Kamis, 11 April 2013

makalah geografi pariwisata



BAB I
PENDAHULUAN
            Elsworth Huntington : Geografi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mengkaji hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan fisiknya. Esensi dari seluruh (semua) geografi adalah manusia dan aktifitasnya yang dikaji dalam kaitannya dengan lingkungannya.
Geografi Pariwisata merupakan bidang Ilmu terapan yang berusaha mengkaji unsur - unsur geografis suatu daerah untuk kepentingan kepariwisataan. Unsur - unsur geografis suatu daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda-beda. Bentang alam pegunungan yang beriklim sejuk, pantai landai yang berpasir putih, hutan dengan beraneka ragam tumbuhan yang langka, danau dengan air yang bersih, merupakan potensi suatu daerah yang dapat dikembangkan untuk usaha industri pariwisata. Unsur geografis yang lain seperti lokasi/letak, kondisi morfologi, penduduk, berpengaruh terhadap kemungkinan pengembangan potensi obyek wisata.
Dengan adanya Undang-undang No. 32 tahun 2003 tentang Otonomi Daerah, setiap daerah di Indonesia berupaya memperoleh Pendapatan Asli Daerah Setempat (PADS). Salah satu upaya untuk memperoleh pemasukan pendapatan tersebut dengan menggalakkan kegiatan pariwisata yang ada di daerah.
Pengembangan pariwisata sangat ditentukan oleh seberapa besar potensi supply dan demand. Potensi supply memberikan gambaran seberapa besar daya tarik obyek wisata yang dimiliki oleh suatu Daerah Tujuan Wisata (DTW). Sedangkan potensi demand memberikan gambaran seberapa besar potensi wisatawan yang datang dari Daerah Asal Wisatawan (DAW).
Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing). Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial.
            Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam jenis industrinya.






BAB II
PEMBAHASAN
A. RUANG LINGKUP GEOGRAFI
            Sesungguhnya ilmu bumi tidak sama dengan geografi. Ilmu bumi lebih tepat jika disamakan dengan geologi, yaitu ilmu yang mengkaji bumi secara menyeluruh. Geologi mengkaji kulit bumi hingga inti bumi tanpa membahas hubungannya dengan manusia.
            Istilah geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata geos yang artinya bumi dan graphein yang artinya tulisan atau lukisan. Istilah itu pertama kali dikemukakan oleh Erathostenes (176-194 SM). Secara umum geografi berarti tulisan atau lukisan tentang bumi. Oleh karena itu, geografi lebih dikenal sebagai ilmu bumi. Lebih dari sekadar ilmu tentang bumi, geografi tidak hanya mengkaji bumi dan isinya saja. Akan tetapi, geografi juga mengkaji gejala-gejala alam yang meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer.
            Di Indonesia pengertian dan batasan geografi telah disepakati dalam seminar dan lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang pada tahun 1989, yaitu sebagai berikut.
            Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena di geosfer (muka bumi) dengan sudut pandang kelingkungan (ekologis) dan kewilayahan (regional) dalam konteks keruangan (space).


1. Perkembangan Pandangan Geografi
            Pandangan geografi dibedakan menjadi 5 bagian, yaitu pandangan geografi klasik, pandangan geografi modern (abad ke-18), pandangan geografi akhir abad ke-19, pandangan geografi abad ke-20, dan pandangan geografi mutakhir.
a. Pandangan Geografi Klasik
            Pada zaman Yunani kuno pengetahuan manusia tentang bumi masih sangat dipengaruhi oleh mitologi. Namun, sejak abad ke-6 SM pengaruh mitologi itu terus berkurang seiring dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan sehingga pengetahuan tentang bumi mulai didasarkan atas ilmu alam, ilmu pasti, dan logika. Salah satu bukti bahwa pengetahuan telah didasarkan pada logika adalah telah adanya usaha untuk menjelaskan tentang suatu wilayah termasuk perilaku penduduknya. Orang yang pertama kali menguraikan seluk-beluk keadaan suatu tempat, yang kemudian dinamakan topografi adalah Herodutus (485-428 SM).
            Claudius Ptolomeus dalam bukunya yang berjudul Geographike Unphegesis (pertengahan abad ke-2) menjelaskan bahwa geografi adalah suatu bentuk penyajian dengan peta terhadap sebagian permukaan bumi yang menunjukkan kenampakan umum. Menurut Ptolomeus geografi lebih mengutamakan hal-hal atau fenomena yang bersifat kuantitatif. Pandangan dan pendapat Ptolomeus ini merupakan sumber bagi definisi geografi zaman modern.
            Seorang ahli filsafat dari Arab Ibnu Khaldun (1332-1406), menulis buku kesejarahan yang dapat dikatakan sebagai embrio ilmu kemasyarakatan. Ibnu Khaldun memperhatikan permasalahan irigasi, kehidupan bangsa nomad, dan aktivitas perdagangan di daerah gurun. Ibnu Khaldun juga menguraikan penyebab munculnya kerajaan-kerajaan Islam dan meramalkan ambruknya kerajaan-kerajaan tersebut. Ibnu Khaldun termasuk ahli geografi yang telah menunjukkan contoh cara menguraikan pengaruh lingkungan alam terhadap masyarakat dalam suatu wilayah.
b. Pandangan Geografi Modern (abad ke-18)
            Pandangan geografi modern pada awalnya dikemukakan oleh Immanuel Kant (1724-1804). Menurut Kant, geografi merupakan disiplin ilmiah yang objek studinya adalah benda-benda atau gejala-gejala yang keberadaannya tersebar dan berasosiasi dalam ruang (space).
            Alexander von Humboldt (1769-1859) lebih berminat pada kajian fisik dan biologi. Humboldt adalah seorang ahli geografi asal Jerman yang melakukan perjalanan ke Benua Amerika. Hasil dari perjalanannya itu adalah sebuah deskripsi tentang hubungan antara ketinggian tempat dan vegetasi yang mendiaminya. Namun demikian, Humboldt juga tetap memperhatikan keberadaan manusia, antara lain perhatiannya tentang kebudayaan penduduk Asia dan kebudayaan penduduk Amerika.
            Karl Ritter (1779-1859) membuat uraian yang sejalan dengan pemikiran Humboldt, yaitu menjelaskan kegiatan manusia dalam suatu wilayah. Ritter menganggap permukaan bumi sebagai tempat tinggal manusia dan menggolongkannya menjadi wilayah alamiah, terutama berdasarkan bentang alamnya, serta mempelajari unit wilayah tersebut bagi masyarakat yang akan menempati atau pernah menempati.
c. Pandangan Geografi Akhir Abad ke-19
            Pada akhir abad ke-19 pandangan geografi dipusatkan terhadap iklim, tumbuhan, dan hewan (biogeografi) terutama pada bentang alamnya. Perhatian utama geografi pada masa ini adalah gejala-gejala fisik sehingga gejala-gejala sosial (manusia) tidak mengalami kemajuan. Perhatian geografi terhadap manusia pada akhir abad ke-19 tetap becorak pada pandangan Ritter, yaitu mengkaji hubungan manusia dengan lingkungannya.
            Friedrich Ratzel (1844-1904) mempelajari pengaruh lingkungan fisik terhadap kehidupan manusia. Menurut Ratzel aktivitas manusia merupakan faktor penting bagi kehidupan dalam suatu lingkungan. Ratzel juga beranggapan bahwa faktor manusia dan faktor lingkungan memiliki kedudukan dan pengaruh yang sama dalam membentuk lingkungan hidup.
d. Pandangan Geografi Abad ke-20
            Salah satu ciri pandangan geografi pada abad ke-20 adalah kajiannya yang bercorak sosial budaya. Pandangan yang bercorak sosial budaya itu merupakan reaksi atas dominasi geografi alam hingga akhir abad ke-19.
            Vidal de la Blache (1854-1918) mengemukakan pendapatnya bahwa dalam kajian geografi harus menyatukan faktor manusia dan faktor fisik karena tujuan geografi adalah untuk mengetahui adanya interaksi antara manusia dan lingkungan fisiknya. Oleh karena itu, konsep geografi yang dikemukakan Vidal de la Blache adalah kewilayahan.
e. Pandangan Geografi Mutakhir
             E. A. Wrigley (1965) mengemukakan pendapatnya bahwa semua metode analisa dapat digunakan dalam kajian geografi selama analisa tersebut mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Wrigley juga berpendapat bahwa geografi adalah disiplin ilmiah yang berorientasi pada masalah (problem oriented) dalam mengkaji interaksi antara manusia dan lingkungannya.
            Pandangan geografi mutakhir juga ditandai oleh adanya kajian-kajian geografi yang bersifat tematik dalam suatu wilayah, terutama interaksi antara manusia dan lingkungannya. Di dalam kajian tersebut telah menggunakan metode statistik dan pemanfaatan komputer untuk menganalisa dan menyimpan data.
2. Geografi Ortodoks dan Geografi Terintegrasi
            Perbedaan pandangan terhadap geografi menghasilkan definisi yang berbeda-beda sehingga tidak dapat diterima oleh setiap orang. Akan tetapi, meskipun pandangan para ahli berbeda-beda terhadap geografi, mereka mengakui adanya elemen-elemen yang sama dalam geografi, yaitu sebagai berikut.
            Para ahli geografi mengakui adanya persamaan dengan ahli ilmu pengetahuan bumi (earth science) yang lain karena wilayah kajiannya sama, yaitu permukaan bumi dan bukan ruang yang bersifat abstrak. Menurut para ahli geografi permukaan bumi merupakan lingkungan hidup bagi manusia yang dapat mempengaruhi kehidupannya dengan mengubah dan membangunnya.
            Para ahli geografi memiliki perhatian sama, yaitu persebaran manusia dalam ruang dan hubungan manusia dengan lingkungannya. Para ahli geografi mengkaji cara tentang pengelolaan wilayah yang tepat untuk dapat memanfaatkan ruang dan sumber daya. Para ahli geografi mengakui adanya unsur-unsur yang sama dalam geografi, antara lain jarak, interaksi, gerakan (mobilitas), dan persebaran.
            Adanya persamaan-persamaan dalam kajian geografi berpengaruh terhadap perkembangan berbagai topik yang berhubungan dengan geografi. Oleh karena itu, pada saat ini kajian geografi dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu geografi ortodoks dan geografi terintegrasi.
            Geografi ortodoks adalah geografi yang melakukan kajian terhadap suatu wilayah (geografi regional) dan analisis terhadap sifat-sifat sistematiknya (geografi sistematik). Geografi ortodoks dibagi lagi menjadi 5 bagian sesuai dengan topik-topiknya, yaitu berikut ini:
a.   Geografi fisik, yaitu geografi yang melakukan kajian terhadap fenomena-fenomena fisik geosfer dan lingkungannya. Geografi fisik antara lain meliputi geomorfologi, hidrologi, klimatologi, dan pedologi.
b.   Geografi manusia, yaitu geografi yang melakukan kajian terhadap aktivitas manusia, antara lain meliputi geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi perdesaan, dan geografi perkotaan.
c.   Geografi regional, yaitu geografi yang melakukan kajian terhadap perwilayahan dan kultural. Geografi perwilayahan antara lain terdiri dari geografi daerah tropika, geografi daerah arid, dan geografi daerah kutub. Geografi kultural antara lain terdiri dari geografi Asia Tenggara, Geografi Amerika Latin, dan geografi
d.   Geografi teknik, yaitu geografi yang melakukan kajian terhadap bidang teknik dalam geografi, anatara lain terdiri atas kartografi dan pengindraan jauh.
e.   Geografi filsafat, yaitu geografi yang melakukan kajian terhadap hakikat, sebab, asal, dan hukum yang berkenaan dengan bidang geografi, antara lain metodologi geografi dan geografi sejarah.
            Geografi terintegrasi adalah kajian geografi dengan jalan memadukan antara elemen-elemen geografi sistematik dan geografi regional sehingga disebut juga geografi terpadu. Oleh karena itu, di dalam kajiannya geografi terintegrasi menggunakan tiga analisis, yaitu analisis keruangan, ekologi, dan wilayah.
            Pengertian geografi memunculkan penafsiran yang berbeda-beda sehingga menimbulkan kesan yang berbeda-beda pula. Menurut Karl Ritter, geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia. Sebagai tempat tinggal manusia, bumi memiliki struktur dan pola yang terbentuk karena pengaruh aktivitas manusia.Agar pengertian geografi tidak terlalu meluas, adanya hakikat geografi dapat dijadikan sebagai batasan.
Terdapat 6 hakikat dari geografi, yaitu sebagai berikut.
a.   Geografi sebagai ilmu pengetahuan bio-fisik. Hakikat ini berlaku apabila yang dipelajari atau dibahas adalah geografi fisik dan geografi biotik yang menjadi dasar telaah atas seluk beluk tanah.
b.   Geografi sebagai relasi timbal balik antara manusia dan alam. Hakikat ini berlaku apabila yang dikaji adalah topik-topik sosial, contohnya pengangguran, migrasi, dan kelaparan.
c.   Geografi sebagai ekologi manusia. Di dalam hakikat ini yang dipelajari atau dibahas (ditelaah) adalah adaptasi manusia terhadap lingkungan hidupnya. Manusia tidak hanya dianggap dan diakui sebagai makhluk dari dunia fisik-biotik, tetapi juga sebagai suatu kekuatan. Setiap masyarakat memiliki kemampuan dan cara-cara adaptasi yang diwariskan secara turun-temurun dan selalu dikembangkan. Akan tetapi, ekologi manusia lebih mengutamakan relasi manusia dengan lingkungannya dan kurang memperhatikan adanya hubungan antarwilayah.
d.   Geografi sebagai telaah bentang alam. Di dalam hakikat ini geografi menelaah tentang geomorfologi permukaan bumi sehingga dapat diketahui adanya persamaan dan perbedaan bentuk-bentuknya.
e.   Geografi sebagai telaah tentang sebaran gejala alam dan sosial. Di dalam hakikat ini geografi menelaah gejala dan fenomena yang terjadi di mana-mana. Oleh karena gejala dan fenomena tersebut terjadi di mana-mana dan berbeda-beda, maka teknik penelaahan yang dilakukan pun berbeda-beda pula.
f.    Geografi sebagai teori tentang ruang bumi. Di dalam hakikat ini yang dibahas adalah kemampuan adaptasi manusia di dalam berperilaku sesuai dengan ruang keberadaannya.
3. Hakekat Geografi
            Pengertian tentang geografi di atas menunjukkan bahwa yang dipelajari dalam geografi ternyata sangat luas. Oleh karena itu, perlu adanya batasan yang menjadi ruang lingkup bahasan geografi. Ruang lingkup bahasan geografi terdiri dari 3 bagian, yaitu sebagai berikut.
Geografi Fisik: Geografi fisik mempelajari gejala-gejala alam di permukaan bumi yang meliputi atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer. Gejala-gejala alam tersebut berkaitan dengan bentuk, relief, iklim, dan segala sesuatu tentang bumi, serta tentang proses-proses fisik yang terjadi di darat, laut, dan udara yang berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia.
Geografi Sosial: Geografi sosial mempelajari segala aktivitas kehidupan manusia di bumi dan interaksinya dengan lingkungan, baik dalam lingkungan sosial, ekonomi, maupun budaya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa geografi sosial (geografi manusia) mempelajari dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan dampak lingkungan terhadap manusia.
Geografi Regional: Geografi regional mempelajari topik atau bahasan khususnya yang mencakup suatu daerah atau wilayah tertentu. Geografi regional merupakan bahasan yang menyeluruh, baik dari aspek fisik ataupun sosial sehingga dianggap sebagaio bentuk tertinggi dalam geografi.
4. Pendekatan Geografi
            Pendekatan geografi dapat diartikan sebagai suatu metode atau cara (analisis) untuk memahami berbagai gejala dan fenomena geosfer, khususnya interaksi antara manusia dan lingkungannya. Pendekatan geografi menjadi ciri bagi kajian geografi dan membedakannya dengan kajian ilmu-lmu yang lain.
            Pendekatan (approach) yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam, yaitu analisis keruangan (spatial analysis), analisis ekologi (ecological analysis), dan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis). Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam geografi tidak membedakan antara elemen fisik dan nonfisik.
a. Pendekatan Keruangan
            Pendekatan keruangan adalah upaya dalam mengkaji rangkaian dan perbedaan fenomena geosfer dalam ruang. Di dalam pendekatan keruangan ini yang perlu diperhatikan adalah persebaran penggunaan ruang dan penyediaan ruang yang akan dimanfaatkan.
            Contoh penggunaan pendekatan keruangan adalah perencanaan pembukaan lahan untuk daerah permukiman yang baru. Data-data yang perlu diketahui untuk keperluan tersebut terutama yang menyangkut keadaan lokasi, antara lain ketinggian tempat, kemiringan lereng, jenis tanah, dan keadaan air tanah. Hal itu karena keadaan fisik lokasi tersebut akan berpengaruh terhadap tingkat adaptasi manusia yang akan menempatinya.
b. Pendekatan Ekologi
            Pendekatan ekologi adalah upaya dalam mengkaji fenomena geosfer khususnya terhadap interaksi antara organisme hidup dan lingkungannya, termasuk dengan organisme hidup yang lain. Di dalam organisme hidup itu manusia merupakan satu komponen yang penting dalam proses interaksi. Oleh karena itu, muncul istilah okologi manusia (human ecology) yang mempelajari interaksi antarmanusia serta antara manusia dan lingkungan.
            Kemampuan manusia dalam memanfaatkan lingkungannya untuk berbagai aktivitas kehidupan merupakan contoh pendekatan ekologi. Misalnya, manusia yang bertempat tinggal di pantai memiliki aktivitas yang berbeda dengan manusia yang tinggal di daerah pegunungan.
c. Pendekatan Kompleks Wilayah
            Pendekatan kompleks wilayah adalah upaya dalam mengkaji fenomena geosfer dengan menggunakan pendekatan keruangan dan pendekatan ekologi. Di dalam analisis ini yang menjadi perhatian adalah tentang persebaran fenomena tertentu melalui pendekatan keruangan dan interaksi manusia dengan lingkungannya melalui pendekatan ekologi. Pendekatan kompleks wilayah beranggapan bahwa interaksi antarwilayah akan berkembang karena adanya perbedaan antarwilayah itu. Oleh karena adanya perbedaan itu maka akan terjadi pemenuhan kebutuhan dari satu wilayah terhadap wilayah yang lain.
            Melalui pendekatan kompleks wilayah, perencanaan pembukaan lahan untuk daerah permukiman yang baru seperti contoh di atas dikaji lebih luas lagi, terutama hubungannya dengan wilayah lain dan pengembangannya. Hal tersebut membuktikan bahwa fenomena geografi yang terjadi pada suatu wilayah memiliki keterkaitan (hubungan) dengan fenomena di wilayah lain.
5. Konsep Dasar Geografi
            Geografi memiliki 10 konsep dasar yang menjadi ciri khas sehingga membedakan dengan ilmu-ilmu yang lain. Konsep dasar tersebut adalah sebagai berikut.
a.            Lokasi. Lokasi atau letak suatu objek terhadap objek yang lain akan berpengaruh terhadap nilai objek tersebut.
b.            Jarak. Jarak dapat mempengaruhi nilai atau harga suatu objek atau barang, terutama barang-barang hasil produksi. Jarak juga dapat mempengaruhi lamanya waktu yang dibutuhkan dalam hubungan antartempat.
c.            Keterjangkauan. Suatu daerah dapat berhubungan dengan daerah lain apabila tersedia sarana yang sesuai dengan kondisi wilayahnya.
d.            Pola. Keadaan alam tertentu berpengaruh terhadap pola persebaran dan permukiman penduduk.
e.            Morfologi. Bentuk lahan sangat berpengaruh terhadap pemanfaatannya bagi manusia.
f.             Aglomerasi. Kehidupan penduduk cenderung mengelompok menurut mata pencaharian atau status sosial tertentu. Demikian pula tempat tinggalnya.
g.            Nilai Kegunaan. Suatu tempat memiliki nilai dan manfaat yang berbeda bagi masing-masing orang.
h.            Interaksi/Interdepedensi. Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan akan menimbulkan pergerakan manusia, barang, atau gagasan.
i.              Diferensiasi Areal. Adanya perbedaan fenomena alam dan sosial menurut wilayah atau tempatnya.
j.              Keterkaitan Ruangan. Hubungan antarwilayah terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan antarwilayah itu sehingga timbul rasa saling membutuhkan.
6. Objek Studi Geografi
            Geografi memiliki cara berfikir yang khas dan berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain karena geografi menekankan pembahasannya pada gejala-gejala fisik dan sosial dalam hubungan saling kebergantungan. Objek studi geografi pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yaitu objek studi material dan objek studi formal.
a)            Objek Studi Material. Objek studi material adalah segala materi yang menjadi kajian dalam geografi. Sesuai dengan pengertian geografi maka yang menjadi objek studi material adalah segala fenomena geosfer, baik fisik maupun sosial.   
b)            Objek studi material fisik antara lain iklim, tanah, dan air, sedangkan objek studi material sosial antara lain persebaran penduduk, mobilitas penduduk, dan pola permukiman.
            Objek Studi Formal. Objek studi formal adalah sudut pandang atau cara berfikir terhadap gejala geosfer sebagai objek material geografi, baik fisik ataupun sosial. Objek studi formal inilah yang selanjutnya dapat membedakan geografi dengan ilmu-ilmu yang lain.
            Sudut pandang geografi adalah ruang dan waktu. Sudut pandang ini berbeda dengan sudut pandang ilmu yang lain. Contohnya, sejarah yang menitikberatkan pada waktu (time), antropologi pada budaya (culture), ekonomi pada biaya (cost) dan hukum pada norma (norm, standard). Akan tetapi, ilmu-ilmu tersebut objek materialnya sama, yaitu membahas hubungan manusia dengan lingkungan hidupnya.
7. Prinsip-Prinsip Geografi
            Prinsip-prinsip geografi merupakan dasar untuk menjelasakan berbagai fenomena geografi. Prinsip geografi terdiri atas 4 macam, yaitu prinsip persebaran, interelasi, deskripsi, dan korologi (keruangan).
            Prinsip persebaran, yaitu bahwa gejala atau fenomena geografi terdapat di mana-mana dan tersebar di permukaan bumi. Gejala atau fenomena geografi tersebut dapat berupa fenomena fisik atau fenomena sosial yang persebarannya tidak merata di permukaan bumi. Misalnya, keadaan sumber air tanah tidak dijumpai di semua tempat atau kemacetan lalu lintas juga tidak dijumpai di semua tempat. Oleh karena itu, untuk mengamati gejala dan fenomena yang tersebar itu diperlukan alat bantu antara lain peta.
            Prinsip interelasi, yaitu adanya hubungan saling keterkaitan antargejala dalam ruang. Hubungan saling keterkaitan itu dapat terjadi antarfenomena fisik, antarfenomena sosial, serta antara fenomena fisik dan fenomena sosial. Misalnya, terjadinya banjir di wilayah hilir salah satu penyebabnya adalah rusaknya hutan di wilayah hulu akibat perilaku manusia.
            Prinsip deskripsi, yaitu penjelasan tentang adanya gejala atau fenomena geografi. Persebaran dan hubungan gejala atau fenomena geografi dapat diungkapkan antara lain dalam bentuk data, grafik, dan peta. Ketiga bentuk pengungkapan fenomena tersebut akan lebih jelas apabila diberikan pemaparan atau penjelasan dengan menggunakan rangkaian kalimat.
            Prinsip korologi, yaitu pengkajian gejala atau fenomena geografi secara menyeluruh (komprehensif) dalam ruang tertentu (spatial). Di dalam prinsip korologi setiap gejala atau fenomena geografi dikaji dengan cara memadukan prinsip-prinsip persebaran, interelasi, dan deskripsi. Hasil pengkajian melalui prinsip korologi menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan gejala, fenomena, dan fakta antarwilayah. Oleh karena itu, akan memberikan corak tertentu sehingga tampak adanya kesatuan gejala, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk.
            Berbagai fenomena geosfer dapat dikaji dalam geografi melalui enam pertanyaan pokok, yaitu what, where, when, why, who, dan how. Keenam pertanyaan tersebut dikenal dengan prinsip 5W 1H.
a.    What untuk mengetahui peristiwa apa yang terjadi.
b.    Where untuk mengetahui di mana peristiwa terjadi.
c.    When untuk mengetahui kapan peristiwa terjadi.
d.    Why untuk mengetahui mengapa peristiwa terjadi.
e.    Who untuk mengetahui siapa yang terlibat dalam peristiwa yang terjadi.
f.     How untuk mengetahui bagaimana solusi atas peristiwa yang terjadi.
8. Ilmu Bantu dan Sarana Bantu Geografi
Dua aspek pokok geografi, yaitu aspek fisik dan aspek sosial dipelajari oleh ilmu-ilmu yang menjadi ilmu penunjang geografi. Ilmu penunjang geografi sangat diperlukan mengingat luasnya bahasan dalam geografi. Ilmu penunjang geografi tersebut antara lain sebagai berikut.
a.    Geologi, yaitu ilmu yang mempelajari lapisan batuan penyusun bumi.
b.    Geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi dan proses terbentuknya.
c.    Pedologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang lapisan tanah, antara lain tentang proses pembentukan dan jenis-jenisnya.
d.    Meteorologi, yaitu ilmu yang mempelajari lapisan atmosfer, antar lain tentang ciri-ciri fisik dan kimianya, tekanan, suhu udara, angin, dan per-awanan.
e.    Klimatologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang iklim.
f.     Antropogeografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang persebaran manusia di permukaan bumi dalam hubungannya dengan lingkungan geografi.
g.    Demografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kependudukan, antara lain hubungannya dengan jumlah dan pertum-buhan, komposisi, srta migrasi penduduk.
h.    Hidrologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang lapisan air di permukaan bumi, di bawah tanah, dan di atmosfer.
i.      Oseanografi, yaitu ilmu yang mempelajari lautan, antara lain tentang sifat air laut dan gerakan air laut.
j.      Biogeografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang persebaran hewan dan tumbuhan di permukaan bumi serta faktor-faktor yang mempengaruhi, membatasi, dan menentukan pola persebarannya.
             Untuk mempermudah dalam mempelajari geografi diperlukan sarana bantu, antara lain tabel, diagram, grafik, dan peta. Sarana bantu tersebut digunakan untuk melihat secara tidak langsung atas gejala fisik dan sosial, persebaran, hubungan, serta susunan keruangannya.
            Tabel- Tabel menjadi sarana bantu geografi karena memuat data, baik berupa kata, kalimat, ataupun angka tentang fenomena di permukaan bumi. Data tersebut disusun secara bersistem (sistematis), yaitu urut ke bawah atau ke samping dalam lajur dan deret tertentu dan diberi garis pembatas sehingga mudah untuk disimak.
            Diagram- Diagram termasuk sarana bantu geografi yang digunakan untuk menjelaskan fenomena geosfer dengan melukiskan bagian-bagiannya dan cara kerjanya secara berurutan, biasa disebut dengan diagram arus.
            Grafik- Grafik termasuk sarana bantu geografi yang menunjukkan naik dan turun atau pasang surut suatu gejala atau fenomena tertentu antarwaktu dengan menggunakan garis. Sebagai contoh adalah grafik tentang pertumbuhan penduduk dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2000.
            Peta- Peta termasuk sarana bantu geografi karena memuat bermacam-macam data dari permukaan bumi yang dapat diinformasikan. Untuk memudahkan penyampaian informasi, peta dibuat dengan ukuran, tema, dan topik tertentu, antara lain sebagai berikut:
a.    Peta Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi di Indonesia Tahun 2000
b.    Peta Transportasi Laut di Indonesia
c.    Peta Jenis Tanah di Indonesia
d.    Peta Geologi di Indonesia
e.    Peta Objek Wisata di Indonesia
9. Manfaat Geografi
            Karena kajian geografi adalah interaksi antara manusia dan lingkungan, maka geografi memberikan manfaat bagi manusia, baik individu maupun kelompok. Di dalam aktivitas pendidikan, geografi memberikan 2 sumbangan yang penting, yaitu sumbangan bersifat pendidikan (pedagogis) dan sumbangan bersifat pembentukan kepribadian.
a. Sumbangan Pedagogis
1). Wawasan dalam Ruang
       Geografi melatih manusia untuk melakukan orientasi di bumi sebagai tempat tinggalnya dan memproyeksikan dirinya dalam ruang. Orientasi dan proyeksi tersebut meliputi semua unsur ruang, yaitu arah, jarak, luas, dan bentuk.
2). Persepsi Relasi Antargejala
       Geografi dapat melatih kegiatan pengamatan dan pemahaman hubungan antargejala yang terdapat dalam suatu bentang alam. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan yang bersifat pengamatan lapangan atau kegiatan luar ruang (outdoor). Melalui kegiatan luar ruang tersebut kita dapat mengetahui setiap proses dan pola dari fenomena geosfer.
3). Pendidikan Keindahan
       Buku-buku geografi yang dilengkapi dengan gambar-gambar tentang fenomena geosfer dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap keindahan alam. Namun, pengamatan langsung terhadap fenomena alam yang umum terdapat di lingkungan sekitar dapat lebih meningkatkan kecintaan tersebut.
4). Kecintaan Terhadap Tanah Air
       Geografi mengajak kita untuk menyadari tentang kekayaan dan kemiskinan sumber daya di tempat tinggal kita. Geografi berusaha menjelaskan potensi sumber daya yang ada di setiap wilayah sehingga dapat dimanfaatkan secara bijaksana. Potensi sumber daya tersebut tentu saja diupayakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik masa sekarang ataupun masa yang akan datang.
5). Pemahaman Global
       Geografi memberikan wawasan tentang wilayah-wilayah yang lebih luas selain wilayah tempat tinggal kita. Kita dikenalkan pada sifat dan karakter tempat lain sehingga kita dapat menilainya sesuai dengan sifat dan karakternya. Pemahaman terhadap wilayah global ini dapat memupuk sifat saling menghargai dan menghormati antarbangsa.
b. Pembentukan Kepribadian
1)      Kita dapat mengerti permasalahan sosial yang sangat kompleks sebagai akibat adanya perbedaan dalam lingkungan.
2)      Kita dapat menghargai adanya fakta gejala geografi sehingga akan lebih memperhatikan berbagai masalah, baik lokal ataupun global.
3)      Kita dapat mengetahui ketersediaan sumber daya alam yang perlu dimanfaatkan.
4)      Kita dapat menghargai kondisi perekonomian dan kultural yang saling bergantung antardaerah. Kita dapat membentuk pribadi melalui refleksi atas  lingkungannya dengan lingkungan orang lain.
            Di dalam kehidupan sehari-hari geografi memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, meskipun manfaat tersebut tidak secara langsung dirasakan manusia. Contoh manfaat ilmu geografi dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut.
a. Bidang Pertanian
            Kebiasaan petani dalam memulai bercocok tanam, meskipun secara tradisional, sebenarnya sudah menunjukkan bahwa petani tersebut menggunakan ilmu geografi. Perhitungan terhadap musim, jenis tanah, dan sistem pengairan merupakan contoh bahwa geografi memiliki peran yang sangat penting dalam bidang pertanian.
b. Bidang Industri
            Pemilihan lokasi industri umumnya mempertimbangkan faktor biaya, baik biaya untuk bahan baku, proses produksi, maupun distribusi. Di dalam pemilihan lokasi industri tersebut faktor jarak menjadi pertimbangan yang sangat penting, baik jarak untuk memperoleh bahan baku maupun untuk pemasarannya.
            Saat ini lokasi industri telah dikelola sedemikian rupa sehingga berdiri pemusatan lokasi perindustrian berupa kawasan-kawasan industri. Faktor jarak merupakan contoh bahwa geografi sangat penting dalam bidang industri.


10. Konsep Esensial Geografi
Konsep merupakan pengertian yang menunjuk pada sesuatu. Konsep esensial suatu bidang ilmu merupakan pengertian-pengertian untuk mengungkapan atau menggambaran corak abstrak fenomena esensial dari obyek material bidang kajian suatu ilmu. Oleh karena itu konsep dasar merupakan elemen yang penting dalam memahami fenomena yang terjadi. Dalam geografi dikenali sejumlah konsep esensial sebagai berikut.
Menurut Whiple ada lima konsep esensial, yaitu:
  1. bumi sebagai planet
  2. variasi cara hidup
  3. variasi wilayah alamiah
  4. makna wilayah bagi manusia
  5. pentingnya lokasi dalam memahami peristiwa dunia
            Dalam mengungkapkan konsep geografi itu harus selalu dihubungkan dengan penyebarannya, relasinya, fungsinya, bentuknya, proses terjadinya, dan lain-lain sebagainya. Sebagai contoh ungkapan konsep “variasi cara hidup” setidaknya harus terabstraksikan mata pencaharian penduduk, proses terbentuknya mata pencaharian itu, penyebaran mata pencaharian itu, jumlah penduduk yang bekerja pada masing-masing mata pencaharian itu, dan dinamika mata pencaharian itu.
Menurut J Warman ada lima belas konsep esensial, yaitu:
  1. wilayah atau regional
  2. lapisan hidup atau biosfer
  3. manusia sebagai faktor ekologi dominan
  4. globalisme atau bumi sebagai planet
  5. interaksi keruangan
  6. hubungan areal
  7. persamaan areal
  8. perbedaan areal
  9. keunikan areal
  10. persebaran areal
  11. lokasi relatif
  12. keunggulan komparatif
  13. perubahan yang terus menerus
  14. sumberdaya dibatasi secara budaya
  15. bumi bundar diatas kertas yang datar atau peta
            Dengan menggunakan konsep-konsep tersebut dapat diungkapkan berbagai gejala dan berbagai masalah yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Penggunaan konsep itu akan memudahkan pemahaman terhadap sebab akibat, hubungan, fungsi, proses terjadinya gejala dan masalah sehari-hari. Selanjutnya dari kenyataan itu dikembangkan menjadi satu abstraksi, disusun model-model atau teori berkaitan dengan gejala, masalah dan fakta yang dihadapi. Jika ada satu masalah dapat dicoba disusun model alternatif pemecahannya.
            Sedangkan jika yang dihadapi suatu kenyaan kehidupan yang perlu ditingkatkan tarapnya, maka dapat disusun model dan pola pengembangan kehidupan itu. Dari berbagai konsep itu dapat disusun suatu kaidah yang tingkatnya tinggi dan berlaku secara umum yang disebut generalisasi.
11. Klasifikasi dan Cabang-Cabang Geografi
            Disiplin ilmu geografi memiliki cakupan obyek yang luas. Obyek itu mencakup fenomena alam dan manusia, dan keterkaitan antar keduanya.Untuk mempelajari obyek yang demikian luas tumbuh cabang-cabang geografi yang dapat memberikan analisis secara mendalam terhadap obyek yang dipelajarinya. Cabang-cabang ilmu geografi dapat dirinci sebagai berikut.
Menurut Huntington, geografi terbagi empat cabang, yaitu:
  1. Geografi Fisik yang mempelajari faktor fisik alam
  2. Pitogeografi yang mempelajari tanaman
  3. Zoogeografi yang mempelajarai hewan
  4. Antropogeografi yang mempelajari manusia.
Menurut Muller dan Rinner, cabang-cabang geografi terdiri atas:
  1. Geografi Fisik yang terdari atas geografi matematika, geografi tanah dan hidrologi, klimatologi, geografi mineral dan sumberdaya, geografi tanaman, dan geografi tata guna lahan
  2. Geografi Manusia meliputi geografi budaya (geografi penduduk, geografi sosial, dan geografi kota), Geografi ekonomi (geografi pertanian, geografi transportasi dan komunikasi) geografi politik
  3. Geografi regional
Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebagai berikut.
  1. Geografi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari gejala fisik di permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan segala prosesnya. Bidang kajian dalam geografi fisik adalah gejala alamiah di permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Oleh karena itu keberadaan cabang ilmu ini tidak dapat dipisahkan dengan mansuia.
b.    Geografi Manusia Geografi manusia merupakan cabang geografi yang obyek kajiannya keruangan manusia. Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termaasuk kependudukan, aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas politik, aktivitas sosial dan aktivitas budayanya. Dalam melakukan studi aspek kemanusiaan, geografi manusia terbagi dalam cabang-cabang geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman dan geografi sosial.
Geografi penduduk merupakan cabang geografi manusia yang obyek studinya keruangan penduduk. Obyek studi ini meliputi penyebaran, densitas, perbandingan jenis kelamin penduduk dari suatu wilayah.
c.    Geografi Ekonomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya berupa struktur keruangan aktivitas ekonomi. Titik berat kajiannya pada aspek keruangan struktur ekonomi masyarakat, termasuk bidang pertanian, industri, perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa, dan sebagainya. Dalam analisisnya, faktor lingkungan alam ditinjau sebagai faktor pendukung dan penghambat struktur aktivitas ekonomi penduduk. Geografi ekonomi mencakup geografi pertanian, geografi industri, geografi perdagangan, geografi transportasi dan komunikasi.
d.    Geografi Politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi hubungan regional dan internasional, pemerintahan atau kenegaraan dipermukaan bumi. Dalam geografi politik, lingkungan geografi dijadikan sebagain dasar perkembangan dan hubungan kenegaraan. Bidang kajian geografi politik relatif luas, seperti aspek keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional, dan internasional.
e.    Geografi permukiman adalah cabang geografi yang obyek studinya berkaitan dengan perkembangan permukimam di suatu wilayah permukaan bumi. Aspek yang dibahas adalah kapan suatu wilayah dihuni manusia, bagaimana bentuk permukimannya, faktor apa yang mempengaruhi perkembangan dan pola permukiman.
f.     Geografi Regional merupakan diskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alam (lingkungan). Fokus kajiannya adalah interelasi, interaksi dan integrasi antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu.
            Dalam pengkajian gejala dan masalah geografi harus selalu terpadu. Walaupun geografi fisik mengkaji aspek fisik, tetapi selalu mengkaitkannya dengan aspek manusia dalam suatu “ruang”. Sebaliknya geografi manusia selalu mengkaitkan dirinya dengan aspek-aspek fisik geografi. Geografi akan kehilangan “jati dirinya” jika tidak terjadi konsep keterpaduan.
            Dalam tataran sistematika tersebut, geografi lingkungan merupakan bagian dari geografi regional. Karena, dalam perspektif bidang ini memberi tekanan pada hubungan antara manusia dengan lingkungannya sehingga terlihat karakteristk lingkungan di wilayah tersebut
B. PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM
         Sumberdaya alam dan lingkungan merupakan modal pembangunan yang dapat dikelola untuk menyediakan barang dan jasa (goods & services) bagi kemakmuran masyarakat dan bangsa. Dilihat dari potensi dan kemungkinan pengembangannya, wilayah pesisir memiliki peranan penting dalam pembangunan nasional, apalagi bangsa Indonesia saat sekarang sedang mengalami krisis ekonomi. Peranan tersebut tidak hanya dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi (growth), tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat (social welfare) dan pemerataan kesejahteraan (equity). Namun demikian, peranan tersebut tidak akan tercapai dengan baik apabila mengabaikan aspek kelestarian lingkungan (environmental sustainability) dan kesatuan bangsa (unity).
          Sumber daya alam adalah sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai. Sesuatu yang tidak diketahui penggunaannya sebagai sumber daya karena ia tidak mempunyai nilai. Sebaliknya, sesuatu yang meskipun ada gunanya, tetapi tersedia dalam jumlah yang relative besar disbanding dengan permintaan juga bukan merupakan sumber daya. Sumber daya adalah konsep yang dinamis dan kemungkinan selalu terjadi perubahan dalam informasi, tehnologi, dan relative kelengkapannya dapat mempunyai sesuatu menjadi bernilai. Barang yang dihasilkan sebagai hasil usaha manusia dalam mengombinasikan alam, tenaga, modal, dan tehnologi dengan sumber daya tidak dapat disebut sumber daya.
          Sumber daya mempunyai sifat yang jamak dan mempunyai dimensi jumlah, kualitas, waktu, dan tempat. Sumber daya alam dibentuk atau diciptakan oleh alam menurut hokum-hukum tampa adanya campur tangan perbuatan manusia secara aktif. Dengan kebudayaan yang makin maju, manusia merasa makin terlepas dari alam dan meninggalkan kesatuannya dengan alam. Alam dianggap sebagai kawan atau sebagaia lawan. Alam dianggap sebagai kawan apabila dapat membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan dan dianggap sebagai lawan apabila mendatangkan bencana . Sumber daya alam adalah segala Sesutu yang terdapat di alam sekitar yang merupakan hasil bentukan alam serta dapat dimamfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
C. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
          Menurut pemamfaatannya, sumber daya alam dapaot digolongkan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui, sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sumber daya alam pyang tidak dapat diganti, dan sumber daya lestari.
  1. Sumber Daya Alam yang Tidak dapat Diperbaharui (Nonrenewable resources), Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang apabila sudah digunakan secara terus menerus, akan habis dan musnah serta tidak dapat dihasilkan sendiri oleh manusia. Contohnya mineral logam, mineral bukan logam, dan mineral penghasil energi.
  2. Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui (Renewable Resources), Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang apabila digunakan terus menerus Dalam jangka waktu tertentu akan kembali seperti semula dan dapat digunakan lagi. Contohnya tanah, air, tumbuh – tumbuhan dan hewan.
  3. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diganti (Nonreplaceable), Sumber daya alam yang tidak dapat diganti adalah, sumber daya alam yang dipakai sekali habis, contohnya: Minyak bumi. Menurur proses terbentuknya, sumber daya alam dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu sumber daya fisik, biotic, dan lingkungan alam.
  4. Sumber Daya Alam Lestari yaitu sumber daya yang selalu ada dan berkelanjutan. Contohnya, sinar mata hari, air, hujan, sungai, ombak, angin, dan air laut. Berdasarkan asal proses pembentukannya, sumber daya alam dibedakan menjadi sumber daya fisik, biotik,dan lingkungan
D. SEBARAN SUMBER DAYA ALAM DI INDONESIA
          Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai sumber daya alam besar baik sumber daya alam yang dapat diperbaharui maupun sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam yang ada tersebut dapat digunakan sebagai salah satu modal untuk memajukan Negara dan menyejah - terakan masyarakat. Selain itu sumber daya alam juga dapat berfungsi sebagai bahan dasar industri, bahan penghasil energi , sumber daya pertanian dan sumber daya lingkungan alam.
1. Sebaran Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui .
    Sumber daya alam yang dapat diperbaharui meliputi mineral logam, bukan logam , dan mineral energi.
a. Mineral logam
Sumber daya alam mineral logam meliputi sebagai berikut:
1)    Biji besi dihasilkan di Cilacap (Jawa tengah) , Cilegon (Banten), gunung Tegak (Lampung), Lengkabana dan Longkana (Sulawesi Tengah) Pulau Sebuku dan Suwang (Kalimantan Selatan) . Biji besi diolah oleh PN Aneka tambang di Cilacap Jawa Tengah dan PT Krakatau Steel di Cilegon Jawa Barat.
2)    Bauksit dihasilkan di pulau Bintan (Riau) , Singkawan (Kalimantan Barat ) dan Kalimantan Tengah
3)    Mangan dihasilkan di Kliripan (Yogyakarta) , Tasikmalaya (Jawa Barat), Lampung, Maluku , NTB , dan Sulawesi Utara.
4)    Nikel dihasilkan di Kalimantan Barat, Maluku , Papua, Sulawesi Selatan , Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.
5)    Timah dihasilkan da Bangkinang ( Riau), Dabo pulau Singkep , Manggar ( Pulau Belitung) , dan Sungai Liat (Pulau Bangka ).
6)    Tembaga Dihasilkan di Cikitok (Jawa Barat ), Kompara (papua), sangkarapi (Sulawesi selatan), dan Tirmaya (Jawa Tengah).
7)    Emas dan perak dihasilkan di Bengkalis (sumatera), Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), Cikotok (Jawa Barat), Logos (Riau), dan Rejang Lebong (Bengkulu).
b. Mineral Bukan Logam
Sumber daya alam bukan logam meliputi sebagai berikut:
1)    Aspal dihasilkan.di pulau Buton (Sulawesi Tenggara) dan permigan Wonokromo (Jawa Timur)
2)    Fosfat dihasilkan di Bogor, Panggandaran (Jawa Barat), Gombong, Purwokerto, Jepara, Rembang, dan Bojonegoro
3)    Garam dihasilkan di Pulau Madura
4)    Garam batu dihasilkan di Kepulauan Kei.
5)    Gips dihasilkan di Cerebon, Rembang, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
6)    Intan dihasilkan di Kalimantan Selatan, tempat pengesahannyanya di Martapura.
7)    Marmer dihasilkan di Besok daerah Wajak, Tulungagung (Jawa Timur), DIY, papua, Lampung, dan Sumatera Barat.
8)    Yodium dihasilkan di Semarang (Jawa Tengah) dan Jombang (Jawa Timur).
9)    Mineral Energi
Sumber daya alam Mineral energi meliputi sebagai berikut:
1)    Minyak bumi dihasilkan di Babo (Papua), Cepu (Jawa Tengah), Delta Sungai Brantas (Jawa Timur), Dumai (Riau), Kembatin (Kalimantan Tengah), Kepulauan Natuna (Riau), Klamono (Papua), Peureulak (Jawa Barat), Plaju (Sumatera Selatan), dan Surolangun (Jambi).
2)    Batu bara dihasilkan di Bukitasam yang terpusat di Tanjungenim (Sumatera Selatan), Sungai Berau yang berpusat di Samarinda (Kalimantan Timur), dan Umbilin yang berpusat di sawah Lunto (Sumatera Barat).
3)    Gas Alam dihasilkan di Arun ( Aceh), Bontang (Kalimantan), Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.
2. Sebaran Sumber Daya Alam Yang dapat Diperbaharui
            Sumber daya alam yang dapat meliputi sumber daya alam pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan,  dan tanah.
a. Sumber Daya Alam Pertanian dan perkebunan
         Pertanian adalah segala usaha manusia yang meliputi bidang bercocok tanam, berkebun, beternak, perikanan, kehuatanan. Pengertian pangan dalam Propenas 2000 – 2006 tidak hanya tanaman pangan, tetapi meliputi sumber Karbohidrat dan vitamin (tanaman pangan dan hortikultura), Sumber protein (peternakan dan perikanan), dan sumber minyak pangan (perkebunan). Dalam bidang perkebunan, telah ditetapkan beberapa konsep dan definisi tentang perkebunan, antara lain sebagai berikut:
1)     Produksi kebun atau produksi primer adalah paroduksi atau hasil yang dipanen dari usaha perkebunan tanpa melalui proses lebih lanjut. Misalnya, dari perkebunan karet produksi primernya berbentuk latex dan lumb.
2)    Produksi olahan pada umumnya mempunyai unit pengolahan sendiri sehingga produksi yang dipasarkan sudah dalam bentuk barang hasil olahan. Produk olahan adalah produksi primer yang telah diolah menjadi suatu bentuk barang jadi atau barang setengah jadi sehingga nilai ekoomisnya lebih tinggi.
3)    Kebun inti adalah kebun yang dibangun oleh perusahaan perkebunan dengan kelengkapan fasilitas pengolahan, dimiliki oleh perusahaan tersebut, dan dipersiapkan menjadi pelaksana perkebunan inti rakyat.
4)    Kebum Plasma adalah kebun yang dibangun dan dikembangkan oleh perusahaan perkebunan (kebun inti) serta ditanami dengan tanaman perkebunan.
5)    Perusahaan perkebunan adalah suatu perusahaan berbentuk badan usaha atau badan hokum yang bergerak dalam kegiatan budi daya tanaman perkebunan di atas lahan yang dikuasai dengan tujuan ekonomi atau komersial dan mendapat izin usaha dari instansi yang berwenang. Usaha budidaya tanaman perkebunan di luar bentuk badan usaha seperti yang diusahakan oleh rumah tangga petani tidak temasuk dalam konsep ini dan biasanya disebut usaha perkebunan rakyat.
E.  LINGKUNGAN HIDUP
           Manusaia hidup dilingkungan tertentu, berupa sebidang tanah dengan fauna dan flora tertentu, tanahnya dalam keadaan tertentu, berbukit, datar, dialiri sungai, sungai-sungai atau di pantai laut dan sebagainya. Flora dan fauna yang hidup di atasnya juga dalam keadaan tertentu, jenis tanaman dan binatanganya jumlahnya dan sebagainya. Di tengah- tengah itu hidup manusia. Kalau tanah, flora, fauna dan manusia itu dalam keadaan saling cocok, atau dalam keadaan seimbang, semua keadaan itu merupakan suatu system yang baik, di sebut ekosistem. Ekosistem dalam keadaan simbang segala sesuatu dalam keadaan baik. Akan tetapi keadaan seimbang itu dapat dengan mudah terganggu, sehingga timbul suatu keadaan tak seimbang ekosistemmenjadi rusak,flora rusak, fauna rusak, manusia menderita.
         membangun pariwisata pertama-tama harus ada antraksi wisata yang diharapkan di kunjungi wisatawan. Antraksi wisata itu dapat berupa obyek-obyek lama yang sudah ada atau obyek buatan baru. Kalau obyek itu lama, pulau, maka disini dalam pembangunan berlaku prinsip bahwa obyek-obyek itu harus disajikan dalam bentuknya yang khas dan asli. Ini sesuai dengan prinsip pelestarian lingkungan hidup
          Pembangunan obyek dan daya tarik wisata dilakukan dengan memperhatikan :
1.    Kemanpuan untuk mendorong meningkatkan perkembangan kehidupan ekonomi dan sosialbudayanya
2.    Nilai-nilai agama, adat istiadat, serta pandangandan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.
3.    Kelestarian budaya dan mutu lingkungan hidup
4.    Kelangsungan usaha pariwisata itu sendiri
F. HUBUNGAN GEOGRAFI , INDUSTRI DAN PARAWISATA
          Pariwisata adalah sautu gejala yang sangat kompleks didala masyarakat. Disamping itu ada wisatawan sendiri dengan segala tingkah lakunya. Itu semua yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan merupakan satu keterkaitan di dalammasyarakat. Cara lain yang biasa di gunakan untuk menganalisis pariwisata ialah untuk menganalisis pariwisata ialah melihata gejala pariwisata sebagai suatu industri
          Pariwisata adalah suatu gejala social yang sangat kompleks, yang menyangkut manusia seutuhnya dan memiliki berbagai Aspek sosiologis, Ekonomis dan Ekologis dan sebagainya. Untuk mengadakan perjalanan orang harus mengeluarkan biaya,yang diterima oleh orang-orang yang menyelenggarakan angkutan, menyediakan bermacam-macam jasa, antraksi,dan lainnya. Keuntungan ekonomis untuk daerah yang di kunjungi wisatawan, itulah yang pertama-tama merupakan tujuan pembangunan wisata.Dalam hubungan dengan geografis dari pariwisata ini adalah orang menggunakan pendekatan keruangan, kewilayahan dan kelingkungan.
          Selain mengenai fasilitas,pelayanan dan tariff, sebuah hotel hanya dapat berfungsi dengan baik sebagai komponen dalam kegiatan pariwisata kalau memenuhi persyaratan lokasi. Persyaratan lokasi itu yang terpenting berupa syarat lingkungan
          Tiap-tiap hotel di bangun dengan bentuk bangunan tertentu sesuai dengan fasilitas dan pelayanan yang ditawarkan dengan tariff tertentu.ini semua menberi citra kepada hotel.sebaliknya setiap lokasi dimana hotel ditempatkan juga memiliki citranya sendiri sebagai daerah tempat tinggal, daerah bisnis,daerah pertanian,daerah perkampungan kumuh,dan sebagainya.
          Peryaratan lokasi hotel menuntut bahwa citra hotel dengan citra lingkungan itu harus saling sesuai. Kalau tidak demikian akan terjadi citra lingkungan atau lingkungan yang menyesuaikannya dan mendapat citra hotel. Penyesuaian itu dapat berakibat fatal untuk hotel
          Kalau hotelmengunah lingkungannya sehingga sesuai dengan citranya sendiri,berarti hotel tersebut merupakan pusat pertumbuhan social. Untuk menjadi pusat pertumbuhan social hotel harus tetap laku.
Sukses atau tidaknya suatu bentuk pariwisata adalah cerminantelah berintegrasi dengan lingkungannya karena semakin baik kondisi lingkungannya maka hasil yang di hasilkan juga akan semakin meningkat begitupun juga sebaliknya.
          Kesesuain pariwisata dengan lingkungannya tidak hanya di pandang secara social tetapi juga secara fisik.jika tempat wisata yang terletakdi daerah yang iklimnya yang menyenangkan dengan pemandangan yang indah, adalah tempat wisata yang tepat lokasinya.
          Penataan ruang pada dasarnya merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan wilayah yang bertujuan untuk mendukung beberapa prinsip di atas,yaitu meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan hidup. Penataan ruang tidak hanya memberikan arahan lokasi investasi, tetapi juga memberikan jaminan terpeliharanya ruang yang berkualitas dan mempertahankan keberadaan obyek-obyek wisata sebagai aset bangsa. Dalam pengembangan kegiatan pariwisata diperlukan pengaturan-pengaturan alokasi ruang yang dapat menjamin sustainable development guna mencapai kesejahteraan masyarakat.
         Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip dasar dalam penataan ruang yang bertujuan untuk meningkatkan Dalam mendukung pengembangan pariwisata, kebijakan penataan ruang meliputi
hal-hal sebagai berikut :
  1. Pengembangan wilayah dengan pendekatan pengembangan ekosistem, yaitu penatan ruang dilakukan dengan pendekatan secara terpadu dan terkoordinasi,berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
  2. Peningkatan keterkaitan fungsi pengembangan kegiatan pariwisata yang baik dengan sektor lainnya untuk memberikan nilai efisiensi yang tinggi danpercepatan pertumbuhan ekonomi wilayah
  3. Pengembangan pariwisata harus dikaitkan dengan pengembangan ekonomi nasional, wilayah dan lokal. Pada tingkat nasional sektor pariwisata harus berperan sebagai prime mover dan secara interaktif terkaitdengan pengembangan sektor-sektor lainnya.
  4. Pengembangan pariwisata harus diupayakan dapat melibatkan seluruh stakeholder. Dalam konteks ini peran masyarakat terlibat dimulai sektor hulu (memberikan kegiatan produksi yang ekstraktif) sampai dengan kegiatan hilir (kegiatan produksi jasa).
Pemanfaatan rencana pengembangan wilayah secara nasional yang dalam halini harus terkait dengan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). Di dalam RTRWN ini diberikan arahan-arahan fungsi lindung danbudidaya. Kawasan lindung dapat dioptimalkan juga sebagai kawasan yang memberikan dukungan bagi kegiatan pengembangan pariwisata (foretstourism) dan kawasan budi daya memberikan alokasi-alokasi ruang untuk pngembangan pariwisata, tertutama dengan kawasan-kawasan andalan dengan sektor unggulannya adalah pariwisata.emanfaatan sumber daya alam dan sumber daya buatan secara berdaya guna, berhasil guna, dan tepat guna untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan, dan mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dankeamanan. Berdasarkan hal tersebut, makalah ini bertujuan untuk memaparkan dukungan penataan ruang dalam.
G. GEOGRAFI PARIIWISATA
1.  Pengertian Pariwisata
            Secara etimologis pariwisata berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari dua suku kata Pari yang berarti banyak, berkali-kali, berputar-putar, lengkap. Dan kata wisata yang berarti perjalanan, bepergian yang bersinonim dengan kata travel dalam bahasa Inggris, maka dapat di artikan bahwa pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari satu tempat ke tempat lain.
Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli
a.    Menurut UU No.9 tahun 1990 Bab 1 Pasal 1:
            Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Artinya semua kegiatan dan urusan yang ada kaitannya dengan perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, pengawasan, pariwisata baik yang dilakukan oleh pemerintah, pihak swasta dan masyarakat disebut Kepariwisataan.


b.    Menurut James J. Spillance
Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain yang bersifat sementara, dilakukan perorangan atau kelompok sebagai usaha mencari keseimbangan, keserasian dalam dimensi sosial budaya dan ilmu.
c.    Menurut Mc. Intosh dan Goelder
Pariwisata adalah ilmu atau seni dan bisnis yang dapat menarik dan menghimpun pengunjung, termasuk didalamnya bebagai akomoditasi dan catering yang dibutuhkan dan diminati oleh pengunjung.
d.    Menurut Gluckmann
Keseluruhan hubungan antar manusia yang hanya berada sementara waktu dalam suatu tempat dengan manusia yang tinggal di tempat itu
e.    Menurut Oka A Yoeti
Suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain dengan maksud bukan mencari nafkah ditempat yang dikunjunginya tetapi semata-mata untuk menikmati perjalanan tersebut guna bertamasya memenuhi keinginan yang beragam.
2. Elemen Pariwisata
            Dalam kepariwisataan, menurut Leiper dalam Cooper et.al (1998:5) terdapat tiga elemen utama yang menjadikan kegiatan tersebut bisa terjadi Kegiatan wisata terdiri atas beberapa komponen utama.
a.    Wisatawan
la adalah aktor dalam kegiatan wisata.Berwisata menjadi sebuah pengalaman manusia untuk menikmati, mengantisipasi dan mengingatkan masa-masa di dalam kehidupan.
b.    Elemen geografi
Pergerakan wisatawan berlangsung pada tiga area geografi, seperti berikut ini.
1)    Daerah Asal Wisatawan (DAW)
Daerah tempat asal wisatawan berada, tempat ketika is melakukan aktivitias keseharian, seperti bekerja, belajar, tidur dan kebutuhan dasar lain. Rutinitas itu sebagai pendorong untuk memotivasi seseorang berwisata. Dari DAW, seseorang dapat mencari informasi tentang obyek dan days tarik wisata yang diminati, membuat pemesanan dan berangkat menuju daerah tujuan.
2)    Daerah Transit (DT)
Tidak seluruh wisatawan harus berhenti di daerah itu. Namun, seluruh wisatawan pasti akan melalui daerah tersebut sehingga peranan DT pun penting. Seringkali terjadi, perjalanan wisata berakhir di daerah transit, bukan di daerah tujuan. Hal inilah yang membuat negara-negara seperti Singapura dan Hong Kong berupaya menjadikan daerahnya multifungsi, yakni sebagai Daerah Transit dan Daerah Tujuan Wista.
3)    Daerah Tujuan Wisata (DTW)
Daerah ini sering dikatakan sebagai sharp end (ujungjtombak) pariwisata. Di DTW ini dampak pariwisata sangat dirasakan settingga dibutuhkan perencanaan dan strategi manajemen yang tepat. Untuk menarik wisatawan, DTW merupakan pemacu keseluruhan sistem pariwisata dan menciptakan permintaan untuk perjalanan dari DAW. DTW juga merupakan raison d’etre atau alasan utama perkembangan pariwisata yang menawarkan hal-hal yang berbeda dengan rutinitas wisatawan.
c.    Industri pariwisata
Elemen ketiga dalam sistem pariwisata adalah industri pariwisata. Industri yang menyediakan jasa, daya tank, dan sarana wisata. Industri yang merupakan unit-unit usaha atau bisnis di dalam kepariwisataan dan tersebar di ketiga area geografi tersebut.Sebagai contoh, biro perjalanan wisata bisa ditemukan di daerah asal wisatawan, Penerbangan bisa ditemukan balk di daerah asal wisatawan maupun di daerah transit, dan akomodasi bisa ditemukan di daerah tujuan wisata.
Pariwisata merupakan kegiatan yang dapat dipahami dari banyak pendekatan. Dalam Undang-undang RI nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa:
1)    Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tank wisata yang dikunjungi, dalam jangka waktu sementara.
2)    Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata.
3)    Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah.
4)    Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujudkebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah dan pengusaha.
5)    Usaha pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata.
6)    Pengusaha pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata.
7)    Industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.
Menurut WTO (1999:5) yang dimaksud dengan:
a.    Tourism – activities of persons traveling to and staying in places outside their usual environment for not more than one consecutive year for leisure, business and other purposes;
Pariwisata dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya. Perjalanan wisata ini berlangsung dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun secara berturut-turut untuk tujuan bersenang-senang, bisnis dan lainnya.
b.    Visitor – any person traveling to a place other than that of his/her usual environ-ment for less than 12 consecutive months and whose main purpose of travel is not to work for pay in the place visited; Dapat diartikan pengunjung adalah siapa pun yang melakukan perjalanan ke daerah lain di luar dari lingkungan kesehariannya dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan berturut-turut dan tujuan perjalanan tidak untuk mencari nafkah di daerah tersebut.
c.    Tourist – overnight visitor, visitor staying at least one night In a collective or private accommodation in the place visited;
Wisatawan merupakan pengunjung yang menginap atau pengunjung yang tinggal di daerah tujuan setidaknya satu malam di akomodasi umum ataupun pribadi.
d.    Same day visitor – excursionists,visitor who does not spend the night in a collective or private accommodation in the place visited;
Pengunjung harian adalah ekskurionis, pengunjung yang tidak bermalam di akomodasi umum atau pribadi di daerah tujuan.
3.  Pariwisata dalam Kajian Geografi
            Setiap ilmu pasti tidak ada yang dapat berdiri sendiri. Setiap ilmu saling berhubungan satu sama lainnya. Begitupun dengan ilmu pariwisata tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan geografi.
a.    Seperti yang dikemukakan oleh Robinson (1976) yang dikutip oleh Maryani (2000:67) pariwisata menjadi bidang kajian geografi, dengan beberapa alasan dibawah ini:
b.    Geografi berhubungan dengan lingkungan baik alam maupun manusia. Ilmu geografi selalu berhubungan dengan lokasi  suatu fenomena, hubungan antara fenomena dan distribusi keruangan. Pariwisata erat kaitannya pada pemanfaatan ruang, lokasi-lokasi daerah tujuan wisata, lokasi dimana wisatawan bergerak dari satu daerah ke daerah lain. Dengan demikian geografi mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyediakan ruang sebagai daerah tujuan wisata yang sesuai dengan permintaan wisatawan dan memberikan kepuasan wisatawan yang berbeda karakternya.
c.    Pariwisata erat kaitannya dengan struktur, bentuk, penggunaan lahan dan perlindungan bentang alam (landscape). Di satu sisi pariwisata menyebabkan berubahnya bentang alam menjadi kawasan budaya. Geografi sebagai ilmu tata guna lahan dapat memberikan solusi bagaimana ruang dapat dimanfaatkan sesuai dengan daya dukung dengan meminimalkan resiko kerusakan.
d.    Pariwisata adalah aktivitas ekonomi komersial, berbagai aktivitas ekonomi di permukaan bumi secara khusus dikaji oleh geografi ekonomi. Pariwisata mendorong timbulnya berbagai aktivitas baik yang secara langsung memanfaatkan alam maupun tidak.
e.    Geografi selalu tertarik pada pergerakan barang dan orang, dalam bentuk transportasi dan perdagangan. Pariwisata telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap adanya perdagangan secara regional, nasional dan internasional. Distribusi orang, barang, dan uang antara satu tempat ke tempat lain sangat diperlukan untuk mendukung berlangsungnya usaha pariwisata.
f.     Antar hubungan (relationship) dan pengaruh (effect) suatu fenomena terhadap fenomena lain, baik di dalam suatu tempat maupun ke tempat lain selalu menjadi kajian geografi. Pariwisata memberikan dampak yang luas baik secara ekonomi, budaya, sosial, maupun alam. Lingkup dampaknya pun secara lokal, regional, nasional maupun internasional. Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata sangat relevan menjadi kajian geografi.
4.    Sumberdaya Geografi untuk Pengembangan Pariwisata
            Sumberdaya adalah segala sesuatu yang bernilai apabila diproduksi, diolah dan digunakan. Pengertian bernilai disini sangat subyektif, tergantung pada pandangan individu, kemajuan teknologi dalam masyarakat dan waktu. Sumberdaya geografi untuk pariwisata adalah segala sesuatu baik yang berupa alam maupun hasil budaya manusia yang menarik dan unik bagi wisatawan. Ada beberapa ciri sumberdaya geografi menurut Abdurrahman dan Maryani (1997:77) bagi pariwisata:
a.    Sumberdaya tersebut dapat berupa kenampakan dalam dan budaya yang bernilai ekonomis untuk diolah dalam industri pariwisata.
b.    Sumberdaya yang dipasarkan tidak berdiri sendiri, artinya harus selalu ditunjang oleh pengelolaan, penataan, dan ditunjang fasilitas yang terkait dengan kepariwisataan.
c.    Sumberdaya pada umumnya mempunyai fungsi ganda, jadi tidak hanya sebagai objek wisata yang dapat dilihat saja, tapi harus ada sesuatu yang dapat dikerjakan dan dibeli sebagai oleh-oleh. Ruang untuk kawasan wisata pun berfungsi ganda, seperti kawasan pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, cagar alam, konservasi dan sebagainya.
            Sumberdaya geografi untuk pariwisata menunjukkan adanya keterkaitan satu sama lain, contoh iklim dengan morfologi, morfologi dengan penggunaan lahan dan aktivitas penduduk. Sumberdaya geografis yang dijadikan objek wisata menurut Abdurrahman dan Maryani (1997:77-78) antara lain:
a.      Iklim
            Unsur-unsur iklim yang erat kaitannya dengan pariwisata adalah suhu, angin, curah hujan, dan awan (kecerahan). Rekreasi di luar rumah, selain dipengaruhi oleh waktu libur, juga ditentukan oleh iklim. Permintaan rekreasi di luar rumah meningkat tatkala cuaca sedang baik. Kondisi cuaca pun akan menentukan jenis aktivitas yang dilakukan dan perlengkapan yang harus dibawa selama berwisata. Misalnya berwisata di daerah dingin berbeda dengan daerah panas, baik dalam hal jenis pakaian, makanan maupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama berpariwisata.
b.      Morfologi
            Dipermukaan bumi terdapat bermacam-macam bentuk lahan. Tapi pada umunya dapat dibedakan atas pegunungan, perbukitan, dataran tinggi (plato) dan dataran (plan). Morfologi ini akan berkaitan erat dengan cuaca. Di daerah pengunungan banyak dikembangkan objek wisata berupa cagar alam dan taman nasional, dengan segala keanekaragaman flora dan faunanya. Objek wisata lain yang erat kaitannya dengan pegunungan adalah fenomena gunung api, berupa kawah dan sumber air panas.
c.      Tata air
            Air permukaan bumi menduduki persentase terbesar. Air ini dapat berupa laut, sungai, danau, dan air dalam tanah. Laut menjadi objek wisata yang menarik sepanjang zaman.
d.      Flora dan Fauna
            Flora dan fauna suatu tempat mempunyai kaitan erat dengan iklim baik secara horizontal maupun vertikal. Setiap daerah umumnya mempunyai flora dan fauna khas yang menjadi unggulan daya tarik wisata.
            Adapun beberapa sumberdaya yang dapat dijadikan daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke suatu daerah tujuan wisata, yaitu:
1). Sumberdaya yang bersifat alamiah (Natural Amenities) meliputi:
a)    Iklim: cuaca cerah, banyak cahaya matahari, sejuk, kering, panas, hujan dan lain-lain
b)    Bentuk tanah dan pemandangan: tanah yang datar, lembah pegunungan, danau, sungai, pantai, air terjun, gunung berapi dan pemandangan yang menarik.
c)    Hutan belukar
d)    Flora dan fauna, seperti tumbuhan yang aneh, burung-burung, ikan, binatang buas, cagar alam, daerah perburuan dan lain-lain.
e)    Pusat kesehatan, yang termasuk kelompok ini adalah: sumber air mineral, mandi lumpur, sumber air panas.
2). Sumberdaya buatan manusia (man made supply) seperti:
a)    Monumen bersejarah dan sisa peradaban masa lampau.
b)    Museum, art galery, perpustakaan, kesenian rakyat.
c)    Acara tradisional, pameran, festival, upaca perkawinan, khitanan.
d)    Rumah-rumah beribadah, seperti masjid, gereja, pura, kuil, candi.
3). Tata cara hidup masyarakat (way of life). Seperti: tarian, sandiwara, drama, upacara-upacara keagamaan. (Oka A. Yoeti, 1996: 172-176).[5]
5.    Dampak Pariwisata
            Banyak sekali manfaat yang dapat diberikan oleh pengembangan sektor industri pariwisata. Menurut buku Pegangan Penatar dan Penyuluh Kepariwisataan Indonesia yang diterbitkan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, sedikitnya manfaat dan dampak negatif yang ditimbulkan tersebut dapat ditinjau dari empat aspek:
a.    aspek ekonomi,
b.    aspek social-budaya,
c.    aspek berbangsa dan bernegara, dan
d.    aspek lingkungan.
            Di samping manfaat yang diberikan dari perkembangan dan pertumbuhan industri pariwisata, juga perlu diantisipasi dampak-dampak negatif yang mungkin ditimbulkan bila perlu mengurangi atau bahkan dapat menghilangkannya.
a.  Dampak Positif
1) Aspek Ekonomi
a)    Menambah devisa negara
b)    Membuka kesempatan berusaha
c)    Menambah lapangan kerja
d)    Meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah
e)    Mendorong pembangunan daerah
2)      Aspek Sosial Budaya
a)    Pelestarian budaya dan adat
b)    Meningkatkan kecerdasan masyarakat
c)    Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
d)    Mengurangi konflik sosial mental dengan demikian pengembangan pariwisata merupakan salah satu cara dalam upaya untuk melestarikan lingkungan
e)    Memperoleh nilai tambah atas pemanfaatan dari lingkungan yang ada
3.      Aspek Berbangsa dan Bernegara
a)    Mempererat persatuan dan kesatuan
b)    Menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap tanah air
c)    Memelihara hubungan baik secara internasional
4.      Aspek Lingkungan
a)    Melestarikan lingkungan
b)    Menumbuhkan suasana hidup tenang dan bersih
c)    Meningkatkan kesegaran fisik dan mental
d)    Jauh dari polusi, santai dapat mengembalikan kesehatan fisik dan mental dengan demikian pengembangan pariwisata merupakan salah satu cara dalam upaya untuk melestarikan lingkungan
e)    Memperoleh nilai tambah atas pemanfaatan dari lingkungan yang ada
b. Dampak Negatif
1).      Aspek ekonomi
a)    Harga barang dan jasa pelayanan menjadi naik, karena banyaknya pengunjung atau wisatawan yang dianggap selalu membawa uang banyak
b)    Harga tanah naik akibat dari banyaknya para investor yang memerlukan tanah untuk pembangunan hotel dan sarana penunjang industri pariwisata
2.      Aspek Sosial Budaya
            Penduduk khususnya remaja suka mengikuti pola hidup para wisatawan yang tidak sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa kita sendiri
3.      Aspek Berbangsa dan Bernegara
            Banyaknya peluang dan pemanfaatan wisatawan juga mengandung perilaku yang tidak bertanggung jawab misalnya: pemerasan, perjudian, prostitusi, pencurian, peredaran barang-barang terlarang, penipuan dan lain sebagainya


4.      Aspek Lingkungan
            Terjadi pengrusakan lingkungan, baik karena pembangunan prasarana dan sarana pariwisata, maupun karena ulah pengunjung atau tangan-tangan jahil orang yang tidak bertanggung jawab
6. Jenis-Jenis Pariwisata
Yoety (1989) membuat klasifikasi jenis pariwisata sebagai berikut :
a.    Menurut obyek : wisata budaya, wisata konvensi, wisata kesehatan, wisata bahari, wisata alam, wisata kota;
b.    Menurut jumlah orang yang melakukan perjalanan : wisata individu, wisata kelompok;
c.    Menurut tujuan perjalanan : leisure tourism, culturan tourism, health tourism, sport tourism, convention tourism.
7. Unsur-Unsur Pariwisata
Ada tiga unsur pokok dalam pariwisata yaitu rekreasi (recreation), waktu senggang (leisure time) dan perjalanan (travelling). Ketiga unsur tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk aktivitas-aktivitas kepariwisataan. Rekreasi yang berdiri sendiri tidak dapat disebut sebagai kegiatan pariwisata, demikian pula perjalanan yang tidak melibatkan rekreasi dan waktu senggang tidak dapat dikatakan sebagai kegiatan pariwisata.
Menurut Pendit (1990), unsur-unsur industri pariwisata meliputi : politik pemerintah, perasaan ingin tahu, sifat ramah, jarak dan waktu, atraksi, akomodasi, pengangkutan, harga-harga, publisitas dan promosi, dan kesempatan berbelanja.
Sessa dalam Page and Hall (1999), menyebutkan bahwa unsur-unsur industri pariwisata meliputi tourism resources, general and tourism infrastructure, receptive facilities, entertainment and sport facilities, dan tourism reception services.
8. Penelitian Pengembangan Pariwisata
Penggabungan dari dua teori yaitu Pearce (1989) dan Nuryanti (1994), menghasilkan teori baru bahwa kepariwisataan pada hakekatnya merupakan kegiatan matching and adjustment antara sisi supply dan sisi demand. Sisi supply dari kegiatan pariwisata merupakan unsur-unsur/potensi wisata yang ada di daerah tujuan wisata, yaitu: 1) daya tarik/atraksi, 2) akomodasi, 3) transportasi, 4) fasilitas pelayanan, 5) prasarana, 6) pencapaian/aksesibilitas, 7) peraturan pemerintah. Sedangkan sisi demand dari kegiatan pariwisata merupakan unsur-unsur/potensi wisatawan yang ada atau berasal dari daerah asal wisatawan, yaitu: 1) jumlah wisatawan, 2) segmen wisatawan, 3) pendapatan wisatawan, 4) pendidikan wisatawan, 5) promosi wisatawan.
Dalam kegiatan penelitan pengembangan pariwisata kajian geografis sangat berperan, terutama dalam kajian yang berhubungan dengan potensi alam, potensi penduduk, tingkat pencapaian/aksesibilitas, transpportasi dan lainnya.
9. Oragisasi Industri Pariwisata
a.    Organisasi Pariwisata Pemerintah ( Nasional )
Perubahan nama dan lingkup kegiatan lembaga:
1)    Tahun 1975 masalah pariwisata berada di bawah Departemen Perhubungan.
2)    Tahun 1984 Kepariwisataan Indonesia di bawah Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi sejak awal pelita IV dengan Kabinet Pembangunan IV.
3)    Departemen pariwisata, Pos dan Telekomunikasi berubah menjadi Departemen Pariwisata, Seni dan Budaya pada masa pemerintahan BJ. Habibie.
4)    Tahun 1999 di bawah koordinasikan Departemen Pariwisata dan Kesenian.
5)    Kepariwisataan pada Kabinet Gotong Royong dipimpin oleh Departemen Pariwisata, Seni dan Budaya.
b.    Organisasi Pariwisata Pemerintah ( Regional )
Asean Tourism Forum ( ATF )
c.    Organisasi Pariwisata Pemerintah ( Internasional )
1)    United Nation – World Tourism Organization ( UN-WTO )
Tujuan dibentuknya UN-WTO adalah  untuk mempromosikan dan mengembangkan pariwisata agar memberi andil bagi pembangunan ekonomi, saling pengertian internasional, perdamaian, kesejahteraan dan saling menghormati, berdasarkan hak-hak azazi dan kemerdekaan bagi semua, tanpa membedakan ras, jender, bahasa dan / atau agama.
Keanggotaanya dibedakan menjadi 3 kategori antara lain:
a)    Anggota Penuh ( Full Members )
b)    Anggota Sekutu ( Associate members )
c)    Anggota Afiliasi ( Affiliate Members )
d.    Organisasi Pariwisata Swasta ( Nasional )
1)    Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI )
2)    Association of the Indonesia Tours & Travel Agencies ( ASITA )
3)    Indonesia Housekeeper Association ( IHKA )
4)    Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI )
e.    Organisasi Pariwisata Swasta ( Internasional )
1)    Internasional Hotel & Restoran Association ( IHRA )
IHRA merupakan perubahan dari Internasional Hotel Association yang didirikan pada tahun 1947. IHRA adalah suatu organisasi swasta yang non profit dan merupakan satu-satunya organisasi internasional yang secara khusus mengabdikan diri dalam mempromosikan dan memperjuangkan kepentingan hotel dan restoran di seluruh dunia.
2)    Pasific Asia Travel Association ( PATA )
PATA secara hukum berkedudukan di Honolulu, Hawai, merupakan organisasi pariwisata swasta internasional yang didirikan terutama untuk mempromosikan kawasan Asia Pasifik sebagai tujuan wisata mancanegara.
3)    International Air Transport Association ( IATA )
Adalah asosiasi transportasi udara yang bertujuan memajukan pertumbuhan pengangkutan udara yang teratur, ekonomis dengan pelayanan rute-rute internasional yang baik. IATA dibentuk pada tahun 1945 dan berpusat di Canada.
10. Kelemahan Industri Pariwisata Indonesia
Kelemahan industri pariwisata Indonesia terutama terletak pada ketersediaan infrastruktur, citra keamanan/kenyamanan, sistem pemasaran, dan promosi. Ketersediaan infrastruktur sangat vital untuk membangun konektivitas sektor wisata. Selama ini, masalah infrastruktur merupakan kelemahan utama negeri ini.
Yang tak kalah pentingnya adalah pembenahan citra negatif tentang Indonesia. Bangsa ini harus mampu menghapus citra tidak aman. Pemerintah tidak boleh membiarkan kesan negatif itu melekat berkepanjangan dalam benak bangsa lain.
Meski kisruh sosial dan gejolak politik tidak menggambarkan seutuhnya kondisi negeri ini, citra tersebut telah merasuki pikiran komunitas pariwisata internasional. Citra buruk itu tercermin pada peringatan perjalanan (travel warning) dari sejumlah negara. Untuk mengubah citra itu dibutuhkan langkah kolektif. 
Untuk membenahi kelemahan di bidang promosi dan pemasaran, pemerintah harus serius melakukan reformasi birokrasi. Selama ini, budaya birokrasi di negeri ini ditengarai menjadi penghambat gerak pembangunan di berbagai sektor. Bahkan, Komite Ekonomi Nasional (KEN) menyebutkan masalah birokrasi, korupsi, dan infrastruktur merupakan penghambat utama pembangunan nasional. 
Selama ini, kultur birokrasi Indonesia menjadi titik lemah pemasaran pariwisata Indonesia. Aparat birokrasi negeri ini terkesan kaku dan tidak dinamis dalam menyikapi perkembangan dunia.
Kelemahan itu bukan hanya menyangkut promosi dan pemasaran tapi juga terkait perencanaan dan implementasi di lapangan. Para pelaku usaha sering merasakan betapa rumitnya menghadapi kaum birokrat. Padahal, sektor pariwisata seringkali melibatkan banyak instansi. 
Kerumitan itu kian bertambah karena koordinasi antarinstansi di negeri ini juga sangat lemah. Bagi pelaku usaha, masalah koordinasi merupakan sesuatu yang mahal di Indonesia. Lemahnya koordinasi ini membuat promosi pariwisata tidak efektif, tidak fokus, dan sering berjalan sendiri-sendiri. Alhasil, jumlah kunjungan wisman ke negeri ini tak mampu mengalahkan Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Bila berbagai kelemahan mendasar itu bisa dibenahi, target pemerintah untuk menggaet 20 juta wisman pada di 2025 bisa menjadi kenyataan. Namun, pemerintah benarbenar harus merangkul dunia usaha, mulai dari pengusaha biro perjalanan, perhotelan, maskapai penerbangan, dan para pelaku bisnis terkait. Pemerintah harus mampu membuktikan bahwa pengelolan pariwisata di Indonesia tak kalah dibandingkan negara lain.
Tahun 2012 akan menjadi tahun pembuktian. Aparat pemerintah harus bekerja keras untuk menjawab berbagai tantangan perubahan yang ada. Kita berharap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mampu melakukan perubahan itu. Sebagam mantan menteri perdagangan, kita berharap Mari Elka mampu membenahi aspek birokrasi, melakukan terobosan pemasaran, dan riset industri pariwisata. Kementerian Pariwisata juga harus bisa membuktikan bahwa destinasi pariwisata Indonesia bisa bersaing di pasar global.
Pariwisata menjadi suatu kegiatan yang cukup mendapat perhatian dari pemerintah karena dampaknya terhadap perekonomian nasional. Dengan kedatangan wisatawan ke suatu Daerah Tujuan Wisata, terutama wisatawan mancanegara, maka diharapkan akan mendatangkan devisa bagi DTW tersebut.
Seperti kita ketahui, penerimaan devisa negara dari sektor minyak bumi dan gas akhir-akhir ini terus menurun, bahkan diperkirakan tahun 2012, karena keterbatasan teknologi, komoditi migas secara ekonomis dianggap tidak akan efisien lagi sebagai penghasil devisa negara. Di sisi lain, ketahanan daya saing ekspor non-migas juga tidak dapat diandalkan karena cara berproduksi masih didominasi oleh teknologi rendah, sehingga kualitas produk yang dihasilkan tidak mampu bersaing di pasar global. Investor asing tidak berminat menanamkan modalnya di Indonesia, selain karena keamanan yang labil, terlalu banyak pungli (pungutan liar) untuk memulai suatu bisnis di Indonesia. Kenaikan upah buruh yang terus meningkat mengakibatkan harga produk tidak kuat bersaing di pasar internasional.
Berdasarkan hal di atas, maka pemerintah harus mencari alternatif sektor ekonomi yang dianggap pas untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu sektor ekonomi yang dianggap cukup perspektif adalah sektor pariwisata. sektor ini diyakini tidak hanya sekadar mampu menjadi sektor andalan dalam usaha meningkatkan perolehan devisa untuk pembangunan, tetapi juga mampu mengentaskan kemiskinan. Dilihat dari kacamata ekonomi makro, jelas pariwisata memberikan dampak positif, antara lain :
a.    Dapat menciptakan kesempatan berusaha. Dengan datangnya wisatawan, perlu pelayanan untuk menyediakan kebutuhan (need), keinginan (want), dan harapan (expectation) wisatawan.
b.    Dapat meningkatkan kesempatan kerja. Dengan dibangunnya hotel atau restoran, akan diperlukan tenaga kerja/ karyawan yang cukup banyak.
c.    Dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memercepat pemerataan pendapatan masyarakat. Sebagai akibat multiplier effect yang terjadi dari pengeluaran wisatawan yang relatif cukup besar.
d.    Dapat meningkatkan penerimaan pajak pemerintah dan retribusi daerah. Setiap wisatawan berbelanja selalu dikenakan pajak sebesar 10% sesuai Peraturan pemerintah yang berlaku.
e.    Dapat meningkatkan pendapatan nasional atau Gross Domestic Bruto (GDB).
f.     Dapat mendorong peningkatan investasi dari sektor industri pariwisata dan sektor ekonomi lainnya.
g.    Dapat memperkuat neraca pembayaran. Bila Neraca Pariwisata mengalami surplus, dengan sendirinya akan memperkuat neraca pembayara
H. GEOGRAFI INDUSTRI
             Instrustri berasal dari industria yang diartikan sebagai kegiatan ekonomi bagian dari proses produksi, yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan baku menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dari sudut pandang geografi industri merupakan perpaduan-perpaduan subsistem fisis dengan subsistem manusia. Subsistem fisis yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri, yaitu meliputi komponen-komponen lahan, bahan mentah atau bahan baku, sumber-sumber energi dan iklim dengan segala proses ilmiahnya. Sedangkan subsistem manusianya meliputi komponen-komponen tenaga kerja, kemampuan tekhnologi, tradisi, keadaan politik, keadaan pemerintahan, transportasi dan komunikadi, konsumen, pasar dan sebagainya, sehingga menjadi barang yang bernilai bagi masyarakat.
 1. Pengertian Industri
 Ada beberapa penjelasan tentang pengertian industri.
a.    Industri berasal dari bahasa latin yaitu industria yang artinya buruh(tenaga kerja) dan industrios yang artinya kerja keras.
b.    Industri artinya bagian dari proses produksi dimana yidak mengambil langsung dari alam untuk dikonsumsi, tetapi bahan-bahan itu diolah lebih dahulu sehingga menjadi barang yang berguna bagi masyarakat.
c.    Menurut Encyclopedia Americana, industri diartikan sekelompok kegiatan yang mengusahakan benda-benda ekonomi dan penggunaanya.
d.    Industri dalam arti sempit ialah kegiatan industri yang hanya terbatas pada tipe kegiatan ekonomi sekunder yaitu segala macam usaha atau kegiatan yang sifatnya mengubah atau mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
e.    Industri dalam arti luas adalah suatu kegiatan dalam usahanya untuk meningkatkan produktifitas dalam kegiatan ekonomi.
f.     Mnurut G.T. Rennes, industri adalah aktifitas ekonomi manusia yang dilaksanakan secara terorganisasi dan sistematis.
g.    Menurut UU RI No.5 Tahun 1984, industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, bahan setengah jadi atau barang jadi menjadi barang dengan nilai lebih atau barang jadi menjadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaanya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
2. Tahap-Tahap Industri
Menurut Roswto pertumbuhan dan perkembangan industri dibedakan menjadi 5 tahap, yaitu:
a.    The traditional society (masyarakat tradisional)
Suatu masyarakat yang strukturnya dibangun dalam fungsi terbatas, ilmu pengetahuan dan tekhnologi sangat sedrhana dan berenghasilan rendah.
b.    The Precondition for take off (pra kondisi menuju tinggal landas)
Merupakan bentuk masyarakat dalam masa peralihan. Nilai dan cara-cara tradisional mulai dirasakan tidak cocok. Sedangkan nilai-nilai baru muncul dan sangat dibutuhkan. Secara perlahan perubahan-perubahan pun mulai terjadi.
c.    Take off (masa tinggal landas)
Merupakan masa dimana berbagai kendala terhadap pertumbuhan sudah dapat diatasi. Niali-nilai dan terobosan baru yang jelas dapat menimbulkan kemajuan masyarakat yang makin luas.
d.    The drive to maturity (menju ke arah kedewasaan)
Tahap menuju kedewasaan atau kematangan adalah suatu tahap kegiatan perekonomian yang tumbuh secara terus menerus. Produktivitas dari keguatan industri sangat berarti menentukan pendapatan nasional.
e.    The age of high masa concumtion (suatu masa masyarakat berkonsumsi tinggi)
Masa konsumsi tinggi ditandai dengan adanya perkembangan kegiatan industri lebih ditujukan untuk menhasilkan barang-barang konsumsi yang tahan lama.
 Dari pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa:
a.    Kegiatan ekonomi yaitu aktivitas manusia yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan yang bertujuan menghasilkan barang dan jasa.
b.    Bahan mentah yaitu bahan yang didapat dari sumber daya alam dan yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjt.
c.    Bahan baku industri yaitu bahan mentah yang diolah dapat dimanfaatkan sebagai sarana industri.
d.    Barang setengah jadi yaitu bahan mentah atau bahan baku yang telah mengalami satu atau beberapa tahap proses produksi yang dapat diproses lebih lanjut menjadi barang jadi.
e.    Barang jadi , yaitu barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk konsumen akhir.
f.     Rencana bangun yaitu kegiatan industri yang berhubungan dnegan perencanaan pendirian industri secara keseluruhaan atau bagian-bagiannya.
g.    Rekayasa industri yaitu kegiatan yang berhubungan dengan pernacangan dan pebuatan mesin-mesin (peralatan pabrik) dan peralatan industri lainnya.
h.    Mengolah menjadi barang dengan nilai lebih penggunaanya yaitu menjadikan barang lebih tinggi baik secara ekonomi maupun pemanfaatannya.
2. Dampak Positif Industri
Industri banyak memberikan keuntungan. Berikut ini keuntungan industri antara lain:
a.    Memperbesar kegunaan bahan mentah. Semakin banyak bahan mentah yang diolah dalam perindustrian, semakin besar pula manfaat yang diperoleh.
b.    Memperluas lapangan pekerjaan.
c.    Menambah penghasilan penduduk, sehingga menambah pekerjaan kemakmuran.
d.    Mengurangi ketergantungan Indonesia pada luar negri.
e.    Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
f.     Menghasilkan aneka barang yang diperlukan oleh masyarakat.
g.    Kegiatan ekonomi menjadi lebih leluasa karena tidak semata-mata tergantung pada lingkungan alam.
h.    Menambah devisa negara.
 3. Syarat-syarat mendirikan industri
a.    Adanya sumber daya alam yang mellimpah menyediakan bahan mentah dan dasar.
b.    Terdapatnya tenaga ahli yang terampil di bidangnya yang mampu menjebatani proses produksi dan pengelolahan sumber daya alam.
c.    Banyak modal yang dapat menunjang produksi dan pemasaran.
d.    Kondusi daerah yang memilik fasilitas transportasi yang lancar agar dapat menjalankan distribusi.
e.    Manajemen yang baik untuk memperlancar dan mengatur proses produksi, serta kejujuran dalam melaksanakan tugas.
f.     Daerahnya memiliki masyarakat yang siap kearah industri.
4. Klasifikasi Industria
a. Klasifikasi Industri berdasarkan Bahan Baku
            Tiap-tiap industri membutuhkan bahan baku yang berbeda, tergantung pada apa yang akan dihasilkan dari proses industri tersebut. Berdasarkan bahan baku yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi :
1)    Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya: industri hasil pertanian, industri hasil perikanan, dan industri hasil kehutanan
2)    Industri nonekstraktif, yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasilhasil industri lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri pemintalan, dan industri kain.
3)    Industri fasilitatif atau disebut juga industri tertier. Kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya: perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata.
b. Klasifikasi Industri berdasarkan Tenaga Kerja
Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
1)    Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Misalnya: industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/ tahu, dan industri makanan ringan.
2)    Industri kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang, Ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relative kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara. Misalnya: industri genteng, industri batubata, dan industri pengolahan rotan.
3)    Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri industri sedang adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan memiliki kemapuan manajerial tertentu. Misalnya: industri konveksi, industri bordir, dan industri keramik.
4)    Industri besar, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemapuan dan kelayakan (fit and profer test). Misalnya: industri tekstil, industri mobil, industri besi baja, dan industri pesawat terbang.
c. Klasifikasi Industri berdasarkan Produksi yang dihasilkan
Berdasarkan produksi yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi:
1)    Industri primer, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut. Barang atau benda yang dihasilkan tersebut dapat dinikmati atau digunakan secara langsung. Misalnya: industri anyaman, industri konveksi, industri makanan dan minuman.
2)    Industri sekunder, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati atau digunakan. Misalnya: industri pemintalan benang, industri ban, industri baja, dan industri tekstil.
3)    Industri tertier, yaitu industri yang hasilnya tidak berupa barang atau benda yang dapat dinikmati atau digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung, melainkan berupa jasa layanan yang dapat mempermudah atau membantu kebutuhan masyarakat. Misalnya: industri angkutan, industri perbankan, industri perdagangan, dan industri pariwisata.
d. Klasifikasi Industri berdasarkan Bahan Mentah
Berdasarkan bahan mentah yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
1)    Industri pertanian, yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang diperoleh dari hasil kegiatan pertanian. Misalnya: industri minyak goreng, Industri gula, industri kopi, industri teh, dan industri makanan.
2)    Industri pertambangan, yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang berasal dari hasil pertambangan. Misalnya: industri semen, industri baja, industri BBM (bahan bakar minyak bumi), dan industri serat sintetis.
3)    Industri jasa, yaitu industri yang mengolah jasa layanan yang dapat mempermudah dan meringankan beban masyarakat tetapi menguntungkan. Misalnya: industri perbankan, industri perdagangan, industri pariwisata, industri transportasi, industri seni dan hiburan.
e. Klasifikasi Industri berdasarkan Lokasi Unit Usaha
Keberadaan suatu industri sangat menentukan sasaran atau tujuan kegiatan industri. Berdasarkan pada lokasi unit usahanya, industri dapat dibedakan menjadi:
1)    Industri berorientasi pada pasar (market oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen.
2)    Industri berorientasi pada tenaga kerja (employment oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk, terutama daerah yang memiliki banyak angkatan kerja tetapi kurang pendidikannya.
3)    Industri berorientasi pada pengolahan (supply oriented industry), yaitu industri yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan. Misalnya: industri semen di Palimanan Cirebon (dekat dengan batu gamping), industri pupuk di Palembang (dekat dengan sumber pospat dan amoniak), dan industri BBM di Balongan Indramayu (dekat dengan kilang minyak).
4)    Industri berorientasi pada bahan baku, yaitu industri yang didirikan di tempat tersedianya bahan baku. Misalnya: industri konveksi berdekatan dengan industri tekstil, industri pengalengan ikan berdekatan dengan pelabuhan laut, dan industri gula berdekatan lahan tebu.
5)    Industri yang tidak terikat oleh persyaratan yang lain (footloose industry), yaitu industri yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat di atas. Industri ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya: industri elektronik, industri otomotif, dan industri transportasi.
f. Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi
Berdasarkan proses produksi, industri dapat dibedakan menjadi:
1)    Industri hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.
2)    Industri hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen. Misalnya: industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri meubeler.
g. Klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan
Berdasarkan barang yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi
1)    Industri berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Misalnya: industri alat-alat berat, industri mesin, dan industri percetakan.
2)    Industri ringan, yaitu industri yang menghasilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi. Misalnya: industri obat-obatan, industri makanan, dan industri minuman.
h. Klasifikasi industri berdasarkan modal yang digunakan
Berdasarkan modal yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
1)    Industri dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN), yaitu industri yang memperoleh dukungan modal dari pemerintah atau pengusaha nasional (dalam negeri). Misalnya: industri kerajinan, industri pariwisata, dan industri makanan dan minuman.
2)    Industri dengan penanaman modal asing (PMA), yaitu industri yang modalnya berasal dari penanaman modal asing. Misalnya: industri komunikasi, industri perminyakan, dan industri pertambangan.
3)    Industri dengan modal patungan (join venture), yaitu industri yang modalnya berasal dari hasil kerja sama antara PMDN dan PMA. Misalnya: industri otomotif, industri transportasi, dan industri kertas.
i. Klasifikasi Industri berdasarkan subjek pengelola    
Berdasarkan subjek pengelolanya, industri dapat dibedakan menjadi:
1)    Industri rakyat, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat, misalnya: industri meubeler, industri makanan ringan, dan industri kerajinan
2)    Industri negara, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik Negara yang dikenal dengan istilah BUMN, misalnya: industri kertas, industri pupuk,
3)    industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan, dan industri transportasi.
10. Klasifikasi Industri berdasarkan cara pengorganisasian
            Cara pengorganisasian suatu industri dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti: modal, tenaga kerja, produk yang dihasilkan, dan pemasarannya. Berdasarkan cara pengorganisasianya, industri dapat dibedakan menjadi:
1)    Industri kecil, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal relatif kecil, teknologi sederhana, pekerjanya kurang dari 10 orang biasanya dari kalangan keluarga, produknya masih sederhana, dan lokasi pemasarannya masih terbatas (berskala lokal). Misalnya: industri kerajinan dan industri makanan ringan.
2)    Industri menengah, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal relative besar, teknologi cukup maju tetapi masih terbatas, pekerja antara 10-200 orang, tenaga kerja tidak tetap, dan lokasi pemasarannya relative lebih luas (berskala regional). Misalnya: industri bordir, industri sepatu, dan industri mainan anak-anak.
3)    Industri besar, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal sangat besar, teknologi canggih dan modern, organisasi teratur, tenaga kerja dalam jumlah banyak dan terampil, pemasarannya berskala nasional atau internasional. Misalnya: industri barang-barang elektronik, industri otomotif, industri transportasi, dan industri persenjataan.
11. Klasifikasi Industri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian
            Selain pengklasifikasian industri tersebut di atas, ada juga pengklasifikasian industri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19/M/ I/1986 yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Adapun pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut:
1). Industri Kimia Dasar (IKD)
            Industri Kimia Dasar merupakan industri yang memerlukan: modal yang besar, keahlian yang tinggi, dan menerapkan teknologi maju. Adapun industri yang termasuk kelompok IKD adalah sebagai berikut:
1)    Industri kimia organik, misalnya: industri bahan peledak dan industri bahan kimia tekstil.
2)    Industri kimia anorganik, misalnya: industri semen, industri asam sulfat, dan industri kaca.
3)    Industri agrokimia, misalnya: industri pupuk kimia dan industri pestisida.
4)    Industri selulosa dan karet, misalnya: industri kertas, industri pulp, dan industri ban.
2). Industri Mesin Logam Dasar dan Elektronika (IMELDE)
            Industri ini merupakan industri yang mengolah bahan mentah logam menjadi mesin-mesin berat atau rekayasa mesin dan perakitan. Adapun yang termasuk industri ini adalah sebagai berikut:
a)    Industri mesin dan perakitan alat-alat pertanian, misalnya: mesin traktor, mesin hueler, dan mesin pompa.
b)    Industri alat-alat berat/konstruksi, misalnya: mesin pemecah batu, buldozer, excavator, dan motor grader.
c)    Industri mesin perkakas, misalnya: mesin bubut, mesin bor, mesin gergaji, dan mesin pres.
d)    Industri elektronika, misalnya: radio, televisi, dan komputer.
e)    Industri mesin listrik, misalnya: transformator tenaga dan generator.
f)     Industri keretaapi, misalnya: lokomotif dan gerbong.
g)    Industri kendaraan bermotor (otomotif), misalnya: mobil, motor, dan suku cadang kendaraan bermotor.
h)    Industri pesawat, misalnya: pesawat terbang dan helikopter.
i)      Industri logam dan produk dasar, misalnya: industri besi baja, industri alumunium, dan industri tembaga.
j)      Industri perkapalan, misalnya: pembuatan kapal dan reparasi kapal.
k)    Industri mesin dan peralatan pabrik, misalnya: mesin produksi, peralatan pabrik, the blower, dan kontruksi.
3) Aneka Industri (AI)
             Industri ini merupakan industri yang tujuannya menghasilkan bermacammacam barang kebutuhan hidup sehari-hari. Adapun yang termasuk industri ini adalah sebagai berikut:
a)    Industri tekstil, misalnya: benang, kain, dan pakaian jadi.
b)    Industri alat listrik dan logam, misalnya: kipas angin, lemari es, dan mesin jahit, televisi, dan radio.
c)    Industri kimia, misalnya: sabun, pasta gigi, sampho, tinta, plastik, obatobatan, dan pipa.
d)    Industri pangan, misalnya: minyak goreng, terigu, gula, teh, kopi, garam dan makanan kemasan.
e)    Industri bahan bangunan dan umum, misalnya: kayu gergajian, kayu lapis, dan marmer
4) Industri Kecil (IK)
            Industri ini merupakan industri yang bergerak dengan jumlah pekerja sedikit, dan teknologi sederhana. Biasanya dinamakan industri rumah tangga, misalnya: industri kerajinan, industri alat-alat rumah tangga, dan perabotan dari tanah (gerabah).
5). Industri pariwisata
            Industri ini merupakan industri yang menghasilkan nilai ekonomis dari kegiatan wisata. Bentuknya bisa berupa: wisata seni dan budaya (misalnya: pertunjukan seni dan budaya), wisata pendidikan (misalnya: peninggalan, arsitektur, alat-alat observasi alam, dan museum geologi), wisata alam (misalnya: pemandangan alam di pantai, pegunungan, perkebunan, dan kehutanan), dan wisata kota (misalnya: melihat pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan, wilayah pertokoan, restoran, hotel, dan tempat hiburan).
            Orang yang setiap harinya berkecimpung di dunia perindustrian tentu mengenal atau setidaknya pernah mendengar geografi industri. Salah satu yang dibahas dalam geografi industri adalah mengenai keterkaitan serta ketergantungan dalam industri.
            Industri kini menghimpun cara agar bisa memproduksi dengan biaya seminimal mungkin. Salah satu faktor yang bisa menjadi beban adalah besarnya biaya transportasi atau biasa yang disebut juga biaya logistik. Biaya logistik terjadi ketika bahan baku atau bahan setengah jadi dikirimkan ke lokasi-lokasi produksi ataupun langsung ke konsumen.
            Minimalisasi biaya logistik dapat dilakukan dengan beragam cara. Melakukan desain sistem rantai pasok merupakan salah satu pilihan yang bisa diambil. Dengan melakukan desain sistem rantai pasok, perusahaan menginginkan agar biaya logistik dapat ditekan serendah  mungkin.
            Cara yang digunakan pun beragam, mulai pendekatan kuantitatif sampai pada pendekatan kualitatif ataupun campuran keduanya. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mendesain sebuah klaster industri. Keberadaan sebuah klaster industri memerlukan peran serta pemerintah sebagai salah satu stakeholder keberadaan bisnis sebuah perusahaan.
            Menurut Deperindag, klaster industri adalah kelompok industri dengan focal/core industry yang saling berhubungan secara intensif dan membentuk partnership, baik dengan supporting industry maupun related industry.
            Yang dimaksud supporting industry adalah industri yang termasuk dalam ranti nilai produksi sebuah produk. Misalnya, industri pupuk memerlukan bahan baku gas alam. Oleh karena itu, industri gas alam merupakan salah satu supporting industry dari industri pupuk.
            Related industry adalah industri yang baik secara langsung maupun tidak langsung. Berkaiatan erat ataupun mempunyai kemiripan dengan industri lainnya. Misalnya, industri pengeboran perusahaan manufaktur memerlukan perusahaan jasa pengangkutan sebagai salah satu mitra untuk mengirimkan hasil-hasil produksi mereka.
Dari definisi tersebut, dapat dilihat hubungan dari kumpulan industri yang membentuk sebuah klaster industri. Industri-industri pendukung dan terkait langsung akan mengumpul ke dalam satu lokasi yang berdekatan.
            Kedekatan jarak dan kesamaan tujuan antarperusahaan yang ada dalam klaster tersebut akan menjadikan usaha untuk mengirim faktor-faktor produksi, seperti bahan baku   menjadi lebih rendah. Dengan demikian, pada akhirnya, biaya logistik akibat transportasi faktor-faktor produksi pun akan dapat ditekan pada nilai terendahnya.
            Klaster industri juga akan membuat perusahaan-perusahaan yang ada dalam klaster tersebut lebih mudah dalam mendesain sistem rantai pasok dari rantai produksi perusahaannya. Salah satu syarat yang perlu dipenuhi tentunya desain klaster industri tersebut harus sudah memenuhi kriteria-kriteria dasar dari sistem rantai pasok yang baik.
            Hal ini dapat dilakuakan dengan melakukan pendekatan proaktif terhadap stakeholder-stakeholder yang terlibat langsung ketika mendesain sistem klaster industri. Dengan demikian, perubahan atas rancangan awal dari sistem klaster industri dapat diminimalisasi. Hal itu berarti akan memperlancar proses produksi perusahaan-perusahaan yang ada dalam klaster tersebut.
6. Teori Lokaasi Industri
            Pertimbangan utama dalam menentukan alternatif lokasi industri yaitu ditekankan pada biaya transportasi yang rendah. Pada prinsipnya beberapa teori lokasi tersebut untuk memberikan masukan bagi penentuan lokasi optimum, yaitu lokasi yang terbaik dan menguntungkan secara ekonomi. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai beberapa teori lokasi :
a. Theory of industrial location (teori lokasi industri) dari Alfred Weber
            Teori ini dimaksudkan untuk menentukan suatu lokasi industri dengan mempertimbangkan risiko biaya atau ongkos yang paling minimum, dengan asumsi sebagai berikut:
1)    Wilayah yang akan dijadikan lokasi industri memiliki: topografi, iklim dan penduduknya relatif homogen.
2)    Sumber daya atau bahan mentah yang dibutuhkan cukup memadai.
3)    Upah tenaga kerja didasarkan pada ketentuan tertentu, seperti Upah Minimum Regional (UMR).
4)    Hanya ada satu jenis alat transportasi.
5)    Biaya angkut ditentukan berdasarkan beban dan jarak angkut.
6)    Terdapat persaingan antarkegiatan industri.
7)    Manusia yang ada di daerah tersebut masih berpikir rasional.
            Persyaratan tersebut jika dipenuhi maka teori lokasi industri dari Alfred Weber dapat digunakan. Weber menggunakan tiga faktor (variabel penentu) dalam analisis teorinya, yaitu titik material, titik konsumsi, dan titik tenaga kerja. Ketiga titik (faktor) ini diukur dengan ekuivalensi ongkos transport. Berdasarkan asumsi tersebut di atas, penggunaan teori Weber tampak seperti pada gambar berikut ini :
 (a)                                                    (b)                                                   (c)
Segitiga Weber dalam menentukan lokasi industri(Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer, 2000)
Keterangan:
 M = pasar
 P = lokasi biaya terendah.
 R1, R2 = bahan baku
Gambar
 (a) : apabila biaya angkut hanya didasarkan pada jarak.
 (b) : apabila biaya angkut bahan baku lebih mahal dari pada hasil industri.
 (c) : apabila biaya angkut bahan baku lebih murah dari pada hasil industri.
b. Teori lokasi industri optimal (Theory of optimal industrial location) dari Losch
            Teori ini didasarkan pada permintaan (demand), sehingga dalam teori ini diasumsikan bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik atau industri yaitu apabila dapat menguasai wilayah pemasaran yang luas, sehingga dapat dihasilkan pendapatan paling besar. Untuk membangun teori ini, Losch juga berasumsi bahwa pada suatu tempat yang topografinya datar atau homogen, jika disuplai oleh pusat (industri) volume penjualan akan membentuk kerucut. Semakin jauh dari pusat industri semakin berkurang volume penjualan barang karena harganya semakin tinggi, akibat dari naiknya ongkos transportasi. Berdasarkan teori ini, setiap tahun pabrik akan mencari lokasi yang dapat menguasai wilayah pasar seluas-luasnya. Di samping itu, teori ini tidak menghendaki wilayah pasarannya akan terjadi tumpang tindih dengan wilayah pemasaran milik pabrik lain yang menghasilkan barang yang sama, sebab dapat mengurangi pendapatannya. Karena itu, pendirian pabrik-pabrik dilakukan secara merata dan saling bersambungan sehingga berbentuk heksagonal.

c. Teori susut dan ongkos transport (theory of weight loss and transport cost)
            Teori ini didasarkan pada hubungan antara faktor susut dalam proses pengangkutan dan ongkos transport yang harus dikeluarkan, yaitu dengan cara mengkaji kemungkinan penempatan industri di tempat yang paling menguntungkan secara ekonomi. Suatu lokasi dinyatakan menguntungkan apabila memiliki nilai susut dalam proses pengangkutan yang paling rendah dan biaya transport yang paling murah. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa:
1)    Makin besar angka rasio susut akibat pengolahan maka makin besar kemungkinan untuk penempatan industri di daerah sumber bahan mentah (bahan baku), dengan catatan faktor yang lainnya sama.
2)    Makin besar perbedaan ongkos transport antara bahan mentah dan barang jadi maka makin besar kemungkinan untuk menempatkan industri di daerah pemasaran.
d. Model gravitasi dan interaksi (model of gravitation and interaction) dari Issac Newton dan Ullman
            Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa tiap massa mempunyai gaya tarik (gravitasi) untuk berinteraksi di tiap titik yang ada di region yang saling melengkapi (regional complementarity), kemudian memiliki kesempatan berintervensi (intervening opportunity), dan kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability). Teori interaksi ialah teori mengenai kekuatan hubungan-hubungan ekonomi (economic connection) antara dua tempat yang dikaitkan dengan jumlah penduduk dan jarak antara tempat-tempat tersebut. Makin besar jumlah penduduk pada kedua tempat maka akan makin besar interaksi ekonominya. Sebaliknya, makin jauh jarak kedua tempat maka interaksi yang terjadi semakin kecil. Untuk menggunakan teori ini perhatikan rumus berikut.
Keterangan:
I = gaya tarik menarik diantara kedua region.
d = jarak di antara kedua region.
P = jumlah penduduk masing-masing region.
e. Teori tempat yang sentral (theory of cental place) dari Walter Christaller
            Teori ini didasarkan pada konsep range (jangkauan) dan threshold (ambang). Range (jangkauan) adalah jarak tempuh yang diperlukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan masyarakat, sedangkan threshold (ambang) adalah jumlah minimal anggota masyarakat yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan suplai barang. Menurut teori ini, tempat yang sentral secara hierarki dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1)    Tempat sentral yang berhierarki 3 (K = 3), merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang bagi daerah sekitarnya, atau disebut juga kasus pasar optimal.
2)    Tempat sentral yang berhierarki 4 (K = 4), merupakan situasi lalu lintas yang optimum. Artinya, daerah tersebut dan daerah sekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu senantiasa memberikan kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien.
3)    Tempat sentral yang berhierarki 7 (K = 7), merupakan situasi administratif yang optimum. Artinya, tempat sentral ini mempengaruhi seluruh bagian wilayah-wilayah tetangganya.
Untuk menerapkan teori ini, diperlukan beberapa syarat di antaranya sebagai berikut:
1)    Topografi atau keadaan bentuk permukaan bumi dari suatu wilayah relatif seragam sehingga tidak ada bagian yang mendapat pengaruh lereng atau pengaruh alam lain dalam hubungannya dengan jalur angkutan.
2)    Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relatif homogen dan tidak memungkinkan adanya produksi primer yang menghasilkan padi-padian, kayu, dan batubara.
7. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Industri
            Berdirinya industri baik yang berskala besar atau kecil tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor itu meliputi faktor ekonomis, historis, manusia, politis dan geografis. Pada kegiatan ekonomi sekunder yaitu industri manufaktur, akan nampak adanya tiga usaha dan kegiatan pokok yang satu sama lain saling berkaitan erat , yaitu: Usaha-usaha pengumpulan dan pengambilan bahan mentah, kegiatan pengolahan, dan usaha-usaha pemasaran hasilnya. Usaha tersebut akan berhasil dan menghasilkan produk suatu industri jga memerlukan enam jenis masukan/input, keenam masukan ini diproses secara efisien, efektif dan produktif umtuk kemudian berubah menjadi keluaran/output . Keenam masukan itu adalah :
Sumber daya alam, baik yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam akan mengalami tahap-tahap perubahan oleh perusahaan yang berbeda. Secara umum, sumber daya alam ini bisanya menjadi bahan yang diubah oleh proses produks, sehingga sering disebut bahan mentah atau bahan baku.
Modal, yang bisa berarti dua hal yaitu membayar upah pekerja, bayar listrik dan beli bahan baku. Disamping itu, modal juga berarti barang-barang berupa tanah, gedung, mesin, dan alat-alat produksi lainnya.
Tenaga kerja, merupakan faktor manusia yang akan menjalankan mesin, menangani bahan, mengatur produksi dan sebagainya. Tanpa tenaga kerja, semua yang lain tidak akan berarti apa-apa, karena tidak ada yang merencanakan, mengoperasikan dan mengendalikan aktifitas produksi tersebut.
Manajemen. Yaitu ilmu tentang cara-cara mengolola masukan-masukan untuk industri dan kumpulan orang yang mempraktekan ilmu ini. Manajemen biasanya dibedakan dari tenaga kerja. Tenaga kerja lebih dimaksudkan sebagai orang-orang yang melaksanakan perintah-perintah atau pengaturan-pengaturan aktifitas oleh manajemen.
Teknologi, yaiut ilmu tentang pemanfaatan sains menjadi alat/sarana hidup, sarana prodksi dan sebagainya. Teknik adalah bagiandari teknologi.
Moral, yaitu terdapat dalam diri manusia, baik yang berposisi sebagai tenaga kerja maupun manajemen, unsur inilah yang memberikan dorongan/semangat/motivasi untuk bekerja dengan rajin sungguh-sungguh dan teliti. Tanpa moral yang baik,unsur manusia didalam industri akan menyalahgunakan sumber daya alam, menggunakan teknologi untuk tujuan yang salah dan menghasilkan produk yang tidak baik yang akhirnya merugikan konnsumen.
            Smith (1963: 414-417) menggolongkan syarat dan faktor-faktor yang mempengaruhi usaha dan kegiatan industri atas 4 kelompok. Yaitu faktor-faktor sumber daya, faktor-faktor sosial, faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor yang menyangkut kebijakan pemerintah. Adalah sebagai berikut :
1) Faktor Sumber Daya
Bahan Mentah

            Bahan mentah dalam industri merupakan hal yang terpenting diantara sumber daya. Bahan mentah ini dapat berasal dari sektor primer, hasil-hasil pertanian, perternakan, perikanan, kehutanan dan pertambangan, dan dapat pula juga berupa produk industri-industri lain. Usaha-usaha pengumpulan dan pengambilan bahan mentah erat hubungannya dengan daerah sumber bahan mentah, sehingga banyak usaha-usaha industri didirikan atau ditempatkandidaerah atau mendekati sumber bahan mentah tersebut. Satu hal terpenting adalah bahan mentah atau bahan baku tersebutmudah didapatkan atau didatangkan secara ekonomis.
Sumber Energi
            Industri yang modern tidak akan berdiri dan berjalan mulus tanpa adanya sumber energi yang menunjang, karena semakin mordern perindustrian disuatu daerah makin tinggi tingkat konsumsi energinya. Sumber energi yang digunakan dalam perindustrian antara lain adalah : minyak bumi, batu bara, gas alam, tenaga listrik, nuklir, kayu, dan lain-lain
Penyediaan Air
            Air didalam industri memiliki fungsi sebagai bahan pendingin mesin dan sebagai bahan pencampur dan pencuci. Sehingga penempatan industri harus benar-benar memperhatikan kemungkinan persediaan air.
Iklim dan Bentuk Lahan
            Bentuk lahan atau Landfrom dapat berpengaruh terhadap penempatan dan lokasi industri, baik terhadap bangunan industri maupun kemungkinan pembuatan prasarana lalu lintas angkutan. Sedangkan iklim, dengan perkembangan teknologi yang modern dalam perindustrian, faktor iklim tidak lagi menjadi penentu, namun masih banyak industri yang ditentukan oleh keadaan iklimnya.
2).  Faktor-faktor Sosial
Penyediaan Tenaga Kerja
            Adanya kualitas dan kuantitas tenaga kerja sangat mempengaruhi proses produksi dan distribusi. Untuk itu dalam penyediaan tenaga kerja ini tergantung pada jumlah tenaga kerja yang tersedia dan tingkat upah yang berlaku didaerah kawasan industri tersebut. Pada umumnya penempatan industri berkaitan erat dengan konsentarsi penduduk dan upah yang rendah.
Skill dan Kemampuan Teknologi.
            Berdirinya suatu industri yang modern tentunya ditunjang dengan mesin-mesin modern dan produksi massal yang memerlukan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan skill yang tinggi serta propesional.
Kemampuan Mengorganisasi.
            Adanya pengalaman dalam berorganisasi memberikan pengaruh yang cukup penting dalam suatu kinerja kerja. Makin kompleks suatu industri, makin kompleks pula pengorganisasiannya. Oleh karena itu diperlukan tenaga kerja yang berkemampuan tinggi untuk pengorganisasiannya. Dalam hal ini mengawas dan operasional.
3.  Faktor-Faktor Ekonomi
Pemasaran.
            Pemasaran sama pentingnya dengan bahan mentah dan sumber energi dalam hal pengaruhnya terhadap aktifitas dan perkembangan ekonomi, yang lebih ditekankan pada pemasarannya. Karena industri hakekatnya usaha untuk mencari keuntungan dan ini diperoleh hanya jika ada pemasaran. Potensi pemasaran sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan daya belinya. Makin tinggi daya beli dan makin besar jumlah penduduk, berarti makin besar petensi pasar.
Transportasi.
            Sarana transportasi dari segi aksebilitas jalan, kondisi kendaraan serta ongkos pengiriman, merupakan hal yang sangat penting artinya bagi industri, sebab bagaimanapun juga bahan mentah harus diangkut dan hasilnya hars dipasarkan.
Modal.
            Dalam hal ini kita mengenal dua macam modal, modal dalam negeri dan modal luar negeri. Selain itu sumber modal juga berasal dari individu, perbankan, investor, penduduk daerah atau negara dari pajak-pajak rertribusi, hasil –hasil perusahaan negara, tabungan negara dan penanaman modal dan sebagainya. Modal ini sangat diperlukan dan salah satu hal yang penting. Beberapa macam ibndustri kadang-kadang memerlukan modal besar sehingga hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang dapat memberikan atau menyediakan modalnya.
Nilai dan Harga Tanah.
            Harga tanah yang tinggi di pusat-pusat perkotaan mendorong usaha-usaha industri ditempatkan di daerah-daerah pinggiran. Hal ini disebabkan karena pajak yaqng berbeda-beda sehingga mendorong para pendiri industri mencara tempat dipinggiran kota yang tarif pajaknya rendah
4.  Faktor Kebijaksanaan Pemerintah.

            Faktor pemerintah yang mempengaruhi usaha dan perkembangan industri adalah: ketentuan-ketenjuan perpajakan dan tarif, pembatasan ekspor-impor, pembatasan jumlah dan macam industri, penentuan daerah industri dan pengembangan kondisi yang menguntukan usaha
8. Penentuan Lokasi Industri
            Pemilihan lokasi industri mempunyai arti sangat penting. Hal ini karena lokasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan dan kontinuitas proses dan kegiatan industri. Tujuan dari penentuan lokasi industri adalah untuk memperbesar keuntungan dengan menekan biaya produksi dan meraih pasar yang luas.
a. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendirian Industri
Faktor-faktor untuk menentukan lokasi industri suatu industri dapat dibedakan menjadi dua macam:
1)    Faktor pokok meliputi lokasi bahan baku, sumber tenaga kerja, biaya angkutan, daerah pemasaran dan sumber energi.
2)    Faktor tambahan, meliputi iklim, kebijaksanaan pemerintah di bidang industri dan ketersediaan air.
b. Teori Lokasi Industri
 Teori lokasi muncul untuk menentukan lokasi yang terbaik secara ekonomis bagi suatu industri.
 1) Teori lokasi industri dari Weber
            Teori lokasi industri dari Webber dikenal dengan sebutan least cost location. Isi pokok teori Webber adalah lokasi industri dipilihkan di tempat-tempat yang biayanya paling minimal.
 2) Teori lokasi industri optimal dari Losch
            Teori lokasi optimal dari Losch berdasarkan permintaan. Menurut Losch, lokasi optimal suatu industri adalah lokasi yang dapat menguasai wilayah pemasaran terluas.
 3) Analisis wilayah pasar model Hotteling
            Tujuan pasar model Hotteling adalah menganalisis strategi lokasi dua industri yang bersaing di pasar. Menurut Hotteling elastisitas permintaan akan mendorong difusi industri.
 4) Pendekatan Perilaku menurut Pred
            Pred menyusun matrik perilaku yang dapat digunakan untuk menganalisis pengambilan keputusan tentang berbagai lokasi. Pada prinsipnya, lokasi industri menurut Pred ditentukan berdasarkan perilaku pengambilan keputusan.
            Menentukan lokasi industri atas dasar bahan baku, pasar, biaya angkut, tenaga kerja, modal, tekhnologi, peraturan dan lingkungan dapat dilakukan dengan klasifikasi sebagai berikut:
a. Lokasi industri dekat dengan bahan baku jika:
1)    Bahan baku yang digunakan mudah rusak,
2)    Pengangkutan barang jadi lebih mudah jika dibandingkan dengan pengangkutan bahan baku,
3)    Bahan baku yang digunakan lebih berat daripada produk yang dihasilkan.
b. Lokasi industri berdasar pasar, jika:
1)    Produksi yang dihasilkan lebih berat dibandingkan dengan bahan baku,
2)    Bahan baku yang digunakan tidak mudah rusak,
3)    Wilayah pasar luas,
4)    Produksi yang dihasilkan lebih mudah rusak setelah pengolahan,
5)    Faktor prestise (gengsi lebih dipentingkan, misalnya industri periklanan/advertising).
c. Lokasi industri berdasarkan biaya angkut, berarti sedapat mungkin didirikan di daerah yang lancar transportasinya baik jumlah hasil produksinya maupun bahan-bahan baku yang diperlukan. 
d. Lokasi industri berorientasi pada tenaga kerja
 Tenaga kerja dalam industri erkaitan dengan dua hal, yaitu:
1)    Kuantitas atau jumlah tenaga kerja yang ditampung oleh industri
2)    Kualitas atau mutu tenaga kerja yang dimiliki industri
e. Lokasi industri berdasarkan modal dan tekhnologi
            Lokasi industri perlu diperhitungkan, besarnya modal yang dibutuhkan dalam proses produksi, dan perlu memiliki tekhnologi yang menjadikan industri lebih efisien. Dalam tekhnologi yang dipertimbangkan sumber tenaga yang paling tepat digunakan, seperti tenaga hewan, tenaga air, tenaga listrik, tenaga gas, batubara, atau minyak bumi.
f. Lokasi industri berdasarkan peraturan dan lingkungan
            Berkaitan dengan hal ini, pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah no.29 tahun 1986 tentang pelaksanaan analisis dampak lingkungan (AMDAL), atau analisis mengenai dampak lingkungan.
I. SUMBANGSI BEBERAPA KAJIAN GEOGRAFI FISIK DENGAN GEOGRAFI INDUSTRI DAN PARIWISATA
1.    Geologi
            Geologi (berasal dari Yunani: γη- [ge-, "bumi"] dan λογος [logos, "kata", "alasan"]) adalah Ilmu (sains) yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses pembentukannya. Geologi adalah salah satu ilmu yang mempelajari tentang bumi dan strukturnya. Bumi kita merupakan salah satu dari sekian planet yang ada di sistem tatasurya kita. Bumi didiskripsikan berbentuk bulat pepat dan berputar pada poros pendeknya. Jari-jari bumi ± 6.370 km, yang terdiri dari benda padat (batuan), benda cair, dan gas (udara). Bisa juga diartikan bahwa geologi adalah ilmu yang mempelajari batuan karena unsur bumi yang terdiri dari benda padat (batuan), cair dan gas.
            Sedangkan Batuan merupakan hasil suatu bentuk padatan alami yang disusun oleh satu atau lebih mineral, dan kadang-kadang oleh material non-kristalin. Kebanyakan batuan merupakan heterogen (terbentuk dari beberapa tipe/jenis mineral), dan hanya beberapa yang merupakan homogen (disusun oleh satu mineral atau monomineral). Tekstur dari batuan akan memperlihatkan karakteristik komponen penyusun batuan, sedangkan struktur batuan akan memperlihatkan proses pembentukannya (dekat atau jauh dari permukaan).
            Batuan kristalin terbentuk dari tiga proses (fisika-kimia) dasar, yaitu kristalisasi dari suatu larutan panas (magma), presipitasi dari larutan, serta rekristalisasi dari suatu bentuk padatan. Proses-proses tersebut akan menghasilkan tipe atau produk akhir dari batuan sesuai dengan kondisi atau tahapan pembentukannya, dan kadang-kadang muncul sebagai suatu produk residual. Berdasarkan proses pembentukannya batuan dapat dikelompokkan sebagai batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.
1. Batuan Beku Dan Strukturnya
            Batuan beku merupakan hasil produk akhir dari magma, yang merupakan suatu massa larutan silikat panas, kaya akan elemen-elemen volatil, dan terbentuk jauh di bawah permukaan bumi melalui reaksi panas (fusion) dari massa padatan. Bagian dari pelarutan pada bagian tengah lapisan kerak bumi (hasil dari magma primer), biasanya mempunyai komposisi basaltik, dan muncul di permukaan bumi melalui proses erupsi membentuk batuan volkanik atau ekstrusif, atau melalui pen-injeksian pada perlapisan atau rekahan-rekahan dalam kerak bumi pada kedalaman yang bervariasi membentuk batuan hipabissal (hypabyssal rocks). Magma-magma lain yang berasal dari larutan basaltik yang melalui proses differensiasi kadang-kadang juga muncul ke permukaan bumi.
            Mineral-mineral yang pertama kali mulai mengkristal dari basalt (pada temperatur 11000C – 12000C) membentuk mineral spinels (kromit) & sulfida, mineral-mineral jarang, serta logam-logam berharga (spt platinum), yang sering dikenal sebagai mineral-mineral aksesoris yang terbentuk dalam jumlah yang sedikit pada tipe batuan tersebut. Kadang-kadang pada temperatur terendah (pada range temperatur pembentukan), mengkristal silikat yang kaya akan besi & magnesium (olivin), sodium & kalsium (piroksen), serta kadang-kadang juga mengandung potasium & air (mika dan amfibol). Seri (reaksi-reaksi) pembentukan mineral pada batuan beku (basaltis) dipelajari oleh N.L. Bowen, dan urutannya dikenal dengan Deret (Series) Reaksi Bowen
Batuan beku juga dapat dikelompokkan berdasarkan perbedaan susunan kimianya, yaitu :
a.    Batuan beku asam, dengan kandungan SiO2 > 55% (granit, monzonit).
b.    Batuan beku sedang, dengan kandungan SiO2 50-55% (granodiorit, diorit, andesit).
c.    Batuan beku basa, dengan kandungan SiO2 < 50% (basalt, gabro).
d.    Batuan beku sangat basa (ultra basa), tidak mengandung SiO2, tetapi mengandung banyak plagioklas dan ortoklas (peridotit, hazburgit).
2. Batuan Sendimen
            Karena adanya perubahan iklim dan cuaca(panas, dingin, kering, hujan) dan reaksi dengan zat-zat lain yang ada di permukaan bumi, termasuk juga pembuatan manusia dan makhluk hidup lainnya, maka batuan yang ada di permukaan bumi dapat berubah (terombak) sehingga menjadi tidak kuat dan kompak lagi. Akibatnya batuan tersebut akan mudah tererosi dan ter-transport oleh aliran sungai.

Secara umum proses-proses penghancuran pada bagian yang tinggi (lapuk, longsor, dan erosi), proses-proses pengangkutan dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah oleh media air, serta proses-proses pengendapan (sedimentasi) pada bagian yang lebih rendah atau tenang (danau, sungai, lembah, rawa, dan laut), selalu berlangsung di muka bumi. Kegiatan atau proses-proses tersebut akan terus berlangsung sampai ribuan atau jutaan tahun, sehingga akan terjadi pengompakan sehingga membentuk batuan-batuan sedimen yang kompak (batupasir, batul anau, batulempung, breksi, batugamping, dll).
            Kekuatan batuan sedimen sangat bervariasi, tergantung dari tingkat konsolidasi (umur), tingkat pelapukan, dan kandungan materialnya. Batuan sedimen akan berkekuatan tinggi dan keras jika terkonsolidasi kuat, berumur sudah tua (tersier atau lebih), masih segar, mengandung material/mineral keras dan kuat (kuarsa, fragmen batuan beku, dll). Sedangkan kalau masih muda (belum terkonsolidasi dengan baik), sudah lapuk, dan mengandung banyak air atau terdiri dari material lunak, akan bersifat lemah dan mudah digali/dibongkar.
            Batuan sedimen dapat tersebar sangat luas atau terbatas, tergantung pada luas cekungan pengendapan dan material pembentuk yang tersedia, juga pada kestabilan cekungan pada masa yang bersangkutan, serta dapat juga bersamaan dengan pembentukan cebakan endapan berharga/bahan tambang misalnya :
1)    Pada proses pelapukan ------> endapan nikel, laterit, bauksit, dll.
2)    Pada proses pengendapan ------> pasirbesi, timah, besi, batubara, pasir, kaolin, batugamping, dll



3. Batuan Hasil Aktivitas Gunung Api
            Magma yang merupakan lelehan panas, pijar, dan relatif encer, dapat bergerak dan menerobos ke permukaan bumi melalui rongga-rongga yang terbentuk oleh proses tektonik (bidang sesar). Selain berupa padatan, magma juga mengandung uap air dan gas yang bervariasi komposisinya.
            Pada saat menerobos ke permukaan bumi, magma yang agak kental dan bertekanan rendah maka akan muncul berupa lelehan lava panas yang mengalir dari kepundan/kawah ke lereng gunung, dan secara pelan-pelan membeku mulai dari bagian ujung dan luarnya, sedangkan bagian tengahnya masih akan mengalir dan meninggalkan rongga-rongga di dalam lava (lava berongga).
            Kalau magma tersebut encer dan bertekanan tinggi, maka akan terjadi letusan gunung api. Sumbat kepundan akan hancur dan terlempar ke sekitarnya dan bersamaan dengan itu sebagian magma panas juga akan terlempar ke udara. Akibat dari letusan tersebut terjadi proses pendinginan yang cepat, sehingga magma akan membeku dengan cepat dan membentuk gelas (obsidian), tufa atau abu halus, lapili dan bom (berupa batuapung dengan rongga-rongga gas). Material yang halus (tufa) akan terlempar jauh dan terbawa angin ke tempat yang lebih jauh, sedangkan bom, lapili, dan gelas, dan material-material lain yang berukuran pasir dan kerikil akan jatuh di sekitar puncak gunung.
4. Batuan Metamorf
            Batuan yang sudah ada/terbentuk, dapat juga mengalami perubahan menjadi batuan lain oleh proses metamorfosa (suatu proses yang dipengaruhi oleh aktivitas panas dan tekanan yang tinggi). Karena perubahan temperatur, tekanan, atau temperatur dan tekanan (secara bersama) akan merubah struktur dalam (kristal) dari mineral-mineral yang menyusun batuan tersebut. Dalam proses metamorfosa ini dianggap tidak ada penambahan unsur dari luar.

AB + CD -----> AC + BD
Misalnya suatu batuan mengandung 2 mineral yang masing-masing mempunyai unsur AB dan CD. Setalah proses metamorfosa yang terbentuk adalah mineral baru dengan susunan unsur AC dan BD.
Contoh lain : CaCO3 -------> CaCO3
(batugamping) (marmer)
Secara umum pada batuan metamorf dikenal mempunyai 3 macam struktur, yaitu:
1)    gneis, yang terdiri dari gabungan mineral-mineral pipih (mika) dengan mineral bulat (kuarsa, garnet, silimanit, dll).
2)    sekis, yang terdiri dari susunan mineral-mineral pipih (terutama mika). filit, yang terdiri dari mineral-mineral sangat halus (batu sabak).
            Orang yang mempelajari geologi disebut geolog. Mereka telah membantu dalam menentukan umur bumi yang diperkirakan sekitar 4.5 miliar (4.5x109) tahun, dan menentukan bahwa kulit bumi terpecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak di atas mantel yang setengah cair (astenosfir) melalui proses yang sering disebut tektonik lempeng. Disinilah peran Geologi sebagai kajian geografi fsisik membantu menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, dan uranium serta mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa, dan silika, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium yang kemudian diolah baik itu menadi sebuah industry seperti pertambangan.


2.    Geomorfologi
                 Geomorfologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang bentuk alam dan proses yang membentuknya. Para ahli geomorfologi mencoba untuk memahami kenapa sebuah bentang alam terlihat seperti itu, untuk memahami sejarah dan dinamika bentang alam, dan memprediksikan perubahan di masa depan dengan menggunakan kombinasi pengamatan lapangan, percobaan dan modeling. Geomorfologi dipejari di geografi, geologi, geodesi, archaeology, dan teknik kebumian.
            Geomorfologi merupakan suatu studi yang mempelajari asal (terbentuknya) topografi sebagai akibat dari pengikisan (erosi) elemen-elemen utama, serta terbentuknya material-material hasil erosi. Melalui geomorfologi dipelajari cara-cara terjadi, pemerian, dan pengklasifikasian relief bumi. Relief bumi adalah bentuk-bentuk ketidakteraturan secara vertikal (baik dalam ukuran ataupun letak) pada permukaan bumi, yang terbentuk oleh pergerakan-pergerakan pada kerak bumi.
            Konsep-konsep dasar dalam geomorfologi banyak diformulasikan oleh W.M. Davis. Davis menyatakan bahwa bentuk permukaan atau bentangan bumi (morphology of landforms) dikontrol oleh tiga faktor utama, yaitu struktur, proses, dan tahapan. Struktur di sini mempunyai arti sebagai struktur-struktur yang diakibatkan karakteristik batuan yang mempengaruhi bentuk permukaan bumi (lihat Gambar 1). Proses-proses yang umum terjadi adalah proses erosional yang dipengaruhi oleh permeabilitas, kelarutan, dan sifat-sifat lainnya dari batuan. Bentuk-bentuk pada muka bumi umumnya melalui tahapan-tahapan mulai dari tahapan muda (youth), dewasa (maturity), tahapan tua (old age), lihat Gambar 2.Pada tahapan muda umumnya belum terganggu oleh gaya-gaya destruksional, pada tahap dewasa perkembangan selanjutnya ditunjukkan dengan tumbuhnya sistem drainase dengan jumlah panjang dan kedalamannya yang dapat mengakibatkan bentuk aslinya tidak tampak lagi. Proses selanjutnya membuat topografi lebih mendatar oleh gaya destruktif yang mengikis, meratakan, dan merendahkan permukaan bumi sehingga dekat dengan ketinggian muka air laut (disebut tahapan tua). Rangkaian pembentukan proses (tahapan-tahapan) geomorfologi tersebut menerus dan dapat berulang, dan sering disebut sebagai Siklus Geomorfik.
Gambar: Sketsa yang memperlihatkan bentuk-bentuk permukaan bumi akibat struktur geologi pada batuan dasarnya.
Gambar. Sketsa yang memperlihatkan perkembangan (tahapan) permukaan bumi (landform). Dari (A s/d D) memperlihatkan tahapan geomorfik muda sampai dengan tua.
            Dengan mempelajari ilmu Geomorfologi ini juga kita dapat mengetahui proses pembentukan alam yang diakabiatkan oleh banyak factor seperti erosi. Dimana kita juga dapat memprediksi pengikisan pada daerah pinggir pantai dimasa depan.
3.    Oseanografi
            Oseanografi (gabungan kata Yunani ωκεανός yang berarti "samudra" dan γράφω yang berarti "menulis"), juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan, adalah cabang ilmu Bumi yang mempelajari samudra atau lautan. Ilmu ini mencakup berbagai topik seperti organisme laut dan dinamika ekosistem; arus samudra, gelombang, dan dinamika cairan geofisika; tektonik lempeng dan geologi dasar laut, dan arus berbagai zat kimia dan fisika di dalam lautan dan perbatasannya. Topik-topik yang beragam ini menggambarkan berbagai macam disiplin ilmu yang digabungkan para oseanograf untuk mempelajari lautan dunia dan memahami proses di dalamnya, yaitu biologi, kimia, meteorologi, fisika, dan geografi.
Ilmu oseanografi dibagi menjadi beberapa cabang:
a.    Oseanografi biologi, atau biologi laut, adalah ilmu yang mempelajari tumbuhan, hewan dan mikroba lautan dan interaksi ekologisnya dengan samudra;
b.    Oseanografi kimia, atau kimia laut, adalah ilmu yang mempelajari kimia lautan dan interaksi kimiawinya dengan atmosfer;
c.    Oseanografi geologi, atau geologi laut, adalah ilmu yang mempelajari geologi dasar samudra, termasuk tektonik lempeng dan paleoseanografi;
d.    Oseanografi fisik, atau fisika laut, mempelajari atribut fisik lautan yang meliputi struktur suhu-salinitas, pencampuran, gelombang, gelombang internal, pasang laut permukaan, pasang laut internal, dan arus.
            Cabang-cabang ini menggambarkan fakta bahwa banyak oseanograf yang pertama kali dilatih ilmu pasti atau matematika, kemudian fokus kepada penerapan ilmu dan kemampuan interdisipliner oseanografi mereka
            Data yang diperoleh dari kerja keras pada oseanograf digunakan dalam teknik kelautan, dalam desain dan pembangunan pengeboran minyak lepas pantai, kapal, pelabuhan, dan struktur lain yang memungkinkan manusia memanfaatkan lautan dengan aman.
            Pengelolaan data oseanografi adalah disiplin ilmu yang menjamin bahwa data oseanografi masa lalu dan sekarang tersedia bagi para peneliti.
Peta Arus Teluk oleh Benjamin Franklin, 1769-1770. Sumber: NOAA Photo Library.
            Manusia pertama kali memperoleh ilmu mengenai gelombang dan arus laut dan samudra pada zaman prasejarah. Pengamatan terhadap pasang laut dicatat oleh Aristoteles dan Strabo. Penjelajahan samudra modern awal dilakukan untuk kartografi dan hanya terbatas hingga permukaannya saja dan makhluk-makhluk yang terjaring oleh nelayan, meski pada masa itu pengukuran kedalaman laut menggunakan timah sudah dilakukan.
Meski Juan Ponce de León pada tahun 1513 merupakan orang yang pertama kali mengidentifikasi keberadaan Arus Teluk yang dikenal baik oleh para pelaut, justru Benjamin Franklin yang melakukan studi ilmiah pertama mengenai arus ini dan memberi nama "Arus Teluk". Franklin mengukur suhu air pada beberapa pelayarannya melintasi Atlantik dan secara tepat menjelaskan sebab Arus Teluk. Franklin dan Timothy Folger menerbitkan peta Arus Teluk pertama pada tahun 1769-1770.[1][2]
Ketika Louis Antoine de Bougainville (berlayar antara 1766 dan 1769) dan James Cook (berlayar sejak 1768 sampai 1779) melakukan penjelajahan mereka di Pasifik Selatan, informasi mengenai samudra itu sendiri membentuk bagian dari laporan-laporan mereka. James Rennell menulis buku tes ilmiah pertama mengenai arus di samudra Atlantik dan Hindia pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Sir James Clark Ross melakukan penggaungan modern pertama di laut dalam pada tahun 1840, dan Charles Darwin menerbitkan karya ilmiah mengenai terumbu dan pembentukan atol sebagai hasil dari pelayaran kedua HMS Beagle pada tahun 1831-6. Robert FitzRoy menerbitkan empat volume laporan mengenai tiga pelayaran Beagle. Tahun 1841–1842, Edward Forbes melakukan pengerukan di Laut Aegean yang menghasilkan penemuan ekologi laut.
Sebagai pengawas pertama United States Naval Observatory (1842–1861), Matthew Fontaine Maury menghabiskan waktunya untuk mempelajari meteorologi laut, navigasi, dan memetakan angin dan arus kuat. Karyanya tahun 1855, Physical Geography of the Sea, adalah buku teks oseanografi pertama. Banyak negara yang mengirimkan hasil penelitian oseanografi ke Maury di Naval Observatory, tempat ia dan teman-temannya menilai informasi tersebut dan memberikan hasilnya ke seluruh dunia.
Lembah curam di balik landas kontinen ditemukan tahun 1849. Peletakan kabel telegraf transatlantik pertama berhasil dilakukan pada Agustus 1858 yang membenarkan keberadaan pegunungan tengah samudra atau "plato telegraf" bawah laut. Setelah pertengahan abad ke-19, para ilmuwan mulai memproses berbagai informasi baru mengenai botani dan zoologi darat.
Tahun 1871, dengan rekomendasi dari Royal Society di London, pemerintah Britania Raya mendanai sebuah ekspedisi untuk menjelajahi samudra dunia dan melakukan penyelidikan ilmiah. Dengan bantuan tersebut, Charles Wyville Thompson dan Sir John Murray dari Skotlandia meluncurkan penjelajahan Challenger (1872–1876). Hasilnya diteritkan dalam 50 volume yang mencakup aspek biologi, fisika dan geologi. 4.417 spesies baru ditemukan.
Bangsa-bangsa Eropa dan Amerika yang lain juga mengirim ekspedisi ilmiah, termasuk oleh para individu dan institusi swasta. Kapal khusus oseanografi pertama, "Albatros", dibangun tahun 1882. Ekspedisi Atlantik Utara tahun 1910 selama empat bulan yang dipimpin Sir John Murray dan Johan Hjort merupakan proyek penelitian oseanografi dan zoologi laut paling ambisius pada masa itu, dan mendorong terbitnya buku klasik The Depths of the Ocean pada tahun 1912.
Berbagai institusi oseanografi yang berkecimpung dalam ilmu oseanografi didirikan. Di Amerika Serikat, ada Scripps Institution of Oceanography pada tahun 1892, Woods Hole Oceanographic Institution tahun 1930, Virginia Institute of Marine Science tahun 1938, Lamont-Doherty Earth Observatory di Columbia University, dan School of Oceanography di University of Washington. Di Britania Raya, ada sebuah institusi peneilitian besar bernama National Oceanography Centre, Southampton yang merupakan penerus bagi Institute of Oceanography. Di Australia, CSIRO Marine and Atmospheric Research, disebut CMAR, adalah pusat oseanografi terdepan di negara ini. Pada tahun 1921, Biro Hidrografi Internasional (IHB) didirikan di Monako.
Arus samudra (1911)
Tahun 1893, Fridtjof Nansen membiarkan kapalnya "Fram" membeku di lautan es Arktik. Hasilnya, ia mampu memperoleh data oseanografi serta meteorologi dan astronomi. Organisasi oseanografi internasional pertama dibentuk tahun 1902 dengan nama Dewan Penjelajahan Laut Internasional.
Pengukuran kedalaman laut akustik pertama dilakukan tahun 1914. Antara 1925 dan 1927, ekspedisi "Meteor" menghasilkan 70.000 pengukuran kedalaman lautan menggunakan pemancar gaung ketika menyelidiki Pegunungan Atlantik Tengah. Pegunungan Global Raya yang membentang sepanjang Pegunungan Atlantik Tengah ditemukan oleh Maurice Ewing dan Bruce Heezen tahun 1953, sementara untaian pegunungan di bawah Arktik ditemukan tahun 1954 oleh Arctic Institute of the USSR. Teori penyebaran dasar laut muncul pada tahun 1960 dan dicetuskan oleh Harry Hammond Hess. Proyek Pengeboran Samudra dimulai tahun 1966. Ventilasi laut dalam ditemukan tahun 1977 oleh John Corlis dan Robert Ballard menggunakan kapal selam "Alvin".
Pada 1950-an, Auguste Piccard menemukan batiskap dan menggunakan "Trieste" untuk menyelidiki kedalaman lautan. Kapal selam nuklir Nautilus melakukan perjalanan pertamanya di bawah es menuju Kutub Utara pada 1958. Pada 1962, FLIP (Floating Instrument Platform), sebuah pelampung spar setinggi 355 kaki diapungkan untuk pertama kalinya.
Kemudian, pada 1966, Kongres AS membentuk National Council for Marine Resources and Engineering Development. NOAA ditugaskan menjelajahi dan mempelajari segala aspek oseanografi di Amerika Serikat. Kongres juga membentuk National Science Foundation untuk menghadiahkan dana Sea Grant College kepada para peneliti multi-disiplin dalam bidang oseanografi.
Sejak 1970-an, telah muncul berbagai tekanan penerapan komputer berskala besar terhadap oseanografi agar prediksi numerik kondisi lautan dapat dilakukan dan menjadi bagian dari prediksi perubahan lingkungan secara keseluruhan. Sebuah jaringan pelampung oseanografi diapungkan di Pasifik untuk memudahkan peramalan peristiwa-peristiwa akibat El Niño.
Pada 1990, World Ocean Circulation Experiment (WOCE) dilaksanakan yang berlangsung hingga 2002. Data pemetaan dasar laut Geosat mulai tersedia pada tahun 1995.
Tahun 1942, Sverdrup dan Fleming menerbitkan "The Ocean" yang menjadi karya ilmiah terkenal. "The Sea" (tiga volume yang membahas oseanografi gisik, air laut dan geologi) disunting oleh M. N. Hill dan diterbitkan tahun 1962, sementara "Encyclopedia of Oceanography" karya Rhodes Gairbridge diterbitkan tahun 1966.
Ilmu yang mempelajari lautan terhubung dengan pemahaman terhadap perubahan iklim global, potensi pemanasan global dan masalah biosfer terkait. Atmosfer dan lautan terhubung karena adanya penguapan dan curah hujan serta fluks termal (dan insolasi matahari). Tekanan angin adalah penggerak utama arus samudra, sementara samudra adalah penyerap karbon dioksida di atmosfer.
            Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, data yang diperoleh dalam kajian ilmu geografi fisik ini digunakan dalam teknik kelautan, dalam desain dan pembangunan pengeboran minyak lepas pantai, kapal, pelabuhan, dan struktur lain yang memungkinkan manusia memanfaatkan lautan dengan aman.
4.    KLMATOLOGI
            Klimatologi (Yunani: κλίμα, Klima, "wilayah, zona"; dan-λογία,-logia) adalah studi iklim, ilmiah didefinisikan sebagai kondisi cuaca rata-rata selama periode waktu tertentu, dan merupakan cabang dari ilmu atmosfer . Pengetahuan dasar iklim dapat digunakan dalam peramalan cuaca jangka pendek dengan menggunakan teknik analog seperti El Niño - Southern Oscillation (ENSO), yang Madden-Julian Oscillation (MJO), Osilasi Atlantik Utara (NAO), Annualar Utara Mode (NAM ), osilasi Arktik (AO), Pasifik Utara (NP) Index, Decadal Pasifik Oscillation (PDO), dan Pasifik Interdecadal Osilasi (IPO). Model iklim digunakan untuk berbagai tujuan dari studi mengenai dinamika iklim cuaca dan sistem untuk proyeksi iklim pada masa mendatang.
            Mungkin orang yang paling awal untuk mengadakan hipotesa konsep perubahan iklim adalah abad pertengahan ilmuwan Cina Shen Kuo (1031-1095 AD). Shen Kuo berteori bahwa iklim secara alamiah bergeser lebih dari satu rentang waktu yang sangat besar, setelah mengamati bambu membatu ditemukan di bawah tanah dekat Yanzhou (modern Yan'an, provinsi Shaanxi), wilayah iklim kering tidak cocok untuk pertumbuhan pohon bambu.
Peneliti iklim awal termasuk Edmund Halley, yang menerbitkan peta angin perdagangan pada 1686, setelah perjalanan ke belahan bumi selatan. Benjamin Franklin, di abad ke-18, adalah orang pertama yang memetakan jalannya Streaming Teluk untuk digunakan di luar negeri mengirim surat dari Amerika Serikat ke Eropa. Francis Galton menemukan istilah anticyclone. Helmut Landsberg menyebabkan analisis statistik yang digunakan dalam klimatologi, yang menyebabkan evolusinya menjadi ilmu fisik.
Pendekatan
            Klimatologi didekati dengan berbagai cara. Paleoklimatologi berusaha untuk merekonstruksi masa lalu dengan memeriksa catatan iklim seperti inti es dan lingkaran pada pohon (dendroclimatology). Paleotempestology menggunakan catatan yang sama ini untuk membantu menentukan frekuensi badai selama ribuan tahun. Studi tentang iklim kontemporer meteorologi menggabungkan data yang terkumpul selama bertahun-tahun, seperti catatan curah hujan, suhu dan komposisi atmosfer. Pengetahuan tentang dinamika atmosfer dan juga diwujudkan dalam model, baik statistik atau matematika, yang membantu dengan mengintegrasikan berbagai pengamatan dan menguji bagaimana mereka cocok bersama. Model ini digunakan untuk memahami masa lalu, sekarang dan masa depan potensi iklim. Klimatologi sejarah adalah studi tentang iklim yang terkait dengan sejarah manusia dan dengan demikian berfokus hanya pada beberapa ribu tahun terakhir.
            Penelitian iklim dibuat sulit oleh skala besar, jangka waktu yang panjang, dan proses kompleks yang mengatur iklim. Iklim diatur oleh hukum-hukum fisika yang dapat dinyatakan sebagai persamaan diferensial. Persamaan ini digabungkan dan nonlinier, sehingga penyelesaian perkiraan diperoleh dengan menggunakan metode numerik untuk menciptakan model-model iklim global. Iklim kadang-kadang dimodelkan sebagai proses stokastik tapi ini secara umum diterima sebagai sebuah pendekatan untuk proses yang sebaliknya terlalu rumit untuk dianalisis.
            Para ilmuwan menggunakan indeks iklim dalam usaha mereka untuk ciri dan memahami berbagai mekanisme iklim yang berujung pada cuaca sehari-hari kita. Banyak cara Dow Jones Industrial Average, yang didasarkan pada harga saham 30 perusahaan, digunakan untuk mewakili fluktuasi di pasar saham secara keseluruhan, indeks iklim digunakan untuk mewakili unsur-unsur penting iklim. Indeks iklim umumnya dirancang dengan tujuan kembar kesederhanaan dan kelengkapan, dan setiap indeks biasanya mewakili status dan waktu dari faktor iklim yang diwakilinya. Sesuai dengan sifatnya, indeks yang sederhana, dan menggabungkan banyak detail menjadi umum, keseluruhan deskripsi tentang suasana atau laut yang dapat digunakan untuk menandai faktor-faktor yang memengaruhi sistem iklim global.
El Niño - Southern Oscillation
            El Niño-Southern Oscillation (ENSO) adalah laut dibarengi global-fenomena atmosfer. Tanda tangan samudra Pasifik, El Niño dan La Niña adalah penting fluktuasi suhu permukaan perairan tropis Samudra Pasifik Timur. Nama El Niño, dari bahasa Spanyol untuk "anak kecil itu", mengacu pada anak Kristus, karena fenomena ini biasanya melihat di waktu Natal di Samudera Pasifik di lepas pantai barat Amerika Selatan. La Niña berarti " gadis kecil ". mereka terhadap iklim di Subtropis dan tropis sangat besar. Atmosfer tanda tangan, Osilasi Selatan (SO) mencerminkan fluktuasi bulanan atau musiman dalam perbedaan tekanan udara antara Tahiti dan Darwin. Kejadian terbaru El Niño dimulai pada September 2006 dan berlangsung hingga awal 2007.
ENSO adalah seperangkat bagian berinteraksi satu sistem global dari laut-atmosfer ditambah fluktuasi iklim yang terjadi sebagai akibat dari sirkulasi samudra dan atmosfer. ENSO merupakan sumber yang dikenal paling menonjol antar-tahunan variabilitas cuaca dan iklim di seluruh dunia. Siklus terjadi setiap dua sampai tujuh tahun, dengan El Niño berlangsung sembilan bulan sampai dua tahun dalam jangka panjang siklus, walaupun tidak semua area global terpengaruh. ENSO memiliki tanda tangan di Pasifik, Atlantik dan Hindia. El Niño menyebabkan pola cuaca yang menyebabkan itu menjadi hujan pada tempat tertentu tetapi tidak pada orang lain, ini adalah salah satu dari banyak penyebab kekeringan.
            Di Pasifik, selama peristiwa hangat besar, El Niño menghangatkan meluas sampai hampir meliputi wilayah tropis Pasifik dan menjadi jelas terkait dengan intensitas SO. Meskipun pada dasarnya peristiwa ENSO di fase antara Samudra Pasifik dan Hindia, peristiwa ENSO di Samudra Atlantik tertinggal di belakang orang-orang di Pasifik oleh 12 sampai 18 bulan. Banyak negara yang paling terkena dampak peristiwa ENSO negara-negara berkembang dalam bagian tropis benua dengan ekonomi yang sebagian besar tergantung dari sektor pertanian dan perikanan sebagai sumber utama pasokan pangan, pekerjaan, dan valuta asing. New kemampuan untuk memprediksi terjadinya peristiwa ENSO di tiga samudra global dapat memiliki dampak sosial-ekonomi. Sementara ENSO adalah global dan bagian alami dari iklim bumi, baik intensitas atau frekuensinya dapat berubah sebagai akibat dari pemanasan global adalah perhatian penting. Variabilitas frekuensi rendah telah dibuktikan: semi-decadal osilasi (QDO). Inter-decadal (ID) modulasi ENSO (dari PDO atau IPO) mungkin ada. Ini bisa menjelaskan apa yang disebut ENSO berlarut-larut pada awal 1990-an.
Madden-Julian Oscillation
The Madden-Julian Oscillation (MJO) adalah sebuah perjalanan khatulistiwa pola curah hujan yang anomali dalam skala planet. Hal ini ditandai oleh perkembangan timur daerah besar baik ditingkatkan dan ditekan curah hujan tropis, diamati terutama di atas Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Anomali curah hujan yang biasanya pertama kali terlihat di bagian barat Samudera Hindia, dan tetap jelas seperti menjalar di atas air laut yang sangat hangat dari barat dan pusat tropis Pasifik. Pola curah hujan tropis maka pada umumnya menjadi sangat mencolok ketika bergerak di atas air laut lebih dingin timur Pasifik, tetapi muncul atas tropis Atlantik dan Samudera Hindia. Tahap basah ditingkatkan konveksi dan curah hujan diikuti oleh fase kering konveksi ditekan. Setiap siklus berlangsung sekitar 30-60 hari. Yang MJO juga dikenal sebagai osilasi 30-60 hari, 30-60 hari gelombang, atau intraseasonal osilasi.
North Atlantic Oscillation (NAO)
            Indeks dari NAO didasarkan pada perbedaan tekanan permukaan laut normal (SLP) antara Ponta Delgada, Azores dan Stykkisholmur / Reykjavik, Islandia. The SLP anomali di setiap stasiun yang dinormalisasi dengan pembagian setiap musiman berarti tekanan oleh maksud jangka panjang (1865-1984) deviasi standar. Normalisasi ini dilakukan untuk menghindari rangkaian didominasi oleh variabilitas yang lebih besar dari utara dari dua stasiun. Nilai-nilai positif dari indeks menunjukkan lebih kuat daripada rata-rata di atas angin-angin barat lintang tengah.
Northern Annular Mode (NAM) or Arctic Oscillation (AO)
            The NAM, atau AO, didefinisikan sebagai EOF pertama musim dingin belahan bumi utara SLP data dari daerah tropis dan Subtropis. Ini menjelaskan 23% dari rata-rata musim dingin (Desember-Maret) varians, dan didominasi oleh struktur NAO di Atlantik. Meskipun ada beberapa perbedaan dari pola daerah di atas Atlantik dan Arktik, perbedaan utama adalah anomali amplitudo lebih besar di atas Pasifik Utara tanda yang sama seperti yang di atas Atlantik. Fitur ini memberikan NAM yang lebih annulus (atau zonally-simetris) struktur.
Northern Pacific (NP) Index
Indeks NP adalah daerah-berbobot tekanan permukaan laut di wilayah 30N-65N, 160E-140W.
Pacific Decadal Oscillation (PDO)
            PDO adalah pola variabilitas iklim Pasifik yang menggeser fase pada setidaknya decadal antar-skala waktu, biasanya sekitar 20 sampai 30 tahun. PDO terdeteksi sebagai hangat atau dingin air permukaan di Samudera Pasifik, sebelah utara 20 ° N. Selama "hangat", atau "positif", fase, Pasifik barat menjadi dingin dan bagian dari laut timur menghangatkan; saat " keren "atau" negatif "fase, terjadi pola yang berlawanan. Mekanisme dengan mana pola yang berlangsung selama beberapa tahun belum dikenali; satu saran adalah bahwa lapisan tipis air hangat selama musim panas dapat perisai yang lebih dalam air dingin. Sebuah sinyal PDO telah direkonstruksi ke 1661 melalui kronologi lingkaran pohon di wilayah Baja California.
Interdecadal Pacific Oscillation (IPO)
            Pasifik yang Interdecadal Osilasi (IPO atau ID) layar yang mirip suhu permukaan laut (SST) dan tekanan permukaan laut pola ke PDO, dengan siklus 15-30 tahun, tetapi memengaruhi baik utara dan selatan Pasifik. Dalam Pasifik tropis, anomali SST maksimum ditemukan jauh dari khatulistiwa. Hal ini sangat berbeda dari quasi-decadal osilasi (QDO) dengan jangka waktu 8-ke-12 tahun dan maksimum anomali SST mengangkangi khatulistiwa, sehingga menyerupai ENSO.
Models
            Model iklim menggunakan metode kuantitatif untuk mensimulasikan interaksi atmosfer, lautan, permukaan tanah, dan es. Mereka digunakan untuk berbagai tujuan dari studi mengenai dinamika iklim cuaca dan sistem untuk proyeksi iklim pada masa mendatang. Semua model iklim keseimbangan, atau sangat hampir keseimbangan, energi yang masuk sebagai gelombang pendek (termasuk terlihat) radiasi elektromagnetik ke bumi dengan energi keluar sebagai gelombang panjang (inframerah) radiasi elektromagnetik dari bumi. Setiap hasil ketidakseimbangan dalam perubahan dalam suhu rata-rata bumi.
Yang paling banyak dibicarakan model beberapa tahun terakhir telah temperatur yang berkaitan dengan emisi karbon dioksida (lihat gas rumah kaca). Model ini memprediksi tren kenaikan dalam catatan suhu permukaan, serta lebih cepat peningkatan suhu pada ketinggian yang lebih tinggi.
Model dapat berkisar dari yang relatif sederhana yang cukup kompleks:
            Berseri-seri sederhana model perpindahan panas yang memperlakukan bumi sebagai satu titik dan rata-rata energi keluar Ini dapat diperluas secara vertikal (konveksi radiasi-model), atau horizontal Akhirnya, (ditambah) atmosfer-laut-laut es discretise model iklim global dan memecahkan persamaan penuh massa dan energi untuk transfer dan pertukaran berseri-seri.
            Berbeda dengan meteorologi, yang berfokus pada sistem cuaca jangka pendek yang berlangsung hingga beberapa minggu, klimatologi mempelajari frekuensi dan kecenderungan sistem tersebut. Ini mempelajari periodisitas peristiwa cuaca selama bertahun-tahun untuk milenium, serta perubahan dalam jangka panjang pola cuaca rata-rata, dalam hubungannya dengan kondisi atmosfer. Climatologists, orang-orang yang praktik klimatologi, mempelajari baik sifat iklim - lokal, regional atau global - dan alam atau manusia yang disebabkan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan iklim. Klimatologi mempertimbangkan masa lalu dan masa depan dapat membantu memprediksi perubahan iklim.
            Iklim fenomena menarik termasuk lapisan batas atmosfer, pola sirkulasi, perpindahan panas (radiasi, konveksi dan laten), interaksi antara atmosfer dan lautan dan permukaan tanah (terutama vegetasi, penggunaan lahan dan topografi), dan komposisi kimia dan fisik dari atmosfer.
Penggunaan di prakiraan cuaca
            Cara yang lebih rumit untuk membuat perkiraan, teknik analog memerlukan cuaca sebelumnya mengingat peristiwa yang diharapkan akan ditiru oleh peristiwa yang akan datang. Apa yang membuat teknik yang sulit untuk digunakan adalah bahwa ada analog jarang yang sempurna untuk sebuah event pada masa depan. Ada yang menyebut jenis peramalan ini pola pengakuan, yang tetap metode yang berguna untuk mengamati data curah hujan di atas kekosongan seperti lautan dengan pengetahuan tentang bagaimana citra satelit berkaitan dengan tingkat curah hujan atas tanah, dan juga meramalkan jumlah curah hujan dan distribusi pada masa depan. Sebuah variasi pada tema ini adalah Medium Range digunakan dalam peramalan, yang dikenal sebagai teleconnections, ketika Anda menggunakan sistem di lokasi lain untuk membantu pin ke lokasi sistem lain dalam rezim sekitarnya. Salah satu metode untuk menggunakan teleconnections adalah dengan menggunakan indeks iklim seperti yang terkait dengan fenomena ENSO.

















BAB III
PENUTUP
            Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan-persamaan, perbedaan-perbedaan, dan keterkaitan fenomena-fenomena geosfer dalam konteks keruangan, kelingkungan dan teks kewilayahan. Fenomena geosfer mencakup fenomena-fenomena litosfer, hidrosfer, biosfer dan antropofer.
            Geografi Pariwisata adalah salah satu cabang geografi social yang mengkaji mengenai lingkungan yang dapat dijadikan lokasi hiburan yang bernilai ekonomis bagi manusia dengan menjadikan alam sebagai objek utamanya.
            Sedangkan, Geografi Industri merupakan kajian geografi Sosial yang mengkaji mengenai alam serta apa yang terkandung didalamnya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dengan berbagai proses dan bernilai ekonomis.
            Dari keragaman keterkaitan fenomena yang ada di muka bumi ini maka antara kajian geografi fisik dan geografi social akan saling terkait erat dan saling menopang. Hal ini dapat kita lihat dari cabang geografi social seperti geografi industry dan pariwisata yang akan memerlukan kajian geografi fisik untuk membantu dalam tahap perkembangannya
            Dalam geografi pariwisata akan memerlukan bantuan dari geografi fisik salah satunya Klimatologi, yang berguna untuk membantu manusia dalam memprediksi cuaca dimasa akan datang. Serta dalam geografi Industri akan berkaitan erat dengan Geologi sebagai kajian geografi fsisik membantu menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, dan uranium serta mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa, dan silika, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium yang kemudian diolah baik itu menadi sebuah industry seperti pertambangan.














DAFTAR PUSTAKA
http://www.mukti-tyre.com/2009/09/materi-geologi.htmlPengertian Geologi
http://id.wikipedia.org/wiki/Oseanografi
http://id.wikipedia.org/wiki/Klimatologi







Reaksi:

1 komentar:

  1. kita juga punya nih artikel mengenai 'pariwisata', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    PARIWISATA
    terima kasih

    BalasHapus

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013