Jumat, 12 Oktober 2012

LANDASAN, FUNGSI, DAN KOMUNIKASI



PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Sebagai makluk sosial komunikasi merupakan hal yang paling dekat dengan kita. Apa sebenarnya komunikasi itu? Komunikasi dapat kita artikan sebagai berbagi pikiran, informasi dan intelijen. Segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan menyampaikan pesannya pada orang lain merupakan tujuan komunikasi. Lalu jika pesan yang kita maksudkan tersebut tidak sesuai dengan penangkapan lawan bicara kita, terjadilah mis-komunikasi, Nah, sebuah komunikasi yang efektif membutuhkan kejernihan pesan, kelengkapan pesan, ekspresi wajah, kontak mata, postur tubuh, dan penampilan fisik secara eksternal.
Di era modern ini mungkin nampak 'tolol' melihat seseorang berusaha menciptakan kesadaran komunikasi. Banyak di antara kita memberi sedikit perhatian pada hal ini tetapi kenyataanya komunikasi ini terus berlangsung, tak peduli siapa anda, jika anda tidak bisa berkomunikasi dengan semestinya maka tak seorangpun akan mendengarkan Anda. Jadi komunikasi merupakan sebuah asset penting sebagai tambahan untuk kepribadian Anda. Bagiamana membangun sebuah komunikasi efektif tersebut, berikut beberapa hal yang sebaiknya jadi pertimbangan untuk dikembangkan:
Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti sama. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama ((make to common). Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).
Pada awalnya, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan.
Pada binatang, komunikasi juga dilakukan dengan cara yang sederhana melalui tindakan - tindakan yang bersifat reflek. Menurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya "otak reptil" menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi.  Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain "tingkat tinggi".
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industiralisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri.
B.  Rumusan Masalah
1.    Apa saja landasan komunikasi itu?
2.    Apa fungsi dan tujuan dari komunikasi?















PEMBAHASAN
A.  Landasan Komunikasi
Pada hakikatnya komunikasi memiliki dua lamdasan:
1.    Kebersamaan (commonality)
Dimana adanya saling pengertian terhadap sesama mahkluk sosial, rasa toleransi yang berbuah tenang dan damainya kehidupan sosial. Kebersamaan belum berarti berkumpul bersama. Kebersamaan itu adalah awal dari terciptanya kedamaian hidup antar manusia yang biasanya sulit terjalin benar, pastinya itu adalah hal yang indah.
Dalam proses komunikasi, kebersamaan akan terjalin antara satu orang dengan lainnya bila keduanya dapat berkomunikasi dengan baik yakni dengan adanya persamaan persepsi, pemikiran, idealita, dll. Namun tidak menutup kemungkinan, perbadaan sudut pandang yang dimiliki oleh keduanya tidak lantas menjadikan mereka berbeda. Perbedaan yang dimiliki dapat pula menjadi suatu jembatan untuk menjalin sebuah komunikasi yang harmonis dan interaktif. Dimana, ketika satu orang tidak mengetahui sebelumnya mengenai apa yang hendak disampaikan oleh yang lainnya, maka dengan demikian dia akan menyimak dengan seksama apa yang hendak disampaikan oleh rekannya sehingga pembicaraan diantara mereka dapat berlangsung lebih baik.
Sebagai contoh bilamana orang-orang yang berkomunikasi itu mengungkapkan persamaan latar belakang, kepercayaan, nilai-nilai, sikap, bahasa, dan pengertian, maka sebenarnya mereka telah memiliki landasan yang kuat untuk berhasil dalam berkomunikasi.
2.    Individualitas (individuality)
Landasan individualitas (psikologis) berkenaan dengan pemaknaan terhadap manusia yang memiliki fitrah kehidupan sebagai makhluk berpotensi. Karena itu pemaknaan terhadap pertumbuhan dan perkembangan yang berkaitan dengan karakteristik kecerdasan (emosional, intelektual, sosial dan spritiual) kepribadian, keunikan dan kebutuhan-kebutuhan individu merupakan faktor yang tidak dapat diabaikan.
Dalam suatu proses komunikasi, baik pengirim pesan (sender) maupun penerima pesan (receivers) berusaha bagaimana mereka dapat manggunakan, baik dasar-dasar kebersamaan maupun perbedaan-perbedaan yang ada sebagai landasan dalam interaksi mereka. Yang penting disini ialah bahwa baik pengirim pesan maupun penerima pesan, harus saling mengerti, bahwa setiap manusia memiliki keinginan-keinginan, kepentingan-kepentingan, kebutuhan-kebutuhan, harapan-harapan yang berbeda. Jadi keduanya harus berusaha agar hal-hal di atas tidak dipertentangkan, tetapi diarahkan untuk mencapai sasaran yang sama. Dengan cara yang demikian, sudah merupakan landasan yang kuat untuk menciptakan suatu proses komunikasi yang efisien dan efektif.
B.  Fungsi Komunikasi

Dalam proses komunikasi setidaknya ada tiga tujuan komunikasi:

1.    Perkembangan Proses Mental
Untuk dapat mengembangkan jiwa anda, Anda memerlukan hubungan percakapan dengan dan dari orang lain. Inilah salah satu fungsi dasar komunikasi untuk perkembangan jiwa seseorang. Dengan ini jelaslah bahwa komunikasi serta interaksi dengan orang lain adalah perlu untuk pertumbuhan intelektual. Anda dapat bayangkan, betapa banyaknya Anda ketahui sesuatu dari tangan pertama dan betapa banyak yang anda pelajari dari orang lain.
2.    Penyesuaian terhadap Lingkungan
Lingkungan Anda adlaah segala sesuatu yang ada di sekitar Anda, termasuk manusia. Penyesuaian berarti adaptasi, mengintegrasikan diri kedalam lingkungan. Berinteraksi dengan manusia lain menyebabkan kita berasimilasi, melalui interaksi kita saling merubah dan memperbaiki.
3.    Memanipuasi Lingkungan
Melalui komunikasi kita menyesuaikan diri kita dengan lingkungan, maka pada fungsi yang ketiga ini, dengan melalui interaksi/ komunikasi kita berusaha mempengaruhi lingkungan supaya sesuai dengan kita, lingkungan yang menyesuaikan diri terhadap kita, berkat bantuan komunikasi.

Fungsi Komunikasi


Fungsi komunikasi dibagi menjadi empat bagian. Fungsi-fungsi suatu peristiwa komunikasi (communication event) tampaknya tidak sama sekali independen, melainkan juga berkaitan dengan fungsi-fungsi lainnya, meskipun terdapat suatu fungsi dominan.

FUNGSI KOMUNIKASI SOSIAL komunikasi itu penting membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, kelangsungan hidup untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan.Pembentukan konsep diriKonsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. Pernyataan eksistensi diri Orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau pernyataan eksistensi diri. Ketika berbicara, kita sebenarnya menyatakan bahwa kita ada. 

FUNGSI KOMUNIKASI EKSPRESIF  Komunikasi ekspresif dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen untuk menyampaikan perasaan-perasaan  (emosi kita) melalui pesan-pesan non verbal.

FUNGSI KOMUNIKASI RITUAL Komunikasi ritual sering dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dalam acara tersebut orang mengucapakan kata2 dan menampilkan perilaku yang bersifat simbolik. 

FUNGSI KOMUNIKASI INSTRUMENTAL Komunikasi instrumental  mempunyai beberapa tujuan umum: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur (persuasif) Suatu peristiwa komunikasi sesungguhnya seringkali mempunyai fungsi-fungsi tumpang tindih, meskipun salah satu fungsinya sangat menonjol dan mendominasi

Dapat pula kita paparkan fungsi komunikasi sebagai berikut:.
1.    Memberikan informasi kepada masyarakat. Karena perilaku menerima informasi merupakan perilaku alamiah masyarakat. Dengan menerima informasi yang benar masyarakat akan merasa aman tentram. Informasi akurat diperlukan oleh beberapa bagian masyarakat untuk bahan dalam pembuatan keputusan. Informasi dapat dikaji secara mendalam sehingga melahirkan teori baru dengan demikian akan menambah perkembangan ilmu pengetahuan. Informasi disampaikan pada masyarakat melalui berbagai tatanan komunikasi, tetapi yang lebih banyak melalui kegiatan mass communication .
2.    Mendidik masyarakat. Kegiatan komunikasi pada masyarakat dengan memberiakan berbagai informasi tidak lain agar masyarakat menjadi lebih baik, lebih maju, lebih berkembang kebudayaannya. Kegiatan mendidik masyarakat dalam arti luas adalah memberikan berbagai informasi yang dapat menambah kemajuan masyarakat dengan tatanan komunikasi massa. Sedangkan kegiatan mendidik masyarakat dalam arti sempit adalah memberikan berbagai informasi dan juga berbagai ilmu pengetahuan melalui berbagai tatanan komunikasi kelompok pada pertemuan-pertemuan, kelas-kelas, dan sebagainya. Tetapi kegiatan mendidik masyarakat yang paling efektif adalah melalui kegiatan Komunikasi Interpersonal antara penyuluh dengan anggota masyarakat, antara guru dengan murid, antara pimpinan dengan bawahan, dan antara orang tua dengan anak-anaknya.
3.    Mempengaruhi masyarakat. Kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat juga dapat dijadikan sarana untuk mempengaruhi masyarakat tersebut ke arah perubahan sikap dan perilaku yang diharapkan. Misalnya mempengaruhi masyarakat untuk mendukung suatu pilihan dalam pemilu dapat dilakukan melalui komunikasi massa dalam bentuk kampanye, propaganda, selebaran-selebaran, spanduk dan sebagainya. Tetapi berdasarkan beberapa penelitian kegiatan mempengaruhi masyarakat akan lebih efektif dilakukan melalui Komunikasi Interpersonal.
4.    Menghibur masyarakat. Perilaku masyarakat menerima informasi selain untuk memenuhi rasa aman juga menjadi sarana hiburan masyarakat. Apalagi pada masa sekarang ini banyak penyajian informasi melalui sarana seni hiburan.
Fungsi Komunikasi lainnya yang dipaparkan oleh William I. Gorden, Communication : Personal and Public,1978 adalah:
- Membangun Konsep Diri (Establishing Self-Concept)
- Eksistensi Diri (Self Existence)
- Kelangsungan Hidup (Live Continuity)
- Memperoleh Kebahagiaan (Obtaining Happiness)
- Terhindar dari Tekanan dan Ketegangan (Free from Pressure and Stress)
C.  Tujuan Komunikasi
Tujuan komunikasi diantaranya adalah:
1.    Efisiensi
Komunikasi itu dikatakan efisien, disebabkan oleh karena penerima atau pendengar memiliki idea yang benar dan jelas, tentang apa yang dikehendaki oleh pengirim. Berdasarkan pemikiran ini, maka dapat diartikan, bahwa pengertian (pemahaman) merupakan test efisiensi dalam komunikasi. Artinya, sesuatu komunikasi dikatakan efisien, apabila terdapat kesamaan pengertian antara pengirim dan penerima pesan.
2.    Efektivitas
Dalam proses komunikasi, hal yang mutlak diperhatikan adalah tingkat keefektifan komunikasi. Komunikasi dikatakan efektif apabila makna yang ada pada sumber pesan sama dengan makna yang ditangkap oleh penerima pesan. Makna pesan sangat tergantung pada lingkungan di mana pihak yang terlibat dalam proses komunikasi tinggal dan dibesarkan.
Yang paling berpengaruh dalam efektifitas komunikasi adalah faktor pesan. Yuhana dkk. (2006) membagi pesan menjadi 3 aspek, antara lain kode pesan, isi pesan, dan perlakuan terhadap pesan. Dari ketiga aspek ini, yang paling berpengaruh dalam efektifitas komunikasi adalah kode pesan, di mana komunikator menyampaikan pesan melalui simbol-simbol yang mewakili isi pesan tersebut. Sedangkan telah kita ketahui bahwa makna dari simbol pesan bisa berbeda antara satu individu dengan individu lain, karena makna tidak bisa ditransfer, hanya bisa disampaikan melalui perwakilan simbol-simbol.
Komunikasi dikatakan efektif jika dapat menimbulkan 5 hal yaitu:
1.    Pengertian. Pengertian adalah penerimaan yang cermat dari isi stimuli seperti yang dimaksudkan oleh komunikator
2.    Kesenangan. Komunikasi dilakukan untuk mengupayakan agar mereka sama-sama merasa senang. Sebagaimana disebut pada Analisis Transaksional (Eric Berne, 1982) sebagai “saya oke -  kamu oke”. Komunikasi ini lazim disebut komunikasi Fatis (phatic communication), dimaksudkan untuk menimbulkan kesenangan.
3.    Mempengaruhi Sikap. Mempengaruhi sikap misal, orang tua melakukan komunikasi dengan anaknya bertujuan untuk mempengaruhi agar mau belajar, inilah contoh persuasif. Komunikasi persuasif memerlukan pemahaman tentang faktor-faktor pada diri orang tua dan pesan yang menimbulkan efek pada remaja.
4.    Hubungan Sosial Yang Baik. Hubungan sosial yang baik artinya komunikasi ditunjukan untuk menumbuhkan hubungan sosial yang baik. Manusia yang merupakan mahluk individu yang sosial mempunyai kebutuhan sosial, yaitu ingin berhubungan dengan orang lain secara positif.
5.    Tindakan/ respon
Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1.      Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2.      Mempengaruhi perilaku seseorang
3.      Mengungkapkan perasaan
4.      Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5.      Berhubungan dengan orang lain
6.      Menyelesaian sebuah masalah
7.      Mencapai sebuah tujuan
8.      Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9.      Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain









KESIMPULAN DAN SARAN
A.  Kesimpulan
Dalam ilmu komunikasi setidaknya kita mendapati dua landasan yakni kebersamaan dan individualitas, dimana keduanya senantiasa berdampingan dalam proses komunikasi. Ketika kita sedang melakukan kegiatan berkomunikas, maka pada saat itu juga kebersamaan pun terjalin diantara kita, namun pada hakikatnya setiap orang memiliki pemrikiran yang berbeda-beda. Oleh karena itu, meski membangun sebuah kebersamaan, sifat individualistic seseorang tetap saja terlihat oleh perbedaan pendapat dan argument yang senantiasa muncul dalam proses komunikasi itu sendiri. Disamping itu, komunikasi memiliki tiga fungsi yaitu perkembangan proses mental, penyesuaian terhadap lingkungan dan memanipulasi lingkungan. Dalam komunikasi juga terdapat dua tujuan utama yang dapat kita jadikan sebagai alat pengukur terhadap keberhasilan setiap interaksi, diantaranya adalah efisiensi dan efektivitas.
B.  Saran
Demikianlah penyusunan makalah komunikasi yang membahas mengenai landasan, fungsi dan tujuan komunikasi ini. Dalam proses penyajian materi ini tentunya terdapat banyak kekurangan, baik itu dari segi kelengkapan materi yang disampaikan maupun dalam proses penyusunannya.
Oleh karena itu, penyusun memohon maaf yang sebesar-besarnya dan penyusun menerima saran maupun kritik dari pembaca guna perbaikan makalah ini kedepannya.











DAFTAR PUSTAKA

Larry Gonick, Kartun (non). 2007. Komunikasi, guna dan salah guna informasi dalam dunia modern. Kepustakaan Populer Gramedia. (diterjemahkan dari Guide to (non) Communication HarperClollins Publisher, Inc copyright 1993.
Mulyana, Deddy Prof. 2007. Imu Komunikasi Suatu Pengantar. PT Remaja Rosdakarya.
Nippi Tambe. 2011. Interaksi Belajar Mengajar dan Pengelolaan Kelas. Badan Penerbit UNM. Makassar.
Rohim,Syaiful.2009. Teori Komunikasi: Perspektif,Ragam, & Aplikasi. Rineka Cipta. Jakarta.
West, Richard & Lynn H. Turner. 2007. Introducing Communication Theory. Third Edition. The McGrow Hill companies. Singapore.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013