Jumat, 12 Oktober 2012

Peran Guru Sebagai Pengajar dan Pembimbing Mei 27, 2008 6 Komentar Guru dewasa ini berkembang sesuai dengan fungsinya, membina untuk mencapai tujuan pendidikan. Lebih-lebih dalam sistem sekolah sekarang ini, masalah pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan tenaga pengajar perlu mendapat perhatian yang serius. Bagaimanapun baiknya kurikulum, administrasi, dan fasilitas perlengkapan, kalau tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas guru-gurunya tidak akan membawa hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, peningkatan mutu tenaga-tenaga pengajar untuk membina tenaga-tenaga guru yang profesional adalah unsur yang penting bagi pembaruan dunia pendidikan. Guru sebagai pengajar Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh guru di sekolah adalah memberikan pelayanan kepada para siswa agar mereka menjadi siswa atau anak didik yang selaras dengan tujuan sekolah. Melalui bidang pendidikan, guru mempengaruhi aspek kehidupan, baik sosial, budaya maupun ekonomi. Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru merupakan faktor utama yang bertugas sebagai pendidik. Guru memegang berbagai jenis peranan yang mau tidak mau harus dilaksanakannya sebagai guru. Yang dimaksud sebagai peran adalah pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau jabatan tertentu. Guru harus bertanggungjawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar mengajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar disamping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan kata lain : guru harus mampu menciptakan situasi kondisi belajar yang sebaik-baiknya. Guru sebagai pembimbing Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah, keluarga serta masyarakat. Dalam keseluruhan proses pendidikan guru merupakan faktor utama. Dalam tugasnya sebagai pendidik, guru memegang berbagai jenis peran yang mau tidak mau harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Setiap jabatan atau tugas tertentu akan menuntut pola tingkah laku tertentu pula. Sehubungan dengan peranannya sebagai pembimbing, seorang guru harus : • Mengumpulkan data tentang siswa • Mengamati tingkah laku siswa dalam situasi sehari-hari • Mengenal para siswa yang memerlukan bantuan khusus • Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orangtua siswa baik secara individu maupun secara kelompok untuk memperoleh saling pengertian tentang pendidikan anak • Bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa • Membuat catatan pribadi siswa serta menyiapkannya dengan baik • Menyelenggarakan bimbingan kelompok atau individu • Bekerja sama dengan petugas bimbingan lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa • Menyusun program bimbingan sekolah bersama-sama dengan petugas bimbingan lainnya • Meneliti kemajuan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah. Berdasarkan uraian di atas maka jelaslah bahwa peran guru baik sebagai pengajar maupun sebagai pembimbing pada hakekatnya saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, kedua peran tersebut harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan sekaligus merupakan keterpaduan. Buku : psikologi belajar dan mengajar A. Latar Belakang Multiperan guru adalah serangkaian usaha yang dilakukan dan diupayakan oleh guru sebagai pendidik. Sekaitan dengan ini, H. Mohamad Surya memandang bahwa peran guru bukan hanya di sekolah, melainkan juga di luar sekolah, misalnya di lingkungan keluarga dan di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, guru memiliki peran yang kompleks, karena ia bukan hanya berkedudukan sebagai tenaga pendidik di sekolah, tetapi ia juga memiliki kedudukan yang sama sebagai pendidik di luar sekolah dan sejumlah peran lainnya. B. Multiperan Guru di Sekolah Proses belajar mengajar di sekolah merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Sesuai dengan hasil telaahan penulis, ditemukan berbagai tulisan yang dikemukakan para pakar pendidikan tentang peran-peran (multiperan) yang diemban oleh guru di lingkungan sekolah yang utama adalah sebagai pendidik, pengajar dan pelatih peserta didik. Akan tetapi, sesuai adanya perkembangan baru sekitar proses belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan perannya, karena proses belajar mengajar sebagian besar ditentukan oleh peran guru di sekolah. Peran guru dalam proses belajar mengajar di sekolah selain peran utamanya adalah meliputi banyak hal, antara lain: 1. Guru Sebagai Demonstrator dan Motivator Sebagai demonstrator, maka guru memiliki peran dalam memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis, dan apa yang disampaikannya itu betul-betul dapat dimiliki oleh peserta didik, sehingga mereka (peserta didik) akan mampu mengembangkan dalam arti meningkatkan kemampuannya pada tingkat keberhasilan yang lebih optimal. Untuk sampai ke tujuan tersebut, maka di samping guru sebagai demonstrator, ia juga berperan sebagai motivator, yakni merangsang dan atau memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi peserta didik, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas), sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar mengajar. Dalam semboyan pendidikan di Taman Siswa sudah lama dikenal dengan istilah ing ngaso sun tulodo dan ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Dengan semboyang ini, maka sangat nampak bahwa peranan guru sebagai motivator sangat penting dalam interaksi belajar mengajar, karena menyangkut esensi pekerjaan mendidik yang membutuhkan kemahiran sosial, menyangakut performance dalam arti personalisasi dan sosialisasi diri. 2. Guru Sebagai Mediator dan Fasilitator Sebagai mediator, maka guru berperan sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. Mediator menurut Sudirman AM, berarti guru sebagai penyedia media, yakni bagaimana upaya guru meyediakan dan mengorganisasikan penggunaan media pembelajaran. Karena guru sebagai mediator, praktis bahwa ia juga berperan sebagai fasilitator, yakni memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar yang sedemikian rupa, dan serasi dengan perkembangan siswa, sehingga interaksi belajar akan berlangsung secara efektif. Hal ini, sesuai dengan paradigma “Tut Wuri Handayani”. 3. Guru sebagai Evaluator dan Pengelola Kelas Sebagai evaluator, maka guru berperan mengadakan evaluasi, yakni penilaian terhadap hasil yang telah dicapai oleh peserta didik. Dengan penilaian, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian, penguasaan peserta didik terhadap pelajaran yang diberikan. Sekiranya, peserta didik belum sampai pada tingkat keberhasilan, maka guru dituntut lagi untuk lebih berperan sebagai pengelola kelas, dalam arti bahwa ia berperan sebagai learning manager, yakni mengelola kelas dan mengarahkan lingkungan kelas agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan untuk keberhasilan siswa secara optimal. Multiperan guru sebagaimana diuraikan di atas, sangat penting penjabaran-nya, dan akan senantiasa menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan berfungsi dengan baik, karena berbagai kegiatan interaksi belajar mengajar, dapat dipandang sebagai sentral dalam keseluruhan proses pembelajaran. Masih terkait dengan multiperan guru, oleh Mohamad Surya menyatakan bahwa peran guru di sekolah adalah dalam keseluruhan kegiatan pendidikan di tingkat operasional, guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tingkat institusional, intsruksional, dan eksperiensal. Hal yang demikian ini mengandung makna bahwa peran harus dipertahankan, bahkan sebaiknya lebih ditingkatkan. Karena itu, maka guru juga dituntut untuk memiliki komitmen yang kuat dalam upaya menfungsikan multiperannya secara utuh dan menyeluruh. C. Multiperan Guru di Luar Sekolah Di luar sekolah, guru juga memiliki multiperan yang signifikan. Di lingkungan keluarga misalnya, guru merupakan unsur keluarga sebagai pengelola (suami atau isteri), sebagai anak, dan sebagai pendidik dalam keluarga. Hal ini mengandung makna bahwa guru sebagai unsur keluarga harus mampu mewujudkan keluarga yang kokoh, sehingga menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara keseluruhan. Menurut Mohamad Surya, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, guru merupakan unsur strategis sebagai anggota, agen, dan pendidik masyarakat. Sebagai anggota masyarakat, guru harus menunjukkan kepribadiannya secara efektif agar menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarnya. Sebagai agen masyarakat, guru berperan sebagai mediator antara masyarakat dan dunia pendidikan. Dalam hal ini, Moh. Uzer Usman menyatakan bahwa guru berperan untuk menyampaikan segala perkembangan kemajuan dunia sekitar kepada masyarakat, khususnya masalah-masalah pendidikan. Guru juga sebagai pemimpin generasi muda, maka masa depan generasi muda terletak di tangan guru. Guru berperan sebagai pemimpin mereka dalam mempersiapkan diri untuk anggota masyarakat yang dewasa. Ringkasnya, multiperan guru yang disebutkan di atas, jika berfungsi sebagaimana mestinya, maka akan membawa lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat pada suasana edukatif, sehingga akan tercipta lingkungan yang berpendidikan, terarah dan menyeluruh, baik di sekolah maupun di luar sekolah, misalnya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam pandangan penulis bahwa multiperan guru di luar sekolah, perlu diwujudkan secara nyata melalui satu pendekatan dan program yang dilaksanakan secara profesional, sistemik, sinergik, dan simbiotik dari semua pihak terkait. D. Penutup Multiperan guru sangat kompleks dan tidak hanya dimainkan di sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Di sekolah, guru selain berperan sebagai pendidik, pengajar, dan pelatih peserta didik, ia juga berperan sebagai demonstrator, motivator, mediator, fasilitator, evaluator, dan pengelola kelas. Sementara itu, di luar sekolah, guru berperan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sumber: Sudirman AM. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2000. Surya, H. Mohamad. Percikan Perjuangan Guru. Semarang: CV. Aneka Ilmu, 2003. Usman, Moh. Uzer. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004. Peranan Guru Sebagai Pengajar dan Pembimbing • Guru sebagai pengajar Sebagai pengajar profesional mengajar yang baik bukan sekedar persoalan teknik-teknik dan metedologi belajar siswa. Salah satu tugas guru yang harus dilaksanakan di sekolah adalah memberikan layanan kepada siswa adalah agar mereka menjadi anak didik yang selaras dengan tujuan sekolah. Guru harus memberikan ilmu yang dimilikinya kepada peserta didik dengan rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi. Terdapat beberapa hal yang dapat / perlu dilakukan guru dalam pembelajaran yakni: 1. Membuat ilustrasi 2. Medefinisikan 3. Menganalisis 4. Mensintesis 5. Bertanya 6. Merespon 7. Mendengar 8. Menciptakan kepercayaan 9. Memberikan pandangan yang bervariasi 10. Menyesuaikan metode pembelajaran dengan situasi dan keadaan kelas 11. Mengevaluasi hasil belajar siswa. • Guru sebagai pembimbing Tugas membimbing memiliki pengertian bahwa guru dapat mengarahkan dan mengendalikan sikap, kemampuan, potensi dan pribadi murid kearah pencapaian tujuan pendidikan yang seutuhnya. Guru harus merumuskan tujuan secara jelas menetapkan, dan tempat proses belajar mengajar, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk pengajaran serta menilai kelancaran proses belajar mengajar. Dapat disimpulkan bahwa sebagai pembimbing guru memerlukakan kompentensi yang tinggi untuk melaksanakn lima tugas pokoknya sebagai pembimbing yaitu: 1. Merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang akan dicapai 2. Melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran 3. Memaknai kegiatan belajar 4. Bekerjasama dengan masyarakat, lembaga dan instansi lainnya untuk keberhasilan pembelajaran dan pengembangan pendidikan kearaha yang lebih baik. Sehingga pada akhirnya jika guru dapat mengemban tugas sebagai pengajar dan pembimbing dengan baik maka keberhasilan peningkatan mutu serta kualitas pendidikan akan dicapai.



Peran Guru Sebagai Pengajar dan Pembimbing
Mei 27, 2008 6 Komentar
Guru dewasa ini berkembang sesuai dengan fungsinya, membina untuk mencapai tujuan pendidikan. Lebih-lebih dalam sistem sekolah sekarang ini, masalah pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan tenaga pengajar perlu mendapat perhatian yang serius. Bagaimanapun baiknya kurikulum, administrasi, dan fasilitas perlengkapan, kalau tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas guru-gurunya tidak akan membawa hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, peningkatan mutu tenaga-tenaga pengajar untuk membina tenaga-tenaga guru yang profesional adalah unsur yang penting bagi pembaruan dunia pendidikan.
Guru sebagai pengajar
http://hlasrinkosgorobogor.files.wordpress.com/2008/05/guru.jpeg?w=118&h=121Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh guru di sekolah adalah memberikan pelayanan kepada para siswa agar mereka menjadi siswa atau anak didik yang selaras dengan tujuan sekolah. Melalui bidang pendidikan, guru mempengaruhi aspek kehidupan, baik sosial, budaya maupun ekonomi. Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru merupakan faktor utama yang bertugas sebagai pendidik. Guru memegang berbagai jenis peranan yang mau tidak mau harus dilaksanakannya sebagai guru.
Yang dimaksud sebagai peran adalah pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau jabatan tertentu. Guru harus bertanggungjawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar mengajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar disamping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan kata lain : guru harus mampu menciptakan situasi kondisi belajar yang sebaik-baiknya.
Guru sebagai pembimbing
http://hlasrinkosgorobogor.files.wordpress.com/2008/05/pembimbing.jpeg?w=123&h=93Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah, keluarga serta masyarakat.
Dalam keseluruhan proses pendidikan guru merupakan faktor utama. Dalam tugasnya sebagai pendidik, guru memegang berbagai jenis peran yang mau tidak mau harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Setiap jabatan atau tugas tertentu akan menuntut pola tingkah laku tertentu pula. Sehubungan dengan peranannya sebagai pembimbing, seorang guru harus :
  • Mengumpulkan data tentang siswa
  • Mengamati tingkah laku siswa dalam situasi sehari-hari
  • Mengenal para siswa yang memerlukan bantuan khusus
  • Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orangtua siswa baik secara individu maupun secara kelompok untuk memperoleh saling pengertian tentang pendidikan anak
  • Bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa
  • Membuat catatan pribadi siswa serta menyiapkannya dengan baik
  • Menyelenggarakan bimbingan kelompok atau individu
  • Bekerja sama dengan petugas bimbingan lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa
  • Menyusun program bimbingan sekolah bersama-sama dengan petugas bimbingan lainnya
  • Meneliti kemajuan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Berdasarkan uraian di atas maka jelaslah bahwa peran guru baik sebagai pengajar maupun sebagai pembimbing pada hakekatnya saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, kedua peran tersebut harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan sekaligus merupakan keterpaduan.
Buku : psikologi belajar dan mengajar













A. Latar Belakang
Multiperan guru adalah serangkaian usaha yang dilakukan dan diupayakan oleh guru sebagai pendidik. Sekaitan dengan ini, H. Mohamad Surya memandang bahwa peran guru bukan hanya di sekolah, melainkan juga di luar sekolah, misalnya di lingkungan keluarga dan di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, guru memiliki peran yang kompleks, karena  ia bukan hanya berkedudukan sebagai tenaga pendidik di sekolah, tetapi ia juga memiliki kedudukan yang sama sebagai pendidik di luar sekolah dan sejumlah peran lainnya.
B. Multiperan Guru di Sekolah
Proses belajar mengajar di sekolah merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama.
Sesuai dengan hasil telaahan penulis, ditemukan berbagai tulisan yang dikemukakan para pakar pendidikan tentang peran-peran (multiperan) yang diemban oleh guru di lingkungan sekolah yang utama adalah sebagai pendidik, pengajar dan pelatih peserta didik. Akan tetapi, sesuai adanya perkembangan baru sekitar proses belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan perannya, karena proses belajar mengajar sebagian besar ditentukan oleh peran guru di sekolah. Peran guru dalam proses belajar mengajar di sekolah selain peran utamanya adalah meliputi banyak hal, antara lain:
1. Guru Sebagai Demonstrator dan Motivator
Sebagai demonstrator, maka guru memiliki peran dalam memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis, dan apa yang disampaikannya itu betul-betul dapat dimiliki oleh peserta didik, sehingga mereka (peserta didik) akan mampu mengembangkan dalam arti meningkatkan kemampuannya pada tingkat keberhasilan yang lebih optimal. Untuk sampai ke tujuan tersebut, maka di samping guru sebagai demonstrator, ia juga berperan sebagai motivator, yakni merangsang dan atau memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi peserta didik, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas), sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar mengajar. Dalam semboyan pendidikan di Taman Siswa sudah lama dikenal dengan istilah ing ngaso sun tulodo dan ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.  Dengan semboyang ini, maka sangat nampak bahwa peranan guru sebagai motivator sangat penting dalam interaksi belajar mengajar, karena menyangkut esensi pekerjaan mendidik yang membutuhkan kemahiran sosial, menyangakut performance dalam arti personalisasi dan sosialisasi diri.
2. Guru Sebagai Mediator dan Fasilitator
Sebagai mediator, maka guru berperan sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. Mediator menurut Sudirman AM, berarti guru sebagai penyedia media, yakni bagaimana upaya guru meyediakan dan mengorganisasikan penggunaan media pembelajaran. Karena guru sebagai mediator, praktis bahwa ia juga berperan sebagai fasilitator, yakni memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar yang sedemikian rupa, dan serasi dengan perkembangan siswa, sehingga interaksi belajar akan berlangsung secara efektif. Hal ini, sesuai dengan paradigma “Tut Wuri Handayani”.
3. Guru sebagai Evaluator dan Pengelola Kelas
Sebagai evaluator, maka guru berperan mengadakan evaluasi, yakni penilaian terhadap hasil yang telah dicapai oleh peserta didik. Dengan penilaian, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian, penguasaan peserta didik terhadap pelajaran yang diberikan. Sekiranya, peserta didik belum sampai pada tingkat keberhasilan, maka guru dituntut lagi untuk lebih berperan sebagai pengelola kelas, dalam arti bahwa ia berperan sebagai learning manager, yakni mengelola kelas dan mengarahkan lingkungan kelas agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan untuk keberhasilan siswa secara optimal.
Multiperan guru sebagaimana diuraikan di atas, sangat penting penjabaran-nya, dan akan senantiasa menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan berfungsi dengan baik, karena berbagai kegiatan interaksi belajar mengajar, dapat dipandang sebagai sentral dalam keseluruhan proses pembelajaran.
Masih terkait dengan multiperan guru, oleh Mohamad Surya menyatakan bahwa peran guru di sekolah adalah dalam keseluruhan kegiatan pendidikan di tingkat operasional, guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tingkat institusional, intsruksional, dan eksperiensal. Hal yang demikian ini mengandung makna bahwa peran harus dipertahankan, bahkan sebaiknya lebih ditingkatkan. Karena itu, maka guru juga dituntut untuk memiliki komitmen yang kuat dalam upaya menfungsikan multiperannya secara utuh dan menyeluruh.
C. Multiperan Guru di Luar Sekolah
Di luar sekolah, guru juga memiliki multiperan yang signifikan. Di lingkungan keluarga misalnya, guru merupakan unsur keluarga sebagai pengelola (suami atau isteri), sebagai anak, dan sebagai pendidik dalam keluarga. Hal ini mengandung makna bahwa guru sebagai unsur keluarga harus mampu mewujudkan keluarga yang kokoh, sehingga menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara keseluruhan.
Menurut Mohamad Surya, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, guru merupakan unsur strategis sebagai anggota, agen, dan pendidik masyarakat. Sebagai anggota masyarakat, guru harus menunjukkan kepribadiannya secara efektif agar menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarnya. Sebagai agen masyarakat, guru berperan sebagai mediator antara masyarakat dan dunia pendidikan. Dalam hal ini, Moh. Uzer Usman menyatakan bahwa guru berperan untuk menyampaikan segala perkembangan kemajuan dunia sekitar kepada masyarakat, khususnya masalah-masalah pendidikan. Guru juga sebagai pemimpin  generasi muda, maka masa depan generasi muda terletak di tangan guru. Guru berperan sebagai pemimpin mereka dalam mempersiapkan diri untuk anggota masyarakat yang dewasa.
Ringkasnya, multiperan guru yang disebutkan di atas, jika berfungsi sebagaimana mestinya, maka akan membawa lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat pada suasana edukatif, sehingga akan tercipta lingkungan yang berpendidikan, terarah dan menyeluruh, baik di sekolah maupun di luar sekolah, misalnya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam pandangan penulis bahwa multiperan guru di luar sekolah, perlu diwujudkan secara nyata melalui satu pendekatan dan program yang dilaksanakan secara profesional, sistemik, sinergik, dan simbiotik dari semua pihak terkait.
D. Penutup
Multiperan guru sangat kompleks dan tidak hanya dimainkan di sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Di sekolah, guru selain berperan sebagai pendidik, pengajar, dan pelatih peserta didik, ia juga berperan sebagai demonstrator, motivator, mediator, fasilitator, evaluator, dan pengelola kelas. Sementara itu, di luar sekolah, guru berperan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sumber:
Sudirman AM. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2000.
Surya, H. Mohamad. Percikan Perjuangan Guru. Semarang: CV. Aneka Ilmu, 2003.
Usman, Moh. Uzer. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004.
Peranan Guru Sebagai Pengajar dan Pembimbing
  • Guru sebagai pengajar
Sebagai pengajar profesional mengajar yang baik bukan sekedar persoalan teknik-teknik dan metedologi belajar siswa. Salah satu tugas guru yang harus dilaksanakan di sekolah adalah memberikan layanan kepada siswa adalah agar mereka menjadi anak didik yang selaras dengan tujuan sekolah. Guru harus memberikan ilmu yang dimilikinya kepada peserta didik dengan rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi. Terdapat beberapa hal yang dapat / perlu dilakukan guru dalam pembelajaran yakni:
  1. Membuat ilustrasi
  2. Medefinisikan
  3. Menganalisis
  4. Mensintesis
  5. Bertanya
  6. Merespon
  7. Mendengar
  8. Menciptakan kepercayaan
  9. Memberikan pandangan yang bervariasi
  10. Menyesuaikan metode pembelajaran dengan situasi dan keadaan kelas
  11. Mengevaluasi hasil belajar siswa.
  • Guru sebagai pembimbing
Tugas membimbing memiliki pengertian bahwa guru dapat mengarahkan dan mengendalikan sikap, kemampuan, potensi dan pribadi murid kearah pencapaian tujuan pendidikan yang seutuhnya. Guru harus merumuskan tujuan secara jelas menetapkan, dan tempat proses belajar mengajar, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk pengajaran serta menilai kelancaran proses belajar mengajar.
Dapat disimpulkan bahwa sebagai pembimbing guru memerlukakan kompentensi yang tinggi untuk melaksanakn lima tugas pokoknya sebagai pembimbing yaitu:
  1. Merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang  akan dicapai
  2. Melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran
  3. Memaknai kegiatan belajar
  4. Bekerjasama dengan masyarakat, lembaga dan instansi lainnya untuk keberhasilan pembelajaran dan pengembangan pendidikan kearaha yang lebih baik.
Sehingga pada akhirnya jika guru dapat mengemban tugas sebagai pengajar dan pembimbing dengan baik maka keberhasilan peningkatan mutu serta kualitas pendidikan akan dicapai.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013