Rabu, 12 Juni 2013

SOAL-SOAL PEMBELAJARAN IPS TERPADU



 Soal-soal
1.    Dasar kebijakan kurikulum KBK ?
Jawab :
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menerapkan sebuah kurikulum  berdiversifikasi, yaitu dengan mengklasifikasi siswa yang berkemampuan normal,sedang,atau tinggi. Siswa yang berkemampuan normal dituntut sebatas memiliki kompetensi minimum, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan tinggi dituntut untuk mencapai kompetensi standar.Guru diberikan kebebasan untuk menetapkan meteri yang cocok untuk siswanya. Dengan kebebasan tersebut, guru memiliki peluang yang cukup tinggi untuk mengembangkan materi-mayeri yang memiliki karakteristik lokal.
Pendukung kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yakin bahwa KBK ini dapat meningkatkan pendidikanpelatihan persyaratan kerja. KBK bersifat individualis,lebih menekankan outcomes ( apa yang diketahui dan dapat dilakukan oleh seorang individu). KBK memperjelas apa yang harus dicapai dan standar apa yang digunakanuntuk mengukur pencapaian tersebut. Secara teoretis,KBK menyelesaikan perbedaan antara tangan dan pikiran,teori dan praktik pendidikan umum dan vokalsional. Pengritik KBK, menengarai KBK sangat simplistis, berpendekatan  kompetensi,tunggal , terlalu mahal,birokrasi,sarat beban dan memerlukan banyak waktu. Terlepas dari kelemahan (internal) dan kendala (eksternal) tersebut KBK merupakan sebuah pendekatan dalam mengambil kebijakan dalam pendidikan. Maka dari itu, prinsip dasar yang harus digunakan untuk menjadikan KBK sebuah realita dalam pendidikan nasional kita, dan bukan sebuah mitos adalah dengan mengubah kelemahan dan kendalanya menjadi sebuah kekuatan dan peluang.
Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) bukan sebuah pendekatan dalam kebijakan (policy approach), melainkan Kurikulum Berbasis Kompetensi ini dapat direalisasikan dalam pembelajaran di sekolah untuk mengembangkan komptensi standar.
2.    Bagaimana keterkaitan antara  KBK dan KTSP ?
Jawab :  Keterkaitan Antara KBK(kurikulum 2004)  dan KTSP
§  Pada dasarnya KTSP adalah KBK yang dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL). SK dan KD yang terdapat dalam SI merupakan penyempurnaan dari SK dan KD yang terdapat pada KBK. Sebagai contoh dalam Kurikulum MTs 2004 hanya terdapat satu/dua Standar Kompetensi (SK) masing-masing jenjang kelas untuk hampir semua mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Aqidah Akhlak, Al-Qur’an Hadits, Fiqh, dan SKI). Namun dalam Kurikulum 2006 terdapat lebih dari dua SK untuk setiap jenjang kelas untuk seluruh mata pelajaran Pendidikan Agama Islam plus rinciannya pada kelas dan pelajaran tertentu. Masing-masing SK sudah ditentukan mana yang untuk semester 1 dan 2. Sementara itu, batasan semacam ini tidak ada pada Kurikulum 2004.
§  Bila kita lihat dari beberapa aspek yang terdapat dalam KBK maupun KTSP, ada kesamaan antara keduanya. Kesamaan tersebut diantaranya adalah :
1.      Pendekatan pembelajaran berorintasi pada kompetensi (competence based approach).
2.      Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
3.      Penilaian memperhatikan pada proses dan hasil belajar (authentic assessment)
4.      Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif
5.      Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
3.    Bagaimana keterkaitan di pendidikan setiap mata pelajaran IPS di SD,SMP, dan SMA?
Jawab : keterkaitannya
Antara SD, SMP ,dan SMA sama-sama mendapat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang bertujuan untuk menguasai kompetensi baik aspek intelektual, sikap, maupun perilaku.
Pedoman dan Prinsip Pengembanagn Kurikulum
Kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA) dalam mata pelajaran IPS ataupun mata pelajaran lainnya dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar ini serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP.
Untuk SD : Substansi mata pelajaran IPS pada SD/MI merupakan IPS Terpadu. IPS terpadu dalam hal ini merupakan perpaduan antara sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah
Untuk SMP/MTs, Substansi mata pelajaran IPS pada SMP/MTs juga merupakan IPS Terpadu, sama seperti pada SD,
Untuk SMA/MA, Substansi mata pelajaran IPS pada SMA/MA berorientasi pada bidang studi, pada SMA/MA menggunakan pendekatan terpisah pada mata pelajaran IPS-nya. Dengan kata lain mata pelajaran IPS di SMA/MA berdiri sendiri atau dapat dikatakan tidak dipadukan seperti di SD atau SMP.

4.    Keterkaitan mata pelajaran sosiologi dengan mata pelajaran IPS lainnya Di SMA ?
Jawab : kaitannya sangat erat dimana sosiologi ditinjau dari sifatnya digolongkan sebagai  ilmu pengetahuan murni (pure science) bukan ilmu pengetahuan terapan (applied science). Sosiologi dimaksudkan untuk memberikan kompetensi kepada peserta didik dalam memahami konsep-konsep sosiologi seperti sosialisasi, kelompok sosial, struktur sosial, lembaga sosial, perubahan sosial, dan konflik sampai pada terciptanya integrasi sosial. Sosiologi  mempunyai dua pengertian dasar yaitu sebagai ilmu dan sebagai metode. Sebagai ilmu, sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis berdasarkan analisis berpikir logis. Sebagai metode, sosiologi  adalah  cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Dalam kedudukannya sebagai sebuah disiplin ilmu sosial yang sudah relatif lama berkembang di lingkungan akademika, secara teoretis sosiologi memiliki posisi strategis dalam membahas dan mempelajari masalah-masalah sosial-politik dan budaya yang berkembang di masyarakat dan selalu siap dengan pemikiran kritis dan alternatif menjawab tantangan yang ada. Melihat masa depan masyarakat kita, sosiologi dituntut untuk tanggap terhadap isu globalisasi yang di dalamnya mencakup demokratisasi, desentralisasi dan otonomi, penegakan HAM, good governance (tata kelola pemerintahan yang baik), emansipasi, kerukunan hidup bermasyarakat, dan masyarakat yang demokratis.
Pembelajaran sosiologi  dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan  pemahaman fenomena kehidupan sehari-hari.  Materi pelajaran mencakup konsep-konsep dasar, pendekatan, metode, dan teknik analisis dalam pengkajian berbagai fenomena dan permasalahan yang ditemui dalam kehidupan nyata di masyarakat.  Mata pelajaran Sosiologi diberikan pada tingkat pendidikan dasar sebagai bagian integral dari IPS, sedangkan pada tingkat pendidikan menengah diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri.
5.    Keterkaitan antara mata pelajaran sosiologi kelas 1,2, dan 3 ?
Jawab : Keterkaitannya bisa kita lihat dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Sosiologi Untuk SMA Kelas X,XI dan XII




 Kelas  X,  Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1. Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
1.1 Menjelaskan fungsi  sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan
1.2 Mendeskripsikan nilai dan norma yang   berlaku dalam masyarakat
1.3 Mendeskripsikan proses interaksi sosial sebagai dasar pengembangan pola keteraturan dan dinamika kehidupan sosial

Kelas X,  Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
2. Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan  kepribadian
 2.1 Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian
 2.2 Mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial
 2.3 Menerapkan pengetahuan sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat

Kelas XI, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1. Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan mobilitas sosial  
1.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan
1.2 Menganalisis faktor penyebab konflik sosial dalam masyarakat
1.3 Menganalisis hubungan antara struktur sosial dengan mobilitas sosial

Kelas XI,  Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
2.   Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
2.1 Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
2.2 Menganalisis perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
2.3 Menganalisis keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural


Kelas XII,  Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1. Memahami dampak perubahan  sosial 
1.1 Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat
1.2 Menganalisis dampak perubahan sosial terhadap kehidupan masyarakat
2. Memahami lembaga sosial
2.1 Menjelaskan hakikat lembaga sosial
2.2 Mengklasifikasikan tipe-tipe lembaga sosial
2.3 Mendeskripsikan peran dan fungsi lembaga sosial











Kelas XII, Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
3. Mempraktikkan metode penelitian sosial
3.1 Merancang metode penelitian sosial  secara sederhana
3.2 Melakukan penelitian sosial secara sederhana
3.3 Mengkomunikasikan hasil penelitian sosial secara sederhana


6.    Uraikan standar isi dan standar kelulusan mata pelajaran IPS di SMP ?
Jawab :
Standar isi Dan standar kelulusan mata pelajaran IPS di SMP
a. standar isi mata pelajaran IPS tingkat SMP, misalnya
SMP kelas VII simester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1. Memahami lingkungan kehidupan manusia



1.1 Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan da
mpaknya terhadap kehidupan
1.2 Mendeskripsikan  kehidupan  pada  masa  pra-aksara di Indonesia
2. Memahami kehidupan sosial manusia

2.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial
2.2 Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian
2.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk  interaksi sosial
2.4 Menguraikan proses interaksi sosial
3. Memahami usaha manusia memenuhi kebutuhan
3.1 Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan
3.2 Mengidentifikasi tindakan ekonomi  berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari




 SMP kelas VIII simester 2
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.      Memahami Usaha Persiapan Kemerdekaan
1.1  Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia.
1.2  Menjelaskan proses persiapan kemerdekaan.
2.      Memahami Pranata dan Penyimpangan Sosial
2.1  Mendeskipsikan bentuk-bentuk hubungan sosial.
2.2  Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat.
2.3  Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial.
3.      Memahami Kegiatan Perekonomian Indonesia
3.1  Mendeskripsikan permaslahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi, serta peranan pemerintah dalam upaya penagnggulangannya.
3.2  Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia.
3.3  Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian nasional.
3.4  Mendeskripsikan permintaan dan penawaran serta terbentuknya tugas pasar.

b. standar kelulusan mata pelajaran IPS tingkat SMP/MTS, Spesifikasi Standar Kompetensi Lulusan (SKL), IPS Terpadu SMP Negeri Tahun Pelajaran 2010/2011
No.
Kelas/ Smtr
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Ket
1.
VII/1  
1. Memahami lingkungan kehidupan manusia
1.1 Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan1.2 Mendeskripsikankehidupan  pada  masa  pra-aksara di Indonesia
(6)


2. Memahami kehidupan sosial manusia
2.2 Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian2.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk  interaksi sosial



3. Memahami usaha manusia memenuhi kebutuhan
3.1 Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam kaitannya dengan usaha memenuhi kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia3.2 Mengidentifikasi tindakan ekonomi  berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari

2.
VII/2  
4. Memahami usaha manusia untuk mengenali  per-kembangan lingkungannya
4.4 Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi di atmosfer dan hidrosfer, serta dampaknya terhadap kehidupan
(4)


5. Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa Kolonial Eropa
5.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan-peninggalannya



6. Memahami kegiatan ekonomi masyarakat
6.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa6.3 Mendeskripsikan peran badan usaha, termasuk koperasi, sebagai tempat berlangsungnya proses produksi dalam kaitannya dengan pelaku ekonomi

3
VIII/1
1. Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan  pertumbuhan jumlah penduduk
1.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk1.4 Mendeskripsikan permasalahan  ke-pendudukan dan dampaknya terhadap pembangunan
(8)


3. Memahami masalah penyimpangan sosial
3.1 Mengidentifikasi berbagai penyakit sosial (miras, judi, narkoba, HIV/Aids, PSK, dan sebagainya) sebagai akibat penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat



4. Memahami kegiatan ekonomi masyarakat
4.3 Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat

4
VIII/2 
6. Memahami pranata dan penyimpangan sosial
6.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial6.2  Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat
(7)


7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia
7.3  Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian nasional7.4  Mendeskripsikan permintaan dan penawaran serta  terbentuknya harga pasar

5
IX/1  
1. Memahami kondisi perkembangan negara di dunia
1.2 Mendeskripsikan Perang Dunia II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia
(15)


2. Memahami usaha menuju dan memper-tahankan kemerdekaan
2.1 Mengidentifikasi usaha perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia



3. Memahami perubahan sosial budaya
3.1 Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya pada masyarakat.3.2  Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan



4. Memahami lembaga    keuangan dan perdagangan     internasional
4.1  Mendeskripsikan  uang dan lembaga keuangan4.2  Mendeskripsikan perdagangan internasional dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia

6
IX/2  
5. Memahami hubungan manusia dengan bumi
5.1 Menginterpretasi peta tentang bentuk dan pola  muka bumi5.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsur-unsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara 
5.3 Mendeskripsikan pembagian permukaan bumi atas benua dan samudera
(10)


6. Memahami usaha memper-tahankan Republik Indonesia
6.1 Mendeskripsikan perjuangan bangsa Indonesia merebut  Irian Barat



7. Memahami perubahan pemerintahan dan kerjasama internasional
7.2 Menguraikan perkembangan lembaga-lembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional7.3 Menguraikan  perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global



Jumlah Soal Seluruhnya
50


7.    Uraikan standar isi dan standar kelulusan mata pelajaran sosiologi di SMA ?
Jawab :
Standar isi dan standar kelulusan mata pelajaran sosiologi untuk SMA
a. standar isi , misalnya kelas 1
 Kelas  X,  Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1. Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
1.1 Menjelaskan fungsi  sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan
1.2 Mendeskripsikan nilai dan norma yang   berlaku dalam masyarakat
1.3 Mendeskripsikan proses interaksi sosial sebagai dasar pengembangan pola keteraturan dan dinamika kehidupan sosial


Kelas X,  Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
2. Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan  kepribadian
 2.1 Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian
 2.2 Mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial
 2.3 Menerapkan pengetahuan sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat























B. Standar kelulusan mata pelajaran sosiologi di SMA
Description: http://4.bp.blogspot.com/_9WfAcGq2kno/TOyO2ozEkxI/AAAAAAAAAYo/IJ8ezwHKqoA/s1600/SKL.jpg


8.    Buat analisis mengenai hambatan yang dialami siswa SMA dalam mata pelajaran sosiologi ssesuai KTSP di Sulsel ?
Jawab : kendala-kendala yang dhadapi  siswa : 1) Materi sosiologi yang sangat luas meliputi   fakta sosial, tindakan sosial, khayalan sosiologis serta pengungkapan realitas sosial (2) Metode pembelajaran sosiologi di Indonesia cenderung didominasi dengan metode konvensional yang berpusat pada aktivitas guru (teacher centered) sehingga terkesan membosankan, yaitu dengan metode ceramah (4) Ketidakseimbangan jumlah jam tatap muka dengan materi yang ada (5) Kurikulum yang selalu berubah-ubah (6) Banyak sSiswa kurang berminat membaca hal-hal yang terkait dengan fenomena sosial masyarakat (7) Tidak memadainya sumber-sumber tertulis maupun tidak tertulis (8) Sosiologi adalah ilmu sosial selalu dipandang sebelah mata sebagai mata pelajaran kelas dua setelah bidang ekonomi atau lainnya yang dianggap sebangai bidang yang lebih prospektif.
Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran sosiologi dalam hal ini siswa SMA ABC salah satunya dilatarbelakangi oleh faktor kurang kreatifnya guru, juga tidak tersedianya sarana dan prasarana pendukung. Dari data evaluasi hasil ulangan semester dan ujian blok semester I pada mata pelajaran sosiologi standar ketuntasan adalah 70 kelas X, kurang lebih 27.5% tidak tuntas ( Σ : 220 siswa ), kelas XI  30.5 % tidak tuntas ( Σ : 230 siswa ) kelas XII 36.2% tuntas ( Σ : 223 siswa ) ini berdampak pada kontinuitas kualitas belajar siswa di SMA ABC.
Kurikulum terbaru 2006 memberikan strategi  kepada pengajar bagaimana supaya siswa lebih giat memacu dirinya lebih kreatif dan inovatif, begitu pula pendekatan yang dilakukan dalam  strategi belajar mengajar sehingga  hasil belajar siswa ranah kognitif, dan afektif dapat sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.
9.    Buat analisis mengenai hambatan yang dialami guru SMA dalam mata pelajaran sosiologi ssesuai KTSP di Sulsel ?
Jawab : Hambatan/kendala guru SMA dalam mata pelajaran sosiologi sesuai KTSP di SulSel : Guru sangat sulit mengembangkan Proses Belajar Mengajar (PBM) berbasis multimedia terbukti telah memberi kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal senada juga diungkapkan oleh beberapa ahli bahwa PBM berbasis multimedia sangat efektif dalam menjelaskan persoalan yang kompleks, irit waktu, meningkatkan minat siswa, mengurangi kebosanan, dan lebih bersemangat untuk mengembangkan bahan pelajarannya. Namun model pembelajaran di atas belum diimplementasikan oleh guru mata pelajaran secara optimal. Berlatarbelakang mengangkat permasalahan “bagaimana potensi dan kendala guru Sosiologi dalam mengembangkan PBM berbasis multimedia pada mata pelajaran Sosiologi?” untuk mengetahui potensi dan kendala sumber belajar, media pembelajaran dan ketrampilan guru dalam mengembangkan PBM berbasis multimedia. 
10.    Bagaimana fungsi dan tujuan mata pelajaran sosiologi SMA di 27 kabupaten ?
  Jawab : Tujuan mata pelajaran sosiologi untuk SMA di 27 kabupaten secara umum :
Tujuan mata pelajaran sosiologi bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
      1. Memahami konsep-konsep sosiologi seperti sosialisasi, kelompok sosial, struktur sosial, lembaga sosial, perubahan sosial, dan konflik sampai dengan terciptanya integrasi sosial.
      2. Memahami berbagai peran sosial dalam kehidupan bermasyarakat khususnya didaerah kabupaten maros.
      3. Menumbuhkan sikap, kesadaran dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Ø  Tujuan sosiologi
Kehadiran sosiologi sebagai kajian keilmuan bertujuan :
1) Meningkatkan kehidupan yang serasi di masyarakat
2)  Meningkatkan pengertian terhadap lingkungan social manusia dalam kehidupan bermasyarakat
3)  Meningkatkan kerjasama antar manusia
4)   Perencanaan dan peningkatan pembanguna masyarakat
5)   Perencanan pembaharuan social
6)   Peningkatan perencanaan pendidikan, dan
7)   Peningkatan pengendaian sociall
Fungsi mata pelajaran Sosiologi secara umum diseluruh 27 kabupaten bagi peserta didik :
Sosiologi menjadi pelajaran yang menyenagngkan karena jika dilihat dari obyeknya saja adalah masyarakat, yang berarti kita juga memepelajari diri kita sendiri didalam hidup bermasyarakat. Siswa senang belajar sosiologi karena bahasan dalam sosiologi tidak asing lagi bagi siswa karena terdapat dalam masyarakat yang menjadi objek utama kajian sosiologi. Variasi methode pembelajaaran oleh seoarang pendidik akan sangat menentukan sikap senang atau tidaknya peserta didik pada suatu mata pelajaran. Sosiologi dapat menjadi pelajaran yang menyenangkan bila didukung dengan cara penyampaian materi dan sikap pendidik dalam proses pembelajaran dan terkait dengan penerapan psikologi pendidikan pada pelajaran sosiologi yang mana didalamnya dibahas mengenai tingkah laku yang perlu dimunculkan dalam proses pembelajaran. Masalah belajar dan pembelajaran menjadi pokok bahasan dalam psikologi pendidikan. Pemahaman pendidik menyikapi perbedaan yang ada pada masing- masing peserta didik dalam proses pembelajaran menjadi hal yang penting dan dasar untuk tercapainta suatu proses pembelajaran yang efektif. Teori belajar kognitif kontuksivitis cocok untuk pelajaran sosiologi karena Tujuan pendidikan menurut teori belajar kognitif adalah : menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir sendiri untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi. Guru harus mampu mengkombinasikan berbagai methode pembelajaran agar siswa tidak bosan dalam belajar sosiologi. Hal diatas merupakan penerapan bahasan psikologi pendidikan dalam pelajaran sosiologi, yang pada akhirnya mampu membuat sosiologi menjadi pelajaran yang semakin disenangi oleh siswa sehinnga tuhjuan dari pendidikan itu sendiri dapat tercapai dengan optimal.
11. Buat analisa mengenai buku paket sosiologi dari 5 penerbit yang berbeda setiap kelas.?
     Jawab :
Ø  Buku kelas 12  SMA / MA Pengarang Rusman Efendy Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009.
Ø  Buku sosiologi kelas 3 untuk SMA, pengarang Widya Widianti. Penerbit Erlangga.
Ø  Buku intisari sosiologi untuk kelas, 1,2 dan 3 SMA, pengarang E.K. Djuharmie,M.Pd,dkk. Tahun terbit 2010, p enerbit pustaka setia. 
Ø  Buku paket sosiologi untuk SMA kelas XII, pengarang Suhardi.
Ø  Buku sosiologi untuk kelas, 1,2, dan 3 SMA, pengarang Agung S.S. Raharjo, S.Sos , penerbit cabe rawit, tahun tebit 2011
Dari kelima buku paket diatas dapat disimpulan bahwa terdapat kesamaan dan perbedaan tiap buku paket sosiologi. dan untuk pembahasan dimana tiap buku terdapat kesamaan pokok pembahasan, hanya saja dari kelima buku paket sosiologi diatas ada yang membahas secara lengkap dan ada juga hanya membagi materi pokok-pokoknya saja.
12. Buat kajian teoritis mengenai konsep-konsep sosiologi 22 ?
Jawab : Konsep-konsep sosiologi :
1)   Globalisasi
Kajian teoritis
   Globalisasi adalah peristiwa mendunia atau proses membuana dari keadaan lokal atau nasional yang lebih terbatas sebelumnya. Artinya, pembatasan antar negeri untuk perpindahan barang, jasa, modal, manusia, teknologi, informasi, pasar, dan banyak hal lain menjadi tidak berarti atau malahan hilang sama sekali.
 Pengaruh Perkembangan Global
Politik
Situasi politik di dalam negeri maupun Internasional berubah-ubah tidak menentu. Pada saat ini dunia politik sangat mudah bergejolak, terutama setelah kehidupan demokrasi mulai ditegakkan. Nilai-nilai barat yang dimotori oleh Amerika Serikat mewarnai lingkungan
strategis dunia dengan isu globalisasi dengan ciri demokrasi, penghormatan hak asasi manusia, dan lingkungan hidup yang menjadi suatu ukuran yang baru. (Adisasmito, W, 2006) Begitu juga dalam dunia kesehatan yang sangat penting bagi setiap lapisan masyarakat, pemerintah kurang memberikan perhatian terhadap masalah kesehatan. Negara Indonesia sendiri sudah mengalami masa pergantian pemerintah sebanyak enam kali dan selama itu pula dalam kampanye mereka selalu menjanjikan kesehatan sebagai salah satu fokus yang utama. Tapi itu semua hanya janji politik yang tidak teralisasikan. Terkadang topik tentang kesehatan hanya menjadi alat untuk kepentingan politik bagi individual atau pun golongan bagi orang-orang yang duduk di dalam dunia politik.
Dengan adanya globalisasi, pemerintah sendiri belum memberikan perhatian khusus pada industri kesehatan terutama rumah sakit agar dapat bersaing dengan negara lain dan dapat memenangkan persaingan bebas yang akan membawa kemajuan dalam pergaulan global.
2)   Modernisasi
Kajian teoritis :
          Menurut (Everet Roger, 1981 : 25), Modernisasi adalah proses dengan mana individu berubah dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup yang lebih kompleks dan maju secara teologis serta cepat berubah. Disini hendak dilanjutkan modernisasi mempelajari dan meneliti sikap dan pendapat atau bertujuan untuk perubahan teknologi, yakni merubah sosial ekonomi masyarakat.
          Defenisi modernisasi dikembangkan dari berbagi ilmu, Modernisasi mengandung makna perubahan. Istilah modernisasi bersal dari bahasa latin yang berarti maju dan berkembang. Jadi modernisasi berasal dari kata modern yang artinya sesuatu yang baru sebelum tidak ada kemajuan menjadi ada, dan sesuatu yang ada itu kemudian diperbaiki dan diperbaharui menjadi modernisasi.
          Walaupun demikian tidak semua modernisasi itu sesuai dengan apa yang diharapkan dan bahkan perlu perubahan yang bertahap sehinggga dapat menjadi modernisasi yang efektif (samsudin, 1987 : 137).
3)      Perubahan sosial
Kajian teoritis :
Perubahan sosial dapat diartikan sebagai suatu bentuk
perubahan-perubahan yang menimbulkan akibat-akibat sosial. Akibat sosial ini
adalah sedemikian rupa sehingga terjadi perubahan dalam bentuk, susunan serta
hubungan yang berbeda dari yang semula.
Berbicara mengenai perubahan sosial seringkali dihubungkan
dengan kontrol sosial, yaitu suatu proses mempengaruhi orang-orang untuk
bertingkah laku sesuai dengan harapan masyarakat. Pada suatu saat di masa
mendatang, persoalan yang ingin dipecahkan bukan lagi sebatas mempengaruhi
orang-orang agar bertingkah laku sesuai dengan harapan masyarakat saja melainkan  juga menyangkut perubahan-perubahan yang dikehendaki. Hal seperti itu  biasa disebut sebagai social engineering, yang orientasinya tidak
ditujukan kepada pemecahan masalah yang ada, melainkan berkeinginan untuk
menimbulkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku anggota-anggota masyarakat.
4)      Masyarakat
Kajian teoritis :
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat.Dalam ilmu sosiologi kita mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan.Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi antara anggota- anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka.Kalau pada masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-angota nya.
5)      Sosialisasi
Kajian teoritis :  sosialisasi mengacu pada suatu proses belajar seorang individu yang akan mengubah dari seseorang yang tidak tahu menahu tentang diri dan lingkungannya menjadi lebih tahu dan memahami. Sosialisasi merupakan suatu proses di mana seseorang menghayati (mendarahdagingkan - internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah diri yang unik, karena pada awal kehidupan tidak ditemukan apa yang disebut dengan “diri”.  Tujuan sosiologi dalam mempelajari sosialisasi karena dengan mempelajari bagaimana orang berinteraksi maka kita dapat memahami orang lain dengan lebih baik. Dengan memperhatikan orang lain, diri sendiri dan posisi kita di masyarakat maka kita dapat memahami bagaimana kita berpikir dan bertindak.
6)      Mobilisasi sosial
Kajian teori : Mobilitas sosial atau gerak sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya. Tipe-tipe mobilitas sosial ada dua macam, yaitu mobilitas sosial horizontal dan mobilitas sosial vertikal. Mobilitas sosial horizontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Misalnya, seseorang yang beralih kewarganegaraan, beralih pekerjaan yang sederajat atau mungkin juga peralihan obyek-obyek sosial seperti radio, mode pakaian, ideologi, dan sebagainya. Dengan adanya gerak sosial yang horizontal, tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang ataupun suatu obyek sosial. Mobilitas sosial vertikal dimaksudkan sebagai perpindahan individu atau obyek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, maka terdapat dua jenis mobilitas sosial yang vertikal, yaitu mobilitas sosial vertikal naik (social climbing) dan mobilitas sosial vertikal turun (social sinking). Gerak sosial vertikal yang naik mempunyai dua bentuk utama, yaitu :
(1) Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, di mana kedudukan tersebut telah ada. (2) Pembentukan suatu kelompok baru, yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan individu-individu pembentuk kelompok tersebut.
Gerak sosial vertikal yang menurun mempunyai dua bentuk utama, yaitu :
(1) Turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya. (2) Turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan.
7)      Proses sosial
Kajian teori : mempertahankannya bahkan memperluasnya. Kompleknya hubungan antar struktur dan proses mental dalam fenomena prilaku yang diamati, struktur sosial, dan ekonomi adalah permasalahan dasar untuk kajian sejarah sosial. Para pakar antropologi biasanya tertarik dengan masalah hubungan mentalitas atau kebudayaan dengan masyarakat yang lebih luas. Penonjolan manusia sebagai makhluk budaya merupakan masalah antropologi dan peranan gagasan kebudayaan dalam proses penataan sosial dianggap krusial oleh sejarawan strukturis. Berikut ini akan dikemukakan pembahasan tentang peranan kebudayaan dalam proses sosial sebagai yang menjadi pembahasan Christopher Lloyd dalam bukunya The Structures of History (1993).
8)      Perlapisan sosial
Kajian teori : Pitirim A. Sorokin memberikan definisi pelapisan masyarakat sebagai berikut “ pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat”. Lebih lengkap lagi batasan yang di kemukakan oleh theodorson di dalam Dictionary of sociology,  yaitu “lapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatip permanen yang terdapat di dalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai masyarakat ) di dalam hal perbedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan.”
 Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial
Di dalam organisasi masyarakat primitip yang belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini bewujud berbagai bentuk sebagai berikut:
1.      Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dalam pembedaan hak dak kewajiban.
2.      Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang beroengaruh dan memiliki hak-hak istimwa.
3.      Adanya pemimpin yang paling berpengaruh.
4.      Adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hukum.
5.      Adanya pembagan kerja di dalam suku itu sendiri.
6.      Adanya perbedaan standar ekonomi dan di dalam ketidak kesamaan ekonomi itu secara umum. 
9)      Interaksi sosial
Kajian teoriti :
Proses Interaksi sosial menurut Herbert Blumer adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir adalah Makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah, perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan interpretative process
Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi atau interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu Ciri Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan wacana.
10)  Kelompok sosial
Kajian teori : Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.[1] Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya.
11)  Patologi sosial
Kajian teori : Pada awal ke-19 dan awal abad 20-an, para sosilog mendefinisikan patologi social sebagai semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas local, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan, dan hokum formal. Secara etimologis, kata patologi berasal dari kata Pathosyang berarti disease/penderitaan/penyakit dan Logos yang berarti berbicara tentang/ilmu. Jadi, patologi adalah ilmu yang membicarakan tentang penyakit atau ilmu tentang penyakit. Madsud dari pengertian diatas bahwa patologi adalah ilmu yang membicarakan tentang asal usul dan sifat-sifatnya penyakit. Konsep ini bermula dari pengertian penyakit di bidang ilmu kedokteran dan biologi yang kemudian diberlakukan pula untuk masyarakat karena menurut penulis google bahwa masyarakat itu tidak ada bedanya dengan organisme atau biologi sehingga dalam masyarakatpun dikenal dengan konsep penyakit. Sedangkan kata sosialadalah tempat atau wadah pergaulan hidup antar manusia yang perwujudannya berupa kelompok manusia atau organisasi yakni individu atau manusia yang berinteraksi / berhubungan secara timbal balik bukan manusia atau manusia dalam arti fisik. Tetapi, dalam arti yang lebih luas yaitu comunity atau masyarakat. Maka pengertian dari patologi social adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang dianggap “sakit” disebabkan oleh faktor-faktor sosial atau Ilmu tentang asal usul dan sifat-sifatnya, penyakit yang berhubungan dengan hakekat adanya mnusia dalam hidup masyarakat. Sementara itu menurut teri anomi bahwa patologi sosial adalah suatu gejala dimana tidak ada persesuaian antara berbagai unsur dari suatu keseluruhan, sehingga dapat membahayakan kehidupan kelompok, atau yang sangat merintangi pemuasan keinginan fundamental dari anggota anggotanya, akibatnya pengikatan social patah sama sekali.
12)  Konflik
Kajian teori : Teori Konflik dalam Pandangan Dahrendorf
Pendekatan konflik Marxian dan Weberian, banyak dianut oleh sosiolog modern, tetapi bukan berarti pendekatan ini mendasari dukungan universal. Dipahami bahwa gagasan konflik Marx dan Weber banyak kegunaanya. Strategi konflik Marxian, memandang masyarakat sebagai kebutuhan dan keinginannya. Konflik dan pertentangan menimbulkan dominasi dan subordinasi. Kelompok yang dominant memanfaatkan kekuasaan mereka untuk menentukan struktur masyarakat sehingga menguntungkan bagi kelompok mereka sendiri.
Asumsi yang mendasari teori sosial non Marxian Dahrendorf adalah (1) manusia sebagai amkhluk sosial mempunyai andil dalam terjadinya disintegrasi dan perubahan sosial, (2) Masyarakat selalu dalam keadaan konflik menuju proses perubahan. Masyarakat dalam berkelompok dan hubungan sosial didasarkan atas dasar dominasi (borjuasi) yang menguasai proletar. Karena tidak adanya pemmisahan antara pemilikan dan pengendalian sarana-sarana produksi.
13)   Lembaga sosial
Kajian teori : Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga kemasyarakatan salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup 
14)  Pengendalian sosial
Kajian teoritis : Pengendalian sosial diarahkan kepada perilaku anggota masyarakat dalam  memelihara dan meningkatkan ketertiban/ketentraman.  Pengendalian sosial dapat dilakukan dalam berbagai cara. Dalam hal pengendalian sosial yang dilakukan secara informal, seperti etika, penggunaan bahasa, aturan-aturan susila yang berdasarkan perasaan mana perbuatan yang baik dan mana yang salah, dan bidang lain di luar hukum, yang tidak lagi mampu untuk  memelihara kesesuaian norma-norma tertentu, maka memunculkan keadaan  pengendalian sosial yang harus dilakukan secara formal dan ditandai dengan  pembentukan sistem dari badan-badan khusus untuk hal itu dan diikuti dengan  pembuatan norma-norma teknisnya. Pengendalian sosial secara formal sangat  diperlukan pada masyarakat yang komplek dan heterogen. Sistim pengendalian  sosial secara formal ini dilakukan oleh negara dan pelaksanaannya menyediakan cara-cara paksaan, yaitu dengan adanya sanksi-sanksi baik sanksi pidana, perdata, atau administrasi, yang dibebankan kepada pelanggarnya.
15)  Penyimpangan sosial
Kajian teori : Perilaku menyimpang adalah perilaku dari para warga masyarakat yang dianggap tidak sesuai dengan kebiasaan, tata aturan atau norma sosial yang berlaku. Secara umum, yang digolongkan sebagai perilaku menyimpang, antara lain tindakan yang nonconform, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai atau norma yang ada; tindakan yang anti sosial atau asosial, yaitu tindakan yang melawan kebiasaan masyarakat atau kepentingan umum; dan tindakan-tindakan kriminal, yaitu tindakan yang nyata-nyata telah melanggar aturan-aturan hukum tertulis dan mengancam jiwa atau keselamatan orang lain.
16)  Stratifikasi sosial
Kajian teori : Pandangan mengenai stratifikasi yang sangat menonjol dalam sosiologi ialah pandangan mengenai kelas yang dikemukakan oleh Karl Marx. Menurut Marx kehancuran feodalisme serta lahir dan berkembangnya kapitalisme dan industri modern telah mengakibatkan terpecahnya masyarakat menjadi dua kelas yang saling bermusuhan, yaitu kelas borjuis (bourgeoisie) yang memiliki alat produksi dan kelas proletar (proletariat) yang tidak memiliki alat produksi. Dengan makin berkembangnya industri para pemilik alat produksi, semakin banyak menerapkan pembagian kerja dan memakai mesin sebagai pengganti buruh sehingga persaingan mendapat pekerjaan di kalangan buruh semakin meningkat dan upah buruh makin menurun. Karena kaum proletar semakin dieksploitasi mereka mulai mempunyai kesadaran kelas (class consciousness) dan semakin bersatu melawan kaum borjuis. Marx meramalkan bahwa bahwa pada suatu saat buruh yang semakin bersatu dan melalui suatu perjuangan kelas (class struggle) akan berhasil merebut alat produksi dari kaum borjuis dan kemudian mendirikan suatu masyarakat tanpa kelas (classless society)karena pemilikan pribadi atas alat produksi telah dihapuskan.
17)  Kebudayaan
Kajian teori : Secara etimologis, budaya atau kebudayaan seperti yang diungkapkan oleh Soerjono Soekanto (1990:188) berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi” yang berarti budi atau akal.
Kebudayaan itu diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau
akal”.Kebudayaan itu ada karena adanya masyarakat, sehingga budaya dan
masyarakat merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan antara
keduanya.Sejalan dengan pernyataan tersebut, Soerjono Soekanto (1990:187)
mengemukakan bahwa “masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan”. Kebudayaan itu akan bertahan dan berkembang
iapkarena masyarakat masih memandang kebudayaan tersebut berguna bagi
kehidupan masyarakatnya dan sebaliknya akan dilupakan apabila kebudayaan itu tidak berguna lagi bagi kehidupan masyarakatnya.



18)  Pranata sosial
Kajian teori : menurut Soerjono Soekanto, lembaga kemasyarakatan (Pranata Sosial) adalah himpunan norma-norma dari segala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat.
pranata sosial secara prinsipil tidak jauh berbeda dengan apa yang sering dikenal dengan lembaga sosial, organisasi sosial maupun lembaga kemasyarakatan, karena di dalam masing-masing istilah tersebut terisrat adanya unsur-unsur yang mengatur setiap perilaku warga masyarakat. Jadi, pengertian pranata sosial adalah sistem norma yang bertujuan untuk mengatur tindakan maupun kegiatan masyarakat untuk memnuhi kebutuhan pokok dan bermasyarakat bagi manusia. Dengan kata lain, pranata sosial adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir dan mengejewantahkan nilai-nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi kegiatan pokok warga masyarakat.
19)  Masyarakat kota
Kajian teori : Pengertian kota/perkotaan Kota menurut definisi universal adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampung berdasarkan ukuranya,kepadatan penduduk,kepentingan atau status hukum.
Beberapa definisi (secara etimologis) “kota”dalam bahasa lain yang agak tepat dengan pengertian ini,seperti dalam bahasa Cina,kota artinya dinding dan dalam bahasa Belanda kuno,tuiin,bisa berarti pagar.Jadi dengan demikian kota adalah batas.Selanjutnya masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community, Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupanya serta cirri-ciri kehidupanya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
20)  Masyarakat desa
Kajian teori : Pengertian desa/pedesaan Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartohadi Kusuma mengemukakan bahwa: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
21)  Peranan sosial
Kajian teori : Peranan merupakan aspek dinamis dari suatu status (kedudukan).Apabila seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan status yangdimilikinya, maka ia telah menjalankan peranannya.Peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari orang yang memiliki kedudukanatau status. Antara kedudukan dan peranan tidak dapat dipisahkan. Tidak ada peranan tanpakedudukan. Kedudukan tidak berfungsi tanpa peranan, Contoh:  Achieved Status adalah kedudukan yang diperoleh seseorang dengan disengaja.Contoh: kedudukan yang diperoleh melalui pendidikan guru, dokter, insinyur,gubernur, camat, ketua OSIS dsb.
22)  Kekuasaan dan wewenang
Kajian teori : kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai sesuatu dengan cara yang diinginkan. Studi tentang kekuasaan dan dampaknya merupakan hal yang penting dalam manajemen. Karena kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, maka mungkin sekali setiap interaksi dan hubungan sosial dalam suatu organisasi melibatkan penggunaan kekuasaan. 
Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. peranan pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, wewenang dan kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan mereka.




           








Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013

himpunan mahasisswa IPS terpadu UNM 2012-2013