Sabtu, 03 November 2012

DINASTI CINA



DINASTI CINA



Pendidikan IPS Terpadu
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2012 - 2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ”DINASTI CINA tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Dosen Mata Kuliah Kapita Selekta Sejarah Kebudayaan Indonesia.
Atas segala bantuan, bimbingan dan pengarahan yang telah diberikan kepada penulis selama melakukan Penulisan hingga selesainya penyusunan Makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik membangun dari berbagai pihak untuk kesempurnaan Makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan terutama di bidang Pendidikan IPS.


 Makassar,  Oktober 2012
                                                                                              
Penyusun                                                                       






PEMBAHASAN
A.    Dinasti  Shang
Dinasti Shang merupakan dinasti yang pertama dicatat dalam dokumen sejarah di China. Dinasti Shang yang bersejarah 600 tahun itu dimulakan kira-kira pada Abad ke-16 sebelum Masehi, ibu kotanya selalu dipindahkan dan akhirnya ditetapkan di kawasan sekitar Anyang, provinsi Henan sekarang.
Pada masa Dinasti Shang berkembanglah sistim perbudakan, dimana kaum bangsawan hidup dalam kemewahan, sementara kaum budak hidup dalam kondisi yang sangat buruk. Setelah pemilik budak meninggal, maka budak-budaknya juga dikubur hidup-hidup sebagai korban bersama-sama dengan persembahan berupa hewan. Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan di sini. Para budak, tidak seperti halnya perbudakan di Tibet, Amerika atau tempat lainnya, perbudakan yang terjadi adalah seseorang menjual dirinya kepada seorang majikan sebagai pelayan seumur hidup, jadi mereka diperlakukan sebagai pelayan secara manusiawi dan mengganti marga mereka sesuai dengan majikannya. pengertian dikubur hidup-hidup harus dijelaskan bahwa yang bersangkutan ikut dikubur sebagai pelayan, tidak langsung mati saat dikubur, kuburan orang kaya di tiongkok besar sekali ukurannya, bisa sebesar rumah bahkan lebih dalamnya, jadi para pelayan itu ikut masuk di dalam kuburan dan duduk di ruangan pelayan, dan disediakan lampu minyak sebagai penerangan dan makanan serta minuman untuk beberapa saat, kalau makanan dan minumannya habis baru mereka mati.
B.     Dinasti Zhou
Dinasti Zhou adalah dinasti ke-3 menyusul Dinasti Xia dan Dinasti Shang. Dinasti Zhou kira-kira didirikan pada tahun 1027 sebelum Masehi dan berakhir masa kekuasaannya selama 770 tahun pada tahun 256 sebelum Masehi setelah dicaplok oleh Dinasti Qin. Dinasti Zhou dibagi menjadi Dinasti Zhou Barat dan Dinasti Zhou Timur. Dinasti Zhou Barat adalah masa kekuasaan Dinasti Zhou sebelum memindahkan ibukotanya. Sedangkan Dinasti Zhou Timur adalah masa kekuasaan sesudah pemindahan ibukotanya. Dinasti Zhou Timur juga terbagi menjadi dua tahap, yaitu Zaman Chun Qiu dan Zaman Negara-negara Berperang.
Dinasti Zhou Barat dimulai dari tahun 1027 sebelum Masehi dan berakhir pada tahun 771 sebelum Masehi setelah berkuasa selama 257 tahun. Setelah Raja Zhou Wuwang, yaitu raja pertama Dinasti Zhou memindahkan ibukota ke Gao (sebelah barat laut Chang’an Provinsi Shaanxi), ia memimpin pasukan koalisi menyerbu secara besar-besaran Negara Shang dan mendirikan Dinasti Zhou. Setelah Raja Zhou Chengwang naik takhta, kekuasaan Dinasti Zhou dikuasai oleh pamannya bernama Zhou Gong karena Raja Zhou Chengwang masih seorang anak. Setelah berhasil menstabilkan kedudukannya dalam pemerintahan, Zhou Gong memimpin pasukan menyerbu ke timur dan berhasil memadamkan pemberontakan. Dengan dipimpin oleh Zhou Gong, Dinasti Zhou mengambil serentetan langkah penting untuk memperkokoh hasil-hasil yang dicapainya. Masa berkuasanya Raja Zhou Chengwang dan Raja Zhou Kangwang pada masa kemudian disebut oleh sejarahwan sebagai “Zaman Cheng Kang Yang Ulung”.
C.     Dinasti Qin
Dinasti Qin (221 SM - 206 SM) adalah satu dari tiga dinasti yang paling berpengaruh di Cina sepanjang sejarahnya. Dinasti Qin terkenal sebagai dinasti yang pendek umurnya, namun meletakkan dasar-dasar kekaisaran yang kemudian akan diteruskan selama 2000 tahun oleh dinasti-dinasti setelahnya. Dinasti ini juga adalah dinasti pertama yang mempersatukan suku bangsa beragam di Cina ke dalam entitas tunggal nasional Cina.
Dinasti Qin amat dikenali untuk memulakan Tembok Besar China yang kemudian dilanjutkan oleh Dinasti Ming. Sumbangan-sumbangan utama Qin yang lain termasuk penyatuan kod undang-undang, bahasa tulisan dan mata wang China selepas penderitaan Zaman Musim Bunga dan Musim Luruh serta Zaman Negeri-negeri Berperang. Perkara-perkara yang paling asas seperti panjangnya gandar kereta kuda juga diseragamkan untuk memastikan sebuah sistem perdagangan yang berdaya di seluruh empayar.
Karena lemahnya kemiliteran, dinasti ini tidak bertahan lama. Setelah kematian kaisar yang pertama di 210 SM, puteranya digantikan oleh dua penasihat kerajaan sebelumnya, yang mengatur semua masalah administrasi di wilayah dinasti. Keduanya bertengkar, dan menyebabkan kematian keduanya dan kematian dari kaisar kedua Dinasti Qin. Pemberontakan muncul, dan kepemimpinan yang lemah ini dilimpahkan kepada Letnan Chu, yang akhirnya mendirikan Dinasti Han. Meski terjadi keahkiran yang cepat, dinasti ini telah membawa pengaruh besar untuk dinasti-dinasti berikutnya, dan nama China dari Eropa diyakini diambil dari dinasti ini.
D.    Dinasti Han
Dinasti Han muncul pada tahun 202 SM dan merupakan dinasti pertama untuk memeluk falsafah Konfusianisme yang kemudian menjadi asas ideologi kepada semua rejim sehingga keakhiran empayar China. Di bawah Dinasti Han, China mencapai kemajuan yang ketara dalam banyak bidang seni dan sains. Maharaja Wu (Han Wudi) mengukuhkan dan memperluas empayar China dengan mengundurkan puak Xiongnu (kekadang digolongkan dengan kaum Hun) masuk ke dalam steppe Mongolia Dalam masa kini, dan merampas kawasan-kawasan Gansu, Ningxia, dan Qinghai masa kini. Ini membolehkan pembukaan buat pertama kali hubungan-hubungan perdagangan antara China dengan Dunia Barat melalui Laluan Sutera.
Bagaimanapun, pemerolehan tanah-tanah oleh keluarga-keluarga elit beransur-ansur menyusutkan sumber cukai. Pada tahun 9 Masihi, perampas Wang Mang mengasaskan Dinasti Xin yang tidak dapat kekal lama dan memulakan rancangan-rancangan reformasi tanah yang meluas serta pembaharuan-pembaharuan eknonomi yang lain. Bagaimanapun, rancangan-rancangannya tidak pernah disokong oleh keluarga-keluarga pemilik tanah kerana perubahan-perubahan tersebut memihak kepada golongan petani dan ningrat yang bertaraf rendah. Ketakstabilan yang diakibatkannya akhirnya mencetuskan keadaan kelam-kabut dan pemberontakan.
Maharaja Guangwu kemudian memulihkan Dinasti Han di Luoyang yang terletak di timur Xi'an, dengan bantuan keluarga-keluarga pemilik tanah dan pedagang. Zaman baru itu diistilahkan sebagai Dinasti Han Timur. Bagaimanapun, kuasa Han merosot di tengah-tengah pemerolehan tanah, serangan, dan pertikaian antara puak-puak gundik dengan para sida-sida. Pemberontakan Serban Kuning tercetus pada tahun 184 dan memulakan zaman hulubalang. Dalam kerusuhan yang menyusul, tiga buah negeri cuba mencapai kekuasaan dalam apa yang dipanggil zaman Tiga Kemaharajaan. Zaman itu telah diolah secara romantik dalam karya-karya Cina seperti Kisah Tiga Kemaharajaan.

E.     Dinasti Tang
Dinasti Tang (618 - 907) adalah satu dari tiga dinasti yang paling berpengaruh di Cina sepanjang sejarahnya.
Dinasti Tang menggantikan Dinasti Sui yang berumur pendek, didirikan oleh keluarga Li. Li Yuan mendirikan dinasti ini pada tahun 618 dan menetapkan Chang'an sebagai ibukota dinasti ini. Di tengah masa kejayaan dinasti ini, ada masa 15 tahun di mana Kaisar Wu Zetian memaklumatkan Dinasti Zhou kedua. Kaisar Wu Zetian merupakan kaisar wanita satu-satunya di dalam sejarah kekaisaran Cina.
Nama Tang sendiri berasal dari nama kuno daerah Jin yang sekarang menunjuk kepada provinsi Shanxi.
Setelah Dinasti Tang berdiri keadaan tidaklah langsung aman. Selama kurang lebih enam tahun kekacauan yang diakibatkan oleh pertikaian antar berbagai fraksipun berkecamuk. Li Yuan dengan dibantu puteranya Li Shimin berjuang keras untuk memulihkan perdamaian. Usaha ini akhirnya berhasil dan meletakkan dasar bagi kestabilan politik di sepanjang sejarah Dinasti Tang.
Pada masa kekuasaan Taizong hubungan antara timur dan barat makin terbuka dan Chang-an, ibu kota Dinasti Tang menjadi kota terbesar dan termegah pada jamannya. Salah satu prestasi terkenal pada masa kini adalah perjalanan Bhikshu Xuanzang (kembali ke Chang-an pada tahun 645) untuk mengambil kitab suci Tripitaka di India, dimana perjalanan ini mengandung semangat penjelajahan yang baru menghinggapi bangsa barat sekitar 600 tahun kemudian. Rute perjalanannya mirip dengan rute Marcopolo, sehingga Xuanzang terkadang disebut sebagai Marcopolonya Tiongkok.
Pengganti Taizong adalah kaisar-kaisar lemah. Berturut-turut Tiongkok diperintah oleh Gaozong (649 – 683), Zhongzong (684; 705 – 710), dan Ruizong (684 – 690; 710 – 712). Kaisar Gaozong adalah seorang yang lemah secara fisik, sehingga akhirnya sedikit demi sedikit kekuasaan jatuh pada selir kesayanganya yang ambisius, bernama Wu Zetian (690 – 705). Ketika Gaozong terkena stroke pada tahun 660 dan mengalami kebutaan serta kelumpuhan, Wu mulai bertindak atas nama suaminya di dalam memegang kekuasaan kenegaraan.
Setelah kematian suaminya, Wu mengangkat berturut-turut dua orang kaisar, yakni Zhongzong dan Ruizong sebagai kaisar boneka, sebelum akhirnya pada tahun 690, ia mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar dan menyebut Dinastinya dengan nama Zhou. Namun sayang sekali Wu lupa diri dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan moralitas di istananya. Penyuapan dan korupsi marak di mana-mana, sehingga sang kaisar wanitapun kehilangan simpati rakyat. Pada tahun 705 setelah gagal menyelamatkan kekasih-kekasihnya dari pembunuhan oleh pengawal istana yang marah, Ratu Wu turun tahta. Kaisar Zhongzong dan Ruizong naik tahta kembali, sehingga dengan demikian Dinasti Tang bangkit kembali.












DAFTAR PUSTAKA
Stephen W. Durrant (1995). "The Cloudy Mirror: Tension and Conflict in the Writings of Sima Qian". Albany : Percetakan Universiti Negeri New York.
Benn, Charles. 2002. "China's Golden Age: Everyday Life in the Tang Dynasty". Percetakan Universiti Oxford.
Wang, Zhenping. 1991. "T'ang Maritime Trade Administration". Wang Zhenping. Asia Major, Siri Ketiga, Jilid. IV, 1991, m.s. 7-38.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013