paul A Samuelson (1992:286) okun’s law merupakan kaitan antara gerakan siklikal GNP dengan pengangguran, yang diungkapkan oleh Arthur Okun. Kaidah ini menyatakan bahwa bila GNP aktual turun 2 persen di banding GNP potensial, tingkat pengangguran akan meningkat sekitar 1 persen.

PERMINTAAN AGREGAT
            Menurut Paul A. samuelson (1992:90) permintaan agregat atau agregat demand adalah jumlah seluruh sektor yang berbeda yang ada dalam perekonomian yang bersedia berbelanja selama periode tertentu. Permintaan agregat adalah jumlah pembelanjaan semua individu, perusahaan dan segenap agen atau perilaku ekonomi lainnya. Tingkat permintaan agregat di tentukan oleh tingkat harga, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan berbagai faktor lainnya. Dengan kata lain, permintaan agregat menghitung total pembelanjaan yang dilakukan oleh berbagai sektor atau pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian (negara) secara keseluruhan.
            Menurut N. Gregory Mankiw (2006:256) permintaan agregat (agregate demand) adalah hubungan antara jumlah output yang diminta dengan tingkat harga agregat. Dengan kata lain kurva permintaan agregat menyatakan jumlah bbarang dan jasa yang ingin dibeli orang pada setiap tingkat harga.

           
KESIMPULAN

1.    permintaan agregat (agregate demand) adalah hubungan antara jumlah output yang diminta dengan tingkat harga agregat. Dengan kata lain kurva permintaan agregat menyatakan jumlah barang dan jasa yang ingin dibeli orang pada setiap tingkat harga.


2.    hukum okun adalah relasi negatif antara pengangguran dan GDP. Hukum okun merupakan pengingat bahwa faktor-faktor yang menentukan siklus bisnis pada  jangka pendek sangat berbeda dengan faktor-faktor yang membentuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Hukum Okun (Okun’s law) merupakan hubungan negatif antara pengangguran dan GDP Riil, yang mengacu pada penurunan dalam pengangguran sebesar 1 persen dikaitkan dengan pertumbuhan tambahan dalam GDP Riil yang mendekati 2 persen.


3.    Guncangan penawaran adalah guncangan pada perekonomian yang bisa mengubah biaya produksi barang serta jasa dan akibatnya, mempengaruhi harga yang diberikan perusahaan pada konsumen. Karena memiliki dampak yang langsung terhadap tingkat harga, guncangan penawaran kadang-kadang disebut guncangan harga.










DAFTAR PUSTAKA

N. Gregory Mankiw. 2006. Makroekonomi Edisi 6, Erlangga:Jakarta
Samuelson paul A. 1992. Makroekonomi. Erlangga:Jakarta













Mengetahui
Petugas Perpustakaan                                                                               Mahasiswa                                            



                                                                                                            ­­­­__________________
NIP.                                                                                                    NIM.


Reaksi:

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013