Minggu, 31 Maret 2013

perjuangan bangsa indonesia merebut irian barat








Text Box: BAB
XI



Rounded Rectangle: PERJUANGAN BANGSA
INDONESIA UNTUK MEREBUT
IRIAN BARAT
 






Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka Edisi 1965-1969, 1981
Gambar 11.1 Suasana Pepera di Irian Barat.
 










Text Box: PERJUANGAN MEREBUT
IRIAN BARAT





















A.    Latar belakang perjuangan Indonesia merebut irian barat
Latar belakang terjadinya perjuangan merebut irian barat adalah tentu sj pendudukan balanda di irian baratsecara sepihak. Indonesia yang telah menyatakan kemerdekaannyaa tentu saja tidak bisa tnggal diam. Segenap warga indonesiaberjuang untuk mempertahankan  wilayah irian barat dari bumi nusantara. Perselisihan tersebut kemudian berlanjut hingga kedua Negara setujuuntuk melakukan perundingan atau konfrensi. Tujuannya tentu saja untuk mencari jalan tengah dari permasalahan ini. Anda ingat konfrensi meja bundar atau disingkat KMB? Peristiwa yang terjadi di den hag, belanda pada 23 agustus hingga 2 september 1949 itu juga nerupakan salah satu tonggak penting dalam peristiwa perjuangan irian barat tersebut.
Waktu  itu terjadi kesepakatan yang salah satu keputusan dari KMB tersebut menyebut dalam permasalahan irian barat ini akan kembali dibahas setelah Indonesia di akui kedaulatanya selama satu tahun. Keputusan ini ternyata menimbulkan dua penafsiran yang berbeda dari dua Negara.
Indonesia menafsirkan bahwa pihak belanda akan membebaskan irian barat dalam jangka waktu satu tahun. Sementara pihak belanda menafsirkan bahwa dalam satu tahun ahnya aka nada perundingan lanjut mengenai hal ini.
Pihak Indonesiapun menunggu, hingga akhirnya pihak belanda mengahiri hasil perundingan hal tersebut. Pihak belanda tidak melakukan perundingan kembali seperti apa yang dijanjikannya. Pengingkatan janji itulah yang memaksa segenap bangsa Indonesia untuk memulai perjuangan merebut irian barat secara lebih nyata.

B.    Bentuk perjuangan Indonesia dalam merebut irian barat
Dalam subbab A telah dijelaskan alasan perjuangan pembebasan Irian Barat. Dalam upaya pembebasan tersebut, bangsa Indonesia menggunakan dua cara. Tahap pertama dengan cara diplomasi, baik dengan Belanda maupun dalam forum internasional. Sedang tahap kedua dengan cara konfrontasi baik konfrontasi politik, ekonomi, maupun militer. Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap masing-masing tahap tersebut.
1. Perjuangan Merebut erebut Irian Barat melalui Diplomasi iplomasi
Sekalipun pada tanggal 17 Agustus 1950 terjadi perubahan ketatanegaraan di Indonesia dari RIS menjadi NKRI, tetapi masalah Irian Barat belum terselesaikan. Berikut ini beberapa langkah diplomasi dalam penyelesaian Irian Barat.
a. Tanggal 4 Desember 1950 diadakan konferensi Uni Indonesia Belanda. Dalam konferensi itu Indonesia mengusulkan agar Belanda menyerahkan Irian Barat secara de jure. Namun ditolak oleh Belanda.
b. Pada bulan Desember 1951 diadakan perundingan bilateral antara Indonesia dan Belanda. Perundingan ini membahas pembatalan uni dan masuknya Irian Barat ke wilayah NKRI, namun gagal.
c. Pada bulan September 1952, Indonesia mengirim nota politik tentang perundingan Indonesia Belanda mengenai Irian Barat, namun gagal.
d. Perjuangan Diplomasi Tingkat Internasional.
1)       Dalam Konferensi Colombo bulan April 1954, Indonesia memajukan masalah Irian Barat. Indonesia berhasil mendapat dukungan.
2)      Pada tahun 1954 Indonesia mengajukan masalah Irian Barat dalam sidang PBB. Namun mengalami kegagalan karena tidak memperoleh dukungan yang kuat.
3)      Dalam KAA tahun 1955 Indonesia mendapat dukungan dalam masalah Irian Barat.
Hingga tahun 1956, perundingan antara Indonesia dan Belanda mengenai masalah Irian Barat mengalami kegagalan. Karena mengalami kegagalan dan tidak ada itikad baik dari Belanda untuk menyelesaikannya, maka pemerintah Indonesia mengambil jalan konfrontasi.
Text Box: Jeli Jendela Info
Usaha membawa persoalan Irian
Barat melalui PBB senantiasa gagal
karena tidak mendapat tanggapan
positif, sebab sebagian besar anggota
PBB pada tahun 1955 adalah
negara-negara yang men-dukung Belanda
 






.
2. Perjuangan melalui Konfrontasi
Pemerintah Indonesia secara bertahap mulai mengambil langkah yang konkrit dalam pembebasan Irian Barat. Langkah-langkah tersebut dilakukan melalui konfrontasi ekonomi, politik, dan militer.
a. Konfrontasi Ekonomi
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/a4/Perjuangan_Rebut_Irian_2.jpg
Text Box: Jeli Jendela Info
Untuk menjaga ketertiban dalam
nasionalisasi, pemerintah mengeluarkan
peraturan pemerintah
No 23 Tahun 1958.

 






Sejak tahun 1957 Indonesia melancarkan aksi konfrontasi dalam upaya pembebasan Irian Barat. Jalan konfrontasi yang pertama ditempuh adalah konfrontasi bidang ekonomi. Bentuk konfrontasi ekonomi dilakukan dengan tindakan-tindakan berikut.
1.      Nasionalisasi de javasche Bank menjadi Bank Indonesia tahun 1951.
2.      Pemerintah Indonesia melarang maskapai penerbangan Belanda (KLM) melakukan penerbangan dan pendaratan di wilayah Indonesia.
3.      Pemerintah Indonesia melarang beredarnya terbitan berbahasa Belanda.
4.      Pemogokan buruh secara total pada perusahan-perusahaan Belanda di Indonesia yang memuncak pada tanggal 2 Desember 1957.
5.       Semua perwakilan konsuler Belanda di Indonesia dihentikan mulai 5 Desember 1957 Pada saat itu juga dilakukan aksi pengambilalihan
atau nasionalisasi secara sepihak terhadap perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Netherlandsche Handel Maatscappij (NHM) menjadi Bank Dagang Negara, Bank Escompto, dan percetakan de Unie.
Tindakan Indonesia yang mengambil alih seluruh modal dan perusahaan Belanda menimbulkan kemarahan Belanda, bahkan negara-negara Barat sangat terkejut atas tindakan Indonesia tersebut. Akibatnya hubungan Indonesia-Belanda semakin tegang, bahkan PBB tidak lagi mencantumkan masalah Irian Barat dalam agenda sidangnya sejak tahun 1958.
b. Konfrontasi Politik
Di samping melalui konfrontasi ekonomi, pemerintah RI juga melakukan konfrontasi politik. Pada tahun 1956 secara sepihak Indonesia membatalkan hasil KMB yang dikukuhkan dalam UU No 13 tahun 1956. Kemudian untuk mengesahkan kekuasaannya atas Irian Barat, maka pada tanggal 17 Agustus 1956 pemerintah Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukotanya Soa Siu. Wilayahnya meliputi wilayah yang diduduki Belanda serta daerah Tidore, Oba, Weda, Patani, dan Wasile. Gubernurnya yang pertama adalah Zainal Abidin Syah. Selanjutnya dibentuk Partai Persatuan Cenderawasih dengan tujuan untuk dapat segera menggabungkan wilayah Irian Barat ke dalam RI.
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/89/Perjuangan_Rebut_Irian_3.jpg


Text Box: Jeli Jendela Info
Jayapura adalah ibukota Provinsi
Irian Jaya. Jayapura pernah mengalami
beberapa kali pergantian
nama yaitu, Hollandia, Kota Baru,
dan Sukarnopura. Di kota Jayapura
berdiri dua tugu yaitu Tugu Yos
Sudarso (Pahlawanan yang gugur
dalam upaya pembebasan Irian
Barat) dan Douglas Mac. Arthur
( Jenderal Amerika Serikat yang
merebut Irian dari kekuasaan
Jepang).
 












Pada tanggal 4 Januari 1958 pemerintah membentuk Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB). Tujuannya untuk mengerahkan massa dalam upaya pembebasan Irian Barat. Ketegangan Indonesia-Belanda makin memuncak ketika Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda pada tanggal 17 Agustus 1960.
c . Konfrontasi Militer
Untuk meningkatkan perjuangan, Dewan Pertahanan Nasional merumuskan Tri Komando Rakyat (TRIKORA) yang dibacakan Presiden Soekarno tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta.
Berikut ini isi lengkap Trikora.
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/8c/Perjuangan_Rebut_Irian_4.jpg

Sebagai tindak lanjut dari Trikora, pemerintah mengambil langkah-langkah berikut.
1) Membentuk Provinsi Irian Barat gaya baru dengan ibukota Kota Baru.
2) Membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada tanggal 13 Januari 1962. Sebagai Panglima Komando Mandala ditunjuk Mayjen Soeharto. Markasnya berada di Makasar. Berikut ini tugas Komando Mandala Pembebasan Irian Barat.
1) Merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi-operasi militer.
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/3/3d/Perjuangan_Rebut_Irian_5.jpg
2) Menciptakan daerah bebas secara defacto atau mendudukkan unsur kekuasaan RI di Irian Barat.
Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, maka Panglima Mandala menyusun strategi Panglima Mandala. Berikut ini tahapan-tahapan dalam strategi Panglima Mandala tersebut.
1)       Sampai tahun 1962, fase infiltrasi dengan memasukkan 10 kompi sekitar sasaran tertentu.
2)      Awal tahun 1963, fase eksploitasi dengan mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan, dan menduduki semua pos pertahanan musuh.
3)       Awal tahun 1964, fase konsolidasi dengan mendudukkan kekuasaan-kekuasaan RI secara mutlak di seluruh Irian Barat.
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/a1/Perjuangan_Rebut_Irian_6.jpg




Text Box: Jeli Jendela Info
Untuk mengenang peristiwa pertempuran
di Laut Aru pada tanggal
15 Januari 1962, setiap tanggal 15
Januari diperingati sebagai hari
peristiwa laut/samudra.


Text Box: Ajang Kreasi
Bangsa Indonesia sering menyatakan diri sebagai bangsa yang cinta damai, sehingga
dalam pemecahan masalah selalu diusahakan dengan cara damai. Namun mengapa dalam
perjuangan pembebasan Irian Barat menggunakan cara operasi militer? Bandingkan pula
dengan upaya-upaya penyelesaian kasus Ambalat antara Indonesia dan Malaysia! Agar
referensi kalian lebih lengkap dan hasilnya memuaskan, kalian dapat mencari informasi
dari berbagai sumber seperti surat kabar, majalah, maupun internet!
 











Pada tanggal 15 Januari 1962 terjadi peristiwa Laut Aru. Ketiga MTB yaitu MTB RI Macan Tutul, MTB RI Harimau, dan MTB Macan Kumbang diserang oleh Belanda dari laut dan udara. Ketika itu ketiga kapal sedang mengadakan patroli di Laut Aru. Komodor Yos Sudarso segera mengambil alih komando MTB Macan Tutul dan memerintahkan kedua MTB lainnya mundur untuk menyelamatkan diri. Dalam pertempuran tersebut, akhirnya MTB Macan Tutul bersama Kapten Wiratno dan Komodor Yos Sudarso terbakar dan tenggelam. Dalam rangka konfrontasi, pemerintah mengadakan operasi militer. Operasi militer yang dilaksanakan antara lain Operasi Serigala (di Sorong dan Teminabuan), Operasi Naga (di Merauke), Operasi Banteng Ketaton (di Fak-Fak dan Kaimana), dan Operasi Jaya Wijaya. Operasi yang terakhir dilaksanakan adalah Operasi Wisnumurti. Operasi ini dilaksanakan saat penyerahan Irian Barat kepada RI tanggal 1 Mei 1963. Pada tanggal yang sama Komando Mandala juga secara resmi dibubarkan.


C.   Konflik dan kebijakan pemerintah indonesia dalam merebut irian barat

Konflik bersenjata

Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c5/Soekarno.jpg
Description: http://bits.wikimedia.org/skins-1.19/common/images/magnify-clip.png
Soekarno, Presiden Indonesia yang mencetuskan Trikora
Soekarno membentuk Komando Mandala, dengan Mayjen Soeharto sebagai Panglima Komando. Tugas komando Mandala adalah untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia. Belanda mengirimkan kapal induk Hr. Ms. Karel Doorman ke Papua bagian barat. Angkatan Laut Belanda (Koninklijke Marine) menjadi tulang punggung pertahanan di perairan Papua bagian barat, dan sampai tahun 1950, unsur-unsur pertahanan Papua Barat terdiri dari:
  • Koninklijke Marine (Angkatan Laut Kerajaan Belanda)
  • Korps Mariniers
  • Marine Luchtvaartdienst
Keadaan ini berubah sejak tahun 1958, di mana kekuatan militer Belanda terus bertambah dengan kesatuan dari Koninklijke Landmacht (Angkatan Darat Belanda) dan Marine Luchtvaartdienst. Selain itu, batalyon infantri 6 Angkatan Darat merupakan bagian dari Resimen Infantri Oranje Gelderland yang terdiri dari 3 batalyon yang ditempatkan di Sorong, Fakfak, Merauke, Kaimana, dan Teminabuan.

Operasi-operasi Indonesia

Sebuah operasi rahasia dijalankan untuk menyusupkan sukarelawan ke Papua bagian barat. Walaupun Trikora telah dikeluarkan, namun misi itu dilaksanakan sendiri-sendiri dalam misi tertentu dan bukan dalam operasi bangunan. Hampir semua kekuatan yang dilibatkan dalam Operasi Trikora sama sekali belum siap, bahkan semua kekuatan udara masih tetap di Pulau Jawa. Walaupun begitu, TNI Angkatan Darat lebih dulu melakukan penyusupan sukarelawan, dengan meminta bantuan TNI Angkatan Laut untuk mengangkut pasukannya menuju pantai Papua bagian barat, dan juga meminta bantuan TNI Angkatan Udara untuk mengirim 2 pesawat Hercules untuk mengangkut pasukan menuju target yang ditentukan oleh TNI AL.
Misi itu sangat rahasia, sehingga hanya ada beberapa petinggi di markas besar TNI AU yang mengetahui tentang misi ini. Walaupun misi ini sebenarnya tidaklah rumit, TNI AU hanya bertugas untuk mengangkut pasukan dengan pesawat Hercules, hal lainnya tidak menjadi tanggung jawab TNI AU. Kepolisian Republik Indonesia juga menyiapkan pasukan Brigade Mobil yang tersusun dalam beberapa resimen tim pertempuran (RTP). Beberapa RTP Brimob ini digelar di kepulauan Ambon sebagai persiapan menyerbu ke Papua bagian barat. Sementara itu Resimen Pelopor (unit parakomando Brimob) yang dipimpin Inspektur Tingkat I Anton Soedjarwo disiagakan di Pulau Gorom. Satu tim Menpor kemudian berhasil menyusup ke Papua bagian barat melalui laut dengan mendarat di Fakfak. Tim Menpor ini terus masuk jauh ke pedalaman Papua bagian barat melakukan sabotase dan penghancuran objek-objek vital milik Belanda. Pada tanggal 12 Januari 1962, pasukan berhasil didaratkan di Letfuan. Pesawat Hercules kembali ke pangkalan. Namun, pada tanggal 18 Januari 1962, pimpinan angkatan lain melapor ke Soekarno bahwa karena tidak ada perlindungan dari TNI AU, sebuah operasi menjadi gagal.

Pertempuran laut Aru


Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/e7/Yos_Sudarso.jpg/220px-Yos_Sudarso.jpg
Description: http://bits.wikimedia.org/skins-1.19/common/images/magnify-clip.png
Komodor Yos Sudarso yang tenggelam di Laut Aru pada saat terjadinya Pertempuran Laut Aru.
Pertempuran Laut Aru pecah pada tanggal 15 Januari 1962, ketika 3 kapal milik Indonesia yaitu KRI Macan Kumbang, KRI Macan Tutul yang membawa Komodor Yos Sudarso, dan KRI Harimau yang dinaiki Kolonel Sudomo, Kolonel Mursyid, dan Kapten Tondomulyo, berpatroli pada posisi 4°49' LS dan 135°02' BT. Menjelang pukul 21:00 WIT, Kolonel Mursyid melihat tanda di radar bahwa di depan lintasan 3 kapal itu, terdapat 2 kapal di sebelah kanan dan sebelah kiri. Tanda itu tidak bergerak, dimana berarti kapal itu sedang berhenti. Ketika 3 KRI melanjutkan laju mereka, tiba-tiba suara pesawat jenis Neptune yang sedang mendekat terdengar dan menghujani KRI itu dengan bom dan peluru yang tergantung pada parasut. Kapal Belanda menembakan tembakan peringatan yang jatuh di dekat KRI Harimau. Kolonel Sudomo memerintahkan untuk memberikan tembakan balasan, namun tidak mengenai sasaran. Akhirnya, Yos Sudarso memerintahkan untuk mundur, namun kendali KRI Macan Tutul macet, sehingga kapal itu terus membelok ke kanan. Kapal Belanda mengira itu merupakan manuver berputar untuk menyerang, sehingga kapal itu langsung menembaki KRI Macan Tutul. Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal, "Kobarkan semangat pertempuran".

Operasi penerjunan penerbang Indonesia

Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Mayjen Soeharto melakukan operasi infiltrasi udara dengan menerjunkan penerbang menembus radar Belanda. Mereka diterjunkan di daerah pedalaman Papua bagian barat. Penerjunan tersebut menggunakan pesawat angkut Indonesia, namun operasi ini hanya mengandalkan faktor pendadakan, sehingga operasi ini dilakukan pada malam hari. Penerjunan itu pada awalnya dilaksanakan dengan menggunakan pesawat angkut ringan C-47 Dakota yang kapasitas 18 penerjun, namun karena keterbatasan kemampuannya, penerjunan itu dapat dicegat oleh pesawat pemburu Neptune Belanda. Pada tanggal 19 Mei 1962, sekitar 81 penerjun payung terbang dari Bandar Udara Pattimura, Ambon, dengan menaiki pesawat Hercules menuju daerah sekitar Kota Teminabuan untuk melakukan penerjunan. Saat persiapan keberangkatan, komandan pasukan menyampaikan bahwa mereka akan diterjunkan di sebuah perkebunan teh, selain itu juga disampaikan sandi-sandi panggilan, kode pengenal teman, dan lokasi titik kumpul, lalu mengadakan pemeriksaan kelengkapan perlengkapan anggotanya sebelum masuk ke pesawat Hercules. Pada pukul 03:30 WIT, pesawat Hercules yang dikemudikan Mayor Udara T.Z. Abidin terbang menuju daerah Teminabuan. Dalam waktu tidak lebih dari 1 menit, proses pendaratan 81 penerjun payung selesai dan pesawat Hercules segera meninggalkan daerah Teminabuan. Keempat mesin Allison T56A-15 C-130B Hercules terbang menanjak untuk mencapai ketinggian yang tidak dapat dicapai oleh pesawat Neptune milik Belanda.
TNI Angkatan Laut kemudian mempersiapkan Operasi Jayawijaya yang merupakan operasi amfibi terbesar dalam sejarah operasi militer Indonesia. Lebih dari 100 kapal perang dan 16.000 prajurit disiapkan dalam operasi tersebut.

Akhir dari konflik

Karena kekhawatiran bahwa pihak komunis akan mengambil keuntungan dalam konfik ini, Amerika Serikat mendesak Belanda untuk berunding dengan Indonesia. Karena usaha ini, tercapailah persetujuan New York pada tanggal 15 Agustus 1962. Pemerintah Australia yang awalnya mendukung kemerdekaan Papua, juga mengubah pendiriannya, dan mendukung penggabungan dengan Indonesia atas desakan AS.

E Persetujuan New York

Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/86/Perjoengan_Rebut_IRBARAT_7.jpg
Pada awalnya Belanda tidak yakin pasukan Indonesia dapat masuk ke wilayah Irian. Akan tetapi operasi-operasi yang dilakukan Pasukan Komando Mandala ternyata berhasil terbukti dengan jatuhnya Teminabuan ke tangan pasukan Indonesia. Sementara itu Pemerintah Kerajaan Belanda sedikit banyak mendapat tekanan dari pihak Amerika Serikat untuk berunding karena untuk mencegah terseretnya Uni Soviet dan Ameriksa Serikat ke dalam konfrontasi. Dengan adanya rencana Bunker di atas maka sikap Indonesia adalah menerimanya. Hal ini ternyata menambah simpati dunia terhadap RI, sebaliknya Belanda bersikukuh mempertahankan Irian Barat. Oleh karena itu pada tanggal 14 Agustus 1962 RI melakukan operasi besar-besaran yang terkenal sebagai operasi Jayawijaya. Tanggal penyerbuan ini ditetapkan sebagai ”Hari H” atau “Hari Penyerbuan.”
Pada tanggal 15 Agustus 1962 ditandatangani suatu perjanjian antara Indonesia dengan Pemerintah Belanda di New York, bertempat di Markas Besar PBB. Perjanjian ini terkenal dengan Perjanjian New York. Adapun isi Perjanjian New York adalah sebagai berikut.
1.      Pemerintah Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada Penguasa Pelaksana Sementara PBB (UNTEA = United Nations Temporary Executive Authority) pada tanggal 1 Oktober 1962.
2.      Pada tanggal 1 Oktober 1962 bendera PBB akan berkibar di Irian Barat berdampingan dengan bendera Belanda, yang selanjutnya akan diturunkan pada tanggal 31 Desember untuk digantikan oleh bendera Indonesia mendampingi bendera PBB.
3.      Pemerintah UNTEA berakhir pada tanggal 1 Mei 1963, pemerintahan selanjutnya diserahkan kepada pihak Indonesia.
4.      Pemulangan orang-orang sipil dan militer Belanda harus sudah selesai pada tanggal 1 Mei 1963.
5.      Pada tahun 1969 rakyat Irian Barat diberi kesempatan untuk menyatakan pendapatnya tetap dalam wilayah RI atau memisahkan diri dari RI melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).
Selanjutnya untuk menjamin keamanan di Irian Barat maka dibentuk suatu pasukan keamanan PBB yang dinamakan United Nations Security Forces (UNSF) di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Said Uddin Khan dari Pakistan. Pekerjaan UNTEA di bawah pimpinan Jalal Abdoh dari Iran juga berjalan lancar sehingga tepat pada tanggal 1 Mei 1963 roda pemerintahan RI sudah berjalan. Sebagai Gubernur Irian Barat pertama maka diangkatlah E. J. Bonay, seorang putera asli Irian Barat. Di samping nama-nama Soeharto, Sudarso dan lain-lain yang berjasa dalam pembebasan Irian Barat juga tercatat dalam sejarah nama-nama seperti Kolonel Sudomo, Kolonel Udara Leo Watimena, dan Mayor L. B. Moerdani. Pantas pula untuk dikenang adalah, sukarelawati yang gigih berjuang dalam pembebasan Irian Barat yakni Herlina. Ia memenangkan hadiah Pending Emas karena ikut sertanya dalam pembebasan Irian Barat secara heroik. Pengalamannya dibukukan dalam karya tulis yang berjudul Pending Emas.
Description: Berkas:Perjuangan Rebut Irian 7.jpg
Text Box: Jeli Jendela Info
UNTEA, kependekan dari United
Nations Temporary Executive Authority.
UNTEA adalah badan
pemerintah PBB yang bertugas
menjalankan pemerintahan
sementara di Irian Barat selama masa peralihan.

 




Dengan ditandatangani Perjanjian New York maka pada tanggal 1 Mei 1963 Irian Barat diserahkan kepada Indonesia. Hubungan diplomatik dengan Belanda pun segera dibuka kembali. Dengan kembalinya Irian Barat kepada Indonesia maka Komando Mandala dibubarkan dan sebagai operasi terakhir adalah Operasi Wisnumurti yang bertugas menjaga keamanan dalam penyerahan kekuasaan pemerintahan di Irian Barat dai UNTEA kepada Indonesia.

D.   dampak perebutan dan monopoli kekuasaan irian barat
dengan diserahkannya irian barat kepada Republik Indonesia padatanggal 1 mei 1963 memberikan beberapa dampak bagi Indonesia sampai sekarang baik dampak positif maupun negatif.
Dapak positif dari perebutan kekuasaan irian barat
1.     pemberhentian permusuhan terhadap belanda
2.     makin beragamnya suku dan adat istiadat di negara indonesia yang patut di banggakan karena keanekaragamanya.
3.     Bertambahnya sumber daya alam yang di miliki indonesia.
4.     Makin baiknya hubungan diplomatik terhadap belanda
Dampak negatif dari perebutan kekuasaan irian barat
1.     Kekayaan alam tidak di rasakan sepenuhnya oleh rakyat irian barat karena pabrik yang mengelolah kekayaan alam irian barat sampai sekarang masi kepedudukan orang dari luar negeri.
2.     Kurangnya kepedulian pemerintah terhadap irian barat yang mengakibatkan kemajuan pembangunan,pendidikan di irian barat tertinggal.
3.     Seringnya terjadi kerusuhan akibat ketidakpuasan masyarakat irian barat terhadap pemerintah.



Text Box: Renungkanlah!
* Perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kembali Irian Barat sangat berat.
Oleh karena itu sebagai generasi muda, hendaknya menghargai jasa para
pahlawan dengan menjaga keutuhan bangsa dan negara.
* Gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ingin memisahkan diri dari
NKRI sangat tidak sesuai dengan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan
UUD 1945. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah memberikan
otonomi khusus kepada rakyat Irian Jaya. Di samping itu juga perlu
meningkatkan nasionalisme dan perasaan bangga akan jati diri sebagai bagian
dari bangsa Indonesia.
 











Rounded Rectangle: Ajang Kreasi
Bentuklah kelompok yang beranggotakan 4 - 5 anak. Carilah sumber materi, buku,
majalah, surat kabar, atau internet tentang perkembangan Irian Barat setelah kembali
ke pangkuan Indonesia. Kemudian diskusikan permasalahan berikut ini!
1. Bagaimana perkembangan Irian Jaya pada masa Orde Baru sampai sekarang?
2. Bagaimana tanggapan kalian tentang Gerakan (Organisasi) Papua Merdeka yang
ingin memisahkan diri dari NKRI?
Diskusikan dengan kelompok kalian, kemudian presentasikan di depan kelas!


Rounded Rectangle: Rangkuman
Pembebasan Irian Barat merupakan salah satu kewajiban dan tugasbangsa dan pemerintah Indonesia. Pembebasan Irian Barat berarti ikutmelenyapkan kolonialisme dari muka bumi. Dengan demikian, kehidupanyang demokratis berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan dapat diwujudkan.Perjuangan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia telah melaluiberbagai tahapan, yaitu diplomasi bilateral dengan Belanda, diplomasi mul-tilateral melalui PBB, dan tahapan konfrontasi.Dalam pidato di muka rapat akbar atau raksasa di Yogyakarta, padatanggal 19 Desember 1961 Presiden Sukarno dalam rangka perjuanganpembebasan Irian Barat mencanangkan suatu komando, yang dikenalsebagai Tri Komando Rakyat (Trikora).Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, maka akhirnya padatanggal 31 Desember 1962 sang Merah Putih berkibar secara resmi di IrianBarat, berdampingan dengan bendera PBB. Sejak itu pula bendera Belandaditurunkan secara resmi.Selanjutnya mulai tanggal 31 Mei 1963, bendera PBB tidak lagimendampingi bendera Republik Indonesia. Dan kita semua mengetahui,akhirnya pada tahun 1969 diadakan pernyataan pendapat rakyat (Pepera)yang sifatnya urusan internal dalam negeri Indonesia. Dengan demikian,maka masalah Irian Barat telah secara final terselesaikan secara tuntas.
 














Evaluasi
A.  Pilihlah salah satu jawaban yang kamu anggap paling tepat
1.    Perjuangan merebut kembali Irian Barat didasarkan pada prinsip bahwa:
a.   Kekuasaan Belanda atas Irian Barat merupakan praktik kolonisasi
b.   Irian Barat merupakan bagian wilayah NKRI
c.   Wilayah NKRI mencakup seluruh bekas jajahan Hindia Belanda
d.   Kolonisasi harus dihapuskan dari muka bumi
2.   Indonesia selalu berusaha menyelesaikan masalah Irian Barat secara damaiseperti perundingan Den Haag yang diselenggarkan pada tanggal:
a. 25 Maret 1950
b.   1 April 1950
c.   10 Agustus 1950
d.   4 Desember 1950
3.    Belanda selalu menolak usulan Indonesia untuk menyelesaikan masalahIrian Barat dengan berbagai alasan, kecuali:membanggakan, setelah diadakan perjanjian antara Indonesia dan Belandadi:
a.    New York
b.    Den Haag
c.    Jakarta
d.    Camberra


B.    Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat.
1.    Kapal Perang Indonesia yang tenggelam di Laut Aru ketika bertugasmembebaskan Irian Barat adalah MTB Macan Tutul bersama Kapten Wiratno dan KomodorYos Sudarso.
2.    Berdasarkan hasil KMB, masalah Irian Barat akan dibicarakan dalam ....1(satu)tahun setelah penyerahan kedaulatan kepada RIS.
3.    Dalam rangka pembebasan Irian Barat, pada tanggal 19 Desember 1961Presiden Soekarno membentuk tri komando rakyat (trikora)
4.    Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) guna menentukan nasib Irian Baratdilaksanakan pada tahun 1969
5.    Komodor Jos Sudarso gugur sebagai kusuma bangsa dalam melaksanakan tugas untuk membebaskan Irian Barat di Laut aru


C.   Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara singkat.

1.    Sebutkan 3 (tiga) alasan yang mendorong Belanda selalu menolak untukmenyelesaikan masalah Irian Barat secara damai!
2.    Sebutkan 3 (tiga) perjuangan secara damai yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam rangka menyelesaikan masalah Irian Barat!
3.    Sebutkan isi Tri Komando Rakyat yang dikeluarkan Presiden Soekarno padatanggal 19 Desember 1961!
4.    Bagaimanakah pendapatmu tentang peranan PBB dalamikutmenyelesaikan masalah Irian Barat? Jelaskan jawabanmu!
5.    Apakah yang kamu ketahui tentang Pepera?
Jawab:
1.     Belanda diminta agar menyerahkan irian barat kepada Indonesia secara de jure
Pembatalan UNI dan masuknya irian barat ke NKRI
Karena Indonesia mengirim nota politik kepada Belanda tentang perindingan mengenai irian barat.


2.     Perjuangan diplomasi bilateral melalui belanda
Perjuangan diplomasi bilateral melalui PBB
Perjuangan melalui konfrontasi
3.                    TRI KOMANDO RAKYAT
Kami Presiden Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia dalam rangka
politik konfrontasi dengan Belanda untuk membebaskan Irian Barat, telah memberikan
instruksi kepada Angkatan Bersenjata untuk pada setiap waktu yang kami akan tetapkan
menjalankan tugas kewajiban membebaskan Irian Barat Tanah Air Indonesia dari belenggu
kolonialisme Belanda.
Dan kini, oleh karena Belanda masih tetap mau melanjutkan kolonialisme di tanah air kita
Irian Barat, dengan memecah belah Bangsa dan Tanah Air Indonesia, maka kami perintahkan
rakyat Indonesia, juga yang berada di daerah Irian Barat, untuk melaksanakan Tri Komando
sebagai berikut.
1. Gagalkan pembentukan “Negara Boneka Papua” buatan Belanda kolonial.
2. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia.
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan
Tanah Air dan Bangsa.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Yogyakarta, 19 Desember 1961
Presiden/Pangti APRI/PBR/Panglima
Besar KOTI Pembebasan Irian Barat
Soekarno.
4.     Peranan PBB  dalam menyelesaikan masalah irian barat tidak ada hasilnya karena berkali-kali PBB melakukan rapat mengenai masalah irian barat tidak ada dampak positifnya bagi indonesia, yang jadi masalah pada saat itu adalah ketika perundingan untuk resolusi irian barat tidak mendapatkan 2/3 suara yang diinginkan
5.     Pepera adalah penentuan pendapat rakyat, memutuskan bahwa irian barat tetap merupakan bagian dari Republik Indonesia.
Penentuan pendapat rakyat Irian Barat guna memilihuntuk bergabung dengan RI atau tetap berada dibawah kekuasaan Belanda.












DAFTAR PUSTAKA:
-          Carmelia Sukmawati. 2000. J.A. Dimara: Lintas Perjuangan Putra Papua.Jakarta: PT Sakaprint.
-          Jong, LD. 1987. Pendudukan Jepang di Indonesia. Suatu Ungkapan Berdasarkan Dokumentasi Pemerintah Belanda. Jakarta : Kesain Blance.
-          Pringgodigdo, AK. 1986. Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia. Jakarta : Dian Rakyat.
-           

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013