Kamis, 11 April 2013

KARAKTERISTIK & PERBEDAAN INDIVIDU



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Manusia adalah makhluk yang dapat dipandang dari berbagai sudut pandang, sejak ratusan tahun sebelum Isa, manusia telah menjadi salah satu objek filsafat, baik objek formal yang mempersoalkan hakikat manusia sebagai apa danya manusia dan dengan berbagai kondisinya. Sebagaimana dikenal adanya manusia sebagai makhluk yang berpikir atau homo sapiens, makhluk yang berbuat atau homo faber, makhluk yang dapat didik atau homo educandum, dan seterusnya merupakan pandangan-pandangan tentang manusia tersebut. berbagai pandangan tersebut membuktikan bahwa, manusia adalah makhluk yang kompleks.
Kini bangsa Indonesia telah menganut suatu pandangan, bahwa yang dimaksud manusia secara utuh adalah manusia sebagai pribadi yang merupakan pengejawantahan manunggalnya berbagai ciri atau karakter hakiki atau sifat kodrat manusia yang seimbang antar berbagai segi, yaitu antara segi : (i) individu dan sosial, (ii) jasmani dan rohani, dan (iii) dunia dan akhirat.
Uraian tentang manusia berkaitan dengan kedudukannya sebagai peserta didik, haruslah menempatkan manusia sebagai pribadi yang utuh. Dalam kaitannya dengan kepentingan pendidika, akan lebih ditekankan hakiki mansuia sebagai kesatuan sifat makhluk individu dan makhluk sosial, sebagai kesatuan jasmani dan rohani, dan sebagai makhluk Tuhan dengan menempatkan hidupnya di dunia sebagai persiapan kehidupannya di akhirat.








BAB II
PEMBAHASAN
KARAKTERISTIK & PERBEDAAN INDIVIDU

A. Individu dan Karakteristiknya
1. Pengertian Individu
Dalam kamus Echols & Shadaly (1975), individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang, perseorangan dan oknum. Setiap orang, apakah ia seorang anak atau seorang orang dewasa dan apakah ia berada di dalam suatu kelompok atau seorang diri, ia disebut Individu. Individu menunjukkan kedudukan seorang sebagai orang-perorang atau perseorangan. Sifat individual adalah sifat yang berkaitan dengan orang-perorang, berkaitan dengan perseorangan.
Berdasarkan pengertian di atas dapat dibentuk suatu lingkungan untuk anak yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilkinya dan akan membawa perubahan-perubahan apa saja yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya. Jadi anak dibantu oleh guru, orang tua dan orang dewasa lainnya untuk memanfaatkan kapasitas dan potensi yang dibawanya dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan.
 Sejak lahir, bahkan sejk masih di dalam kandungan ibunya, manusia merupakan kesatuan psikofisis atau psikosomatis yang terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan itu merupakan sifat kodrati manusia yang harus mendapat perhatian secara seksama. Mengingat pentingnya makna pertumbuhan dan perkembangan ini, maka persoalan yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan akan dijelaskan secara khusus di bagian lain. Untuk memberi gambaran singkat bahwa makna pertumbuhan di bedakan dari makna perkembangan, bahwa istilah pertumbuhan digunakan untuk mmenyatakan perubahan-perubahan kuantitatif mengenai fisik atau biologis dan istilah perkembangan digunakan untuk perubahan-perubahan kualitatif mengenai aspek psikis atau rokhani dan aspek sosial.
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Pada awal kehidupannya bagi seorang bayi mementingkan kebutuhhan jasmaniinya, ia belum peduli dengan apa yang terjadi di luar dirinya. Ia sudah senang apabila kebutuhan fisiknya, seperti makan, minum, dan kehangatan tubuhnya terpenuhi. Dalam perkembangan lebih lanjut, ia mulai  mengenal lingkungan dan bahkan lingkungan yang lebih luas. Kebutuhannya kian bertambah dan suatu saat ia membutuhkan alat untuk berkomunikasi (bahasa), membutuhkan teman, keamanan, dan seterusnya semakin besar anak, maka kebutuhan non fisiknya semakin banyak. Oleh karena itu, setiap manusia akan berupaya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Dengan demikian telah terjadi perkembangan dalam hal kebutuhan-kebutuhan dan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu kebutuhan utama  atau primer dan kebutuhan kedua atau sekunder. Dengan perkataan lain, pertumbuhan fisik senantiasa diikuti perkembangan aspek kejiwaan atau psikisnya.
Seterusnya, kita mengkaji pertumbuhan dan perkembangan manusia pada umumnya secara garis besar dengan mengenal berbagai karakteristiknya. Uraian lebih rinci tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja, dan hal-hal lain yang berkaitan remaja akan disajikan pada bagian lain.

2. Karakteristik Individu
Setiap individu memilki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menayngkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Pada masa lalu ada keyakinan bahwa pembawaan (heredity)dan lingkungan merupakan dua faktor terpisah, masing-masing mempengaruhi kepribadian dan kemampuan individu dengan caranya sendiri-sendiri. Namun kemudian makin disadari bahwa apa yang dirasakan oleh seorang anak, remaja atau dewasa, merupakan hasil dari perpaduan anatara apa yang ada diantara faktor-faktor bbiologis yang diturunkan dan pengaruh-pengaruh lingkungan.
Seorang anak mungkin mulai pendidikan formalnya ditingkat Taman Kanak-kanak pada usia empat atau liima tahun. Pada awal ia memasuki sekolah mungkin tertunda sampai ia berusia lima tau enam tahun tanpa memperdulikan seberpa umur seorang anak. Karakteristik pribadi dan kebiasaan-kebiasaan yang dibwanya ke sekolah akhirnya terbentuk oleh pengaruh lingkungan dan hal itu tampaknya mempunyai pengaruh penting terhadap keberhasilannya di sekolah dan masa perkembangan hidupnya di kelak kemudian.
Natur dan nature merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik-karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Sejauh mana seornag dilahirkan menjadi seorang individu seperti “dia” atau sejauh mana seseorang individu dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan tetap mmerupakan subjek penelitian dan diskusi. Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedang karakteristik yang berkaitan dengan sosial psikologis banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Seorang bayi yang baru lahir merupakan hasil dua garis keluargga, yaitu garis keluarga ayah dan garis keluarga ibu. Sejak saat terjadinya pembuahan atau konsepsi kehidupan  yang baru itu secara berkesinambungan dipengaruhi oleh banyak dan bermacam-macam faktor lingkungan yang merangsang. Masing-masing rangsangan tersebut, baik secara terpisah atau terpadu dengan rangsangan yang lain, semuanya membantu perkembangan potensi-potensi biologis demi terbntuknya tingkah laku manusia yang dibawa sejak lahir. Hal itu akhirnya membentuk suatu pola karakteristikk tingkah laku yang dapat diwujudkan oleh sesorang sebagai individu yang berbeda dengan individu-individu lain.

B. Perbedaan Individu
Dalam aspek perkembangan individu, dikenal ada dua fakta yang menonjol, yaitu (i) semua diri manusia mempuyai unsur-unsur kesamaan didalam pola perkembangannya dan (ii) di dalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia-secara biologis dan sosial tiap-tiap individu mempunyai kecenderungana berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut secara keseluruhan lebih banyak bersifat kuantitatif dan bukan kualitatif. Sejauh mana individu berbeda akan mewujudkan kualitas perbedaan mereka atau kombinasi-kombinasi dari berbagai unsur perbedaan tersebut.
Ciri dan sifat orang yang satu berbeda dengan yang lain. Perbedaan ini disebut perbedaan individu atau perbedaan individual. Makna “perbedaan” dalam “perbedaan individual”  menurut Lindgreen (1980) menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis. Seorang ibu yang memiliki seorang bayi, bertutur bahwa bayinya banyak menangis, bergerak, dan kuat minum. Ibu lain yang juga memiliki seorang bayi, menceritakan bahwa bayinya  pendiam, banyak tidur, tetapi kuat minum. Cerita kedua ibu itu telah menunjukkan bhawa kedua bayi itu memiliki ciri dan sifat yang berbeda satu sama lainnya.
Seorang guru setiap tahun ajaran baru selalu menghadapi siswa yang berbeda satu sama lain. Siswa yang berada di dalam sebuah kelas, tidak terdapt seorangpun yang sama. Kemungkinan ada dua orrang kelihatannya jika diamati benar-benar antara keduanya tentu terdapat perbedaan. Perbedaan yang segera dapat dikenal oleh guru tentang siswanya adalah perbedaan fisiknya : seperti tinggi badan, bentuk badan, warna kulit, bentuk muka, dan semacamnya. Dari fisik, seorang guru cepat mengenal sisiwa di kelasnya satu persatu. Ciri lain yang segera dapat dikenal adalah tingkah laku masing-masing siswa, begitu pula suara mereka. Ada siswa yang lincah, banyak bergerak, pendiiam, dan sebagainya. Ada siswa yang nada suaranya kecil atau tinggi dan ada yang besar atau rendah, ada yang jika berbicara cepat dan dan ada pula yang pelan-pelan. Apabila ditelusuri secara cermat siswa yang satu dengan yang lain memiliki sifat-sifat psikis yang berbeda-beda.

Bidang-bidang Perbedaan
Garey (Oxendine, 1984) mengkategorikan perbedaan individual kedalam bidang-bidang berikut:
a.       Perbedaan fisik: usia, tinggi dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, kemampuan bertindak
b.      Perbedaan social termasuk status social ekonomi, agama hubungan keluarga dan suku
c.       Perbedaan kepribadian: watak, motif, minat dan sikap
d.      Perbedaan intelegensi dan kemampuan dasar
e.       Perbedaan kecakapan atau kepandaian disekolah.
Perbedaan fisik bukan hanya terbatas pada cirri yang dapat di amati dengan panca indera kita, seperti tinggi badan, warna kulit, jenis kelamin, nada suara dan bau keringat, akan tetapi juga cirri lain yang dapat diketahui setelah diperoleh informasi atau di adakan pengukuran.  Usia, berat badan, kecepatan berlari, golongan darah, pendengaran, pengliahatan dan semacamnya  merupakan cirri-ciri yang tidak dapat diamati denga pengindraan.
Secara kodrati manusia memiliki potensi dasar yang secara esensial membedakan manusia dengan hewan, yaitu pikiran, perassan dan kehendak. Sekalipun demikian potensi dasar yang dimilikinya itu tidaklah sama bagi masing-masing manusia. Oleh karena itu sikap, minat, kemampuan berfikir, watak, perilakunya, serta hasil belajar manusia berbeda-beda.
Perbedaan-perbedaan tersebut berpengaruh terhadap perilaku mereka dirumah maupun disekolah. Gejala yang diamati adalah bahwa mereka menjadi lebih mampu dalam bidang seni atau bidang ekspresi lain, seperti olahraga dan keterampilan, sebagian lagi dapat lebih mampu dalam bidang kognitif atau yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
a.       Perbedaan kognitif
Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap orang memiliki persepsi tentang hasil pengamatan atau penyerapan atas suatu obyek. Berarti ia menguasai segala sesuatu yang diketahui, dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi, dan pengetahuan itu diorganisasikan secara sistematik untuk menjadi miliknya. Setiap saat, bila diperlukan pengetahuan yang dimilikinya itu dapat direproduksi. Banyak atau sedikit, tepat atau kurang tepat pengetahuan itu dapat dimiliki dan dapat diproduksi kembali merupakan tingkat kemampuan kognitif seseorang.
Kemampuan kognitif menggambarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tiap-tiap orang. Pada dasarnya kemampuan kognitif merupakan hasil belajar. Sebagaimana diketahui bahwa hasil belajar merupakan perpaduan antara factor pembawaan dengan factor lingkungan (factor dasar dan factor ajar). Factor dasar yang berpengaruh menonjol pada kemampuan kognitif ini adalah bakat dan kecerdasan (intelegensi).  Intelegensi sangat berpengauruh pada kemampuan kognitif seseorang. Dikatakan bahwa kecerdasan dan nilai kemampuan kognitif berkorelasi tinggi dan positif, semakin tinggi nilai kecerdasan seseorang semakin tinggi kemampuan kognitifnya.

b.      Perbedaan kecakapan bahasa
Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupnnya. Kemampuan tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda. Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang unntuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis. Kemampuan berbahasa tersenut sangat dipengaruhi oleh factor kecerdasan dan lingkungan. Factor-faktor lain yang juga penting antara lain adalah fisik, terutama organ bicara.

c.       Perbedaan kecakapan motorik
Kecakapan motorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi gerakan syaraf motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut terjadi karena kerja syaraf yang sistematis. Alat indera menerima rangsanga, rangsangan tersebut diteruskan melalui syaraf sensoris ke syaraf pusat (otak) untuk diolah, dan hasilnya dibawa oleh syaraf motorik uuntuk memberikan reaksi dalam bentuk gerakan-gerakan atau kegiatan. Dengan demikian ketetapan kerja syaraf akan menghasilkan suatu bentuk kegiatan tepat, dalam arti kesesuaian antara rangsangan dan responnya. Kerja ini akan menggambarkan tingkat kecakapan syaraf motorik.







Alat
        indera
STIMULUS
                           
                                        
                                                                                               
Penerima perintah
RESPON
PUSAT SYARAF:
·         Sensoris
·         Motoris
                                                                                                        








Gambar : Proses kerja jaringan syaraf dalam jalinan stimulus dan respon

Gambar tersebut menunjukkan bahwa syaraf pusat (otak), yang melaksanakan fungsi sentral dalam proses berfikir, merupakan factor penting dalam koordinasi kecakapan motorik. Ketidaktepatan dalam pembentukan persepsi dan meneruskan perintah, akan terjadi kekeliruan respon atau kegiatan yang kurang sesuai dengan tujuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa intelegensi merupakan factor dalam bentuk yang lebih tinggi dari keterampilan motorik. Secara umum koordinasi motorik dan kecakapan untuk melakukan sesuatu kegiatan yang keompleks membutuhkan keterampilan motorik yang lebih kompleks pula.

d.      Perbedaan latar belakang
Dalam suatu kelompok siswa pada tingkat manapun, perbedaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat memperlancar atau menghambat prestasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai bahan. Pengalaman-pengalaman belajar yang dimiliki anak dirumah mempengaruhi kemauan untuk berpartisipasi dalam situasi belajar yang disajikan.
Minat dan sikap individu terhadap sekolah dan mata pelajaran tertentu,kebiasaan-kebiasaan kerjasama, kecakapan atau kemampuan untuk berkonsentrasi pada bahan-bahan pelajaran, dan kebiasaan-kebiasaan belajar semuanya merupakan factor-faktor perbedaan diantara para siswa. Factor-faktor tersebut kadang berkembang akibat sikap-sikap anggota keluarga dirumah dan lingkungan sekitar. Latar belakang ekonomi maupun sosio cultural adalah berbeda-beda. Demikian pula lingkungan sekitarnya, lingkungan social dan lingkungan fisik akan memberikan pengaruh yang berbeda-beda.

e.       Perbedaan bakat
Bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang dengan baik apabila mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara tepat. Sebaliknya bakat tidak akan berkembang sama sekali, manakala lingkungan tidak member kesempatan untuk berkembang, dalam arti tidak  ada rangsangan dan pemupukan yang menyentuhnya. Dalam hal inilah maka pendidikan menjadi penting artinya.



Reaksi:

4 komentar:

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013