Selasa, 13 Maret 2012

UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Dewasa ini uang dalam wujudnya terdiri dari lembaran – lembaran kertas dan kepingan – kepingan logam yang dicetak dan dicap yang pengaruhnya amat besar dalam kehidupan manusia.. Dalam kegiatan ekonomi, uang mempunyai perananan yang sangat penting. Dengan adanya uang kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar. Uang digunakan oleh masyarakat untuk membeli barang atau jasa yang dibutuhkan. Uang juga digunakan untuk menyimpan kekayaan dan untuk membayar hutang. Apa yang terjadi jika di dunia ini tidak ada uang? Tentu manusia menjadi repot. Jika tidak ada uang, kita mungkin akan membayar iuran sekolah dengan kelapa, beras, ayam, kambing atau barang lainnya. Oleh karena itu semakin besar jumlah uang yang diperoleh maka makin puaslah seseorang karena barang yang diperolehnya akan semakin banyak.
Sistem keuangan modern dengan uang kertas, uang logam, cek, dan kartu kredit tidak tercipta dalam sekejap mata. Uang sebagai alat pembayaran yang sah tidak tercipta dalam waktu yang sekejap  Diperlukan waktu berabad – abad sampai orang menemukan sistem keuangan seperti pada zaman modern seperti ini. Melihat semakin berkembangnya uang dan semakin banyaknya peredaran uang di Negara kita, sangatlah penting adanya lembaga keuangan di Negara kita, entah itu sebagai tempat menyimpan atau meminjam guna membuka usaha demi meningkatkan taraf hidup masyarkat
Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk menulis makalah mengenai  “ UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN “

B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang dipaparkan di atas, maka penulis merumuskan, pokok permasalahan :
1.      Apakah yang dimaksud dengan uang ?
2.      Bagaimana sejarahnya sehingga kita dapat mengenal uang ?
3.      Mengapa uang menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia ?
4.      Apakah sebenarnya arti dan makna uang bagi kehidupan manusia ?
5.      Apakah yang dimaksud dengan Lembaga Keuangan ?
6.      Bagaimana hubungan uang dengan lembaga keuangan yang berdiri di Negara kita ?
C.   Tujuan dan Manfaat penulisan
1.    Tujuan Penulisan
Penulisan ini dilakukan untuk mengetahui pentingnya arti uang dalam kehidupan perekonomian manusia dan hubungan uang itu sendiri dengan lembaga keuanagn di Negara kita.

2.    Manfaat Penulisan
Dengan mengetahui pentingnya arti uang dalam kehidupan perekonomian manusia dan hubungan uang itu sendiri dengan lembaga keuanagn di Negara kita diharapkan dapat memperkaya pengetahuan tentang cara meningkatkankan taraf kehidupan dengan mengelola keuangan dengan sebaik – baiknya.
.
D.   Metodologi Penulisan
Metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan misalnya untuk menguji serangkaian hipotesa, dengan menggunakan teknik serta alat – alat tertentu. Dalam penelitian ini digunakan metode kepustakaan.









BAB II
1.  PEMBAHASAN
A.       UANG
a)     Pengertian Uang
Uang adalah suatu benda dengan satuan hitung tertentu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dalam berbagai teransaksi dan berlaku di dalam wilayah tertentu. Demikian pentingnya fungsi uang, sehingga keberadaan uang di suatu Negara diatur dengan undang – undang.
Beberapa pengertian uang yang dikutip oleh beberapa ahli :
Ø  Albert Gailort Hart
Dalam bukunya yang berjudul Money Debt And Economic Activity, ia mendefinisikan uang sebagai suatu kekeyaan yang dimilki untuk dapat melunasi utang dalam jumlah tertentu dan pada waktu yang tertentu pula.
Ø  A. C. Pigou
Dalam bukunya yang berjudul The Veil Of Money, ia mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum digunakan sebagai alat tukar menukar.



Ø  H. Robertson

Dalam bukunya yang berjudul Money, ia mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum di terima dalam pembayaran barang dan jasa.
Ø   R. S. Sayers
Dalam bukunya Modern Banking, ia menyebutkan bahwa uang adalah segala sesuatu bagi pembayaran utang.
Ø   Rollin G. Thomas
Dalam bukunya yang berjudul Our Modern Banking and Monetary System, ia menyebutkan bahwa uang adalah segala sesuatu yang tersedia dan umumnya diterima umum sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang dan jasa, serta untuk pelunasan utang.
Ø   Walker
Ia mendefinisikan uang dengan mengatakan “ Money is what money does “ artinya uang adalah semua hal yang dapat dilakukan oleh uang itu. Dengan kata lain, uang adalah uang karena fungsinya sebagai uang dan bukan karena fungsi – fungsi lain.
 Gambar 1.1 Uang kertas uang logam yang berlaku  sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.
Menurut Hukum, uang adalah benda yang merupakan alat pembayaran yang sah. Secara fungsional uang adalah suatu benda yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
Menurut Ensiklopedia Indonesia, uang adalah segala sesuatu yang biasanya digunakan dan diterima secara umum sebagai alat penukar atau standar penukar nilai, yaitu standar daya beli, standar uang dan garansi menanggung utang.








b)     Sejarah Lahirnya Uang
Uang yang kita kenal sekarang mempunyai sejarah yang panjang. Perkembangan uang dapat dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama, denga cara barter, tahap kedua, dengan menggunakan benda uang, tahap ketiga dengan menggunakan uang sebagai alat tukar. Dahulu manusia hidup secara nomaden (berpindah-pindah) atau semi nomaden. Segala kebutuhan hidupnya diperoleh dari alam, baik langsung maupun tidak langsung. Kebudayaan masyarakat masih sangat sederhana, sehingga hasil kebudayaannya pun sangat terbatas. Di dalam masyarakat yang sangat sederhana (primitif), orang belum mengenal atau menggunakan uang sebagai alat tukar. Pada masyarakat tradisional itu tiap orang berusaha menghasilkan sendiri apa yang dibutuhkannya. Sesuatu yang dihasilkan dari berburu, menangkap ikan, mengambil hasil hutan, dan bertani, langsung dikonsumsi oleh anggota keluarganya. Dengan kata lain, antara produksi dan konsumsi tidak ada pemisahan. Mereka bertindak sebagai produsen (penghasil) sekaligus sebagai konsumen (pemakai). Setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan kemampuannya sendiri. Kebudayaan manusia lambat laun berkembang. Seiring dengan perkembangan itu, berkembang pula kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia semakin beraneka ragam bentuknya. Akibatnya, manusia tidak lagi mampu memenuhi seluruh kebutuhannya dengan hasil karyanya sendiri, apalagi tidak semua kebutuhan dapat langsung diambil dari alam. Ketidakmampuan untuk memenuhi semua kebutuhan sendiri mendorong orang untuk berpikir, bagaimana caranya agar kebutuhannya dapat dipenuhi. Itulah sebabnya orang mulai mencari partner kerja sama, dengan tujuan untuk saling menguntungkan. Mereka saling menukarkan harta miliknya sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi. Orang yang mempunyai telur dan memerlukan beras, mencari partner yang mempunyai beras dan sekaligus memerlukan telur. Bila pemilik telur yang memerlukan beras itu menemukan orang yang mempunyai beras dan membutuhkan telur, maka terjadilah tukar-menukar barang antara orang satu dengan orang yang lain. Dengan demikian, kegiatan perekonomian dilakukan dengan cara langsung tukar-menukar barang. Dalam perekonomian disebut sistem barter. Jadi, barter adalah sistem tukar antara barang dengan barang.
Perekonomian barter merupakan suatu sistem kegiatan ekonomi masyarakat di mana kegiatan produksi dan perdagangan masih sangat sederhana, kegiatan tukar-menukar masih terbatas dan jual beli dilakukan dengan tukar-menukar barang. Dalam kenyataannya  perekonominan barter menghadapi banyak kesulitan yang dapat menghambat perkembangan perekonomian. Kesulitan  - kesulitan perekonomian barter adalah sebagai berikut.
v  Kesulitan menemukan kehendak ganda yang selaras double coincidence of wants)
Di dalam perdagangan barter diperlukan kehendak yang selaras. Artinya, setiap orang yang ingin mengadakan tukar-menukar barang dengan orang lain harus memiliki barang yang diinginkan pihak lain dan mencari barang pihak lain. Kehendak ganda tersebut secara kebetulan dapat terjadi, tetapi untuk menemukan keinginan ganda ini ternyata tidak mudah.
v   Harga atau nilai sukar ditentukan
Dalam perekonomian barter, cara menentukan harga atau nilai suatu barang harus ditentukan pada barang tersebut. Beras dan baju mempunyai harga atau nilai tukar. Permasalahan yang muncul adalah berapa kg beras dapat ditukarkan untuk mendapatkan sebuah baju? Hal demikian ini sulit ditentukan, sehingga ditemui kesulitan untuk menentukan harga atau nilai beras dan baju.

v   Pilihan pembeli dibatasi
Dalam perdagangan yang dilakukan secara barter, pihak pembeli terikat pada syarat-syarat yang ditentukan pihak lain yang memiliki barang yang diinginkannya. Misalnya, A hanya ingin menukarkan sebagian hasilnya, yaitu 100 kg gandum. Sedangkan B yang mencari gandum mempunyai sapi yang harus ditukar dengan 500 kg gandum. Dalam keadaan seperti ini A dapat memilih membatalkan pertukaran atau menukar 500 kg gandum dengan sapi.
v  Pembayaran secara kredit sulit dilaksanakan
Jual beli secara kredit yang akan dibayar dengan barang sulit dilaksanakan, karena kesulitan menentukan jenis barang yang akan digunakan untuk pembayaran. Di samping itu juga akan timbul masalah mutu atau kualitas barang yang akan digunakan untuk pembayaran.  
v  Kesulitan mengangkut dan menyimpan
Transaksi perdagangan secara barter akan menimbulkan masalah sehubungan dengan penyediaan barang-barang dalam jumlah besar. Di samping itu, menyimpan barang dalam jumlah banyak akan menimbulkan risiko. Penyimpanan barang memerlukan tempat dan biaya yang besar pula.
c)     Alat Penukaran Berupa Barang
Adanya berbagai macam kesulitan dalam perekonomian barter, menyebabkan masyarakat menetapkan benda atau barang sebagai alat perantara dalam pertukaran. Bangsa Mesir kuno dahulu, memakai gelang dan cincin sebagai uang. Inggris kuno dan negara-negara lainnya memakai potongan besi. Sedangkan bangsa Indian di Amerika menggunakan tiram sebagai uang. Pertukaran langsung barang dengan barang ternyata menghadapi banyak kesulitan. Oleh karena itu, diperlukan barang perantara yang dapat memudahkan pertukaran.

d)     Syarat Uang
Suatu benda yang dapat diterima sebagai uang harus memenuhi beberapa syarat yang berlaku umum. Artinya, syarat itu harus diterima masyarakat yang menggunakan benda tersebut sebagai uang. Syarat-syarat uang adalah sebagai berikut.
ü  Diterima umum (acceptability).
Artinya, uang diterima secara umum penggunaannya. Misalnya, sebagai alat pembayaran, alat menimbun kekayaan dan alat tukar-menukar barang dan jasa.
ü  Mudah disimpan.
Artinya, uang dapat disimpan dengan mudah, dapat dimasukkan di tempat yang kecil walaupun nilainya besar.
ü  Mudah diangkut atau mudah dibawa (portable).
Sebab, mengandung nilai besar dalam volume kecil. Misalnya, kita dapat membawa uang dengan nilai nominal besar, tetapi dalam jumlah fisik yang kecil (beberapa lembar saja).
ü  Mudah dibagi-bagi.
Artinya, mudah diatur pembagiannya menurut satuan dengan berbagai bentuk nominal untuk melancarkan transaksi jual beli tanpa mengurangi nilainya.
ü  Tidak mudah rusak (durability).
ü  Mempunyai kestabilan nilai (stability of value),
yaitu ketetapan nilai tertentu.
ü  Harus ada kontinuitas.
Artinya, kelangsungan penggunaan uang tersebut tidak dalam waktu yang relatif singkat, berganti-ganti, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap uang.
e)     Fungsi Uang
Dalam kehidupan masyarakat dewasa ini, uang memegang peranan yang sangat penting. Bahkan uang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Sulit membayangkan orang dapat hidup tanpa uang. Dalam sistem perekonomian, uang mempunyai tujuan pokok, yaitu:
ü  memudahkan pertukaran barang dan jasa,
ü  dapat menghemat waktu dan tenaga untuk melangsungkan perdagangan.
Fungsi uang, berarti kegunaan uang itu bagi setiap orang, organisasi atau masyarakat yang memilikinya. Fungsi uang yang sedemikian penting itu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: fungsi primer, fungsi sekunder, dan fungsi dinamis.
-            Fungsi Primer
Fungsi asli uang dapat dibedakan menjadi dua yaitu: uang sebagai alat tukar umum dan uang sebagai alat satuan hitung atau pengukur nilai.


1. Uang sebagai alat tukar umum ( medium of change)
Dengan uang, seseorang dapat dengan mudah menukarkannya dengan apa yang dikehendaki dan yang dibutuhkannya. Dalam hal ini, uang mempunyai daya beli. Uang dapat mempermudah pertukaran barang dan jasa, serta memperlancar perekonomian. Jadi, uang dapat ditukarkan dengan berbagai jenis barang/jasa yang diperlukan secara mudah.
2. Uang sebagai alat satuan hitung (unit of account) atau pengukur nilai (standard of value)
Satuan hitung adalah nilai suatu barang dan jasa yang dinyatakan dengan uang. Sebagai satuan hitung berarti uang dipergunakan sebagai alat untuk menunjukkan nilai barang dan jasa yang diperjualbelikan di pasar dan besarnya kekayaan yang bisa dihitung berdasarkan penentuan harga barang tersebut. Atau bahwa uang itu dipakai sebagai satuan untuk mengukur nilai tukar atau harga barang.
-            Fungsi Sekunder
Dengan adanya fungsi asli uang, muncullah fungsi-fungsi lain yang disebut fungsi turunan. Fungsi turunan dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Uang sebagai alat pembayaran yang sah (means of payment)
Pemerintah menetapkan, bahwa uang itu adalah tanda pembayaran yang sah. Artinya, uang itu harus diterima sebagai alat pembayaran yang sah. Uang berfungsi sebagai alat pembayaran yang dapat diterima oleh semua orang. Misalnya: untuk membayar pajak, gaji, jasa, denda, utang pemberian hadiah, penghargaan atas prestasi seseorang, pembelian barang, dan lain-lain.
2. Uang sebagai alat untuk menabung
Orang yang mempunyai kelebihan penghasilan dapat menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung  atau disimpan di bank. Menurut J.M. Keynes, alasan seseorang menabung uangnya dalam bentuk tunai adalah untuk melakukan transaksi, berjaga - jaga, atau spekulasi. Karena kalau orang ingin menyimpan atau menabung, maka barang yang disimpan atau ditabung adalah uang.
3. Uang sebagai alat menimbun kekayaan (store value)
Dengan uang seseorang dapat menimbun kekayaan dengan cara membeli tanah, rumah, kendaraan, dan perhiasan. Dengan uang seseorang akan lebih mudah menukarkan suatu barang dengan barang lain yang ia kehendaki.
4. Uang sebagai alat untuk menciptakan kesempatan kerja.
Orang dapat menggunakan uang untuk membuka lapangan kerja baru atau memperluas usahanya. Ia dapat mendirikan pabrik, membuka bengkel, membuka perkebunan atau usaha dagang. Semua usaha itu dapat menyerap tenaga kerja, sehingga mengurangi pengangguran. Adanya uang memungkinkan serta mendorong diadakannya spesialisasi dan pembagian kerja, yang menjadi landasan meningkatnya produktivitas dan efisiensi kehidupan ekonomi modern. Uang merupakan lambang kedudukan dalam masyarakat serta dasar kekuasaan ekonomi. Harapan untuk mendapatkan uang mendorong orang untuk bekerja dan berusaha.
5. Standar pembayaran utang (standard of deffered payment)
Uang disebut alat pembayaran yang sah, tidak hanya dalam hal jual beli barang dan jasa, tetapi juga bila tidak ada balas jasa yang langsung diterima. Misalnya orang membayar pajak kepada negara, melunasi utang, dan membayar denda.
6. Penunjuk harga
Dalam perdagangan barang dan jasa, uang itu ditetapkan sebagai penunjuk harga untuk satuan barang atau jasa.
7. Alat pembentuk modal.
Jika seseorang atau beberapa orang mendirikan atau sedang menjalankan perusahaan maka modal perusahaan itu dinyatakan dengan uang.
-            Fungsi Dinamis
Uang dapat menentukan kegiatan perekonomian terutama dalam kegiatan moneter dan fiskal di mana kebijakan yang dapat ditempuh oleh suatu negara maupun oleh seseorang kadang-kadang dipengaruhi oleh beredarnya uang di masyarakat, sehingga pada gilirannya akan timbul kecenderungan - kecenderungan terhadap pengaruh naiknya barang-barang atau sebaliknya mungkin akan berakibat turunnya harga barang-barang tersebut. Sebagai contoh, kebijakan pemerintah dalam bidang moneter dan fiskal untuk mengatasi inflasi jelas sebagai akibat dari pengaruh uang secara dinamis, yang mengakibatkan harga-harga barang kebutuhan pokok naik secara drastis. Sebaliknya, pemerintah akan melakukan kebijakan terhadap arus beredarnya barang atau jasa di masyarakat. Dengan demikian, pemerintah selalu berupaya menstabilkan lalu lintas uang dan barang agar dampak negatif dari fungsi uang secara dinamis dapat digunakan sebagai salah satu derajat perkembangan perekonomian bangsa secara positif.
f)   Jenis Uang
Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dikelempokkan menjadi beberapa jenis :
1)     Berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuat uang, uang dibedakan menjadi berikut :
                          i.       Uang Kertas
Uang kertas (di Indonesia) adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai alat tukar dan alat pembayaran. Pecahan uang kertas yang dikeluarkan Bank Indonesia saat ini bernilai nominal Rp 1.000,00; Rp 5.000,00; Rp 10.000,00; Rp 20.000,00; Rp 50.000,00; dan Rp 100.000,00. Dewasa ini umumnya negara-negara di dunia memilih kertas sebagai bahan pembuat uang, dengan alasan :
-          Uang kertas mudah dibawa bepergian.
-          Ongkos pembuatan mata uang kertas lebih murah dibandingkan uang logam.
-          Jika kebutuhan negara akan uang bertambah mudah, dipenuhi karena kertas mudah didapat.
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral mempunyai wewenang dan hak monopoli untuk mengedarkan uang rupiah sebagai alat tukar dan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Uang yang diedarkan BI itu dipercaya masyarakat sebagai satusatunya alat pembayaran yang sah. Oleh karena itu, uang sering disebut juga uang kepercayaan, artinya uang tersebut tidak benilai apa-apa jika masyarakat tidak menerimanya.
Uang kertas mempunyai nilai nominal lebih rendah dibandingkan nilai intrinsiknya. Masyarakat pada umumnya menerima dan percaya akan mata uang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau Bank Sentral tersebut, walaupun bendanya dibuat dari kertas yang nilainya jauh lebih kecil dibandingkan emas
Di atas sudah dikatakan bahwa uang kertas ada dua jenis, yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan uang kertas yang dikeluarkan oleh bank (uang bank). Pemerintah Indonesia setelah merdeka mengeluarkan uang pemerintah yang disebut ORI (Oeang Republik Indonesia). Uang kertas yang beredar sekarang adalah uang kertas yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang mempunyai hak monopoli dan hak oktroi. Bank Indonesia mempunyai hak monopoli untuk mencetak uang dan hak oktroi untuk mengedarkan uang.
 

Gambar 1.3 Contoh Uang kertas yang dikeluarkan oleh BI
                         ii.       Uang Logam
Sama halnya dengan uang kertas, Bank Indonesia juga  mengeluarkan uang logam sebagai alat tukar dan alat pembayaran yang sah. Bahan yang digunakan untuk membuat uang logam terdiri dari emas, perak, perunggu, dan aluminium. Pecahan uang logam yang beredar di Indonesia adalah Rp 5,00; Rp 10,00; Rp 25,00; Rp 50,00; Rp 100,00; Rp 500,00 dan Rp 1.000,00. Secara praktis uang logam Rp 5,00 telah hilang dari peredaran tapi secara teoritis masih digunakan.
2)     Berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya, uang dibedakan menjadi :



Ø  Uang Kartal
Uang kartal adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau bank sirkulasi. Yang termasuk uang kartal adalah uang kertas dan uang logam yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.
Ø  Uang Giral
Pertumbuhan perdagangan dalam negeri dan luar negeri terus mengalami peningkatan. Hal itu tampak dengan adanya berbagai macam transaksi yang berskala besar dan kompleks. Dalam situasi semacam itu uang mempunyai kelemahan untuk menyelesaikan transaksi-transaksi, karena membawa uang dalam jumlah besar menimbulkan risiko yang besar dan juga kurang praktis. Karena kelemahan tersebut dan didukung perkembangan dunia perbankan, maka muncullah gagasan untuk menciptakan uang giral guna menyelesaikan berbagai transaksi di dalam maupun di luar negeri. Uang giral adalah alat pembayaran yang sah berupa surat-surat berharga. Surat-surat berharga itu adalah saldo rekening koran (rekening badan usaha atau perorangan) di bank yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran sewaktu-waktu. Dua bentuk uang giral yang paling banyak ditemui adalah cek atau giro. Cek adalah surat perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang kepada orang yang namanya ditunjuk pada surat tersebut. Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahkan sejumlah uang rekening orang atau badan yang ditunjuk oleh nasabah tersebut. Dengan mengeluarkan cek atau giro, uang giral dapat diubah menjadi uang kartal.
3)     Berdasarkan nilainya, uang dibedakan menjadi :
Ø  Uang bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai  intrinsik) sama dengan nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yang bernilai penuh terbuat dari logam.
Ø  Uang tidak bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) lebih rendah daripada nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yang tidak bernilai penuh terbuat dari kertas.
g)   Nilai Uang
Uang merupakan salah satu benda ekonomi. Setiap benda ekonomi mempunyai nilai. Masyarakat memberikan nilai kepada suatu benda, karena benda tersebut memberikan manfaat. Hanya benda yang mempunyai manfaat bagi masyarakatlah yang mempunyai nilai. Uang mempunyai nilai, karena uang memberi manfaat. Ada tiga macam nilai uang, yaitu nilai intrinsik, nilai nominal, dan nilai riil atau nilai tukar.


-       Nilai Instrinsik
Nilai instrinsik adalah nilai atau harga nyata dari bahan yang digunakan untuk membuat uang. Kalau uang dibuat dari emas, maka nilai intrinsiknya adalah emas yang terkandung di dalam mata uang tersebut. Sehingga, uang yang terbuat dari emas atau perak mempunyai nilai lebih tinggi dari nilai uang yang terbuat dari benda lain seperti kuningan dan tembaga.
-          Nilai Nominal
Nilai nominal adalah nilai yang tercantum pada tiap mata uang baik logam maupun kertas. Jadi, nilai yang tertulis pada mata uang erat hubungannya dengan fungsi uang sebagai satuan hitung. Contoh: Pada sebuah mata uang tertulis Rp 500; atau Rp 1.000; berarti nilai nominalnya adalah lima ratus rupiah atau seribu rupiah walaupun bahan untuk membuatnya sama.
-          Nilai ril / Nilai Tukar
Nilai riil/nilai tukar uang adalah nilai uang yang diukur dengan daya beli atau kemampuan uang tersebut untuk membeli berbagai barang dan jasa sesuai dengan harga yang berlaku. Daya beli tergantung pada tingkat harga yang berlaku. Berdasarkan daya belinya uang dibedakan menjadi:
v  Nilai internal uang, yaitu daya beli uang dalam hubungannya dengan sejumlah barang atau jasa dalam negeri.
v  Nilai ekternal uang, yaitu nilai uang dalam negeri terhadap nilai uang luar negeri (kurs mata uang asing).
Nilai internal uang berbanding terbalik dengan harga barang. Artinya, jika harga barang dan jasa naik, maka nilai internal uang akan turun sehingga menyebabkan inflasi. Inflasi adalah keadaan di mana harga barang mengalami kenaikan terus menerus karena jumlah uang yang beredar melebihi kebutuhan. Kebalikan dari inflasi adalah deflasi. Deflasi adalah keadaan yang menunjukkan harga barang di masyarakat cenderung turun karena uang yang beredar terlalu sedikit.
h)   Standar Uang
Standar uang adalah satuan perbandingan untuk uang. Yang menentukan standar uang adalah pemerintah. Ada negara yang menggunakan standar uang emas dan perak atau hanya salah satu di antaranya. Suatu negara yang menggunakan satu macam logam sebagai standar uang berarti negara tersebut menggunakan standar tunggal (monometalisme). Jika emas digunakan sebagai standar, maka disebut standar emas. Jika perak digunakan sebagai standar, maka disebut standar perak. Suatu negara yang menggunakan dua macam logam (emas dan perak) sebagai standar uang, maka negara tersebut menggunakan standar kembar (bimetalisme). Dalam praktik ada negara yang menetapkan satu macam logam sebagai standar uang, misalnya emas. Tetapi di samping mata uang emas tersebut, juga beredar jenis logam lain yaitu perak sebagai alat pembayaran yang sah untuk jumlah yang terbatas. Pembuatan perak sebagai alat pembayaran yang sah biasanya sangat terbatas. Dalam situasi semacam ini, mata uang perak hanya sebagai mata uang tanda, yaitu sebagai alat bayar yang sah dalam jumlah yang terbatas. Apabila emas dipakai sebagai standar mata uang dan sekaligus perak beredar sebagai alat bayar yang sah, maka yang demikian disebut standar pincang. Di Indonesia sistem keuangan berasas pada sistem a-metalistis atau bahan bukan logam, yaitu sistem bahan kertas yang pengeluarannya dibatasi oleh suatu ikatan bahan emas yang disebut jaminan emas bagi peredaran.
i)    Faktor – faktor yang mempengaruhi nilai uang
Beberapa faktor yang mempengaruhi naik turunnya nilai uang ialah permintaan, penawaran, uang yang beredar, dan kebijakan pemerintah.
-            Faktor Permintaan
Beberapa faktor yang mempengaruhi naik turunnya nilai uang ialah permintaan, penawaran, uang yang beredar, dan kebijakan pemerintah.
-            Faktor Penawaran
Beberapa faktor yang mempengaruhi naik turunnya nilai uang ialah permintaan, penawaran, uang yang beredar, dan kebijakan pemerintah.
-          Faktor uang yang beredar
Uang beredar adalah semua jenis uang yang beredar di masyarakat. Semakin besar uang yang beredar di masyarakat, harga barang akan semakin naik sehingga nilai uang akan turun. Apabila jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin berkurang, harga barang akan turun dan nilai uang naik.
-          Faktor kebijakan pemerintah
Pemerintah dan Bank Indonesia akan senantiasa mengeluarkan kebijakan untuk menjaga kestabilan uang yang beredar di masyarakat. Jumlah uang yang beredar di masyarakat sangat erat hubungan dengan nilai/harga uang. Peredaran uang yang tidak diimbangi dengan arus barang dan jasa akan menimbulkan inflasi. Kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan uang disebut kebijakan moneter.
j)       Faktor – faktor yang mempengaruhi peredaran uang di masyarakat
Dalam membicarakan peredaran uang di masyarakat, kita perlu membedakan antara mata uang dalam peredaran dan uang yang beredar.
v   Mata uang dalam peredaran adalah seluruh jumlah mata  uang yang telah dikeluarkan dan diedarkan oleh Bank Sentral. Uang yang dikeluarkan Bank Sentral meliputi uang kertas dan uang logam, sehingga yang dimaksud mata uang dalam peredaran adalah uang kartal.
v   Uang yang beredar adalah jumlah mata uang dalam peredaran ditambah dengan uang giral di bank-bank umum. Dalam arti sempit, uang yang beredar adalah mata uang dalam peredaran ditambah dengan uang giral yang dimiliki oleh perorangan, perusahaan dan lembagalembaga pemerintah. Sedangkan, dalam arti luas, uang yang beredar meliputi: mata uang dalam peredaran, uang giral, dan uang kuasi. Uang kuasi terdiri dari deposito berjangka, tabungan, dan rekening (tabungan) valuta asing milik swasta dalam negeri.
Peredaran uang dalam masyarakat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: permintaan akan uang, transaksi perdagangan, dan kebijakan pemerintah.
1.    Permintaan akan uang
Permintaan masyarakat akan uang yang tinggi menyebabkan arus uang ke masyarakat mengalir  dengan cepat. Menurut Milton Friedman (seorang ahli ekonomi dari Universitas Chicago) besarnya permintaan akan uang pada suatu waktu dapat ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut.
-          Jumlah Kekayaan
Besarnya kekayaan masyarakat akan menentukan banyaknya jumlah uang yang diperlukan oleh masyarakat. Oleh karena itu, pendapatan merupakan alat yang dipakai sebagai indeks untuk menentukan kekayaan masyarakat dalam mengukur besarnya uang yang diperlukan masyarakat.
Besarnya animo masyarakat menyimpan uang di bank akan mempengaruhi jumlah permintaan akan uang di masyarakat. Misalnya, pada waktu terjadi inflasi, semakin sedikit orang menyimpan uang di bank, orang cenderung menginvestasikan uangnya untuk membeli barangbarang, sehingga nilai uang akan menurun.

-          Perubahan Harga di masa depan
Apabila muncul ramalan bahwa di masa yang akan datang akan terjadi kenaikan harga, masyarakat akan cenderung tidak menyimpan kekayaannya dalam bentuk uang.
2.  Transaksi Perdagangan
Bila perekonomian sangat memerlukan lebih banyak uang yang beredar untuk mengadakan transaksi perdagangan, Bank Sentral akan menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan jalan memberikan pinjaman atau kredit. Apabila jumlah uang yang beredar di masyarakat telah melampaui ambang batas kerawanan, akan terjadi nilai uang menurun, karena uang yang beredar tidak sebanding dengan arus barang. Agar tidak terjadi kenaikan atas harga, harus dijaga agar jumlah uang yang beredar tetap.
3.    Kebijakan Pemerintah
Kebijakan moneter merupakan sebagian kebijakan pemerintah dan Bank Sentral untuk menjaga kestabilan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pemerataan pendapatan. Dengan kata lain, kebijakan moneter mencakup segala tindakan pemerintah dan Bank Sentral untuk mengatur keadaan keuangan, dengan tujuan menjaga kestabilan harga dan mendorong usaha pembangunan nasional. Peredaran uang di masyarakat berkaitan erat dengan nilai atau harga uang. Peredaran uang tanpa diimbangi arus barang atau jasa, akan menyebabkan terjadinya inflasi. Dalam masa inflasi, nilai uang merosot dan nilai barang naik. Untuk menjaga agar nilai uang tetap stabil, pemerintah mengatur peredaran uang dengan kebijakan moneter.

B.    LEMBAGA KEUANGAN
Menurut SK Menkeu RI No. 792/1990 yang dimaksud lembaga keuangan adalah semua badan yang memiliki kegiatan di bidang keuangan berupa penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama untuk membiayai investasi perusahaan. Lembaga Keuangan dibedakan menjadi dua, lembaga keuangan formal dan lembaga keuanga informal.
B.1.    Lembaga Keuangan Formal (BANK )
A.   Pengertian BANK
Istilah bank awalnya berasal dari bahasa Italia, yaitu banca. Banca berarti meja yang digunakan oleh para penukar uang di pasar. Di pasar itu berlangsung tukar-menukar dan peminjaman uang, yang disebut pasar uang. Seiring berkembangnya zaman, pengertian bank juga turut disesuaikan. Ada banyak pengertian dan rumusan mengenai Bank yang dirumuskan oleh para ahli. Namun, secara umum rumusan tersebut mempunyai pengertian dan tujuan yang hampir sama. Salah satu pendapat menyatakan bahwa bank adalah badan yang mempunyai tugas utama melakukan penghimpunan dana dari pihak ketiga dan menyalurkannya kembali ke masyarakat. Pendapat lain menyatakan bahwa bank memiliki tugas menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana (surplus) ke pihak yang kekurangan dana (defisit).  
Definisi bank di Indonesia tercantum dalam UU RI No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan merupakan perubahan atas UU No. 7 Tahun 1992. Menurut UU RI No. 10 Tahun 1998, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menya lurkannya kepda masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf
hidup rakyat banyak. Berdasarkan pengertian di atas, bank merupakan
lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah sebagai berikut.
-        Menghimpun dana dari masyarakat.
-        Memberikan kredit.
-            Memberikan jasa-jasa lalu lintas pembayaran.
-             Memberikan jasa-jasa dalam peredaran uang.
B.   Asas, Fungsi dan Tujuan Perbankan di Indonesia
Asas, fungsi, dan tujuan perbankan di Indonesia ditegaskan dalam Bab II UU No. 10 Tahun 1998.
a)    Asas Perbankan di Indonesia
Dalam pasal 2 UU No. 10 Tahun 1998 dinyatakan bahwa perbankan di Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian (prudential principal). Demokrasi ekonomi adalah asas yang digunakan oleh perbankan Indonesia. Dalam melakukan usahanya perbankan membutuhkan kehati-hatian karena terdapat banyak sekali risiko. Secara umum yang dimaksud risiko adalah kemungkinan terdapatnya dampak yang tidak diharapkan dari kondisi yang tidak pasti. Risiko juga berarti peluang munculnya kejadian atau tindakan tertentu yang merugikan sehingga memberikan dampak negatif pada perbankan. Risiko yang terjadi dalam operasional bank dapat meningkat karena adanya gejolak pasar, semakin terbukanya pasar, dan strategi bisnis bank itu sendiri. Untuk menghadapi berbagai risiko, umumnya bank memiliki kebijakan internal yang disebut dengan manajemen risiko. Pada dasarnya, pembentukan manajemen risiko pada bank adalah untuk menerapkan asas perbankan yang berkaitan dengan prinsip kehati-hatian. Prinsip kehati-hatian sangat ditekankan pada perbankan. Lemahnya kemampuan direksi maupun karyawan bank dalam menerapkan prinsip kehatihatian akan berakibat buruk bagi bank tersebut.
b)   Fungsi BANK
Pasal 3 UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dinyatakan bahwa perbankan di Indonesia memiliki fungsi sebagai penghimpun dana dan penyalur dana masyarakat. Fungsi perbankan semacam ini dikenal sebagai intermediasi keuangan. Maksud dari fungsi intermediasi (perantara) adalah bahwa perbankan memberi kemudahan untuk mengalirkan dana dari nasabah yang memiliki kelebihan dana (savers) dengan kedudukan sebagai penabung ke nasabah yang memerlukan dana untuk berbagai kepentingan. Dengan demikian, nasabah penyimpan dana disebut juga dengan pemberi pinjaman (lenders). Posisi bank adalah sebagai perantara untuk menerima dan memindahkan / menyalurkan dana antara kedua belah pihak itu tanpa mereka saling mengenal satu sama lainnya. Oleh karena itu, bank pada dasarnya merupakan:
·                tempat menyimpan uang atau menabung,
·                perantara dalam lalu lintas pembayaran,
·                lembaga pemberi atau penyalur kredit,
·                lembaga yang mengatur peredaran uang, dan
·                lembaga yang menjaga kestabilan nilai uang.
c)    Tujuan Perbankan
Menurut pasal 3 UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dinyatakan bahwa perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.

C.   Jenis – jenis BANK
Ada banyak jenis bank. Jenis-jenis bank itu dapat dikelompokkan menurut Undang-undang, berdasarkan fungsinya, berdasarkan kepemilikan modal, berdasarkan kelompok penetapan cash ratio, dan berdasarkan institusi penciptaan uang.
a)   Berdasarkan Undang – undang
Menurut UU No. 10 Tahun 1988 tentang Perbankan disebutkan bahwa terdapat dua jenis bank, yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
b)   Berdasarkan fungsinya
Berdasarkan fungsinya, bank terdiri atas Bank Sentral, Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan Bank Umum yang mengkhususkan diri untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu.
ü  Bank Sentral
Bank sentral adalah bank yang berfungsi menciptakan daya beli baru berupa uang kartal dan uang giral. Bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI). Selain Bank Sentral, Bank Indonesia juga merupakan bank sirkulasi, karena hanya Bank Indonesia berhak mencetak uang baik berupa uang kertas maupun uang logam. Fungsi bank sentral diatur dalam undangundang No. 23 tahun 1999 yaitu tentang Bank Indonesia. Disebutkan bahwa tujuan Bank Indonesia melalui kebijakan-kebijakan adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang menitikberatkan pada tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia
biasa dikenal dengan banknya bank (banker’s of bank). Tugas Bank Sentral dalam suatu negara adalah sebagai berikut.
Ø  Mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Ø  Mendorong kelancaran produksi, pembangunan, dan kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.
Ø  Mencetak uang baru.
Ø  Menarik kembali uang dari peredaran.
Ø  Mengawasi bank-bank yang lain, baik bank pemerintah maupun bank swasta.
Ø  Menciptakan daya beli baru dengan cara menciptakan uang giral.
Ø  Kewenangan Bank Indonesia di bidang moneter, antara lain adalah sebagai berikut.
Ø  Menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan laju inflasi.
Ø  Melakukan pengendalian moneter, yaitu: operasi pasar terbuka, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan.
Ø  Bank Umum
Bank umum adalah bank yang dalam pengumpulan dananya menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito. Sedangkan dalam usahanya bank itu memberikan kredit jangka pendek. Bank umum dapat didirikan oleh warga negara Indonesia dan atau badan hukum Indonesia yang sepenuhnya dimiliki oleh warga negara Indonesia dan atau badan hukum Indonesia. Di samping itu, Bank umum juga membeli dan menjual surat-surat berharga serta menyewakan tempat penyimpanan barang berharga.
Bentuk badan hukum Bank umum dapat berupa salah satu dari yang disebutkan berikut ini: Perusahaan perseroan (Persero); Perusahaan
daerah; Koperasi; atau Perseroan terbatas. Bank umum yang berbentuk hukum koperasi, kepemilikannya diatur berdasarkan ketentuan dalam undang-undang tentang perkoperasian yang berlaku. Bank umum yang berbentuk perseroan terbatas, sahamnya hanya dapat diterbitkan dalam bentuk saham atas nama. Contoh: BNI ‘46, BRI, dan Bank Mandiri. Izin usaha bank umum diberikan oleh menteri setelah mendengar pertimbangan Bank Indonesia. Syarat-syarat yang harus dipenuhi Bank umum untuk mendapatkan izin usaha menyangkut hal-hal seperti: susunan organisasi, permodalan, keahlian di bidang perbankan, dan kelayakan rencana kerja.
Menurut Pasal 6 UU Perbankan No. 10 tahun 1998, Bank umum mempunyai kegiatan usaha sebagai berikut.
1)  Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat, deposito, tabungan, dan produk lain yang sejenis.
2)    Menyalurkan dana dalam bentuk kredit.
3)    Menerbitkan surat pengakuan utang.
4)    Membeli, menjual atau menjamin atas risiko bank maupun atas kepentingan nasabahnya.
5)    Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.
6)    Menempatkan dana, meminjam dana, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana teleko- munikasi maupun dengan wesel, cek atau sarana lainnya.
7)    Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan pihak ketiga.
8)     Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.
9)    Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.
10)  Melakukan penempatan dana dari nasabah ke nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek.
11)  Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit, dan kegiatan wali amanat.
12)  Menyediakan pembiayaan atau melakukan kegiatan lain berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditentukan oleh Bank Indonesia.
13)  Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sejauh tidak bertentangan dengan Undang-undang Perbankan dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain melakukan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud di atas, menurut pasal 7 UU Perbankan No. 10 tahun 1998, Bank umum dapat pula:
1)    melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI);
2)     melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank antara lain di bidang keuangan, seperti sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, asuransi, serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia;
3)     melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit, dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia; dan
4)     bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang - undangan pensiun yang berlaku
ü  Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) hanya dapat didirikan dan dimiliki oleh warga negara Indonesia, pemerintah daerah atau dapat dimiliki bersama di antara ketiganya. Bentuk hukum BPR dapat berupa: Perusahaan Daerah; Koperasi; Perseroan Terbatas; bentuk lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
Menurut pasal 13 UU Perbankan No. 10 tahun 1998, Bank Perkreditan Rakyat memiliki kegiatan usaha sebagai berikut.
1)     Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
2)    Memberikan kredit.
3)    Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
4)     Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain.
Menurut pasal 14 UU Perbankan No. 10 tahun 1998, BPR dilarang melakukan kegiatan usaha sebagai berikut.
1)     Menerima simpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalu lintas pembayaran.
2)     Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing
3)    Melakukan usaha perasuransian
4)     Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 13.
c)   Berdasrkan Kepemilikan Modal
Berdasarkan kepemilikan modal, bank di Indonesia dibedakan menjadi 5, yaitu bank pemerintah, bank swasta nasional, bank swasta asing, kerja sama bank swasta nasional dan bank swasta asing, dan bank koperasi.
1.       Bank Pemerintah adalah bank yang dimiliki oleh pemerintah. Yang terbagi atas atas bank umum, bank tabungan, dan bank pembangunan.
a.    Bank Umum adalah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dan dalam usahanya memberikan kredit jangka pendek.
b.    Bank Tabungan adalah bank yang dalam pengumpulan  dananya terutama sebagai tabungan dan kemudian membungakan dananya dalam kertas berharga. Misalnya: Bank Negara Indonesia 1946 (BNI 1946), Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Mandiri.
c.    Bank Pembangunan adalah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk deposito dan atau pengeluaran kertas berharga jangka menengah dan jangka panjang. Contohnya: Bank Pembangunan DKI Jakarta.
2.      Bank swasta nasional adalah bank-bank yang modalnya dimiliki oleh pengusaha nasional Indonesia atau badan-badan hukum yang peserta dan pimpinannya terdiri atas warga negara Indonesia. Beberapa di antara bank swasta nasional ditetapkan sebagai bank devisa.
Bank devisa adalah bank yang dapat melakukan transaksi dengan valuta asing (membeli dan menjual valuta asing, transfer ke luar negeri, inkaso ke luar negeri). Contoh bank-bank devisa tersebut antara lain: Bank Bali, Bank Danamon, Bank Niaga, dan Bank Central Asia (BCA).
Bank swasta Nasional dibagi atas Bank Umum, Bank Tabungan, dan Bank Pembangunan.
3.   Bank swasta nasional adalah bank-bank yang modalnya dimiliki oleh pengusaha nasional Indonesia atau badan-badan hukum yang peserta dan pimpinannya terdiri atas warga negara Indonesia. Beberapa di antara bank swasta nasional ditetapkan sebagai bank devisa. Bank devisa adalah bank yang dapat melakukan transaksi dengan valuta asing (membeli dan menjual valuta asing, transfer ke luar negeri, inkaso ke luar negeri). Contoh bank-bank devisa tersebut antara lain: Bank Bali, Bank Danamon, Bank Niaga, dan Bank Central Asia (BCA). Bank swasta Nasional dibagi atas Bank Umum, Bank Tabungan, dan Bank Pembanunan.
4.    Kerja sama antara bank swasta nasional dan swasta asing
Di Indonesia juga terdapat banyak bank yang merupakan bank gabungan swasta nasional (Indonesia) dengan bank swasta asing. Misalnya, Bank Perdagangan Indonesia (Indonesia- Jepang), Bank Daiwa, dan sebagainya.
5.       Bank Koperasi adalah bank yang modalnya berasal dari perkumpulan koperasi. Bank koperasi yang didirikan oleh pemerintah adalah Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin).

d)    Berdasarkan kelompok penetapan cash ratio
Berdasarkan kelompok penetapan cash ratio, bank di Indonesia dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.
1.    Bank pemerintah dan asing yang termasuk kelompok pertama.
2.    Bank swasta devisa, yaitu bank swasta yang bisa melakukan transaksi pembayaran luar negeri.
3.    Bank swasta non-devisa, yaitu bank swasta yang tidak bisa melakukan transaksi pembayaran luar negeri.
e)    Berdasarkan institusi penciptaan uang
Berdasarkan institusi penciptaan uang, bank dibedakan menjadi bank primer dan bank sekunder.
1.    Bank primer, yaitu bank yang bisa menciptakan uang melalui simpanan masyarakat yang ada padanya, yaitu likuid dalam bentuk giro. Bank primer pada umumnya adalah bank-bank umum yang terdiri atas Bank Umum pemerintah, Bank Umum swasta nasional, dan asing.
2.    Bank sekunder, yaitu bank-bank yang tidak bisa menciptakan uang melalui masyarakat yang ada padanya. Bank-bank ini umumnya terdiri atas Bank Desa, Bank Koperasi , dan bank-bank lain yang dapat disamakan kedudukannya dengan bank itu.
f)     Bank syariah adalah bank (Bank umum atau Bank Perkreditan Rakyat) yang dalam kegiatannya (menghimpun dana dan menyalurkan dana) memberikan imbalan atas dasar prinsip syariah, yaitu bagi hasil dan jual beli. Perbankan umum dengan menggunakan prinsip syariah dijelaskan dalam UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU no. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. Lembaga perbankan syariah secara formal dimulai sejak tahun 1992 dengan hadirnya perbankan syariah pertama, yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang didirikan berdasarkan UU No. 7 tahun 1992.
Prinsip operasi perbankan syariah adalah bagi hasil, baik antara bank dengan nasabah penyimpan dana (sahibul maal) maupun antara bank dengan peminjam dana/debitur (mudharib). Aktivitas atau jenis produk perbankan syariah umumnya dibagi menjadi tiga golongan, yaitu produk dana, produk pembiayaan, dan produk jasa perbankan syariah.
D.   Produk – produk BANK
Kegiatan yang dilakukan bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat serta memberikan jasajasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dari kegiatan yang dilakukan bank ini, kita dapat mengetahui produk dan jasa apa saja yang ditawarkan bank kepada masyarakat. Produk dan jasa yang ditawarkan bank di antaranya adalah: tabungan, deposito, giro, pembayaran internasional, kliring, travellers cheque, inkaso, remittance, kartu kredit, safe deposit box, phone banking, cash management, transfer uang, ATM (Automatic Teller Machine/Anjungan Tunai Mandiri).

1. Tabungan (saving deposit)
Tabungan adalah jenis simpanan yang penarikannya dapat dilakukan melalui syarat-syarat tertentu. Penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui kantor bank, ATM, dan kartu debet. Setiap penabung atau nasabah akan diberi buku tabungan sebagai bukti telah menyimpan dananya di bank tersebut. Buku tabungan juga berfungsi sebagai catatan bagi setiap transaksi keuangan yang dilakukan oleh penabung. Sekarang ini penabung umumnya diberi kartu ATM. Kartu ATM ini dapat digunakan untuk menarik tabungan pada mesin ATM. Kartu ATM dapat pula digunakan sebagai kartu debet. Fungsi kartu debet adalah untuk pembayaran setiap transaksi pembelian barang.
2. Deposito
Deposito atau simpanan berjangka merupakan simpanan dana masyarakat di mana penarikan dana tersebut hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan tanggal yang telah disepakati antara nasabah dengan pihak bank. Apabila nasabah menarik dananya tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati, nasabah akan didenda. Ada dua deposito, yaitu deposito berjangka dan sertifikat deposito.
Deposito berjangka adalah simpanan atas nama. Artinya, simpanan ini hanya dapat dicairkan oleh pemilik deposito atau yang namanya tercantum dalam bilyet deposito tersebut.
Sertifikat deposito adalah simpanan berjangka atas pembawa atau atas unjuk. Bukti simpanan ini dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan ke pihak ketiga. Bunga sertifikat deposito ini dibayar di muka atau dipotong dari harga nominalnya pada saat pembelian sertifikat deposito tersebut.
3. Rekening giro
Rekening giro (demand deposit) adalah jenis simpanan nasabah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek untuk penarikan tunai atau bilyet untuk pemindahbukuan antarrekening.   Cek dan bilyet giro ini adalah fasilitas yang diberikan pihak bank ke pemilik rekening giro sebagai alat pembayaran dalam transaksi keuangannya. Bank umumnya memberikan jasa atau bunga yang paling rendah pada rekening giro dibandingkan dengan jenis simpanan lain. Keuntungan nasabah yang memiliki rekening giro di bank adalah praktis karena tidak perlu membawa uang tunai, relatif aman karena dapat diblokir apabila hilang atau karena penipuan. Selain itu mudah dalam transaksi pembayaran.
Cek adalah perintah tak bersyarat ke bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat penyerahannya atas beban rekening cek.
Bilyet giro adalah perintah ke bank untuk memindahbukukan sejumlah tertentu uang atas beban rekening penarik.

4. Pembayaran internasional
Pembayaran internasional adalah jasa bank yang diberikan kepada nasabah untuk memudahkan transaksi keuangannya dalam melakukan perdagangan antarnegara. Ada beberapa metode pembayaran sebagai pelayanan atau jasa bank ke nasabahnya dalam pembayaran internasional, yaitu advance payment, open account, documentary collection, clean collection, dan letter of credit.
5. Kliring
Kliring adalah sarana perhitungan warkat antarbank yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia dengan tujuan memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral. Kliring berguna untuk penyelesaian utang piutang antarbank yang dipusatkan di suatu tempat dengan cara saling menyerahkan warkat atau surat-surat berharga. Warkat-warkat yang diperhitungkan dalam kliring adalah: cek, bilyet giro, bukti penerimaan transfer, wesel bank untuk transfer, nota kredit/nota debet, warkat lainnya yang disetujui oleh Bank Indonesia.
6. Travellers cheque
Travellers cheque adalah cek khusus yang diterbitkan oleh bank/lembaga keuangan dalam bentuk yang sudah tercetak dan dalam mata uang tertentu. Kegunaan travellers cheque adalah memberikan kemudahan dan keamanan bagi orang yang melakukan perjalanan, karena yang bersangkutan tidak perlu membawa uang tunai. Travellers cheque dibayar di muka (dibeli) lebih dulu dan dapat dicairkan di seluruh bank di dunia atau lembaga keuangan tertentu.
7. Inkaso
Inkaso merupakan pemberian kuasa oleh perusahaan atau perorangan untuk menagihkan atau melakukan pembayaran kepada pihak yang bersangkutan di tempat lain (dalam atau luar negeri) atas surat-surat berharga baik dalam rupiah maupun valuta asing.
Objek inkaso adalah wesel (draft), cek, surat aksep, kupon atau dividen, surat undian, money order, kuitansi, dan nota-nota tagihan lainnya.
8. Remittance
Remittance adalah jasa pengiriman dan penerimaan uang dari luar negeri melalui fasilitas bank. Pada saat ini, hampir semua perbankan nasional, terutama bank devisa telah memiliki fasilitas remittance.

9. Kartu kredit
Kartu kredit adalah alat pembayaran berbentuk kartu dan berfungsi sebagai pengganti uang tunai. Kartu ini digunakan sebagai alat pembayaran atas transaksi pembelian barang dan jasa. Pembayaran dilaksanakan melalui bank penerbit kartu atau bank yang menjalin kerja sama dengan penerbit kartu kredit. Pembayaran dapat dilakukan sekaligus ataupun dengan cara angsuran. Pada pembayaran secara angsuran, pemegang kartu akan dikenakan bunga sesuai dengan ketentuan. Keterlambatan pembayaran atas tagihan yang telah melewati batas jatuh tempo akan dikenakan denda sebesar nilai yang telah disepakati dalam perjanjian.
10. Safe deposit box
Jasa perbankan yang diberikan untuk memberikan rasa aman atas  penyimpanan barang milik nasabah adalah fasilitas safe deposit box atau kotak pengamanan simpanan.
Safe deposit box ini terdapat dalam ruang khusus yang tahan api, di mana barang- barang nasabah disimpan dalam keadaan terkunci. Nasabah akan terjamin kerahasiaannya, serta terhindar dari risiko pencurian, kebakaran. Jenis barang yang dapat disimpan dalam safe deposit box adalah surat-surat berharga, perhiasan, logam mulia, benda-benda lainnya yang tidak dilarang oleh peraturan (senjata api, obat-obatan terlarang, narkoba, zat kimia yang mudah terbakar dan dapat menimbulkan kerusakan).
11. Phone banking
Beberapa bank nasional sudah menyediakan fasilitas phone banking dan internet banking. Fasilitas ini memudahkan nasabah untuk melakukan semua transaksi keuangan hanya melalui telepon atau internet. Nasabah dapat dengan cepat melakukan dan mengetahui transaksi keuangan yang terjadi pada hari itu tanpa harus pergi ke bank atau ATM. Fasilitas ini memberikan keleluasaan untuk melakukan transaksi hingga 24 jam.
12. Cash management
Cash management adalah jasa yang diberikan bank ke nasabahnya untuk membantu pengelolaan dana. Dengan demikian, nasabah dapat melakukan transaksi dengan lancar dan mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam hal ini, bank berperan sebagai pengelola layanan tersebut. Dari situ, bank akan mendapatkan imbalan atas jasa yang diberikan. Jenis layanan yang diberikan akan berbeda antara satu nasabah dengan nasabah lainnya.
13. Transfer uang
Transfer uang (pengiriman uang) merupakan salah satu jasa bank dalam hal pengiriman sejumlah uang yang diamanatkan nasabah baik dalam bentuk rupiah maupun dalam bentuk mata uang asing yang ditujukan bagi pihak lain.
14. Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
ATM merupakan pelayanan pembayaran kepada nasabah dengan menggunakan alat/perangkat mesin dan pengoperasiannya dikendalikan secara otomatis melalui komputer. Salah satu contoh ATM adalah auto cash.
15. Payment point
Payment point merupakan jasa pelayanan bank bagi nasabahnya, di mana bank mengambil alih pembayaran untuk pihak ketiga sebagai imbalan atas jasa yang telah diterima dari nasabah. Jasa ini tampak misalnya dalam pembayaran langganan listrik, telepon, PAM, cicilan pengambilan rumah BTN, dan sebagainya yang dibayar oleh bank atas nama nasabahnya.

  B.2.   Lembaga Keuangan Informal ( Bukan BANK )
Lembaga keuangan bukan bank adalah semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga dan menya-lurkannya ke dalam masyarakat, terutama untuk membiayai investasi perusahaan-perusahaan. Dasar hukum pendirian dan usaha lembaga keuangan bukan bank ialah UU No. 15 Tahun 1952 dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. Kep. 38/MK/IV/1972.
Tujuan lembaga keuangan bukan bank didirikan ada dua, yaitu:
" mendorong pengembangan pasar uang dan pasar modal, dan
" membantu permodalan perusahaan, terutama para pengusaha lemah.
Berbagai lembaga keuangan bukan bank yang ada di Indonesia di antaranya adalah: koperasi kredit, pegadaian, asuransi, dana pensiun, pasar modal, lembaga pembiayaan (multifinance).

a.    Koperasi Kredit
Koperasi kredit adalah lembaga keuangan yang berbentuk koperasi yang kegiatan usahanya menerima simpanan dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya yang memerlukan dengan bunga yang serendah-rendahnya. Koperasi kredit (koperasi simpan-pinjam) merupakan suatu koperasi yang berdiri sendiri, yang anggota anggotanya ialah orang-orang atau badan-badan koperasi.
Jadi, bidang usaha koperasi simpan pinjam meliputi hal - hal berikut ini.
v   Pengumpulan dana semaksimal mungkin berupa simpanan atau tabungan anggota.  
v   Mendorong agar timbul hasrat untuk menyimpan atau menabung pada koperasi.  
v   Menyalurkan atau memberi bantuan pinjaman atau kredit kepada anggota untuk keperluan yang mendesak atau penting bagi tambahan modal usaha, biaya perluasan usaha, dan lainlain.
v    Melayani pembelian atau penjualan barang secara kredit atau angsuran.
Modal koperasi berasal dari modal sendiri dan modal pinjaman. Yang dimaksud modal sendiri adalah modal yang berasal dari anggota. Modal sendiri itu berupa: simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan hibah.
Modal pinjaman adalah modal yang dihimpun dari anggota, koperasi lainnya dan atau anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat utang lainnya, sumber lain yang sah (berupa modal penyertaan). Modal yang sudah dikumpulkan tersebut kemudian disalurkan atau dipinjamkan kembali kepada anggota. Dengan dana pinjaman itu para anggota dapat mengembangkan dan memperluas usahanya. Selain itu, anggota dapat menggunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Mereka yang tidak terdaftar sebagai anggota tidak bisa meminjam uang dari koperasi simpan pinjam.
Dengan singkat dapat disimpulkan bahwa peranan fungsi lembaga keuangan Koperasi Simpan Pinjam adalah sebagai berikut.
Ø  Uang simpanan dan tabungan akan lebih aman, terjamin, dan produktif
Ø   Pengumpulan uang simpanan dan tabungan akan meningkat jumlahnya dan menjadi investasi pada masa hari tua. Simpanan dan tabungan itu akan diterima kembali secara keseluruhan apabila pada suatu saat berhenti sebagai anggota Koperasi Simpan Pinjam.
Ø  Pengumpulan dana simpanan dan tabungan menjadi investasi untuk membantu usaha para anggota melalui penyaluran dana kredit.
Ø  Melalui penyaluran dana kredit itu akan dapat meningkatkan pendapatan para anggota dan sekaligus mengentaskan kemiskinan.
Ø  Pelayanan pemberian kredit sangat cepat dan mudah tanpa agunan atau jaminan kredit.
Ø  Pemberian kredit dengan bunga sangat rendah. Pada akhir tahun buku jasa bunga kredit itu dibagikan kepada para anggota setelah dikurangi biaya operasional, dana cadang dan dana pengembangan kredit, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
b. Perum pegadaian
Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank di Indonesia yang mempunyai kegiatan membiayai kebutuhan masyarakat, baik bersifat produktif maupun konsumtif dengan menggunakan hukum gadai.
Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1150, gadai adalah suatu hak yang diperoleh pihak yang mempunyai piutang (pegadaian) atas suatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan oleh pihak yang berhutang (nasabah) kepada pihak yang berpiutang. Pihak yang berhutang memberikan kekuasaan kepada pihak yang mempunyai piutang untuk memiliki barang bergerak tersebut apabila pihak yang berutang tidak dapat melunasi kewajibannya pada saat berakhirnya jangka waktu pinjaman
Di Indonesia, lembaga keuangan bukan bank yang menggunakan dasar hukum gadai bersifat monopoli yaitu Perusahaan Umum Pegadaian. Tugas utama Perum Pegadaian adalah memberikan pinjaman kepada masyarakat berdasarkan hukum gadai. Tujuannya adalah untuk mencegah berkembangnya rentenir atau pihak lain yang memberikan
pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi dan merugikan. 
Kegiatan yang dilakukan Perum Pegadaian sebagai satu-satunya lembaga pembiayaan berdasarkan hukum gadai adalah melakukan aktivitas pembiayaan dan menawarkan produk berupa sejumlah jasa non-gadai. Yang dimaksud dengan aktivitas pembiayaan adalah kredit gadai. Yang termasuk jasa non-gadai adalah penitipan barang, penaksiran nilai barang, dan cold counter. Kredit gadai, yaitu fasilitas (kemudahan) pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan prosedur murah, aman, dan cepat. Hampir semua jenis barang bergerak, seperti perhiasan, barang-barang elektronik, sepeda motor, dan lain-lain dapat dijadikan agunan. Misalnya, suatu saat kita dihadapkan pada masalah keuangan artinya perlu tambahan modal kerja, biaya produksi, biaya pertanian, biaya sekolah, dan lain-lain. Prosedur dalam kredit gadai ini sangat sederhana. Kita datang ke pegadaian dengan membawa jaminan berupa barang bergerak. Barang bergerak itu kemudian ditukarkan dengan sejumlah dana yang sesuai dengan nilai taksiran dan kredit itu dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Barang-barang yang dapat diterima sebagai jaminan kredit gadai (agunan) antara lain: perhiasan , kendaraan, dan barang-barang elektronik, serta peralatan rumah tangga dan sebagainya.
Jasa penitipan barang ditujukan kepada masyarakat yang merasa keamanan atas barang-barang bergerak miliknya tidak terjamin, terutama bila akan meninggalkan rumahnya dalam jangka waktu yang lama. Atas jasa ini, Perum Pegadaian menerima sejumlah uang dari masyarakat sebagai biaya penitipan barang.
Jasa penaksiran nilai barang adalah jasa pelayanan Perum Pegadaian kepada masyarakat untuk memberikan informasi yang tepat atas nilai barang bergerak milik masyarakat. Perum Pegadaian dapat memberikan penilaian yang tepat karena mereka memiliki petugas yang bersertifikat dalam jasa penaksiran nilai barang. Atas jasa ini, Perum Pegadaian menerima sejumlah uang dari masyarakat sebagai biaya penaksiran nilai barang.
Gold Counter, yaitu tempat penjualan perhiasan emas di Perum Pegadaian. Perhiasan-perhiasan emas yang dijual itu berasal dari sebagian simpanan yang tidak diambil kembali oleh pemiliknya setelah
jatuh tempo. Pegadaian yang memiliki hak gadai atas barang tersebut kemudian menjualnya ke masyarakat. Perum Pegadaian memberikan batasan terhadap jenis barang yang dapat digadaikan, yaitu barang bergerak. Barang-barang bergerak yang dapat digadaikan adalah: perhiasan dan emas, kendaraan, barang-barang elektronik, barang-barang rumah tangga, mesin-mesin yang tidak ditanam, barang yang dinilai berharga oleh Perum Pegadaian.
c. Asuransi
1. Pengertian asuransi
Asuransi adalah lembaga keuangan bukan bank yang mempunyai  kegiatan memberikan perlindungan atau proteksi atas kerugian keuangan yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak terduga. Ada empat unsur penting dalam asuransi mekanisme perlindungan asuransi, yakni pihak tertanggung, pihak penanggung, perjanjian, dan premi.
v  Pihak tertanggung adalah seseorang yang melakukan kesepakatan dengan pihak asuransi dengan tujuan mengharapkan perlindungan atas risiko yang mungkin terjadi pada dirinya. Atas perlindungan tersebut, pihak tertanggung menyatakan dirinya sanggup membayar sejumlah uang tertentu atau dikenal dengan premi.
v  Pihak penanggung adalah pihak yang memberikan perlindungan kepada pihak tertanggung berupa pembayaran sejumlah uang sebesar nilai yang dipertanggungkan.
v  Perjanjian/polis adalah sejumlah kesepakatan antara pihak penanggung dan pihak tertanggung dengan tujuan memberikan perlindungan.
v   Premi adalah sejumlah dana tertentu yang harus dibayar oleh pihak tertanggung sebagai konsekuensi dari disepakatinya perlindungan atau proteksi oleh pihak penanggung. Besarnya premi tergantung pada jumlah pertanggungan dan isiko atas pertanggungan tersebut.
2. Manfaat asuransi
Pada saat ini, semakin banyak orang yang memanfaatkan jasa asuransi. Manfaat asuransi bagi pihak tertanggung di antaranya adalah sebagai berikut.
ü Rasa aman dan perlindungan. Pihak tertanggung akan mendapatkan rasa aman dari perlindungan yang diberikan oleh pihak asuransi. Risiko keuangan akibat kehilangan, kebakaran, kerusakan, kematian, dan risiko lainnya dapat diatasi dengan penggantian sejumlah dana tertentu sesuai dengan nilai pertanggungan.
ü  Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan lain. Beberapa jenis asuransi juga berfungsi sebagai tabungan atau sumber pendapatan lain. Selain memberikan perlindungan, penanggung juga memberikan manfaat berupa bunga dari total premi yang dibayarkan.
ü  Alat penyebaran risiko. Risiko yang seharusnya diterima sepenuhnya oleh tertanggung dapat disebarkan kepada penanggung, sehingga tertanggung mendapatkan rasa aman dalam menjalankan aktivitasnya.
ü  Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil. Nilai pertanggungan dan besarnya premi ditentukan berdasarkan aspek keadilan bagi kedua belah pihak. Dalam hal ini, tidak ada pihak yang merasa diuntungkan atau dirugikan atas kesepakatan yang terjadi.
3. Polis asuransi
Polis asuransi adalah kesepakatan antara pihak tertanggung dan pihak penanggung yang dituangkan dalam perjanjian tertulis. Polis asuransi ini memiliki kekuatan hukum. Oleh karena itu, kedua belah pihak akan tetap saling bertanggung jawab memenuhi kewajibannya masing-masing. Polis asuransi merupakan bukti perjanjian pertanggungan dan menjadi bukti jaminan dari penanggung kepada tertanggung untuk menggantikan kerugian yang mungkin dialami oleh tertanggung untuk mengganti kerugian yang mungkin dialami oleh tertanggung.
d. Dana pensiun
Dana pensiun merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank di Indonesia yang mempunyai aktivitas memberikan jaminan  kesejahteraan pada masyarakat baik untuk kepentingan pensiun maupun akibat kecelakaan. Dana pensiun akan memberikan ketenangan bagi seseorang di masa tuanya dan atas peristiwa yang tidak terduga. UU No. 11 tahun 1992 tentang dana pensiun menyebutkan bahwa dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun bagi pesertanya.
1. Arti pensiunan
Pada waktunya seorang pegawai negeri, anggota ABRI, karyawan perusahaan negara atau swasta tidak dapat lagi melanjutkan tugas pekerjaannya. Artinya, akan terjadi pemutusan hubungan kerja antara pegawai/karyawan dengan pihak pemberi kerja Pemutusan hubungan kerja itu disebabkan oleh hal-hal berikut ini.
" Faktor usia, yaitu batas usia layak kerja telah habis menurut peraturan.
" Pegawai/karyawan itu meninggal dunia sebelum batas usia layak kerja itu habis.
"  Pegawai/karyawan itu mengalami kecelakaan dan cacat sehingga dinyatakan tidak layak kerja melanjutkan tugas pekerjaannya.
Pegawai/karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja itu dinilai telah menjalani pekerjaannya dengan baik dan dianggap telah memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku. Dari pemutusan hubungan kerja tersebut pegawai/ karyawan itu tidak akan menerima gaji lagi seperti layaknya sebagai pegawai/karyawan. Untuk menyambung hidup, pegawai/karyawan itu diberi tunjangan bulanan. Uang tunjangan yang diterima tiap bulan oleh karyawan/pegawai sesudah ia berhenti bekerja, disebut tunjangan pensiun atau manfaat pensiun. Kalau pegawai/karyawan itu telah meninggal dunia maka uang tunjangan tiap bulan itu akan diterima oleh istri (suami) dan anak-anaknya yang belum dewasa.
Bayangan menakutkan di masa pensiun perlu diubah menjadi rasa kegembiraan hidup, aman, tenteram, dan sejahtera. Citra buruk tentang masa pensiun harus disingkirkan. Tegasnya, masa pensiun jangan ditakutkan. Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah bersama DPR membentuk Undang - Undang tentang dana pensiun. Undang-undang Nomor 11/1992, tentang dana pensiun diberlakukan mulai 20 April 1992. Untuk melaksanakan Undang-undang itu Pemerintah menerbitkan Peraturan-peraturan Pemerintah, yaitu:
·         Peraturan pemerintah Nomor 76 Tahun 1992, tentang Dana Pensiun Pemberi Kerja,
·         Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 1992, tentang Dana Pensiun Lembaga Keuangan.
Undang-undang dan peraturan-peraturan pemerintah itu merupakan landasan hukum bagi  pelaksanaan dan berlakunya dana pensiun yang
dihimpun secara bertanggung jawab.
2. Lembaga penyelenggara dana pensiun
Menurut UU No,11/1992, ada 2 jenis Kelembagaan Dana Pensiun, yaitu:
Dana pensiun pemberi kerja dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan. Pendiri lembaga ini akan menyelenggarakan program pensiunan bagi kepentingan karyawannya sebagai peserta dan menimbulkan kewajiban bagi pemberi kerja.
Segala ketentuan yang terdapat dalam UU No.11/1992, yang menyangkut Lembaga Dana Pensiun Pemberi Kerja harus dilaksanakan.
Dana pensiun lembaga keuangan, dibentuk oleh Bank atau Perusahaan Asuransi Jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun Pemberi Kerja.
3. Fungsi dana pensiun
Fungsi dana pensiun bagi seorang pegawai atau karyawan yaitu:
§      Menyediakan dana atau pertanggungan apabila peserta meninggal dunia atau kecelakaan/ cacat sebelum mencapai usia pensiun.
§      Menghimpun dana berupa tabungan bagi keperluan peserta di hari tua.
§      Mempersiapkan dana berbentuk manfaat pensiun, yang diterima setiap bulan setelah mencapai usia pensiun selama seumur hidup peserta janda/duda peserta.
e. Pasar modal
Pasar modal adalah lembaga keuangan bukan bank yang mempunyai kegiatan berupa penawaran dan perdagangan efek. Selain itu, pasar modal juga merupakan lembaga profesi yang berkaitan dengan transaksi jual beli efek dan perusahaan publik yang berkaitan dengan efek. Dengan demikian, pasar modal dikenal sebagai tempat bertemunya
penjual dan pembeli modal/dana.
Efek adalah surat berharga yang meliputi antara lain surat pengakuan utang, surat berharga komersial (commercial paper), saham, obligasi, tanda bukti hutang, right issue, dan waran (warant). Produk-produk yang diperjualbelikan di pasar modal di antaranya ialah reksadana, saham, dan obligasi.
Pasar modal berbeda dengan pasar uang. Perbedaannya terletak pada jangka waktu atau jatuh tempo produknya. Pasar uang dikenal sebagai pasar yang menyediakan sarana peminjaman dana dalam jangka pendek (jatuh temponya kurang atau sama dengan satu tahun). Sementara itu, pasar modal mempunyai jangka waktu panjang atau lebih
dari satu tahun. Dalam hal fungsinya, pasar uang melakukan kegiatan mengalokasikan dana secara efektif dan efisien dari pihak yang mempunyai kelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana sehingga terjadi keseimbangan antara penawaran dan permintaan dana.
f. Lembaga pembiayaan
Lembaga pembiayaan atau multifinance adalah salah satu lembaga keuangan bukan bank di Indonesia yang mempunyai kegiatan membiayai kebutuhan masyarakat baik bersifat produktif maupun konsumtif. Beberapa bentuk lembaga pembiayaan, di antaranya ialah sewa guna usaha (leasing), modal ventura (kodal patungan), kartu plastik (ATM dan kartu kredit), anjak piutang (factoring), dan pembiayaan konsumen (consumers finance).
Ø  Sewa guna usaha (leasing) adalah kegiatan sewa atau menyewakan aktiva tetap, khususnya barang modal. Contoh perusahaan leasing adalah penyewaan mobil.
Ø  Modal ventura (venture capital) adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal perusahaan tertentu ke perusahaan lainnya. Di Indonesia, perusahaan modal ventura lebih berwujud ke perusahaan pembiayaan atau pemberi pinjaman.
Ø   Kartu plastik adalah benda berbentuk kartu yang berbahan dasar plastik yang digunakan untuk kebutuhan transaksi keuangan. Jenis kartu yang umum digunakan adalah kartu kredit dan kartu ATM yang juga berfungsi sebagai kartu debit. Kartu plastik diterbitkan oleh lembaga keuangan terutama oleh perbankan.
Ø  Anjak piutang adalah lembaga pembiayaan yang kegiatannya berupa pengalihan piutang serta pengelolaan dan administrasi piutang. Pengalihan piutang merupakan kegiatan pembiayaan karena perusahaan anjak piutang memberikan sejumlah dana tertentu kepada klien untuk mengganti piutang yang belum tertagih. Kegiatan pengalihan piutang ini dikenal dengan jasa financing. Sedangkan jasa pengelolaan dan administrasi piutang dikenal dengan jasa non-financing.
Ø  Pembiayaan konsumen (consumers finance) adalah kegiatan pembiayaan yang dilakukan oleh lembaga keuangan bagi konsumen dan ditujukan untuk pembelian barang-barang yang bersifat konsumtif dan bukan untuk keperluan produktif. Contoh lembaga pembiayaan konsumen di Indonesia adalah Sumber Kredit.

2.     HIPOTESIS
1.    Uang adalah suatu benda dengan satuan hitung tertentu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dalam berbagai transaksi dan berlaku di dalam wilayah tertentu. Para ahli dan pemikir ekonomi biasanya memberikan makna yang berbeda-beda mengenai uang. Meskipun demikian, pengertian umum uang adalah sama, yakni benda yang digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.
2.    Uang mengalami perkembangan yang panjang dalam sejarah peradaban manusia. Dalam zaman barter manusia menggunakan barang sebagai alat pembayaran. Karena mengandung kelemahan-kelemahan, barangbarang sebagai alat pembayaran ini lama kelamaan berkembang ke penggunaan kertas.  Selain uang kertas, dikenal juga uang giral.
3.    Uang menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia, karena seiring perkembanngan zaman, kebutuhan dan keinginan manusia semakin bertambah pula dan semua kebutuhan dapat terwujud jika ditukar dengan sesuatu yang bernilai pula yang sekarang kita kenal dalam bentuk uang.
4.    .Uang mempunyai arti yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia, terlebih dalam usaha pemenuhan kebutuhan.
5.    Menurut SK Menkeu RI No. 792/1990 yang dimaksud lembaga keuangan adalah semua badan yang memiliki kegiatan di bidang keuangan berupa penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama untuk membiayai investasi perusahaan
6.    Uang mempunyai hubungan yang sangat erat dengan lembaga keuangan yang berdiri di Indonesia, hal ini sesuai pengertian lembaga keuangan, dimana kegiatannya bergerak di bidang keuangan  berupa penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat.




BAB III
            P E N U T U P
A.        KESIMPULAN
1.     Uang adalah suatu benda dengan satuan hitung tertentu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dalam berbagai transaksi dan berlaku di dalam wilayah tertentu. Para ahli dan pemikir ekonomi biasanya memberikan makna yang berbeda-beda mengenai uang. Meskipun demikian, pengertian umum uang adalah sama, yakni benda yang digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.
2.     Syarat-syarat uang adalah sebagai berikut.
Diterima umum (acceptability), Mudah disimpan, Mudah diangkut atau mudah dibawa (portable), Mudah dibagi-bagi, Tidak mudah rusak (durability), Mempunyai kestabilan nilai (stability of value), Harus ada kontinuitas.
3.     Fungsi uang yang sedemikian penting itu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: fungsi primer, fungsi sekunder, dan fungsi dinamis.
4.     Ada dua lembaga keuangan yang penting, yakni bank dan lembaga keuangan bukan bank. Usaha pokok bank adalah (a) menghimpun dana dari masyarakat; (b) memberikan kredit kepada masyarakat; (c) memberikan jasa-jasa lalu lintas pembayaran; dan (d) memberikan jasa-jasa dalam peredaran uang. Usaha pokok bank ini melekat secara inheren dalam setiap bank.
5.   Jenis-jenis bank meliputi:
a. Berdasarkan undang-undang jenis bank ada tiga, yaitu: bank sentral, bank umum, bank perkreditan rakyat.
b. Berdasarkan kepemilikan modalnya, jenis bank antara lain: bank pemerintah, bank swasta nasional, bank swasta asing, dan kerja sama bank swasta nasional atau swasta asing.

B.   SARAN
1.    Untuk memperoleh keuntungan dari uang itu sendiri, kelolalah pengeluaran sebaik mungkin agar tidak terjadi penyimpangan yang membuat pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.
2.    Pemanfaatan lembaga keuangan akan membantu dalam menjaga uang yang kita miliki khususnya pemanfaatan lembaga keuangan Bank.







DAFTAR PUSTAKA
Subroto, Djoko. Daru Wahyuni. 2008 . Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi 3. Jakarta : Bumi Aksara.
Deliarnov, Drs,. M. Sc. Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi. 2007.          Pekanbaru : Erlangga.
Suyanto. Nurhadi. 2007. Ilmu Pengetahuan social Ekonomi.Yogyakarta :  Erlangga.
http : www.google.com. 31 April 2010. Uang dan Lembaga Keuangan.


Reaksi:

1 komentar:

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013